
"Kai?" Ucap Alula dengan tubuh yang bergetar hebat dan air mata yang memenuhi wajahnya.
Alfin membangunkan dirinya dan langsung melayangkan pukulan kepada Kai tetapi Kai dengan gesit menghindar dari pukulan itu.
"Kau selalu saja mencampuri urusanku ! Kali ini aku tidak akan mengampunimu!" Erang Alfin.
Alfin segera melayangkan bogem mentah untuk Kai dan kali ini tepat mengenai hidung Kai.
"Kau!!!" Hardik Kai saat darah keluar dari hidungnya.
Kai segera mencengkram kerah baju milik Alfin. Kai dengan membabi buta memukuli Alfin dengan tangannya hingga pemuda itu tersungkur ke lantai. Setelah Kai melihat Alfin tersungkur, dia masih belum puas. Kai menginjak-nginjak punggung Alfin dengan sepatu olahraga miliknya hingga laki-laki itu tak sadarkan diri.
Kai segera mengalihkan pandangannya kepada Alula yang sedang menangis ketakutan. Kai menghampiri gadis itu.
"Ayolah! Ku antarkan kau pulang," untuk pertama kalinya Kai merasa iba melihat Alula. Penampilan Alula kini sangat berantakan. Tubuh Alula bergetar ketakutan, air mata memenuhi wajahnya dan dress yang ia kenakan sobek.
"Aku tidak mau!" Alula menggelengkan kepalanya sembari terus menangis.
Alula takut Kai akan macam-macam dengannya, karena saat ini ia melihat pemuda itu bertelanjang dada. Karena saat kejadian tadi, Kai panik melihat Alula dibius dan di bawa pergi oleh Alfin, hingga Kai melupakan bajunya.
"Aku tidak akan macam-macam denganmu. Ayo! Kita harus segera pergi dari sini sebelum laki-laki berengsek ini sadar!!" Teriak Kai.
Alula pun segera menuruti kata-kata Kai. Dia segera berjalan ke arah laki-laki yang menolongnya. Alula mengambil ponsel dan tas miliknya kemudian mereka pun berjalan keluar dari apartemen. Baru beberapa langkah berjalan, tubuh Alula terhuyung kemudian ambruk.
"Kau kenapa?" Tanya Kai saat melihat tubuh Alula ambruk dan sekarang berada di posisi berlutut.
__ADS_1
"Aku takut," Alula kembali menangis.
Kai melihat tubuh gadis itu masih gemetar hebat. Sepertinya dia sangat syok akan kejadian tadi, dimana Alfin berusaha untuk merenggut kesuciannya.
Kai menjongkokan tubuhnya, lalu ia menangkup kedua tangan Alula hangat.
"Tenanglah! Kau sudah aman bersamaku."
Alula hanya menatap Kai dengan tatapan nanar. Kai segera berdiri dan membangunkan tubuh Alula. Kini ia menggenggam tangan Alula agar Alula tidak ambruk kembali.
Kini mereka sudah masuk ke dalam mobil milik Kai yang terparkir di halaman apartemen milik Alfin.
"Kai? Terima kasih karena sudah menolongku," ucap Alula saat ia terduduk di mobil Kai.
"Hhhmmmm," Kai hanya bergumam dan segera melajukan mobilnya. Kai bahkan sampai lupa menanyakan di mana rumah gadis yang ada di sampingnya.
"Tadi aku sedang ngegym bersama Nino dan Alden dan aku melihatmu di bawa oleh laki-laki itu, jadi aku mengikutimu. Tadi aku sempat kehilangan jejak, namun saat aku melintas ke apartemen ini aku melihat mobil laki-laki berengsek itu," tandas Kai seraya tatapannya fokus ke depan karena kini ia tengah menyetir. Mobilnya meninggalkan kawasan apartemen Alfin.
"Kepalaku sangat pusing," Alula memejamkan matanya sambil menyentuh keningnya.
"Kau kenapa?" Kai terlihat panik saat menoleh kepada Alula. Wajah gadis itu kini terlihat sangat pias.
"Aku tidak tahu. Mungkin efek obat bius yang di gunakan oleh Alfin tadi," Alula meremas safety belt yang kini telah melingkar di tubuhnya.
Kai menghentikan mobilnya. Ia memperhatikan wajah gadis yang sudah ia tolong. Kai semakin panik melihat wajah Alula yang semakin pucat.
__ADS_1
"Hey, bangunlah !!" Kai menepuk-nepuk pipi Alula saat mata gadis itu tiba-tiba terpejam.
"Hey, gadis bodoh ! Kau jangan menakutiku," sembur Kai saat ia melihat Alula tak kunjung membuka matanya.
"Hey, wanita ! Bangunlah !" Kai semakin kencang menepuk-nepuk pipi Alula tetapi gadis itu tak kunjung membuka kelopak matanya.
"Shit !" Kai mengacak rambutnya sendiri.
"Aku harus membawa gadis bodoh ini kemana? Jika aku membawanya ke Rumah Sakit pasti aku dituduh hendak melecehkan gadis ini," Kai menatap dress atas Alula yang sobek dan menampilkan sedikit dalaman atas Alula.
"Dan aku tidak tahu rumah gadis bodoh ini dimana," imbuh Kai frustasi. Kai pun memutuskan untuk membawa Alula ke apartemen pribadi miliknya yang sering ia pakai untuk berkumpul dengan Nino dan Alden. Dan apartemen itu digunakan oleh Kai untuk menenangkan diri dari tekanan pekerjaan.
"Hallo, Dokter Thomas?" Kai menelfon dokter pribadi keluarganya.
"Iya, tuan? ada apa kau menelfonku malam-malam begini?" Jawab dokter Thomas.
"Aku ingin kau datang ke apartemen pribadiku setengah jam lagi !" Perintah Kai.
"Apakah anda sakit, tuan?" Dokter Thomas tampak khawatir.
"Tidak, aku baik-baik saja. Kau segera lah berangkat ! Nanti aku jelaskan padamu,"
"Baik, tuan. Aku akan segera kesana bersama asistenku," ujar dokter Thomas dari sebrang telfon.
"Baiklah," Kai mengakhiri panggilannya dan segera melajukan mobilnya menuju apartemen miliknya.
__ADS_1
Kepada para Readers yang menyukai novel ini harap memberikan like, komen, dan juga vote. Terimakasih š¤