
Malam ini Nino dan Alden sedang berada di klub malam yang berada di kawasan Digbeth.
"Ke mana kekasihmu, No?" Tanya Alden saat ia melihat Nino datang sendirian ke klub malam.
"Aku sudah memutuskannya kemarin. Aku bosan dengannya," jawab Nino enteng.
"Sesudah menidurinya kau meninggalkannya begitu saja," Alden tertawa sembari meneguk wine yang ada di tangannya.
"Ya. Mau bagaimana lagi? Aku sudah bosan dengannya," Nino mengambil wine yang di tuangkan Alden ke dalam gelasnya. Saat Nino meminum winenya, Dua orang wanita berjalan mendatangi mereka dan menawarkan untuk menemani.
"Tidak. Pergilah !" Usir Nino. Kedua wanita itu pun tampak pergi dengan kecewa. Sejak Alden dan Nino masuk ke dalam klub, wanita-wanita yang ada di sana berharap untuk menemani kedua pemuda itu malam ini.
"Semenjak Kai menikah dengan Alula, kita hanya berdua datang ke tempat ini," Alden menyimpan gelas yang berisi wine miliknya.
"Kau benar. Biasanya jika Kai datang bersama kita, wanita-wanita yang ada di klub ini pasti menggoda Kai terlebih dahulu. Setelah Kai menolak mereka, baru wanita wanita itu mendatangi kita," Nino menyandarkan tubuhnya di kursi yang sedang ia duduki.
"Tapi aku salut dengan anak itu. Dia sering sekali berpesta bersama kita, tetapi untuk urusan ranjang, Kai tidak mau melakukannya dengan wanita mana pun," ucap Alden sembari memperhatikan seorang DJ yang tengah memutar musik.
"Tapi dia melakukannya dengan Alula. Dengan si mantan wanita aneh alias mantan musuhnya," Nino tertawa.
"Kau benar. Dia sekarang sudah berada di bawah kendali Alula. Kai akan menuruti semua perintah istrinya. Kau ingat muka kusutnya saat Alula kabur dari rumah?" Alden tertawa saat membayangkan raut wajah Kai yang resah saat Alula kabur ke rumah Chelsea.
"Haha. Kau benar. Kai sudah menjadi seorang budak cinta sekarang," Nino membenarkan. Kemudian matanya berfokus pada seorang wanita yang tengah berjoget dengan begitu lincah di depan sana.
"Den, bukankah itu Arabella?" Nino menunjuk kepada Arabella yang tengah membawa sebotol wine di tangannya sembari menari.
"Kau benar. Itu Bella. Mengapa dia begitu kacau seperti itu?" Alden menatap Arabella yang tengah mabuk.
"Ayo kita kesana!" Nino segera berdiri dari duduknya dan mendekati Arabella. Alden pun mengikuti langkah Nino.
Saat mereka mendekat, tampak seorang wanita tengah berjalan dan tidak sengaja menyenggol tubuh Arabella hingga membuat Arabella terjatuh.
__ADS_1
"Maaf Nona ! Aku tidak melihatmu, tadi aku sedang membalas pesan!" Wanita itu mencoba membangunkan Arabella yang terjatuh.
"Oh, ternyata kau si wanita laknat !!" Arabella sepertinya menyangka wanita itu adalah Alula.
"Kembalikan kekasihku sekarang juga!!" Arabella menarik rambut wanita itu dengan kasar.
"Nona, kau menyakitiku!" Rintih wanita itu sembari mencoba menyingkirkan lengan Arabella dari rambutnya.
Semua orang berhenti menari saat melihat keributan yang ditimbulkan oleh Arabella. Seorang pria tampak maju untuk membantu wanita yang sedang ditarik rambutnya oleh Arabella, tetapi dengan sigap dua orang bodyguard yang menjaga Arabella menahan pria yang akan membantu wanita itu.
Sementara Nino dan Alden masih menonton peristiwa itu, karena mereka pun tak bisa melakukan apa pun karena 2 orang bodyguard Arabella bersiaga di sana.
Arabella segera menghempas tubuh wanita itu ke lantai.
"Hey, Alula Claire. Aku tak akan membuat hidupmu tenang. Aku akan membuatmu menyesal karena telah menikah dengan Kai," Arabella mengapit pipi wanita yang ia sangka Alula itu dengan kasar.
"Nama saya bukan Alula, Nona. Tolong lepaskan saya!" Wanita itu mencoba menyadarkan Arabella.
Wanita itu langsung tergeletak dan pingsan di lantai. Darah segar mengucur dari kepalanya. Dua orang bodyguard yang menjaga Arabella pun tampak kaget dengan apa yang dilakukan majikannya. Tanpa aba-aba, bodyguard itu langsung menjauhkan Arabella, dan memangku wanita yang sudah terkapar di lantai untuk dibawa ke Rumah Sakit.
Semua orang yang ada di sana tampak ketakutan melihat peristiwa itu.
"Apa yang kalian lihat?" Arabella berteriak. Satu orang bodyguard yang masih ada di sana langsung memapah tubuh Arabella untuk keluar dari dalam klub.
"Bella sudah gila !!" Nino menggelengkan kepalanya.
"Aku jadi khawatir akan keselamatan pernikahan Alula dan Kai," Alden menatap Nino dengan ekspresi wajah yang serius.
"Aku baru tahu Arabella seperti itu." Nino masih merasa shock dengan apa yang baru ia lihat.
"Cepat beri tahu Kai! Ia harus tahu dan berhati-hati!" Lanjut Nino.
__ADS_1
Alden pun segera menelfon Kai.
"Kai, kau sedang di mana?" Tanya Alden saat Kai mengangkat panggilan telfonnya.
"Aku sedang di rumah. Ada apa?"
"Kai, aku sedang di klub malam bersama dengan Nino. Aku melihat Arabella di sini. Kelakuannya sungguh sangat bar-bar. Kau harus tahu, baru saja dia memukul kepala seorang wanita. Ia menyangka itu adalah Alula. Aku hanya takut dia melakukan sesuatu pada istrimu," beber Alden panjang lebar.
"Kau tenang saja. Dia hanya sedang mabuk. Arabella tidak akan melakukan hal apapun. Dia tidak mempunyai keberanian yang cukup untuk itu," Kai menyanggah perkataan Alden.
"Tapi dia sangat berbeda sekarang, Kai. Kau tidak khawatir dengan keselamatan pernikahanmu dan Alula?"
"Aku mengenal Arabella. Dia tidak akan berbuat senekat itu. Lagi pula aku selalu menjaga istriku," Kai berkata dengan tenang.
"Jaga-jaga apa salahnya, Kai?" Alden masih berusaha untuk menyadarkan Kai jika Arabella sudah sangat berbeda sekarang, atau memang itulah watak asli dari Arabella.
"Kau tenang saja!"
"Baiklah, kalau begitu aku matikan dulu sambungan telfonnya," ucap Alden. Kemudian Alden segera mematikan panggilan telfonnya.
"Bagaimana?" Tanya Nino saat Alden baru selesai bercakap dengan Kai via telfon.
"Seperti biasa, dia meremehkan. Kai bilang Arabella tidak akan bertindak hal yang jauh," Alden memasukan ponselnya ke saku celananya kembali.
"Anak bodoh itu selalu saja menyepelekan hal-hal yang penting," gerutu Nino kesal.
"Iya. Kai harus melindungi istrinya. Aku yakin Arabella benar-benar tidak akan tinggal diam," Alden memberikan argumennya.
"Aku jadi ingin segera menonton berita esok. Pasti berita akan ramai akan peristiwa seorang anak pengusaha yang menganiaya orang lain di sebuah klub malam," Nino tersenyum. Ia sungguh ingin melihat Arabella dihujat oleh orang seantero Inggris.
"Kau jangan berharap ! Kau tidak ingat ayahnya siapa? Ia masuk ke salah satu pengusaha terkaya di negeri ini. Ayahnya adalah orang yang tidak akan tinggal diam. Berita seperti ini tidak akan keluar esok hari," Alden mengingatkan.
__ADS_1
"Kau benar," Nino kembali mengambil gelas wine miliknya dan meneguknya kembali.