Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Toko Cokelat


__ADS_3

Pagi hari Alula sudah berpenampilan rapi. Hari ini ia ingin makan sesuatu yang sudah ia inginkan sejak lama.


"Chel?" Panggil Alula kepada Chelsea yang tengah makan bersama Cleon di meja makan.


"Iya, Al? Kau mau ke mana sudah rapi?" Chelsea memperhatikan penampilan Alula.


"Chel, aku ingin pergi ke York Chocolate Story yang ada di King's Square. Temani aku ya?" Alula merajuk kepada Chelsea.


"Kau sedang mengidam ya?" Cleon tersenyum.


"Aku tidak tahu, tetapi aku benar-benar ingin cokelat yang ada di sana. Saat kita dalam perjalanan ke sini, kita melewati toko cokelat itu dan aku memikirkannya sampai sekarang. Mau temani aku ya?"


"Iya. Aku temani, aku juga ingin cokelat," Chelsea mengakhiri sarapan paginya dan mengelap bibirnya dengan tisu.


"Aku siap-siap dulu ya?" Chelsea segera pergi ke kamarnya.


"Kalau begitu, aku yang akan mengantarkan kalian," Cleon berdiri dari duduknya.


"Cleon, aku tidak ingin naik mobil. Aku ingin jalan kaki saja supaya bayiku sehat," tolak Alula.


"Kau yakin?" Cleon tampak ragu.


"Tentu saja. Kau jaga rumah saja ya? Kakek dan nenek sedang berkebun di kebun apel. Jadi, jika kau ikut tidak akan ada yang menjaga rumah ini."


"Kau yakin aman hanya pergi berdua?" Cleon masih belum yakin.


"Aku yakin. Kau jangan khawatir!"


"Baiklah kalau begitu," Cleon pun akhirnya menyetujui walau pun di hatinya merasa enggan. Ia takut Chelsea dan Alula mengalami sesuatu hal yang tidak di inginkan, karena kota York masih asing bagi mereka.


"Ayo, Al!" Chelsea menggandeng lengan Alula.


"Tunggu!"


"Ada apa, Cleon?" Chelsea menatap kekasihnya.


Cleon terlihat mengeluarkan sesuatu dari dompetnya.


"Ambilah! Kalian pasti memerlukan uang," Cleon memberikan sebuah kartu debit kepada Chelsea.


"Tidak usah. Aku membawa uang," Chelsea menolak.


"Iya. Aku juga masih memiliki uang. Kau tidak perlu cemas," Alula ikut menolak.


"Benar? Untuk jaga-jaga ambil saja kartuku, nanti aku berikan passwordnya."


"Tidak. Sungguh kami masih memiliki uang," tolak Alula dan Chelsea bersamaan.


"Kalian kompak sekali, seperti anak kembar," Cleon tertawa.


"Baiklah. Hati-hati di jalan!"


"Iya," Alula segera bergegas pergi ke luar.


"Aku pergi dulu!" Chelsea mencium pipi Cleon cepat, setelah itu ia langsung berjalan ke arah pintu dengan menutup wajahnya. Cleon hanya tersenyum melihat tingkah Chelsea.


"Al?" Panggil Chelsea ketika kini mereka berjalan beriringan.


"Iya, Chel?"

__ADS_1


"Aku sungguh sangat senang Cleon akhirnya menjadikanku kekasihnya," Chelsea terus tersenyum. Ia benar-benar sangat bahagia sudah menjadi bagian hidup dari pria yang ia cintai.


"Aku turut senang untukmu Chel. Semoga hubungan kalian berakhir dengan happy ending," Alula berharap.


"Terima kasih, Al. Tapi kau sungguh tak apa aku menjadi kekasih Cleon?" Chelsea memastikan.


"Tentu saja. Kau ini bicara apa?" Alula tertawa.


"Aku sudah tidak memiliki perasaan apa pun kepada Cleon. Itu kisah yang sudah lama terjadi. Aku menganggapnya hanya sahabatku," Alula meyakinkan.


"Aku percaya padamu, Al. Terima kasih karena sudah mendukung hubunganku dengan Cleon," Chelsea tersenyum tulus.


"Sama-sama, Chel. Aku bahagia bila kau bahagia," Alula pun menggenggam tangan Chelsea agar mereka berjalan lebih cepat.


Setelah 15 menit berjalan, York's Chocolate Story sudah ada di depan mereka. Toko cokelat ini mudah dijangkau karena terletak di pintu masuk Shambles.


"Waah, lihat itu Chel!" Tunjuk Alula kepada cokelat yang sangat banyak di dalam toko.


Mereka pun segera masuk ke dalam toko cokelat. Staff toko memberikan sampel untuk di coba oleh Chelsea dan juga Alula.


"Enak, Chel!!" Alula berkata dengan antusias.


"Nona, mari saya jelaskan cokelat-cokelat yang ada di toko ini," staff toko wanita mendatangi Chelsea dan Alula. Setelah mereka mengiyakan, staff toko itu segera menjelaskan sejarah toko, menjelaskan rasa dari semua cokelat yang ada di toko dari mulai cokelat paling awal di buat sampai dengan cokelat kekinian. Alula dan Chelsea hanya mengangguk-nganggukan kepalanya mendengar penjelasan staff toko yang sangat detail.


"Nona, anda juga bisa membuat cokelat lolly sendiri di sini," lanjut staff toko.


"Benarkah?" Alula tampak bersemangat.


"Iya. Anda bisa membuatnya sendiri."


"Baiklah, saya mau membuatnya sendiri," Alula mengiyakan dengan cepat.


Di sebelah kiri ruangan adalah tempat untuk membuat cokelat lolly bari para turis yang datang. Alula segera membuat cokelat lolly yang ia inginkan dengan bimbingan dari staff toko. Lama-lama Chelsea merasa bosan, ia pun keluar dari ruangan pembuatan cokelat. Saat ia keluar, matanya membulat secara sempurna ketik melihat seseorang yang ia kenal.


"Kai?" Bisik Chelsea. Ia pun segera bersembunyi agar Kai tidak melihatnya


"Cokelat mana yang paling romantis? Saya ingin membelinya untuk istri saya," Kai terlihat melihat-lihat cokelat yang ada di dalam toko.


"Yang ini tuan!" Staff toko menunjukan cokelat untuk biasa diberikan kepada pasangan.


"Saya ambil itu," Kai mengambil dompet dari saku celananya.


"Tuan, apakah anda ingin membuat sendiri cokelat lolly?" Tawar staff toko.


"Memang bisa membuat sendiri?" Kai bertanya.


"Tentu saja bisa, tuan. Anda bisa mencoba membuat cokelat sendiri di sini."


Kai terlihat menimbang-nimbang.


"Ah, tidak. Aku harus segera bertemu dengan istriku," entah mengapa hati Kai sangat yakin istrinya ada di kota ini. Sehingga ia pun membeli cokelat untuk Alula. Kai tahu Alula sangat menyukai cokelat.


"Baiklah, terima kasih atas kunjungan anda, tuan," staff toko memberikan bingkisan cokelat setelah Kai membayarnya. Kai pun segera berlalu dari toko.


"Hallo? Cleon? Kai ada di kota ini. Dia tengah membeli cokelat di toko yang sama denganku," Chelsea menelfon Cleon.


"Benarkah? Jangan sampai Alula tahu! Ajak dia berlama lama di luar!" Jawab Cleon dari sambungan telfon.


"Iya," Chelsea segera menutup telfonnya. Ia dan Cleon memang mengganti sementara sim card mereka selama berada di kota York, agar Kai tidak bisa melacak mereka.

__ADS_1


"Chel, aku sudah selesai," Alula keluar dari ruangan tempat menbuat cokelat.


Chelsea tidak menyahuti perkataanya. Wajahnya tampak gelisah. Chelsea takut luka hati Alula terbuka kembali ketika bertemu dengan Kai.


"Ada apa, Chel?" Alula merasa heran melihat wajah Chelsea yang terlihat sedang panik.


"Ti-tidak," jawab Chelsea terbata-bata.


"Ayo kita ke kasir dan segera pulang!" Alula berjalan ke kasir. Ia segera membayar pesanan miliknya dan pesanan Chelsea. Bagaimana pun ia yang mengajak Chelsea, jadi Alula harus membayar juga pesanannya.


"Al, aku bisa bayar sendiri," tolak Chelsea halus.


"Kau jangan menolak! Aku yang ingin membayarnya."


"Tapi, Al-"


"Jika kau menolak, aku akan sedih," Alula memotong.


"Baiklah," Chelsea mengalah.


"Nah gitu dong," Alula terkekeh melihat raut wajah Chelsea.


"Al?" Chelsea memegang tangan Alula saat mereka sudah berada di luar toko cokelat.


"Apa?"


"Bagaimana jika kita berjalan jalan sebentar ke Shambles (The Shambles adalah jalanan kecil yang sudah berusia tua di kota York)?" Ajak Chelsea. Ia tidak mau Alula pulang dan bertemu dengan Kai.


"Kau mau ke sana?"


Chelsea mengangguk cepat.


"Baiklah. Ayo!" Alula menarik tangan Chelsea


"Untung saja Alula mau," Chelsea menghembuskan nafasnya lega.


****


Setelah mendapat info dari informannya mengenai kediaman kakek dan nenek Alula, Kai segera pulang ke rumah untuk bersiap-siap pergi ke kota York. Saat ia akan berangkat tiba-tiba Sofia menelfonnya. Ia memberitahukan jika William bisa keluar dari rumah sakit di hari itu. Mau tidak mau, Kai pun membatalkan keberangkatannya ke kota York karena harus menjemput ayahnya yang sudah dinyatakan sembuh oleh dokter.


Keesokan harinya, Kai dan Leo segera pergi ke kota York. Kai minta di temani karena sudah beberapa hari ini ia kurang tidur. Kai khawatir keselamatannya dipertaruhkan. Kai masih ingin hidup dengan istri dan anaknya kelak.


Setelah mengunjungi toko cokelat yang sangat terkenal di kota York, Leo dan Kai segera berangkat ke alamat rumah yang diberikan oleh informan yang menemui Kai di hari kemarin.


"Tuan, ku rasa ini alamatnya!" Leo menatap rumah yang ada di depannya. Rumah dengan gaya Georgia.


Kai pun segera bergegas turun dari dalam mobil. Leo pun mengikuti di belakangnya.


Ketika Kai akan melangkahkan kakinya menuju halaman rumah itu, harapannya seolah sirna ketika melihat papan dengan tulisan "Rumah ini telah terjual".


Kai mengusap wajahnya kasar. Lagi-lagi pencariannya tidak membuahkan hasil.


Kai melempar cokelat yang ia bawa ke tanah dan menginjak-nginjaknya. Leo hanya terdiam melihat tuannya yang sedang sangat frustasi.


"Sepertinya kakek dan nenek Nona Alula sudah pindah dari rumah ini. Mari tuan, kita kembali ke kota Birmingham!" Leo menatap iba tuannya.


Tanpa berkata-kata, Kai segera masuk kembali ke dalam mobilnya. Tanpa sepengetahuan dari dirinya, Cleon tengah mengintip dari kaca lantai dua. Saat Chelsea menelfonnya, Cleon segera mencari akal agar Kai tidak menemukan Alula. Cleon pun mempunyai sebuah ide, ia segera memarkirkan mobilnya jauh dari sana dan segera menulis jika rumah nenek dan kakek Alula sudah di jual. Rencananya berhasil, Kai tidak menemukan Alula.


Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2