
Alula sedang menatap pemandangan pagi dari jendela yang berada di kamarnya. Ia memperhatikan suasana musim gugur yang begitu cantik. Pohon-pohon terlihat meranggaskan daunnya yang berwarna kemerahan. Tubuh Alula kini masih memakai piyama, karena ia memang baru bangun tidur. Keadaan tadi malam masih sangat canggung, saat Alula harus tidur satu kasur dengan Kaivan. Tetapi, mereka bisa mengatasi suasana itu. Alula dan Kai memilih untuk tidur saling membelakangi dan berjauhan.
"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Kai tiba-tiba.
"Kau mengagetkanku," Alula menyentuh dadanya karena ia terkejut melihat suaminya sudah berada di dalam kamar.
"Kau terlalu asik melihat pemandangan di luar, jadi kau tidak menyadari ketika aku masuk."
"Kau tidak bekerja hari ini?" Tanya Alula heran.
"Tadinya aku akan bekerja hari ini, tetapi mommy menelfonku jika dia sedang sakit. Makanya, sementara aku menyerahkan pekerjaanku kepada Rachel," jelas Kai.
"Mommy sakit? Sakit apa?" Wajah Alula terlihat cemas mendengar ibu mertuanya sakit.
"Aku tidak tahu. Makanya hari ini aku akan pulang ke rumah," Kai mengambil sweater miliknya dari dalam lemari.
"Kai? Apa boleh aku ikut? Aku juga ingin melihat kondisi mommy," Alula berjalan ke arah suaminya yang sedang memakai sweater.
"Tidak usah, lagi pula keadaanmu belum membaik. Kau di rumah saja dengan bibi May."
Bibi May adalah asisten baru di rumah Kaivan dan juga Alula. Bibi May baru datang kemarin sore ke rumah mereka.
"Keadaanku sudah membaik, aku ingin ikut denganmu. Ya, ya?" Alula merajuk seperti anak kecil.
"Baiklah, kalau begitu ganti bajumu!"
__ADS_1
Alula berjalan ke arah lemari dan mengambil satu stel pakaiannya.
"Aku tunggu kau di mobil," Kai melangkahkan dirinya keluar.
"Bi, Alula dan Kai akan pergi ke rumah mommy. Tolong jaga rumah ya bi!" Ucap Alula kepada bi May yang sedang menyapu daun-daun kering di halaman rumah.
"Baik, Nona. Hari ini nona dan tuan ingin saya masakkan apa?" Bi May menghentikan aktifitasnya yang tengah menyapu.
"Tidak usah, Bi. Sepertinya Alula dan Kai akan menginap di rumah mommy," jawab Alula ramah.
"Baiklah kalau begitu. Nona dan tuan hati hati di jalan!"
"Iya, Bi. Alula berangkat," Alula kemudian berjalan dan masuk ke dalam mobil.
"Aku tadi mencari mantelku dulu," timpal Alula lalu ia memakaikan safety belt ke tubuhnya.
Suasana perjalanan begitu hening. Alula memilih untuk memperhatikan pemandangan dari kaca mobilnya. Alula membuka kaca mobil, lalu ia melambai-lambaikan tangannya keluar. Sesekali Alula mendongkakan kepalanya keluar untuk menghirup udara segar di pagi hari ini.
"Semenjak menikah, aku baru pertama kali melihat wajahnya sesenang itu," Kai melirik kepada Alula yang tengah tersenyum sembari memperhatikan pohon-pohon yang tengah meranggaskan daunnya.
"Kau seperti tidak pernah melihat musim gugur saja !" Ledek Kai.
"Kau ini selalu saja tidak suka melihat aku senang," Alula mengerucutkan bibirnya.
Hening kembali.
__ADS_1
Kai pun menyalakan tape mobil miliknya untuk mengusir sepi. Ia menyetel lagu yang berjudul Before You Go.
"So, before you go. Was there something I could've said to make your heart beat better?
If only I'd've known you had a storm to weather
So, before you go. Was there something I could've said to make it all stop hurting?
It kills me how your mind can make you feel so worthless. So, before you go," Alula bersenandung mengikuti alunan lagu yang sedang berputar di tape mobil milik Kai.
Kai menikmati suara Alula yang begitu merdu di telinganya, sesekali ia melirik wanita yang ada di sampingnya itu.
"Kau juga suka lagu ini?" Tanya Kai sembari terus fokus menyetir mobil miliknya.
"Iya, aku suka lagu ini. Aku akan menjadikan lagu ini, lagu perpisahan kita saat nanti kita bercerai," Alula memandang Kai sembari tersenyum. Alula seolah tidak sabar menantikan hari dimana ia bercerai dengan suaminya. Lalu, ia akan berlari ke pelukan Cleon dan memulai semuanya dari awal.
Kai tidak menjawab perkataan Alula. Ia fokus menyetir dan mencerna lirik lagu yang akan menjadi lagu perpisahannya saat nanti bercerai dengan istrinya.
Terjemahan lagu : Jadi, sebelum kamu pergi. Apakah ada sesuatu yang bisa aku katakan untuk membuat jantungmu berdetak lebih baik?
Andai saja aku tahu kau bertahan dalam badai,
Jadi, sebelum kamu pergi, adakah sesuatu yang bisa aku katakan untuk membuat semuanya tidak lagi menyakitkan? Itu membunuhku bagaimana pikiranmu dapat membuatmu merasa begitu tidak berharga?
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih š¤š¤
__ADS_1