Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Permintaan Arabella


__ADS_3

Alula baru selesai mengajar mata kuliah biologi di kelas jurusan Biologi. Alula berjalan keluar dari gedung fakultas FMIPA untuk pulang. Saat ia keluar dari dalam gedung, ia melihat Arabella sedang berdiri di bawah sebuah pohon maple yang ada di depan fakultas FMIPA.


"Itu kan Arabella ?" Batin Alula saat melihat Arabella tengah memakai kaca mata hitam dengan pakaian casualnya.


Arabella melihat Alula yang baru keluar dari dalam gedung. Ia segera mendekat ke arah Alula.


"Aku ingin berbicara kepadamu!" Arabella melepaskan kacamata hitam miliknya. Matanya tampak sembab seperti habis menangis semalaman.


"Aku tidak punya waktu!" Alula hendak pergi dari hadapan Arabella, tetapi tangan Arabella menahan Alula untuk pergi.


"Aku mohon! Aku minta waktumu sebentar. Aku ingin berbicara mengenai Kai!" Arabella menatap Alula dengan sendu.


Alula tampak berfikir dan menimbang-nimbang.


"Aku mohon! Sebentar saja," paksa Arabella.


"Baiklah! Ayo kita bicara di kantin kampus saja!" Alula berjalan terlebih dahulu, sementara Arabella mengikutinya dari belakang.


"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Alula saat mereka sudah duduk di kantin kampus.


"Aku mohon tinggalkan Kai!" Perintah Arabella.


"Punya hak apa kau menyuruhku untuk meninggalkan suamiku?" Alula merasa geram dengan perintah Arabella.


"Aku mohon! Aku sangat mencintai Kai. Kami sudah berpacaran selama 3 tahun. Aku depresi karena kehilangan Kai. Aku mohon, berikan dia kembali padaku!"


"Dan aku sudah menjadi istrinya sekarang! Maaf Arabella, tetapi kau harus move on! Kai sudah menjadi suamiku sekarang. Aku tak akan pernah melepaskan suamiku untuk wanita lain," Alula berkata tegas. Ia jengah dengan sifat tak tahu malu Arabella yang meminta Kai terang terangan padanya.


"Kau tidak tahu bagaimana kami saling mencintai. Kai selalu mengejar ngejarku saat di Amerika," Arabella mencoba untuk memanas-manasi Alula.

__ADS_1


"Itu masa lalu kalian. Aku sudah tidak peduli bagaimana masa lalu suamiku," jawab Alula kembali. Ia tidak boleh lembek seperti masa SMA dulu, saat Arabella melabraknya untuk kesalahan yang tak Alula perbuat.


"Apakah Kai memaksamu untuk tidur dengannya?" Arabella menanyakan hal yang sangat privat kepada Alula.


"Untuk apa kau bertanya seperti itu?" Alula semakin tidak suka saat Arabella bertanya mengenai ranah pribadinya terlalu dalam.


"Karena saat kami pacaran di Amerika, Kai juga memaksaku untuk melakukan hal itu dengannya. Kau mengerti maksudku? Aku sudah memberikan segalanya untuk Kai, bahkan aku sudah menyerahkan diriku untuknya," Arabella mencoba membohongi Alula. Ia tahu Kai memaksa Alula untuk tidur dengannya karena Kai yang berbicara seperti itu saat Arabella di rawat di Rumah Sakit.


Alula begitu terkesiap mendengar perkataan Arabella. Mulanya Alula tidak akan mempercayai segala ucapan Arabella. Tetapi, dari mana Arabella mengetahui mengenai dirinya yang dipaksa oleh Kai untuk tidur bersama. Apakah benar Kai juga memaksa Arabella untuk menemaninya di atas ranjang? Tetapi, Alula tak boleh menampakan raut wajah cemasnya di depan Arabella.


"Aku menerima Kai bagaiman pun masa lalunya. Dan hubunganmu dan Kai sudah masa lalu. Aku tidak akan pernah melepaskan suamiku karena aku pun sudah memberikan segalanya untuk suamiku. Kalau begitu, aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Aku permisi!" Alula berdiri dari duduknya dan segera meninggalkan Arabella yang masih terduduk.


"Kurang ajar sekali dia! Lihatlah apa yang akan aku lakukan Alula ! Aku sudah memintamu dengan baik-baik untuk melepaskan Kai, tetapi kau tidak mau mendengarku. Jangan salahkan aku, jika aku menggunakan jalur kekerasan!" Arabella menatap tajam tubuh Alula yang berjalan memunggunginya


****


Malam ini Beverly dan ibunya datang ke rumah Cleon untuk mengenalkan dirinya sebagai tetangga baru. Beverly membawa kue dan memencet bel rumah Cleon. Seorang wanita paruh baya tampak membuka pintu. Wanita itu adalah ibu Cleon yang tengah berada di kota Birmingham. Orang tua Cleon memang bekerja di kota London. Mereka hanya ada di kota Birmingham jika akhir pekan atau sedang cuti dan libur bersama.


"Kate, kau kah itu?" Ucap ibu Cleon yang bernama Alice.


"Alice? Kau Alice kan?" Jawab Kate antusias.


"Iya. Ini aku. Sudah lama kita tak berjumpa!" seru Alice dengan wajah gembira.


Beverly tampak bingung karena ibunya dan ibu Cleon tampak saling mengenal.


"Ya tuhan, mengapa dunia ini sempit sekali? Aku kira kau bukan ibu dari teman putriku," Kate memeluk Alice. Alice pun memeluk Kate erat.


"Mom, kalian saling mengenal?" Beverly masih bingung dengan kejadian yang ia lihat.

__ADS_1


"Tentu saja, sayang. Tante Alice ini adalah teman SMA mommy," jelas Kate.


"Oh, iya. Kenalkan Alice, ini anakku Beverly ! Dia juga adalah teman dari anakmu saat SMA," Kate memperkenalkan Beverly kepada Alice.


"Ya tuhan! Kita berteman saat SMA dan anak-anak kita juga teman semasa SMA," tutur Alice.


"Kau cantik sekali sayang! Mirip sekali dengan ibumu. Dulu ibumu adalah bintang sekolah di SMA kami," seru Alice kepada Beverly.


"Kau berlebihan, Alice!" Kate tertawa mendengar ucapan Alice.


"Ya ampun, aku lupa! Ayo kita masuk!" Alice mempersilahkan Beverly dan ibunya masuk ke dalam rumah.


Beverly memperhatikan rumah Cleon. Ia melihat foto-foto Cleon di dinding. Beverly tersenyum ketika melihat foto Cleon yang terjajar rapi di tembok.


"Mirip seperti tokoh Edmunt Pevensie yang di film Narnia," batin Beverly saat memperhatikan foto Cleon semasa kecil.


"Tante, itu siapa?" Tanya Beverly saat ia mendudukan dirinya di sofa ruang tamu rumah Cleon. Ia menunjuk kepada sebuah foto di atas meja yang menampilkan 2 anak laki-laki. Yang satu sudah pasti Cleon, tetapi Beverly tidak mengenali yang satunya lagi.


"Itu kakaknya Cleon. Namanya Henry Zeuch," jawab Alice.


"Aku baru tahu jika Cleon memiliki kakak. Aku pikir dia anak tunggal," tukas Beverly sembari melihat foto itu.


"Iya, memang tak banyak orang yang tahu jika Cleon memiliki kakak. Henry 3 tahun lebih tua dari Cleon, tepatnya usia Henry 27 tahun sekarang. Henry memang dari lulus SMA memilih untuk bermukim di Kanada. Kuliah pun dia di sana. Sekarang dia bekerja sebagai konsulat di kedutaan Inggris yang ada di kota Ottawa, Kanada. Makanya dia sangat jarang berada di Inggris," jelas Alice.


"Semua anakmu sukses Alice. Kau sangat pandai dalam mendidik mereka," puji Kate.


"Kau juga sangat hebat memiliki anak secantik Bev," Alice memperhatikan wajah cantik Beverly. Beverly tersenyum mendengar pujian dari ibu pria yang disukainya.


"Ngomong-ngomong di mana Cleon, tante?" Mata Beverly tampak mencari keberadaan Cleon di dalam rumahnya.

__ADS_1


"Katanya dia mau ke rumah temannya yang bernama Chelsea. Dia mau mengantar sebuah baju yang ia beli untuk Chelsea," beber Alice.


Seketika raut wajah Beverly menjadi sedih mendengar informasi dari Alice. Kate melirik wajah anak gadisnya. Ia paham Beverly tengah cemburu.


__ADS_2