
Sore ini, Chelsea mengajak Cleon untuk bertemu. Ia ingin menegaskan hubungannya. Dengan kata lain, Chelsea ingin mendapatkan status yang jelas mengenai hubungan mereka. Chelsea mengajak Cleon untuk bertemu di Kingsburry Water Park yang ada di kota Birmingham.
"Cleon, kau sudah lama?" Chelsea mendudukan dirinya di samping Cleon. Kini mereka duduk di sebuah kursi yang menghadap ke sebuah danau.
"Tidak. Baru 5 menit, Chel," Cleon melirik jam tangannya.
"Cleon?"
"Iya?" Jawab Cleon sembari mengamati angsa-angsa yang berkerumun di pinggir danau.
"Bagaimana nonton nya dengan Bev?"
"Seru sekali, Chel. Tetapi kau tahu? Aku sedikit kecewa karena di film Toy Story 4 peran Buzz Lightyear tidak terlalu mendominasi," Cleon membeberkan film yang kemarin baru ia tonton.
"Dan aku berharap film itu ada sekuelnya lagi," tambah Cleon dengan bersemangat.
"Aku tidak mengerti, Cleon. Aku kurang suka film seperti itu. Maksudku, kemarin kau dan Bev melakuan apa saja di Mall?" Chelsea menatap wajah Cleon dengan serius.
Cleon merasa kecewa, karena ia sangat ingin mereview film yang kemarin ia tonton dengan seseorang.
"Sepertinya seleraku dan Chelsea berbeda."
"Aku dan Bev nonton, lalu datang ke toko sepatu, ke toko topi dan kemudian foto box," jelas Cleon.
"Foto box? Kau benar-benar berfoto bersama Bev?" Chelsea tersenyum sinis.
"Iya. Memangnya kenapa?"
"Kau suka dengan Bev?" Tuduh Chelsea.
"Suka? Maksudmu?" Cleon tampak tidak mengerti dengan ucapan Chelsea.
"Iya. Kau menyukai Beverly?" Chelsea menaikan level suaranya.
"Tidak, Chel. Dia hanya sebatas temanku. Tunggu! Saat ini kau tidak sedang cemburu kan?" Cleon masih belum peka dengan perasaan wanita yang ada dihadapannya.
__ADS_1
"Menurutmu?"
"Chel, aku dan Beverly hanya berjalan jalan di mall dan tidak melakukan apa pun."
"Aku sungguh tidak tenang. Beverly menyukaimu."
"Tidak mungkin. Beverly hanya menganggapku sebagai tentangga dan temannya," tampik Cleon.
"Kau ini sungguh pria yang tidak peka. Aku tahu Bev menyukaimu karena aku juga wanita. Aku tahu dari gerak geriknya," Chelsea berdecak kesal.
"Lalu? Apa mau mu? Kau ingin aku untuk menjauhi Bev?" Cleon mengalah untuk tidak berdebat dengan Chelsea.
"Aku ingin sebuah status darimu. Agar tak ada yang mengambil dirimu dariku," Chelsea memberanikan diri untuk meminta sebuah kepastian hubungan dari Cleon.
"Status? Pacaran maksudmu?" Cleon memperjelas. Chelsea pun mengangguk.
"Chel? Kau tahu? Luka di hatiku belum sembuh karena Alula. Bisakah kau menunggu sampai aku benar-benar melupakan Alula?" Cleon berdiri dari duduknya dan bersimpuh di hadapan Chelsea yang tengah terduduk.
"Jadi, kau masih belum bisa move on dari Alula?"
"Aku sudah move on dari Alula, tapi sakit yang aku rasakan belum sembuh. Beri aku waktu untuk menghilangkan rasa ini ! Aku ingin memulai semuanya denganmu tanpa bayang-bayang dari Alula lagi," Cleon menyentuh lengan Chelsea.
"Aku bisa saja menjadikanmu kekasihku hari ini. Tapi, apakah kau mau jika hanya jadi bayang-bayang dari wanita yang ada di masa laluku? Aku ingin kita tidak terburu-buru. Aku ingin memulai semuanya dari awal. Jika aku benar-benar sudah menghilangkan Alula sepenuhnya, tentu aku akan menjadikanmu satu-satunya wanita di hidupku. Mengertilah Chel! Melupakan seseorang yang bertahun tahun ada di hidupmu itu tidak mudah," Cleon menatap sendu mata Chelsea.
Chelsea menghembuskan nafasnya pelan.
"Aku hanya takut kau diambil oleh Beverly," Chelsea menunduk.
"Tidak. Aku tidak mempunyai perasaan apa pun terhadap Beverly."
"Bagaimana padaku?" Chelsea menatap mata cokelat itu.
Cleon hanya diam dan menatap Chelsea.
Cleon menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tahu. Yang aku tahu, kau selalu membuatku nyaman ketika berada di dekatmu."
__ADS_1
"Aku tidak bermaksud untuk menggantungmu. Kau bilang kau akan menunggu. Maka dari itu, sekarang aku akan memberimu pilihan lagi. Apakah kau mau menungguku untuk benar-benar menghilangkan Alula dari dalam hatiku dan belajar mencintaimu, atau kau akan berhenti saja? Aku memberikan kebebasan padamu," tutur Cleon lembut.
"Aku akan menunggumu. Aku mencintaimu," Chelsea menggenggam tangan Cleon.
"Baiklah," Cleon pun tersenyum.
"Kalau begitu ayo kita memancing!" Cleon berdiri dari posisi bersimpuhnya.
"Memangnya kau membawa alat pancing?" Wajah Chelsea tampak kembali ceria lagi.
"Iya. Saat kau bilang ingin bertemu denganku di Kingsburry Water Park, aku langsung menyiapkan alat pancing. Sebentar!" Cleon berlari ke arah mobilnya dan membawa alat pancing yang tersimpan di bagasi mobil miliknya.
"Cleon, kau benar-benar berniat untuk memancing," Chelsea tertawa melihat Cleon membawa 2 peralatan pancing yang lengkap.
"Rugi jika kita datang ke danau ini dan tidak memancing !" Cleon segera mengaitkan umpan yang telah ia bawa ke kail pancing. Ia pun dengan segera melempar kail pancing yang sudah diberi umpan ke arah danau.
Chelsea pun meniru gerakan Cleon. Ini adalah pertama kali dirinya memancing. Mereka berdua terduduk di pinggir danau sembari menunggu ikan memakan umpan.
"Cleon, aku dapat ikan!" Chelsea berteriak histeris, ketika pelampung pancing miliknya memberi sinyal jika ikan sedang memakan umpannya. Dengan cepat Chelsea pun menarik senar pancing itu untuk mengangkat ikan yang tengah memakan umpannya. Cleon yang melihat Chelsea kesusahan segera menyimpan alat pancing miliknya dan bergegas membantu Chelsea.
"Ayo sedikit lagi!" Cleon membantu Chelsea menarik kail pancing dari belakang. Gerakannya seperti seseorang yang tengah memeluk.
Jantung Chelsea pun berdetak tak karuan, saat tubuh Cleon berada dibelakangnya dengan jarak yang sangat dekat. Tangan Cleon pun berada di atas lengannya yang tengah memegang joran pancingan. Chelsea semakin tak karuan dan melepaskan lengannya di joran pancingan itu.
"Yaah, ikannya kabur. Mengapa kau lepaskan?" Cleon menjauh dari tubuh Chelsea.
"Aku tidak kuat, terlalu berat. Mungkin ikannya kebesaran," Chelsea berkilah.
"Kalau begitu, ayo kita pulang! Waktu sudah sore hari dan langit pun terlihat sudah mendung. Sepertinya akan hujan," ajak Cleon. Chelsea pun mengangguk.
Saat Cleon tengah membereskan alat pancing miliknya, tiba-tiba hujan turun dengan deras. Cleon segera menyimpan alat pancingnya lagi dan membuka jaket miliknya. Ia memayungi Chelsea dengan jaket itu, tubuh mereka saling berhadapan. Chelsea menatap wajah pria yang ada di hadapannya, begitu pun dengan Cleon.
Chelsea memegangi pinggang Cleon. Ia memajukan wajahnya, bermaksud untuk mencium bibir pria yang ia cintai. Cleon tampak mengerti dengan gerakan itu.
"Chel, ayo kita pergi!" Cleon mencegah niat Chelsea. Chelsea pun segera menghentikan niatnya itu.
__ADS_1
"Kau tidak mau?" Tanya Chelsea kecewa. Cleon hanya bungkam seribu bahasa. Chelsea kemudian berlari terlebih dahulu menuju tempat parkir, meninggalkan Cleon yang masih menunduk.
"Maaf Chel! Aku belum bisa berciuman denganmu. Wajah Alula masih terbayang di pikiranku," Cleon mengusap wajahnya. Kini tubuhnya sudah basah kuyup dengan air hujan.