Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Aku Mengkhawatirkanmu


__ADS_3

"Apa kau sudah melihat istriku?" Tanya Kai kepada Leo yang tengah menyetir.


"Belum, tuan."


"Bagaimana jika kita tidak menemukannya? Dia akan tidur di mana malam ini?" Kai berteriak di dalam mobilnya.


Leo kaget mendengar apa yang dibicarakan oleh anak majikannya itu. Selama ia bekerja pada William, ia baru melihat Kai se khawatir itu.


"Tenanglah, tuan! Kita akan segera menemukannya," hibur Leo yang melihat kegundahan hati Kai.


Kaivan mengedarkan pandangannya mencari sesosok wanita yang ia rindukan.


"Leo, berhenti!" Perintah Kai.


"Ada apa, tuan?"


"Aku sepertinya melihat Alula," Kai segera keluar dari dalam mobil dan berlari ke arah wanita yang tengah berjalan.


"Alula?" Kai menyentuh pundak wanita itu.


"Entschuldigung, wer? (Maaf, siapa?)" Tanya wanita itu menggunakan bahasa Jerman.


"Entschuldigung, ich war falsch person, (Maaf, saya salah orang)" jawab Kai menggunakan bahasa Jerman.


Kai pun kemudian berjalan dan masuk kembali ke dalam mobilnya.


"Aku pikir itu Alula," ucapnya kepada Leo.


Leo pun kemudian melajukan kembali mobilnya. Sudah 20 menit mereka berputar putar di kota Bad Ragaz, tetapi Alula tak kunjung mereka temukan.


"Kau ini bagaimana? Bisa tidak menemukan istriku?" Kai berteriak kepada Leo. Ia sungguh sangat frustasi memikirkan nasib istrinya di luar sana.

__ADS_1


"Maaf, tuan!"


Mobil yang mereka tumpangi melewati sebuah halte. Kai membulatkan matanya, saat ia melihat seorang wanita tengah duduk dengan menyenderkan kepalanya di tembok halte.


"Hentikan mobilnya!" Kai berteriak, kemudian ia segera keluar dan berlari ke arah wanita yang amat ia rindukan.


Mata Kai berkaca-kaca saat melihat keadaan istrinya. Lengan baju Alula robek karena perbuatan dirinya, matanya tengah terpejam dan terlihat sangat sembab, tangannya pun sedang mendekap tubuhnya sendiri.


Kai berjongkok di hadapan Alula yang tengah terduduk sembari tertidur.


"Sayang?" Panggil Kai lembut.


Ia tidak bisa menahan perasaannya lagi. Kai segera memeluk tubuh kecil yang rapuh itu. Kedua sudut matanya terlihat basah.


Alula bangun dan kaget saat melihat Kai tengah memeluk tubuhnya.


"Lepaskan aku!" Alula mendorong tubuh Kai, sehingga suaminya terjerembab jatuh ke atas tanah yang dipenuhi oleh salju.


"Aku menjemputmu, aku mencarimu kemana-mana," Kai ikut berdiri dan memegangi tangan Alula.


Alula menghempakan lengan Kai dan segera pergi dari halte itu, tetapi Kai lebih cepat. Ia memeluk Alula dari belakang.


"Jangan tinggalkan aku lagi!" Alula mendengar suara Kai bergetar.


"Siapa yang meninggalkan siapa," Alula mencoba melepaskan lengan Kai dari tubuhnya. Tetapi, bukannya lepas. Kai malah semakin menguatkan dekapannya.


"Pergilah! Tinggalkan aku di sini! Bersenang-senanglah dengan kekasihmu!" Alula menangis tersedu.


"Aku tidak akan pergi bila tidak denganmu."


"Lalu, bagaimana dengan kekasihmu?" Suara Alula terdengar serak.

__ADS_1


Kai membalikan tubuh Alula menghadapnya.


"Bella bukan kekasihku, dia mantan kekasihku. Aku tidak peduli dengannya, aku hanya peduli padamu sekarang. Aku tidak tahu mengapa Bella ada di sini. Kumohon ikutlah bersamaku!" Kai menghapus air mata Alula dengan lembut.


"Untuk apa? Aku takut kau akan meninggalkanku lagi. Kau tega sekali!! kau meninggalkanku di negara orang dan di sebuah jalanan yang sepi. Untung ada orang lain yang menolongku, bagaimana jika orang jahat yang menemukanku? kau sangat jahat, Kai!" Alula memukul dada Kai dengan kedua lengannya.


"Pukul lah aku sampai dirimu puas," Kai membiarkan Alula memukuli dada bidangnya


"Maafkan aku! Aku tidak bermaksud meninggalkanmu, aku hanya ingin memberikanmu pelajaran agar kau tidak mengatakan hal yang tidak aku sukai. Tadi aku kembali, tetapi kau tidak ada di sana. Aku mencarimu ke hotel, tetapi entah mengapa ada Bella di sana. Dan aku menyusuri kota ini mencarimu," jelas Kai saat Alula berhenti memukuli dadanya.


"Maafkan aku! Aku sungguh minta maaf! Aku berjanji tak akan pernah meninggalkanmu lagi," sambung Kai.


Alula menatap mata Kai yang basah. Ia terkejut karena melihat laki-laki angkuh yang sering menindasnya saat SMA itu mengeluarkan air mata. Kai memang pertama kali menangisi seorang wanita dan menunjukan sisi rapuhnya.


"Aku sangat mengkhawatirkan mu. Kau percaya padaku?" Kai memegang pipi Alula dengan kedua tangannya.


Alula menatap mata Kai, kemudian Alula mengangguk. Kai menempelkan keningnya kepada kening Alula. Ia baru menyadari suatu fakta bahwa ia tidak bisa kehilangan istrinya. Kai segera mendekap erat tubuh Alula. Ia begitu lega karena berhasil menemukan Alula


Kai melepaskan pelukannya dan melepas sweater yang membalut tubuhnya yang atletis. Kai memakaikan sweater miliknya kepada Alula.


"Ayo kita pergi!" Kai menggenggam lengan Alula, kemudian mereka masuk ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan ke kota Zermatt.


Kai terus memeluk Alula di dalam mobil. Leo sekali kali melihat dari kaca spion.


"Lepaskan Kai! Aku malu," perintah Alula kepada Kai.


"Aku tidak mau, biarkan aku seperti ini," Kai terus memeluk tubuh Alula. Sesekali ia mencium rambut istrinya.


"Sepertinya tuan benar-benar mencintai Nona Alula. Aku lebih setuju jika tuan Kai bersama dengan nona Alula, dari pada harus bersama dengan gadis sombong seperti Nona Arabella," batin Leo saat ia melihat Kai begitu posessive kepada Alula.


Jangan lupa untuk memberikan like, vote dan rate 5 jika kalian suka novel ini. Terimakasih šŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2