Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Aku Bisa Mandi Sendiri


__ADS_3

"Lepaskan! Apa yang kau lakukan?" Alula terbangun dan menyingkirkan tangan Kaivan yang tengah melingkar di tubuhnya.


Kai mengucek kedua matanya, lalu ia segera bangun dan mendudukan dirinya di atas tempat tidur.


"Demammu sudah turun," Kai menempelkan telapak tangannya di dahi Alula.


"Kau tidak usah bersikap sok baik padaku!" Alula menyingkirkan tangan Kai dari dahinya.


"Aku bilang, apa yang kau lakukan padaku?" Tanya Alula kembali.


"Aku tidak melakukan apa pun kepadamu."


"Kenapa kau membawaku kembali ke rumah ini?" Lanjut Alula geram.


"Ya, karena ini tempat tinggalmu sekarang," timpal Kai enteng.


Alula mendelikan matanya, lalu ia bergegas untuk turun dari tempat tidur.


Baru beberapa langkah Alula berjalan, tubuhnya terhuyung dan hendak ambruk, tetapi dengan cepat Kai menangkap tubuh wanita itu. Tangan Kai terlihat melingkar di pinggang Alula.


"Lepaskan tanganmu!" Alula melepaskan tangan Kai kasar dari pinggangnya.


"Tidurlah kembali!" Perintah Kai pelan.


Alula tidak berkata apapun lagi, dia segera merebahkan kembali tubuhnya. Kepalanya begitu pusing dan seakan berputar putar. Alula melihat Kai berjalan keluar kamar, lalu 15 menit kemudian dia kembali dengan membawa sebuah nampan berisi daging sapi, pie dan susu .


"Makanlah!" Kai mengambil satu sendok daging yang telah ia recah menggunakan pisau dan garpu.


"Kau tidak menaruh racunkan di makanan ini?" Alula menatap Kai curiga.


"Hey, gadis bodoh! Aku tidak menyimpan apa pun di makananmu. Lagi pula ini masakan buatan Bi Esther, tadi aku menelfonnya untuk membawa makanan ke sini."


"Ayo makanlah!" Kai mendekatkan sendok itu ke bibir Alula.


"Aku bisa makan sendiri," Alula hendak mengambil piring dari tangan Kai, akan tetapi tangannya terasa begitu lemas.


"Sudahlah, biar aku yang menyuapimu. Kau jangan GR dulu, aku melakukan ini sebagai permintaan maafku karena kemarin telah berbuat buruk kepadamu," gerutu Kai saat melihat tangan Alula tak mampu mengambil piring dari tangannya.


"Kau bisa minta maaf juga rupanya?" Alula bertanya dengan nada yang sinis.


Dengan canggung Alula membuka mulut piasnya saat Kai mendekatkan satu sendok daging ke arah mulutnya. Kai dengan telaten memasukan daging dan roti tersebut sesuap demi sesuap ke bibir wanita yang sering ia bully saat SMA.


"Aku sudah kenyang," kata Alula sambil mengelap sudut bibirnya dengan ibu jari.


"Minumlah!" Kai memberikan segelas susu kepada Alula.


"Kau tidak akan menyuruhku untuk melakukan pekerjaan rumah yang berat lagi kan?" Alula menatap wajah Kai penuh selidik.

__ADS_1


"Tidak, aku akan memperlakukanmu dengan baik. Tugasmu adalah menyiapkan keperluan-keperluan kecilku saja."


"Seperti?" Alula bertanya penuh selidik.


"Seperti memasangkan dasi saat aku akan pergi bekerja, menyiapkan tas kerjaku dan dokumen yang akan aku bawa juga memasangkan sepatu untukku," sahut Kai.


"Dan satu lagi," Kai memandang tajam ke arah Alula.


"Tolong jaga nama baikmu dan nama baikku selama kita menjalankan rumah tangga pura-pura ini!" perintah Kai tegas.


"Kehidupan kita masih dalam sorotan publik, dari malam pernikahan kita ponselku sudah penuh dengan permintaaan wawancara dari para wartawan," jelas Kai.


"Untuk apa mereka masih mengejar ngejarmu?" Tanya Alula heran.


"Kurasa mereka ingin tahu kehidupan kita setelah menikah."


"Kai?" Panggil Alula.


"Ya?" Jawab Kai singkat.


"Aku ingin kembali bekerja. Aku nanti akan kembali melamar pekerjaan, apakah boleh?"


"Ya. Untuk masalah pekerjaan rumah, mommy memberi tahuku bahwa ia sudah mendapatkan asisten rumah tangga yang tepat untuk kita. Dan satu lagi," Kai berjalan ke arah laci lemari kamarnya.


"Ini untukmu, pakailah untuk membeli keperluanmu selama kau menjadi istriku!" Kai memberikan satu buah kartu debit dan sebuah kartu kredit tanpa limit kepada Alula.


"Baiklah, aku akan mempergunakannya untuk membeli kebutuhan kita sehari hari," Alula mengambil kartu itu dari tangan suaminya.


"Kau mau apa?" Kai memperhatikan Alula yang berusaha keras untuk berdiri dan berjalan.


"Aku ingin mandi, rasanya tubuhku sangat lengket. Aku kemarin tidak mandi dan hanya berganti baju setelah kehujanan. Aku tidak kuat lagi, rasanya sungguh tidak nyaman," keluh Alula.


"Kalau begitu ayo, biar aku yang membantu memandikanmu," Kai menarik tangan Alula.


"Kau tidak waras?" Teriak Alula seraya memelototkan kedua matanya.


"Bukannya kau ingin mandi?" Tanya Kai polos.


"Aku bisa mandi sendiri!!!" Teriak Alula kembali.


"Aku hanya kasihan kepadamu, lihatlah ! Tanganmu saja masih ada perban bekas infusan semalam," Kai melihat ke arah telapak tangan Alula.


"Tapi bukan berarti aku mau dimandikan olehmu," jawab Alula ketus.


"Aku tidak akan macam-macam padamu. Terlebih, aku tidak memandangmu sebagai seorang wanita. Jadi, aku tidak akan tertarik pada tubuhmu," sahut Kai pedas.


"Ayo! Jangan membuang buang waktu. Kau tahu kan waktu itu adalah uang?" Kai mengambil handuk kimono milik Alula di dalam lemari, kemudian ia menarik tangan Alula ke kamar mandi.

__ADS_1


"Pelan-pelan! kepalaku sungguh pusing," perintah Alula.


Kai kemudian memapah tubuh mungil Alula ke dalam kamar mandi bercorak old school glamour itu. Ia mengisi bathup dengan air hangat. Tak lupa, Kai menambahkan beberapa tetesan aromatherapy ke dalam bathub tersebut.


"Kau lihatlah kesana!" Perintah Alula saat ia akan melepas bajunya. Kai pun membalikan badannya ke arah pintu kamar mandi yang tertutup.


Alula segera merebahkan tubuhnya yang sudah polos ke dalam bathub. Dengan cepat ia menuangkan sabun cair yang sangat banyak agar bathub itu segera dipenuhi dengan busa, supaya Kai tidak dapat melihat tubuh polosnya.


"Kau bisa meninggalkanku, untuk selanjutnya aku bisa mandi sendiri," usir Alula.


"Aku disini saja. Jika kau pingsan di dalam bathub ini, aku juga yang repot," Kai membalikan badannya menghadap Alula.


Kai tidak dapat melihat tubuh istrinya, karena terhalang oleh busa yang sangat banyak di dalam bathub itu. Terlebih Kai pun memang tidak berusaha untuk melihat tubuh Alula. Rasanya, ia memang tidak tertarik kepada tubuh wanita yang pernah ia siram dengan saus spaghetti itu.


"Luruskan badanmu, aku akan menggosok punggungmu!" Perintah Kai saat ia melihat Alula hanya diam di dalam bathub dan tidak membersihkan tubuhnya.


"Tidak usah," sahut Alula gugup.


"Aku bilang luruskan!" Kai mengambil sebuah loffa atau spons jaring dan menjongkokan tubuhnya di belakang tubuh Alula.


Dengan canggung Alula pun meluruskan tubuhnya. Kai mulai menggosok punggung Alula dengan loffa itu. Mata Kai menjelajah ke punggung Alula yang sangat putih dan mulus. Sesekali Kai menelan salivanya saat melihat puggung mulus Alula.


"Kenapa aku tidak bisa berhenti memandang punggung gadis bodoh ini? Padahal tadi aku bersungguh-sungguh tidak ingin melihat tubuhnya. Tetapi entah kenapa aku jadi penasaran dengan bagian tubuh depannya. Terhadap Arabella aku tidak pernah penasaran seperti ini, karena ia selalu menggunakan bikini jika kami berkencan ke pantai. Benarkah tubuh ini belum terjamah oleh seorang pria? Bagaimana dengan Cleon? Apakah dia sudah menikmati tubuh ini?" Gumam Kai dalam hati sembari tangannya terus menggosok punggung Alula.


"Aku rasa sudah cukup, Kai," ucap Alula membuyarkan lamunan Kai yang saat ini tengah membayangkan tubuh bagian depan istrinya.


"Sekarang bersihkan tubuhmu!" Tutur Kai sembari mengalihkan matanya dan menghentikan aktifitasnya yang tengah menggosok punggung Alula.


"Jangan melihat! Menghadaplah kesana lagi!" Perintah Alula.


Kai pun menuruti keinginan Alula. Dengan hati-hati, Alula berdiri dan menyalakan shower dengan pengaturan hangat, lalu ia membilas tubuhnya dari busa-busa yang menempel.


Kai memandang pintu kamar mandi, ia ingin sekali melirik dan melihat Alula yang tengah membersihkan tubuhnya.


"Apa yang aku Pikirkan? Bayangkan dia saat makan dengan rakus saat SMA Kai, bayangkan dia saat mengunyah permen karet permen karet itu!! dan bayangkan bagaimana penampilan gadis bodoh itu saat SMA !" Batin Kai dalam hatinya seraya mengusap kasar wajahnya.


"Kai handukku!" Alula berjongkok karena ia takut Kai akan membalikan badannya.


Kai menyodorkan handuk kimono kepada Alula, sementara tubuhnya masih menghadap ke arah pintu.


"Sudah," ucap Alula saat ia sudah mengenakan handuk itu di tubuhnya.


Kai pun membalikan badannya kembali menghadap Alula, dan ia memapah tubuh Alula keluar dari kamar mandi dan membantunya menyiapkan pakaian.


"Keluarlah, Kai! Aku bisa mengenakan bajuku sambil duduk," perintah Alula.


Kai pun keluar dari kamar dan segera menutup pintu.

__ADS_1


"Sial, apa yang aku pikirkan? Aku ingin segera asisten rumah tangga yang dikirim mommy sampai kesini. Jadi, aku tidak perlu terjebak ke dalam situasi yang membingungkan seperti tadi, hampir saja aku tergoda dengan tubuh gadis aneh itu," Kai mengacak rambutnya frustasi.


Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2