Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Bukan Hanya Kau yang Menderita


__ADS_3

Alula mulai merapikan baju Kaivan yang ada di dalam sebuah koper. Ia memindahkan baju-baju itu ke dalam lemari besar yang ada di dalam kamar utama.


"Kamarku dimana ya?" Alula menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sebaiknya aku rapikan bajuku esok hari. Aku tidak tahu kamarku yang mana, lagi pula aku sangat lelah sekarang," Alula menguap.


Kemudian ia berjalan kembali ke ruangan tengah yang ada di rumah itu. Ia merebahkan tubuh kecilnya di atas sofa.


"Sudah jam 12, mengapa dia belum pulang?" Alula melirik jam yang ada di dinding.


"Kenapa aku memikirkannya? Lebih baik aku tidur saja. Masa bodoh dia mau pulang atau tidak," Alula menyelimuti tubuhnya dengan selimut.


Sementara itu di sebuah club malam...


"Kai, ayo kita pulang ! Kau sudah terlalu banyak meneguk wine malam ini," Alden menepuk bahu Kai yang tengah membuka botol ke empat.


"Alden benar, kau sudah menghabiskan tiga botol wine," Nino mengambil botol ke empat dari tangan Kai.


"Diamlah !! Kalian tidak merasakan apa yang kurasakan sekarang," Kai merebut botol wine itu dari tangan Nino.


"Sekarang aku harus terjebak dengan gadis yang sangat aku benci dari SMA," Kai menuangkan wine itu ke gelas miliknya.


"Lihat saja !! Apa yang akan ku lakukan padanya," Kai meneguk winenya kembali.


Alden dan Nino hanya menggeleng gelengkan kepalanya mendengar racauan Kai.

__ADS_1


"Aku akan membuat waktu tujuh bulan itu begitu menyiksanya. Lihatlah gadis bodoh !! apa yang akan kulakukan padamu!!"


"Kau tidak perlu bersikap seperti itu. Kasian Alula, bagaimana pun dia juga korban disini," Alden menasehati Kai.


"Alden benar, kau jangan menjahatinya !!" Nino menimpali.


"Diamlah kalian !! Tutup mulut kalian jika tidak ingin ku hajar !!" bentak Kai.


Alden dan Nino seketika terdiam.


Tak lama Kai merebahkan kepalanya di meja bar itu.


"Dasar wanita pembawa sial !" Kai mengumpat pelan.


"Kai !!" Alden mengguncang bahu Kai.


Mereka pun memapah tubuh Kai ke dalam mobil dan mengantarkan pemuda itu menuju rumah barunya.


Tok...Tok..Tok...


Terdengar suara ketokan pintu saat dini hari. Alula mengucek matanya dan segera berjalan untuk membuka pintu. Terlihat Nino dan Alden tengah memapah tubuh Kai.


"Dia kenapa?" tanya Alula saat melihat Kai yang tengah di papah oleh Nino dan Alden.


Penampilan Kai begitu terlihat berantakan. Alula mencium bau alkohol yang sangat menyengat dari tubuh suaminya.

__ADS_1


"Dia mabuk, jadi kami mengantarnya," jelas Nino.


"Tolong bantu aku untuk membawanya ke kamar !" jawab Alula.


Mereka pun membopong tubuh Kaivan ke dalam kamar utama.


"Kalau begitu kami pergi dulu, kami ingin beristirahat," pamit Alden.


"Baiklah, terima kasih sudah mengantarkan Kai pulang," ucap Alula tulus.


Nino dan Alden mengangguk, kemudian mereka segera pergi dari rumah itu.


Alula menatap tubuh Kai yang kini tengah terbaring di kasur. Ia dengan hati-hati melepaskan sepatu yang masih melekat pada kaki suaminya.


"Jika malam itu aku tidak menolongmu, mungkin aku tidak akan terjebak dalam pernikahan sialan ini !! harusnya aku sedang menikmati masa mudaku sekarang, bukan berada di rumah ini bersamamu," Kai meracau tetapi matanya terpejam.


Alula hanya memandang Kaivan lirih lalu menghembuskan nafasnya pelan.


Tiba-tiba Kai memuntahkan isi perutnya ke lantai kamar. Alula kaget akan pemandangan yang ia lihat. Bau alkohol sangat menyengat di ruangan itu. Alula segera pergi ke lantai bawah untuk mengambil pel dan juga ember.


Alula mulai mengepel ceceran muntahan Kai. Alula mulai menangis, ia menangisi nasibnya yang buruk karena harus menikah dengan musuhnya semasa SMA.


"Kau tahu? Harusnya sekarang, aku pun sedang menikmati masa mudaku bersama orang yang ku cintai. Bukan hanya kau yang menderita disini," Alula menatap sendu ke arah Kai yang tengah terbaring di atas kasur.


Alula pun turun dari kamar Kai dan segera merebahkan kembali tubuhnya di atas sofa yang ada di ruang tengah.

__ADS_1


"Aku merindukan kehidupanku yang dulu," Alula menyeka air matanya yang berjatuhan di atas bantal, kemudian dia tertidur kembali.


Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2