
Saat ini Alula tengah bersiap siap untuk dinner bersama dengan Cleon. Alula tampak mengacak ngacak dress miliknya yang berada di dalam lemari. Semua dress ia keluarkan dan ia simpan di atas kasur agar lebih leluasa untuk memilih.
"Aku harus memakai dress yang mana? Ah aku menyesal tadi tidak membeli sebuah dress," Alula mengacak acak rambutnya.
Alula terlihat memakai dress berwarna dark grey, tapi kemudian ia lepas lagi karena merasa tidak cocok dan itu terjadi untuk dress dress berikutnya yang ia pakai. Sudah berapa kali Alula memakai dan melepaskan dress yang ia gunakan. Dan kini Alula tengah memakai dress berwarna pastel di tubuhnya.
"Aku rasa yang ini bagus," Alula tampak puas dan tersenyum di depan cermin besar yang ada di kamarnya.
Selesai memilih dress nya, ia pun segera duduk di meja rias untuk berdandan. Alula merias wajahnya dengan make up look yang natural. Tak lupa ia menggunakan sepatu heels yang juga berwarna pastel.
"Kurasa cukup," Alula tersenyum dan berjalan keluar dari kamarnya untuk berangkat ke Himalaya Restoran.
Sesampainya di lantai 1 rumahnya, Alula melihat ayah dan ibunya tengah menjinjing koper untuk keberangkatannya ke kota Cambridge. Kedua orang tua Alula akan pergi ke kota Cambridge untuk melaksanakan seminar kependidikan yang akan dilaksanakan esok pagi.
"Nak, kami minta maaf sepertinya kami tidak bisa mengantarmu terlebih dahulu. Para dosen lainnya sudah berkumpul di hotel untuk acara makan malam, jadi kami harus segera berangkat. Terlebih perjalanan dari kota Birmingham ke kota Cambridge memakan waktu 1 jam lebih 44 menit, kami tidak enak apabila sampai terlambat dan tidak mengikuti makan malam itu," papar Halbert kepada Alula.
Sebelumnya Alula sudah meminta izin untuk makan malam dengan temannya, dan dia meminta untuk diantarkan ke Himalaya Restoran terlebih dahulu sebelum orang tuanya berangkat.
"Tidak apa apa, Pa. Alula bisa naik taksi," Alula tersenyum.
__ADS_1
"Ya sudah, kau hati hati ya! Cepat pulang jika sudah selesai acaranya," tutur Ainsley kepada putri semata wayangnya itu. Mereka pun keluar bersama sama, kedua orang tua Alula menaiki mobil miliknya dan Alula berjalan sedikit untuk menyetop taksi.
Ia menyetop sebuah taksi dan masuk ke dalam taksi itu.
"Al, aku sudah dalam perjalanan ke Himalaya Restoran. Sampai ketemu di sana," Alula membaca pesan singkat yang dikirimkan Cleon padanya.
Alula tersenyum kecil dan segera membalas bahwa ia juga sedang dalam perjalanan untuk sampai di restoran itu. Tanpa sepengetahuan Alula, seseorang tengah mengikutinya dari belakang.
Di tengah perjalananan tiba-tiba taksi yang Alula tumpangi berhenti di tengah jalan.
"Ada apa, Pak? Tanya Alula yang melihat taksinya berhenti secara mendadak.
"Saya tidak tahu, Nona. Sebentar saya cek dulu keluar," jelas supir taksi itu.
"Mohon maaf, Nona! Sepertinya saya tidak bisa mengantarkan anda ke tempat tujuan karena konverter katalik mobilnya rusak. Saya tidak dapat memperbaikinya sendiri," ujar supir taksi itu sesaat ia masuk kembali ke dalam mobilnya.
"Tidak apa apa, Pak. Saya turun di sini saja," jawab Alula.
"Menurut saya, Nona telfon saja orang rumah untuk menjemput. Di sini lumayan sepi jalannya," supir taksi merasa khawatir akan Alula.
__ADS_1
Alula tampak berpikir. Tak mungkin ia menelfon kedua orang tuanya karena saat ini mereka sedang melakukan perjalanan ke luar kota. Tak mungkin juga Alula untuk menelfon Cleon karena ia tidak mau merepotkan pemuda itu, terlebih jarak dari restoran itu ke tempat Alula sekarang masih lumayan jauh.
"Saya tidak bisa meminta jemput orang rumah karena kedua orang tua saya sedang tidak ada. Saya turun di sini saja, seingat saya di depan ada tempat gym yang lumayan ramai," jelas Alula.
"Baiklah, Nona," supir taksi menyetujui.
Alula pun segera mengeluarkan beberapa lembar uang poundsterling untuk membayar supir taksi itu.
"Kau tidak perlu membayar, Nona ! Aku tidak mengantarkanmu ke tempat tujuan," tolak supir taksi saat Alula menyerahkan uang.
"Tidak apa apa, Pak. Kau sudah setengah jalan mengantarku. Ambilah !" Perintah Alula lembut.
"Baiklah. Terima kasih, nona. Berhati hatilah!"
Alula mengangguk ramah dan bergegas turun dari taksi itu. Alula mulai berjalan untuk mencari taksi lain agar ia segera sampai di tempat tujuannya.
Alula tampak terus berjalan dan sesekali melihat ke belakang untuk melihat taksi yang lewat. Alula merasa ia sudah lumayan jauh berjalan. Akan tetapi, taksi tak kunjung ia lihat. Hanya mobil berwarna merah yang ia lihat di belakangnya yang berjalan pelan. Alula merasa tidak enak hati dan curiga kepada mobil itu. Ia pun segera mempercepat langkah kakinya untuk menjauh dari tempat itu, minimal ia harus sampai di sebuah tempat yang ramai.
Saat ia sudah sampai di depan sebuah Gym yang terparkir beberapa mobil, Alula memelankan langkahnya karena ia sudah merasa aman. Tetapi, mobil merah itu tiba tiba berhenti di sampingnya. Alula terbelalak sesaat ia tahu siapa yang turun dari sana.
__ADS_1
Dengan cepat Alula melangkahkan kembali kakinya untuk menjauh dari orang itu, tetapi saat Alula berjalan dengan cepat sebuah sapu tangan membungkam mulutnya. Dan pada akhirnya, Alula hilang kesadaran.
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih š¤š¤