
"Kai, kau memang luar biasa!!" Seru Nino saat Kai menjawab panggilan videonya di pagi hari. Kaivan melihat Nino dan Alden tertawa dari layar ponselnya. Pagi ini Nino dan Alden melakukan video call dengan memakai ponsel Alden.
"Maksudmu?" Kai mengernyit heran.
"Kau tidak tahu? Video bulan madumu tersebar di internet dan di acara gosip seluruh Inggris," Alden menimpali sembari terus tertawa.
"Video apa?" Kai semakin tidak mengerti dengan yang dikatakan sahabatnya.
"Video kau sedang berciuman dengan Alula di kota Zermatt. Ternyata kau lebih liar dariku," ledek Nino.
"Ciumanmu hot sekali, Kai! Kau memang benar-benar menang banyak," Alden tertawa lepas.
"Bagaimana semalam? Habis berapa ronde?" Goda Nino kembali dengan cekikikan.
"Diamlah!" Bentak Kai. Wajahnya memerah.
"Bahkan sampai saat ini, aku belum berhasil melakukan hal itu dengannya."
"Kami ingin segera melihat hasil cetakanmu, Kai," seloroh Nino.
"Mudah-mudahan anakmu nanti tidak memiliki sifat sepertimu," lanjut Nino.
"Videoku dan Alula benar-benar tersebar di Inggris?" Kata Kai serius. Ia heran siapa yang mengambil video dirinya dan Alula.
"Serius, kau cek saja berita berita online atau youtube," jawab Alden.
"Baiklah, aku tutup dulu panggilan videonya. Aku ingin mengecek beritanya."
"Baiklah, bye!" Timpal Nino dan Alden bersamaan.
__ADS_1
Kai segera membuka internet dan memasukan keyword namanya. Tampak memang banyak media online yang memberitakan dirinya tengah berbulan madu, disisipi dengan video saat Kai berciuman dengan Alula setelah mereka ke luar dari cafe.
"Ada apa, Kai?" Alula berjalan ke arah Kai yang tengah terduduk di sofa.
"Mengapa wajahmu serius seperti itu?" Lanjut Alula.
"Lihatlah! Ada berita tentang kita," Kai menyerahkan ponselnya kepada Alula. Alula melihat berita online yang memuat mengenai dirinya dan suaminya. Raut wajahnya tiba-tiba berubah.
"Kira-kira siapa yang mengambil video kita?" Tanya Alula khawatir.
"Aku juga tidak tahu. Aku rasa ada seseorang yang mengikuti kita."
"Mungkin paparazzi, Kai," Alula menenangkan Kai yang terlihat panik.
"Apakah orang ini sama dengan orang yang memfotoku dan Emily saat pesta Halloween? Aku harus menyelidiknya." Batin Kai.
"Aku heran, mengapa kau seperti artis saja. Selalu diberitakan," gerutu Alula.
"Baiklah. Kalau begitu aku beres-beres dulu," Alula masuk ke kamarnya.
Kai terus menatap tubuh Alula yang berjalan menuju kamar.
"Mengapa raut wajahnya mendadak berubah?" Kai segera menyusul Alula ke dalam kamar.
Kai berdiri di depan kamar. Ia memperhatikan Alula sedang menyalakan ponsel.
"Apakah Cleon melihat berita itu? Sebaiknya aku menghubunginya," Alula mulai membuka ponselnya dengan menggunakan sidik jari. Saat ia sedang mencari kontak Cleon, tiba-tiba seseorang menyabet ponsel itu dari lengannya.
"Kai? Kau mengagetkanku," Alula menyentuh dadanya. Raut wajah Kai terlihat sangat dingin.
__ADS_1
"Jangan menghubunginya!" Tutur Kai dengan wajah yang serius dan tak ada keramahan seperti akhir-akhir ini.
"Kai, aku hanya ingin tahu apa Cleon mengetahui berita itu."
"Lalu, jika dia tahu?" Bentak Kai.
"Kai, Cleon temanku," Alula berusaha mengambil ponsel dari lengan suaminya.
"Cih, teman?" Kai tersenyum sinis.
Kai menarik lengan Alula dan menempelkan ibu jari Alula di ponselnya.
"Kai, apa yang kau lakukan?" Alula melihat Kai masuk ke menu ponsel miliknya dan masuk ke daftar kontak.
"Aku mendelete nomor pria itu," jawab Kai enteng.
"Kai, mengapa kau menghapusnya?" Alula merasa kesal karena Kai menghapus nomor kontak Cleon.
"Karena kau tidak pantas menyimpan nomor ponsel pria lain di ponselmu. Hanya nomorku yang boleh kau simpan. Aku sudah menyimpan nomorku di ponselmu," ujar Kai saat ia sudah memencet digit nomornya. Kai segera melakukan missed call ke ponsel miliknya dengan ponsel Alula.
Kai menyimpan ponsel Alula di atas nakas. Ia kemudian berjalan ke arah Alula yang tengah terduduk di atas kasur. Dengan cepat, Kai mendorong tubuh Alula dan menindihnya di kasur.
"Jangan pernah mengkhianatiku! Aku paling benci wanita yang berkhianat. Jika kau mengkhianatiku, kau akan tahu akibatnya!" Ancam Kai dengan nada yang menyeramkan.
"Kai, lepaskan aku!" Alula meronta di bawah kungkungan tubuh suaminya.
"Berjanjilah untuk tidak berurusan dengannya lagi!"
"Baik, Kai. Sekarang lepaskan aku!" Alula memiringkan wajahnya.
__ADS_1
Kaivan segera bangun dari kasur dan berlalu meninggalkan kamar.
Jangan lupa untuk memberikan like, vote dan rate 5 jika kalian suka novel ini. Terimakasih š¤