Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Kembali Bersahabat


__ADS_3

Beverly dan Henry sudah membagikan undangan pernikahan mereka yang akan di adakan satu minggu lagi. Chelsea dan Alula pun sudah mengetahui dari Cleon mengenai pernikahan Beverly dan juga Henry.


Beverly sudah mengundang Kai selaku atasan di tempatnya bekerja. Alula dan Chelsea merasa mereka tidak akan di undang secara pribadi oleh Beverly. Akan tetapi, dugaan mereka salah. Beverly menelfon Alula dan Chelsea untuk meminta bertemu di taman yang ada di kota Birmingham. Beverly pun sudah mendapatkan cuti dari kantor karena hari pernikahannya sudah semakin dekat.


"Sayang, aku izin untuk bertemu dengan Chelsea dan Beverly hari ini, ya?" ucap Alula sembari memasangkan dasi di leher suaminya.


"Beverly? Bukankah hubungan kalian belum membaik?" Kai mengernyitkan keningnya heran.


"Aku tidak tahu."


"Kalau begitu, tidak usah menemuinya!" Perintah Kai tegas.


"Sayang, aku tidak hanya bertemu dengan Beverly berdua. Akan tetapi, Chelsea pun ikut. Aku bosan di rumah. Izinkan aku pergi ya?" Alula memohon dengan sorot matanya.


"Sayang, kalau kamu begini aku tidak bisa untuk bilang tidak."


"Jadi, kau mengizinkanku pergi?" Alula tersenyum senang.


"Iya, sayang. Tetapi kau harus di antar oleh Leo, dan kau tak boleh menolaknya!"


"Sayang, Chelsea akan menjemputku kemari. Aku akan berangkat dan pulang bersama Chelsea."


"Kau yakin tidak akan diantar oleh Leo saja?"


"Aku ingin pergi bersama dengan Chelsea. Ya, sayang?" Alula merajuk kembali.


"Baiklah. Hubungi dan kabari aku, ya? Oh iya, nanti kita pergi ke dokter untuk memeriksakan perkembangan anak kita ya?" Kai menggosokan hidung mancungnya di pipi istrinya.


"Iya, sayang. Ayo, kita sarapan terlebih dahulu!" Alula menjingjing tas kerja suaminya menuju ruang makan.


Kai dan Alula sarapan bersama William dan Sofia di meja makan.


"Sayang, minggu depan kau dan istrimu pergi baby moon ya?" Ujar Sofia kepada Kai yang tengah melahap sarapan paginya.


"Baby moon?" Kai langsung mengarahkan tatapannya kepada Alula yang tengah meminum susu khusus untuk ibu hamil.


"Iya, istrimu pasti ingin berlibur. Kalian bisa quality time berdua di sana," William menimpali.


"Sayang, kau mau?" Kai bertanya kepada Alula.


"Aku mau," Alula menganggukan kepalanya cepat.


"Baiklah, nanti mommy atur ya sayang? Mommy akan rekomendasikan tempat untuk baby moon yang bagus untukmu," Sofia mengelus kepala Alula lembut.


"Terima kasih, mom," Alula tersenyum dengan tulus.


"Terima kasih, Mom. Mom, Dadd? Kai pergi bekerja dulu," Kai berdiri dari duduknya.


"Sayang, aku pergi bekerja dulu. Ingat! Nanti jangan terlalu aktif ya? Pikirkan kondisi anak kita! Jangan memakai sepatu heels! Jangan makan yang aneh-aneh dan jangan melirik pria lain! Awas saja jika kau melirik pria lain di sana!" Kai berdiri di samping kursi Alula.


William dan Sofia hanya tertawa mendengar ucapan anaknya yang sangat posesif itu.

__ADS_1


"Iya, sayang. Untuk apa aku melirik pria lain?" Alula tertawa mendengar larangan suaminya.


"Kalau begitu, aku pergi bekerja dulu!" Kai membungkukan badannya dan mencium bibir Alula lembut.


"Kai, kau ini tidak tahu tempat!" Alula memalingkan wajahnya karena malu kepada Sofia dan William.


"Tidak apa-apa, Al. Mommy dan Daddy pun dulu begitu," tutur Sofia dengan senyum yang masih merekah di pipinya.


"Sayang, papa pergi bekerja dulu, ya?" Kai mengelus perut Alula lembut.


"Iya, Pa. Pergilah bekerja dan semangat mencari uang untukku dan untuk mama," Alula menjawab dengan mengecilkan suaranya. Sofia dan William tersenyum penuh haru melihat keharmonisan rumah tangga anaknya.


"Aku antarkan kau ke depan!" Alula hendak berdiri dari duduknya.


"Tidak usah, sayang. Habiskanlah makanan mu. Aku pergi ya!" Kai mengusap rambut istrinya.


"Iya. Hati hati di jalan! Jangan mengebut!" Alula melambaikan tangannya.


Kai pun segera mengambil tas kerja miliknya dan segera ke luar dari rumah kedua orang tuanya untuk pergi ke kantor. Sedangkan Alula segera pamit kepada William dan Sofia untuk bersiap pergi dengan Chelsea dan juga Beverly.


****


30 menit kemudian, Chelsea sampai di pelataran rumah William. Alula segera keluar di temani oleh Sofia.


"Mom, Alula pergi dulu ya?" Alula berpamitan kepada Sofia.


"Iya, sayang. Ingat apa pesan suamimu tadi!" Sofia mengingatkan.


"Tante, Chelsea dan Alula pergi dulu!" Chelsea ikut berpamitan kepada Sofia.


"Tolong jaga putriku, ya! Jangan sampai dia kelelahan!" Tutur Sofia kepada Chelsea.


"Pasti, tante. Kalau begitu kami berangkat!"


Sofia mengangguk dengan senyum yang tidak lepas dari wajahnya. Alula dan Chelsea pun segera masuk ke dalam mobil. Alula membuka kaca dan melambaikan tangan kepada ibu mertuanya itu.


"Al, mama mertuamu sangat cantik! Seperti mamanya Edward di film Twilight," puji Chelsea sambil melajukan mobilnya ke tempat tujuan mereka.


"Aku kira hanya aku yang berfikir seperti itu," Alula tertawa.


"Pantas saja Kai sangat tampan. Bibitnya bibit unggul!" Celoteh Chelsea.


"Kalau Cleon mendengar, habislah kau karena memuji pria lain!"


"Haha. Kai memang tampan, tetapi tetap Cleon yang paling tampan," Chelsea membayangkan wajah kekasih tercintanya.


Alula dan Chelsea semakin asyik mengobrol mengenai Kai dan juga Cleon. Tak terasa, tujuan mereka sudah berada di depan mata.


Setelah memarkirkan mobilnya, Alula dan Chelsea segera keluar dan berjalan ke arah taman.


"Itu Beverly!" Chelsea menunjuk Beverly yang tengah terduduk dan memainkan ponselnya. Mereka pun segera berjalan mendekat ke arah Beverly.

__ADS_1


"Bev?" Sapa Alula dan Chelsea bersamaan.


"Kalian sudah datang!" Beverly tersenyum dan segera berdiri. Ia menatap Alula dengan dalam.


"Al?" Beverly berhambur memeluk Alula.


"Maafkan aku ya untuk masa lalu kita! Maafkan aku untuk semua yang telah terjadi!" Beverly berkata dengan nada penyesalan yang dalam. Air mata menetes dari pelupuk matanya saat memorynya memutar bagaimana sikapnya dulu kepada Alula.


Perlahan Alula membalas pelukan dari sahabat saat SMA nya itu.


"Tidak apa, Bev. Semua orang pernah melakukan kesalahan," Alula mengusap punggung Beverly dengan lembut.


"Aku minta maaf karena saat itu aku tidak percaya denganmu. Saat itu, aku tidak memiliki wajah lagi untuk menemuimu dan Chelsea. Ketika aku ingin memperbaiki hubungan kita, aku melihat berita kau akan menikah dengan Kai. Maafkan aku! Aku memang bodoh telah melepasmu untuk seorang pria yang tidak pernah menyukai dan mencintaiku sama sekali," Beverly semakin terisak.


"Tidak apa, Bev. Semua telah berlalu," Alula masih mengusap punggung Beverly pelan.


Perlahan Beverly melepaskan pelukannya.


"Hampir 7 tahun berlalu, tetapi kau tetap Alula. Alula yang selalu memaafkanku ketika aku memiliki salah," Beverly menyeka air matanya.


"Aku akan selalu memaafkanmu karena kau adalah sahabatku."


"Terima kasih, Al," Beverly tersenyum senang. Kemudian tatapannya beralih kepada Chelsea.


"Chel, aku pun minta maaf kepadamu. Terlebih aku sudah berusaha mendekati Cleon," Beverly kini memeluk Chelsea.


"Tidak apa, karena pada akhirnya aku yang berhasil mendapatkan Cleon," jawab Chelsea dengan polosnya.


"Kau ini sungguh tidak berubah!" Beverly melepaskan pelukannya dan mencebikan bibirnya. Mereka bertiga pun tertawa bersama. Ketiga sahabat yang baru berbaikan itu mendudukan dirinya di kursi taman.


"Al, jika di pikir jodoh tidak ada yang tahu, ya? Aku mengingat bagaimana hubunganmu dengan Kai saat SMA. Seperti Tom dan Jerry," Beverly menatap menatap orang-orang yang tengah berjalan santai di taman.


"Aku pun tak menyangka jika Chelsea bersama Cleon. Dulu Cleon dekat dengan Alula. Ah, aku sungguh tidak mengerti," lanjut Beverly.


"Dan aku tidak menyangka kau akan menikah dengan kakaknya Cleon. Jika nanti aku menikah dengan Cleon, kita akan menjadi adik dan kakak ipar," Chelsea menimpali.


"Kau benar!" Beverly tertawa mendengar fakta itu.


"Aku sangat menyesal karena telah banyak kehilangan waktu berhargaku dengan kalian," imbuh Beverly.


"Tidak apa, semua telah berlalu. Kita bisa menghabiskan waktu berharga kita saat ini," Alula berusaha menghibur Beverly.


"Ceritakan kepadaku bagaimana bisa kau akan menikah dengan kak Henry," Tanya Chelsea dengan penasaran.


Beverly pun menceritakan semuanya.


"Aku yakin Henry akan mencintaimu," Alula mengelus pundak Beverly lembut.


"Entahlah, aku tidak terlalu berharap! Aku takut patah hati kembali," Beverly tersenyum lirih.


"Kau ini sudah putus asa terlebih dahulu. Bercerminlah pada pernikahan Alula dan Kai. Seorang Kaivan Allen saja bisa bertekuk lutut kepada musuhnya saat SMA," Chelsea memberikan semangat dengan menggebu gebu. Mereka bertiga pun tertawa bersama. Topik beralih kepada masa SMA. Mereka dengan suka cita mengenang masa lalu dan masa saat SMA. Kemudian topik beralih kepada takdir hidup yang tak pernah mereka sangka sebelumnya.

__ADS_1


Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—


__ADS_2