Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Aku Khawatir Kau Sakit


__ADS_3

Cleon baru saja keluar dari gedung tempatnya bekerja. Sudah tiga hari ini Cleon berusaha untuk mengontak Alula, tetapi Cleon tidak dapat menghubungi nomor ponsel gadis itu. Panggilannya selalu saja tidak terhubung. Selama tiga hari ini, Alula memang tidak mencharger ponselnya karena keadaannya yang sedang tidak sehat.


"Kemana kamu, Al?" Cleon bergumam lirih di dalam mobilnya sembari memperhatikan chatnya dengan Alula di aplikasi chatting berwarna hijau.


"Masih ceklis satu," Cleon memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya berat.


Perkataan Kaivan begitu terngiang ngiang di telinga Cleon, saat laki-laki itu berkata ia akan menjadikan Alula sebagai alat pemuas nafsunya saja.


Cleon mencengkram setir mobil miliknya. Hatinya terasa panas saat ia mengingat perkataan yang keluar dari mulut rival basket saat SMA nya itu. Cleon pun memutuskan untuk pergi ke apartemennya untuk menenangkan hati dan fikirannya.


Cleon menyetir di tengah guyuran hujan yang sangat deras sore ini. Cleon memelankan mobilnya untuk menjaga keselamatan dirinya. Saat Cleon tengah mengemudi, ia melihat Chelsea tengah di tampar oleh seorang pria di pinggir jalan yang cukup sepi.


Cleon segera menghentikan mobil miliknya. Laki laki itu terlihat menjambak rambut Chelsea di bawah guyuran air hujan, dan mengangkat tangannya ke udara bersiap untuk memukul wanita malang itu lagi.


"Hentikan !" Teriak Cleon seraya menahan tangan laki-laki itu dengan tangannya.


"Cleon?" Panggil Chelsea lirih. Terlihat matanya memerah.


"Kau siapa? Kau jangan ikut campur urusanku!" Hardik laki-laki itu.


"Aku teman dari gadis ini, tidak sepatutnya kau kasar kepada seorang wanita. Apakah kedua orang tuamu tidak mengajarkanmu tata krama yang benar?" Cleon tersenyum sinis ke arah laki-laki itu.


"Kurang ajar!!"


Laki-laki itu melayangkan pukulan ke arah wajah Cleon, tetapi Cleon dengan cepat menangkisnya.


"Sean, hentikan!" Chelsea berteriak kepada laki-laki yang diketahui bernama Sean itu.


Sean tak patah arang, ia mencoba kembali untuk meninju wajah Cleon. Tetapi, sekali lagi Cleon dengan cepat menghindar dari serangan itu.


Cleon memukul wajah Sean dengan tangannya, lalu ia mengunci lengan Sean dan menjatuhkan tubuh Sean ke atas aspal.


"Kau tidak apa-apa?" Cleon berjalan menghampiri Chelsea.

__ADS_1


Mata Chelsea membulat saat Sean yang berada di belakang Cleon mengeluarkan pisau dari saku celananya.


"Cleon, awas!!" Chelsea mendorong tubuh Cleon dari kilatan pisau yang akan di tancapkan oleh Sean.


"Chel?" Teriak Cleon saat ia melihat lengan Chelsea terkena tusukan benda tajam itu. Darah terlihat mengucur dari tangannya.


Cleon membalikan badannya ke arah Sean, dan dengan membabi buta ia menghajar Sean dengan tangannya. Sean tersungkur ke aspal dengan darah di wajahnya. Lalu ia segera berlari ke arah mobilnya yang terparkir di pinggir jalan begitu menyadari jika Cleon bukanlah lawan yang mudah.


Cleon mengejar Sean yang berlari ke dalam mobil, tak lama kemudian laki-laki itu menancap gas dan kabur.


Cleon memusatkan perhatiannya ke arah Chelsea yang sedang terduduk sembari mengerang kesakitan. Kini tubuh mereka basah kuyup di terpa air hujan.


"Kau tidak apa-apa, Chel?" Cleon terlihat panik.


"Tanganku sakit!" Chelsea memejamkan matanya.


Cleon membuka jas kerjanya, lalu ia menyobek kemeja miliknya. Cleon mengikat luka Chelsea dengan sobekan kain dari kemejanya.


"Ayo, aku antarkan kau ke Rumah Sakit!" Cleon menggendong tubuh Chelsea dan memasukan wanita itu ke dalam mobil miliknya.


Cleon dan Chelsea baru saja keluar dari Rumah Sakit. Dokter telah mengobati luka Chelsea dan meresepkan obat anti biotik agar luka itu tidak menyebabkan infeksi di tubuh.


"Siapa laki-laki tadi?" Tanya Cleon sesaat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Dia mantan kekasihku yang pernah ku ceritakan padamu," Chelsea menyeka air matanya dengan jari-jari lentiknya.


"Kekasihmu yang ketahuan selingkuh itu dan malah memukulmu?"


Chelsea menganggukan kepalanya.


"Mengapa dia memukulmu lagi?" Tanya Cleon kembali.


"Dia memaksaku untuk menerima dia kembali," Chelsea menatap Cleon yang ada di sampingnya.

__ADS_1


"Tidak tahu malu sekali laki-laki itu! Setelah mengkhianatimu, dia memaksa untuk kembali padamu," Cleon tersenyum sinis mengejek laki-laki yang bernama Sean itu.


"Cleon, terima kasih telah menolongku," Chelsea memandang Cleon yang ada di sampingnya.


"Tidak usah di pikirkan! Chel, tolong ambilkan jas cadangan ku yang berada di kursi belakang!" Perintah Cleon kepada Chelsea.


Chelsea mengambil jas milik laki-laki bermata cokelat itu.


"Ini," Chelsea menyerahkan jas itu ke pangkuan Cleon yang tengah menyetir.


"Pakailah jas itu! bajumu masih basah! Aku khawatir kau sakit," tutur Cleon. Matanya memperhatikan dan fokus ke jalanan yang ia lewati.


"Baiklah," Chelsea memakaikan jas itu di tubuhnya.


Selama perjalanan mereka berbincang-bincang akrab mengenai pekerjaan, sehingga tidak terasa bahwa rumah Chelsea sudah terlihat.


"Cleon, itu rumahku!" tunjuk Chelsea kepada sebuah rumah khas Amerika bergaya Cape Cod.


"Rumahmu unik sekali," Cleon memperhatikan rumah Chelsea.


"Iya, papaku seorang warga Amerika," timpal Chelsea.


"Benarkah?" Cleon terlihat sedikit terkejut.


"Iya, papaku berasal dari kota Los Angeles," timpal Chelsea.


"Pantas saja. Saat kita SMA dulu, jika aku melihat wajahmu, aku selalu teringat dengan salah satu aktris Hollywood," Cleon tertawa seakan lupa akan kegundahan hatinya memikirkan Alula.


"Benarkah?" Chelsea ikut tertawa. Kemudian, Chelsea memperhatikan wajah Cleon.


"Andaikan saja aku di cintai oleh orang sepertimu," Chelsea berharap dalam hatinya.


"Ya sudah, terima kasih untuk hari ini Cleon," ucap Chelsea tulus, kemudian ia keluar dari mobil bermerk R*ange R*over milik Cleon.

__ADS_1


Cleon memperhatikan gadis itu sampai masuk ke dalam rumahnya. Setelah Chelsea masuk ke dalam rumah, Cleon segera melajukan kembali mobilnya untuk sampai di apartemen miliknya.


Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2