
Pagi harinya....
"Al, kenapa kau tidur disini sayang?" Tanya Ainsley yang saat ini tengah berdiri di hadapan Alula.
"Mengapa kau tidak tidur dengan suamimu?" Tanya Ainsley kembali.
"Ma? Kenapa mama ada disini?" Alula mengucek matanya.
Kemudian Alula melihat Kai yang tengah turun dari atas tangga. Penampilan Kai sudah sangat rapi dengan setelan kerjanya. Tidak terlihat sisa-sisa kekacauan semalam pada tubuhnya.
"Mama tadi mengetuk pintu, lalu menekan bel. Akan tetapi, tidak ada yang membuka pintu dan ternyata pintu depan tidak di kunci, mama memberanikan diri masuk karena takut kalian kenapa-kenapa," jelas Ainsley.
"Kau belum menjawab pertanyaan mama, kalian kenapa tidak tidur bersama?" Sambungnya.
Alula terlihat bingung harus menjawab apa. Ia melirik ke arah Kai yang juga tengah menatapnya.
"Tadi subuh Alula membuatkan sarapan untuk Kai. Jadi, dia ketiduran di kursi setelah memasak," sahut Kai yang berjalan mendekati Alula dan Ainsley.
"Oh, begitu. Mama pikir kalian tidur terpisah," Ainsley bernafas lega.
"Tidak, Ma. Mana mungkin. Kami kan sepasang pengantin baru sekarang," Kai berkilah.
Alula hanya diam dan menatap Kai yang tengah berbohong.
"Mama hari ini akan berangkat mengajar, dan kebetulan mama teringat jika barang-barang pentingmu masih tertinggal di rumah. Jadi, mama memutuskan untuk mengantarkannya kemari," Ainsley menyodorkan dus besar berisi barang-barang penting milik Alula.
"Terimakasih, Ma."
"Ya sudah kalau begitu, mama pergi dulu ya. Layanilah suamimu! Dia akan berangkat bekerja."
"Baik, Ma," jawab Alula.
__ADS_1
"Kai, mama pergi dulu!" Ainsley berpamitan kepada Kai.
"Iya, Ma. Hati-hati di jalan," Kai menyunggingkan senyumnya. Kemudian Ainsley berlalu dari rumah Alula dan Kaivan.
"Untuk nanti malam kau harus tidur di kamar, untuk mengantisipasi kejadian tiba-tiba seperti ini. Untung mama tidak curiga," Kai menatap dingin kepada Alula yang masih terduduk di sofa.
"Tidur di kamar mana? semalam aku hendak membereskan pakaianku, tetapi aku belum tau kamarku yang mana."
"Di kamar utama denganku."
Alula membulatkan matanya secara sempurna mendengar kata-kata Kaivan.
"Maksudmu? Kita tidur satu kamar?"
"Iya," jawab Kai singkat.
"Tidak, aku tidak mau sekamar denganmu."
"Tidurlah di kamar yang sama denganku!!" Perintah Kai.
"Baiklah, asal kau jangan macam-macam kepadaku," Alula memelototkan kedua matanya.
"Kau jangan bermimpi!! Aku tidak akan menyentuh sampah sepertimu," hardik Kai geram.
Hati Alula terasa ngilu mendengar penekanan kata sampah dari mulut suaminya. Walau pun ia tahu, Kai tidak menyukai dan tidak menginginkan keberadaannya, tetapi pantaskah seorang suami berkata seperti itu kepada seorang wanita yang kini telah menjadi istrinya?
"Kau tidak membuatkanku makanan?" Kai menatap tajam ke arah Alula.
"Tidak, aku baru bangun. Aku sungguh lelah karena pesta pernikahan kita kemarin."
"Biasakanlah dirimu untuk mengerjakan pekerjaan rumah, selagi mama masih mencarikan asisten rumah tangga untuk kita !! lagi pula saat ini kau menganggur kan?" Umpat Kai.
__ADS_1
"Cepatlah, buatkan aku sarapan !"
"Sebentar, aku akan membuatkanmu susu dan roti panggang," Alula berdiri dan berjalan ke arah dapur.
Kai pun berjalan ke arah meja makan, ia duduk disana dan menunggu Alula yang tengah memanggang roti.
Dengan cekatan Alula mengolesi roti Cinnamon Roll dengan frosting krim keju. Kemudian, Alula memanggang Cinnamon Roll itu ke dalam oven.
"Ini rotimu, makanlah !" Alula meletakan piring berisi roti Cinnamon Roll dan segelas susu di depan Kaivan.
Kai mulai memakan roti itu, akan tetapi tiba-tiba dia memuntahkannya.
"Kau memberiku roti gosong seperti ini?" Kai berteriak kepada Alula.
"Gosong bagaimana? aku tadi memanggangnya di tingkat medium," timpal Alula.
"Kau cobalah !" Kai berdiri dan mendekat ke arah Alula.
Kai mengapit kedua pipi Alula, lalu ia memasukan roti itu secara paksa ke dalam mulutnya.
"Emm, enak. Apanya yang gosong?" Alula mengunyah roti yang ada dalam mulutnya
"Dasar gadis aneh !!!" Umpat Kai.
"Kau yang aneh, jelas-jelas roti ini tidak gosong," Alula mengambil kembali roti Cinnamon Roll dari piring Kai dan memakannya.
Kai hanya menatap Alula yang tengah mengunyah roti itu.
"Kau mau ku buatkan makanan lain?" Tanya Alula dengan roti yang masih memenuhi mulutnya.
"Tidak usah, aku sarapan di kantor saja," Kai segera berlalu dari sana untuk pergi bekerja.
__ADS_1
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih š¤š¤