
Malam ini Cleon mengajak Chelsea untuk berkunjung kembali ke Kingsbury Water Park. Ia ingin memberi kejutan kepada wanita yang sudah berstatus sebagai kekasihnya itu.
"Kau cantik sekali!" Puji Cleon saat ia melihat Chelsea keluar dengan make up minimalis yang menghiasi wajahnya.
"Sejak kapan kau jadi pandai merayu?" Chelsea mencubit pelan pinggang Cleon.
"Sejak kau menjadi kekasihku," Cleon tersenyum memandang wajah Chelsea. Kini ia benar-benar sudah menerima wanita yang ada di hadapannya untuk menjadi masa depan di kehidupannya.
"Mari tuan putri!" Cleon membukakan pintu mobilnya untuk Chelsea.
"Aku geli mendengarmu menggombal," Chelsea tertawa. Tak lama mereka pun masuk ke dalam mobil milik Cleon.
"Kita akan ke mana?" Tanya Chelsea yang belum di beri tahu ke mana mereka akan pergi.
"Nanti kau tahu," Cleon tersenyum dan terus melajukan mobilnya.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di Kingsbury Water Park. Cleon memarkirkan mobilnya di area parkiran. Ia segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Chelsea. Setelah pintu terbuka, Cleon segera menadahkan tangannya.
"Kau romantis sekali," Chelsea tertawa seraya menyambut tangan pria yang ia cintai.
"Untuk apa kita ke mari lagi?" Raut wajah Chelsea terlihat sedih ketika ia tahu tempat ini adalah Kingsbury Water Park. Ia ingat betul ketika Cleon menolak untuk berciuman dengannya.
__ADS_1
"Aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu. Ayo!" Cleon menarik halus tangan Chelsea ke arah danau yang sudah pernah mereka kunjungi. Waktu kunjungan sebelumnya, Cleon mengajak Chelsea memancing di danau.
"Ayo naik!" Cleon membawa Chelsea ke arah perahu.
"Cleon, aku takut tenggelam. Terlebih danaunya sangat sepi. Hanya ada kita berdua di sini," Chelsea terlihat ragu.
"Tidak akan. Aku akan menjagamu. Dan danau ini sepi, karena aku sudah membookingnya untuk kita berdua," jelas Cleon.
"Benarkah?" Chelsea tersenyum sumringah.
Cleon pun segera membantu Chelsea untuk naik ke dalam perahu. Setelah Chelsea naik, Cleon pun naik ke perahu itu.
"Lihatlah bintangnya! Indah bukan?" Tunjuk Cleon kepada Chelsea.
"Chel, aku ingin berbicara padamu," Cleon mengambil tangan Chelsea dan menggenggamnya.
"Bicara apa?" Chelsea tertawa melihat raut wajah Cleon yang merona.
"Aku ingin berkata. Maukah kau menjadi kekasihku, menjadi masa depanku dan menjadi wanita terakhir di dalam hidupku?" Cleon memandang wajah Chelsea lembut.
"Kau ini apa-apaan," Chelsea tertawa berbarengan dengan air matanya yang menitik.
__ADS_1
"Mengapa kau menangis?" Cleon mengusap pipi Chelsea.
"Aku hanya terlalu bahagia," Chelsea mengambil lengan Cleon dari pipinya.
"Bukankah aku sudah menjadi kekasihmu?" Chelsea menghapus air mata harunya.
"Iya. Tetapi waktu itu tidak romantis," Cleon menggaruk kepalanya. Chelsea hanya tertawa melihat wajah Cleon yang tampak kebingungan. Cleon memang bukan pria yang romantis. Untuk melakukan hal ini pun ia mendapat saran dari kakaknya.
"Sekarang lihat lagi ke atas!" Perintah Cleon terhadap Chelsea.
Chelsea pun menadahkan kepalanya kembali melihat langit, tak lama kembang api bermunculan di langit.
"Cleon, ini kau yang melakukan?" Chelsea semakin senang.
"Iya. Aku menyuruh staff di sini untuk membantuku," jawab Cleon sembari menatap langit.
Chelsea pun terus memperhatikan kembang api yang berwarna warni menghiasi langit malam. Tak lama, ratusan lampion terlihat diterbangkan. Kini langit berhias kembang api dan juga lampion yang semakin banyak berterbangan.
"Kau sangat romantis," Chelsea menghambur memeluk Cleon.
"Terima kasih, aku sangat bahagia," Chelsea memeluk Cleon erat.
__ADS_1
"Sama sama. Aku akan selalu berusaha untuk membahagiakanmu," Cleon balas memeluk Chelsea dengan erat. Tak lama Chelsea melepaskan pelukannya dan menyender di bahu Cleon untuk menikmati pemandangan indah itu.
Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih š¤