
Alula berangkat ke kampus swasta yang berada tak jauh dari perumahannya, untuk melaksanakan wawancara kerja dan tes lainnya. Hari ini ia memakai blazzer hitam, celana kain agar terlihat profesional di hadapan dosen yang akan ia asisteni. Alula mulai melaksanakan sesi wawancara kerja dengan seorang dosen yang mewawancarainya. Sepertinya itu adalah dosen yang akan ia asisteni. Tahapan wawancara sudah selesai Alula lakukan. Alula tinggal menunggu sesi micro teaching di hari ini.
"Mengapa hanya aku yang mendapat panggilan wawancara kerja?" Alula merasa heran karena dirinya tidak melihat kandidat atau saingan dirinya di kampus tersebut.
"Kai, kamu dimana? Katanya kau akan menyemangatiku hari ini," Alula merasa kecewa karena Kai tidak datang.
"Nona Alula Claire, silahkan masuk," panggil seorang dosen wanita. Dosen itu adalah dosen yang mewawancarainya tadi saat sesi wawancara.
Alula pun segera masuk dan mulai melaksanakan micro teaching tersebut. Alula menyimpan RPP, silabus dan lainnya di atas meja. Kemudian ia melakukan pembukaan seperti seorang pendidik yang menyapa para mahasiswanya. Saat Alula masuk ke inti materi, ia melihat Kai yang tengah menontonnya di luar ruangan. Kai menonton Alula di kaca dan mengayunkan tangannya untuk menyemangati Alula.
Alula tersenyum melihat suaminya yang menepati janji. Dengan semangat, Alula pun menyampaikan materi sebagai contoh bahan ajarnya hari ini. Micro teaching nya berjalan dengan lancar. Alula menjelaskan dengan begitu lugas dan jelas. Setelah micro teaching di akhiri, dosen yang menilai Alula langsung memberi tahukan bahwa Alula lolos untuk menjadi pengajar di universitas tersebut. Ia diminta untuk tanda tangan kontrak esok hari.
Alula segera berlari dari luar ruangan micro teaching, dan langsung lari menghambur ke arah suaminya. Alula langsung meloncat ke dekapan Kaivan.
"Kai, aku lolos. Akhirnya aku bisa kerja kembali," Alula memeluk erat Kai.
"Selamat untukmu," Kai membalas pelukan itu dengan erat. Kemudian ia mengangkat dan memutarkan tubuh Alula yang mungil.
__ADS_1
"Kai, hentikan!" Alula tertawa.
"Ya sudah, ayo kita pulang!" Kai menurunkan Alula dan menggenggam lengannya erat.
"Ayo!"
Mereka pun segera berjalan ke parkiran dan masuk ke dalam mobil untuk pulang ke rumah.
Flashback....
"Tolong terima istri saya untuk bekerja di universitas ini!" Kai bertatap muka langsung dengan rektor di universitas itu.
"Maaf, tuan! Kebetulan pengajar di sini sudah penuh," jawab rektor itu sopan.
"Apakah tidak bisa memasukan satu lagi tenaga pengajar disini?" Kai berkata dengan sangat berwibawa.
"Tidak, tuan," tolak rektor itu.
__ADS_1
"Baiklah. Kalau begitu, aku dan daddyku akan mengundurkan diri menjadi donatur di universitas ini," Kai berdiri dari duduknya
Rektor tersebut tampak sangat panik dengan apa yang Kai ucapkan. Karena memang perusahaan Kai dan ayahnya adalah donatur terbesar bagi universitas yang ia pimpin.
Kai segera melangkahkan kakinya untuk mencapai gagang pintu.
"Baiklah, tuan. Kami akan menerima istri anda untuk menjadi pengajar disini," ucap rektor itu.
Kai tersenyum dan segera membalikan badannya.
"Baiklah. Tetapi aku minta tolong tes dia seperti universitas ini menyeleksi calon pengajar lainnya. Jangan sampai istriku curiga!"
"Baik, tuan."
"Senang bekerja sama dengan anda," Kai bersalaman dengan rektor tersebut. Kemudian ia bergegas untuk keluar dari ruangan rektor.
Jangan lupa untuk memberikan like, vote dan rate 5 jika kalian suka novel ini. Terimakasih š¤
__ADS_1