
Tempat Gym di Birmingham
Kai, Alden dan Nino saat ini tengah berada di tempat gym yang berada di sudut kota Birmingham. Tempat gym itu sengaja mereka sewa secara pribadi, agar tidak ada pengunjung lain yang mengganggu olahraga mereka. Saat ini mereka sedang mencoba beberapa akifitas olahraga di dalam gym mewah itu.
"Kai bagaimana hubunganmu dengan Arabella?" tanya Alden yang sedang melakukan olahraga cardio di atas treadmill.
"Ya, begitu begitu saja," timpal Kai yang tengah bertelanjang dada, karena ia habis melakukan olahraga untuk membentuk otot tubuhnya. Keringat terlihat bercucuran di badan nya yang atletis itu.
"Kau akan menikahinya?" Nino mendudukan dirinya di samping Kai kemudian ia meneguk sebotol air mineral yang ada di tangannya.
"Aku belum berfikir ke arah sana. Aku masih sangat muda untuk menikah," tukas Kai seraya melepas sarung tangan fitness yang membalut jemarinya.
"Bagaimana denganmu? Kapan kau akan menikah?" Kai balik bertanya kepada Nino.
__ADS_1
"Itu masih sangat lama. Aku belum memikirkannya. Lagi pula sekarang aku sudah mendapatkan yang aku mau," jawab Nino.
"Ya, kau berbicara seperti itu karena sudah meniduri gadis gadis yang berkencan denganmu!" Alden tertawa mengejek dari atas treadmill yang tengah ia naiki.
"Seperti kau tidak saja," gerutu Nino.
Nino dan Alden memang memiliki kehidupan yang bebas terlebih semasa kuliah mereka juga mengenyam pendidikan di Amerika Serikat. Tetapi, berbeda dengan Kai. Walau pun ia berkuliah di Amerika, tetapi ia belum pernah melakukan hal seperti itu dengan mantan mantan kekasihnya. Karena Kai beranggapan, ia tidak perlu merusak seorang gadis jika ia masih bermain main dan tidak akan ia nikahi. Kai hanya ingin melakukan itu dengan wanita yang benar benar ia cintai.
"Tapi kau akan menikahi Arabella kan? Secara dia kan anak dari seorang pengusaha kontraktor yang sukses, bayangkan jika kau menikah dengannya! Tentu saja itu akan mempermulus bisnis dan perusahaan mu," seru Alden yang mengakhiri olahraga cardionya dan duduk di dekat Kai dan Nino.
"Kau ini sama saja seperti daddy. Daddy juga mengatakan hal demikian," Kai berdiri dari duduknya dan ia menghadapkan dirinya ke kaca yang memantulkan pemandangan luar tempat Gym.
"Ya, aku hanya berfikir realitastis seperti Daddymu," seloroh Alden.
__ADS_1
Kai tampak tidak menyauti obrolan kedua sahabatnya. Ia melihat seorang gadis yang ia kenal di bius oleh seorang laki-laki di luar sana. Laki-laki itu memasukan tubuh gadis itu ke dalam mobil, mobil merah yang membawa gadis itu pun segera melaju pergi.
"Alula?" Kai memelototkan matanya saat melihat Alula berada dalam bahaya.
Tanpa aba-aba, Kai segera mengambil kunci mobilnya yang tergeletak di atas meja yang berada di ruangan gym dan berlari keluar. Ia bahkan tak sempat memakai bajunya.
"Hey, kau mau ke mana?" Alden dan Nino berteriak melihat Kai yang tiba tiba berlari ke luar tanpa mengatakan sepatah katapun.
Kai masuk ke dalam mobilnya dan segera menancap gas untuk menyusul mobil merah yang membawa Alula.
"Ke mana dia akan membawa gadis bodoh itu?" Umpat Kai di dalam mobilnya.
Kepada para Readers yang menyukai novel ini harap memberikan like, komen, dan juga vote. Terimakasih š¤
__ADS_1