Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Aku Setuju


__ADS_3

Kai sudah sembuh dari sakitnya. Hari ini Kai mengajak Alula untuk menonton film di rumahnya.


"Aku tidak mau menonton denganmu," Alula menjawab dari balik pintu.


"Aku mohon! Kali ini saja ya?" Kai mengatupkan kedua tangannya.


"Baiklah. Sekali ini saja ya? Kita mau nonton apa?" Alula mendudukan dirinya di kursi yang ada di halaman rumah neneknya.


"Ayo kita menonton film The Notebook!" Kai ikut terduduk di samping Alula.


"Aku sedang membaca novelnya. Nanti aku tidak melanjutkan membacanya."


"Kau jangan khawatir! Aku akan membelikanmu novel yang lain."


"Benar? Kau akan membelikanku novel? Kalau bisa yang banyak ya Kai untuk stok selama aku mengandung anakmu."


"Iya. Dasar cerewet," Kai mengelus lembut rambut istrinya.


"Ya sudah ayo!" Kai menarik tangan Alula lembut menuju rumahnya.


"Aku bisa jalan sendiri," Alula melepaskan tangan Kai.


Kai dan Alula pun masuk ke dalam rumah. Di ruang tengah sudah tersedia perlengkapan untuk menonton film. Kai mulai mencolokan flashdisk miliknya ke laptop untuk menonton film the Notebook. Film The Notebook adalah film romantis yang dibintangi oleh Rachel Mc. Adams dan juga Ryan Gosling. Film ini diawali dengan seorang suami yang sedang membaca catatan masa muda mereka kepada istrinya yang tengah mengalami demensia yang mengakibatkan istrinya lupa ingatan. Suami dan istri itu bernama Noah dan Allie. Noah menceritakan bagaimana kisah cinta mereka yang penuh dengan perjuangan karena cinta mereka di tentang oleh ibu Allie yang notabene berasal dari keluarga kaya raya. Sedangkan Noah adalah seorang pria biasa-biasa. Allie dan Noah pun berpisah selama beberapa tahun. Namun akhirnya takdir menyatukan kembali kisah cinta mereka.


"Kai, ini sangat sedih!" Alula menangis saat menonton scene Allie sudah bertunangan dengan pria lain sedangkan Noah sedang membangun rumah impian mereka.


Kai mengambil sebuah tisu dan mengelap mata Alula. Setelah 2 jam 4 menit, akhirnya film itu usai.


"Kai, aku sangat puas dengan endingnya. Akhirnya Noah dan Allie bersatu kembali sampai dengan maut memisahkan mereka," Alula tersenyum puas melihat film yang di tontonnya berakhir dengan happy ending.


"Aku pun berharap bisa bersatu kembali denganmu dan kita bersama sampai maut memisahkan," Kai menatap wajah Alula dengan dekat.


Kai menyentuh pipi Alula dengan tangannya dan memajukan wajahnya, bermaksud untuk mencium bibir istrinya.


"Kai, aku harus pulang. Aku rasa nenek akan mencariku," Alula langsung mengalihkan wajahnya dan berdiri dari duduknya.


"Baiklah. Ayo aku antar!" Kai mengikuti Alula yang sudah berjalan terlebih dahulu.


****


Hari ini adalah akhir pekan. Chelsea dan Cleon berkunjung kembali ke kota York untuk menemui Alula seperti yang dijanjikan oleh Chelsea.


Saat Cleon dan Chelsea akan mengetuk pintu, mereka melihat Kai tengah berdiri di depan rumah Anne dan Charlie. Chelsea dan Cleon tampak syok melihat Kai berada di sini. Sejak kapan Kai tahu tempat persembunyian Alula? Begitu kira-kira yang dipikirkan oleh Chelsea dan Cleon.


"Kai? Sedang apa kau di sini?" Cleon berkata dengan tatapan tajamnya.


"Aku ingin bertemu dengan istriku," Kai tersenyum ke arah Cleon. Perasaan Kai kini memang tengah berbunga-bunga karena Alula sudah selangkah lebih dekat kembali dengannya. Alula sudah mau merawatnya ketika sakit dan Alula mau menonton film dengannya.

__ADS_1


"Tumben kau ramah seperti ini," Chelsea berkata dengan ketus.


"Minggirlah! Kami ingin bertemu Alula!" Cleon menabrak bahu Kai dengan bahunya.


Kai hanya diam. Setidaknya ia harus berterima kasih kepada Cleon dan Chelsea, karena merekalah yang sudah menjaga istrinya selama beberapa minggu yang lalu.


Chelsea mengetuk pintu dan Anne segera membuka pintu untuk mereka.


"Kau jangan masuk!" Chelsea mendorong tubuh Kai yang akan ikut masuk. Dengan cepat Chelsea segera menutup pintu dan menguncinya.


"Alula ke mana, Nek?" Tanya Chelsea kepada Anne.


"Alula di atas. Ke mana Kai?" Anne mencari keberadaan suami cucunya.


"Biarkan dia di luar, Nek! Jangan biarkan dia menemui Alula lagi," Cleon berkata dengan kesal.


"Cleon benar. Jangan biarkan dia menemui Alula lagi!" Chelsea menyetujui ucapan Cleon.


"Kalian tidak bisa seperti itu. Bagaimana pun Kai masih berstatus suami dari Alula. Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri!" Anne memberikan nasihat.


"Ya nenek berkata begitu karena tidak tahu apa yang Kai lakukan kepada cucu nenek," sahut Chelsea.


"Memang apa yang dilakukan Kai kepada Alula?" Anne merasa penasaran mengapa cucunya mengacuhkan suaminya sendiri dengan waktu yang cukup lama.


"Chel, Cleon? Kalian datang?" Alula tiba-tiba turun dari tangga.


"Kau baik-baik saja kan selama kita tidak ada di sini? Dan mengapa Kai ada di sini?" Cleon langsung mengajukan pertanyaan kepada Alula.


"Chel, Cleon lebih baik kita mengobrol di kamarku saja," Alula tersenyum kaku. Dia takut neneknya akan tahu permasalahannya dengan Kai. Alula hanya tidak mau membuat neneknya kefikiran.


Mereka bertiga pun segera naik ke atas dan masuk ke kamar Alula.


"Jadi mengapa Kai ada di sini? Siapa yang memberitahunya?" Chelsea tampak tidak sabar. Ia dan Cleon sudah sangat berusaha untuk menutupi keberadaan Alula di kota York.


"Iya, mengapa dia bisa di sini menemuimu?" Cleon tak kalah sengit bertanya.


"Kalian duduklah! Aku seperti sedang mengikuti sidang skripsi saja sekarang," Alula tertawa.


"Al, ini tidak lucu!" Raut wajah Chelsea terlihat sangat serius.


"Baiklah. Aku tidak tahu mengapa Kai ada di sini. Beberapa hari yang lalu, Kai tiba-tiba sudah ada di depan pintu rumah nenek. Aku tidak tahu dia mengetahui keberadaanku dari siapa."


"Lalu? Sekarang dia berusaha untuk mendekatimu kembali?" Chelsea seperti sedang menyidang seorang tersangka.


"Iya," Alula menjawab dengan singkat.


"Dan kau akan memberikannya kesempatan kepada dia?" Cleon mencecar Alula.

__ADS_1


"Apa salahnya aku memberikan kesempatan ke dua kepadanya? Anak ini butuh ayahnya!" Alula memegang perutnya.


"Bukan anakmu yang membutuhkan ayahnya, tetapi ibunya yang masih mencintai ayahnya," jawab Chelsea dingin.


"Chel-"


"Aku hanya tidak habis pikir denganmu. Mengapa kau masih memberikannya kesempatan?" Chelsea menatap Alula dengan kecewa.


"Aku belum memberikan kesempatan kepadanya. Kemarin-kemarin aku hanya merawatnya saat sedang sakit dan hanya menonton film bersamanya."


"Ya ampun, Al. Kau benar-benar sangat polos! Dia pasti sedang membodohimu dengan berpura-pura sakit!" Cleon memberikan analisanya.


Alula menggelengkan kepalanya dan berkata "Tidak, Cleon. Dia benar-benar sedang sakit. Aku yang memeriksa tubuhnya. Wajahnya sangat pias dan tubuhnya juga sangat panas. Kai juga tak henti bersin dan batuk."


"Kau ini selalu saja bersikap polos dan mudah percaya kepada orang lain," Chelsea menggurutu kesal.


"Bukan mudah percaya, Chel. Tetapi kemarin Kai benar-benar sakit. Lagi pula aku masih istrinya, wajar sekali jika aku merawatnya," Alula menatap sendu ke arah sahabatnya.


"Jadi, kau akan menerimanya kembali?" Tanya Cleon.


"Aku tidak tahu."


"Al? Jika kau menerimanya kembali, apakah kau yakin di masa depan dia tidak akan pernah menyakitimu lagi?" Tanya Cleon kembali.


Alula hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Cleon.


"Bagaimana jika di masa depan kau disakiti lagi olehnya?" Chelsea ikut menghujani Alula dengan pertanyaan yang terasa begitu mengganggu hatinya.


Lagi-lagi Alula hanya terdiam dan tak menjawab sepatah kata pun.


"Begini saja. Kau biarkan Kai terlebih dahulu seperti ini. Lihatlah seberapa keras usahanya untuk mendapatkanmu lagi. Dan aku punya satu ide untuk mengetes kepercayaan Kai kepadamu. Apakah dia masih meragukan dirimu atau sudah percaya padamu," Chelsea berinisiatif memberikan suatu ide.


"Ide apa?" Tanya Alula dan Cleon bersamaan.


"Kemarilah! Aku bisiki!" Mereka pun berempug bertiga untuk menyusun sebuah rencana dimana rencana itu bertujuan untuk menguji tingkat kepercayaan Kai kepada Alula setelah badai besar yang menghantam rumah tangganya.


"Kau yakin rencana mu ini akan berhasil Chel?" Alula tampak ragu dengan rencana Chelsea.


"Tentu saja. Dengan begitu kita tahu bagaimana sikap Kai kepadamu," jawab Chelsea penuh dengan keyakinan.


"Baiklah aku setuju," Alula akhirnya mengiyakan permintaan dari Chelsea.


"Dan bagaimana denganmu?" Chelsea bertanya kepada Cleon.


"Aku setuju."


Terima kasih kepada para readers yang sudah berkenan mampir, membaca, memberikan like, memberikan komen, rate maupun vote. Semoga kalian semua sehat selalu dan selalu dalam kebahagiaan. ❤❤

__ADS_1


__ADS_2