Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
First Kiss


__ADS_3

Kai menghempaskan kasar tubuh Alula ke kasur saat mereka sudah sampai di rumah.


"Apa yang kau lakukan?" Teriak Alula sembari memegangi tangannya yang memerah.


"Kenapa kau murahan sekali?" bentak Kaivan yang kini tengah berdiri di hadapan Alula.


"Murahan apa maksudmu? Tunjukan padaku, mana sikapku yang murahan?" Alula berdiri dan menghunuskan tatapan tajamnya.


"Kau masih bertanya? sikapmu saat bermain games tadi sangat murahan," suara Kai memenuhi langit-langit kamar.


"Bukannya cara bermainnya seperti itu? Lagi pula aku hanya baru menerima dua apel. Kau juga tadi memindahkan apel itu kepada bibir Emily kan?" sahut Alula dengan berapi-api. Terlihat dadanya kembang kempis menahan amarah yang sudah bergemuruh didadanya.


"Itu kan beda, aku itu pria dan kau wanita!" Bentak Kai kembali.


"Apa bedanya?Kau sungguh aneh!" Alula tersenyum sinis kepada suaminya.


"Dan apa yang kau lakukan tadi dengan mantan pacarmu itu? Bukannya kau juga murahan? Lagi pula mengapa aku merasa heran? Bukannya kau selalu menyebutku wanita murahan? dan untuk apa kau memberi tahu Beverly jika pernikahan kita hanya akan bertahan selama tujuh bulan?"


"Aku tidak mengatakan apapun padanya," sanggah Kai.


"Kau tidak usah berbohong kepadaku, bahkan dia tahu bahwa kau belum pernah menyentuhku. Dia pasti tahu berita itu dari mulutmu, karena hanya kita berdua yang tahu mengenai kondisi ini. Dan satu lagi! walaupun nanti aku berciuman dengan laki-laki lain, bukankah itu bukan urusanmu? Mengapa sekarang kau mempermasalahkannya? Aku tak pernah melarangmu dekat dengan Arabella atau siapapun itu! Ingat Kai!! jika bukan karena kejadian itu, aku dan kau tidak akan menikah, pernikahan kita hanya sebuah kepura-puraan untuk membuat nama kita bersih kembali," Lanjut Alula dengan mata berkaca-kaca.


"Tadi dia mendengar percakapanku dengan Nino dan Alden, aku sama sekali tidak memberi tahunya. Walau aku menikahimu karena hanya ingin membersihkan namaku, tetapi bukankah pernikahan ini sah secara agama dan hukum?" Hardik Kai


"Walau pernikahan kita sah secara hukum dan agama, tetapi kita tidak pernah saling mencintai. Jangankan saling mencintai, kita dari dulu saling membenci satu sama lain. Dan berhentilah untuk bertindak sesukamu atau aku-"


Belum Alula menyelesaikan kalimatnya, Kai sudah menarik leher Alula dan mencium bibirnya.


Alula membulatkan matanya dengan sangat sempurna saat Kai tiba-tiba mencium bibirnya. Ini adalah ciuman pertama bagi Alula, karena selama ini ia belum pernah berciuman. Alula masih terdiam karena belum menguasai keterkejutannya. Kai hanya menempelkan bibirnya di bibir Alula, dan tidak melakukan ciuman yang sesungguhnya.


Kai menjauhkan bibirnya dari bibir Alula. Kai memundurkan langkahnya, ia segera mengambil jaket dan langsung berlalu dari rumah itu dengan mengendarai mobil miliknya.


Alula menyentuh bibirnya yang sudah dicium oleh Kai. Lutut Alula begitu lemas menerima serangan dadakan seperti itu. Ia pun terduduk di lantai.


"Apa yang dia lakukan?" lirih Alula dengan mata berkaca-kaca. Alula menyentuh dadanya yang terasa sangat cepat berdetak.


"Bodoh! Ada apa dengan diriku? Kenapa aku bisa menciumnya?" umpat Kai di dalam mobilnya sembari memukul kemudi mobil dengan sangat keras.


Kai memilih untuk pergi ke apartemen miliknya untuk menenangkan diri. Sesampainya di apartemen miliknya, Kai langsung melepas baju dan segera mandi.


Kai menyalakan keran shower dan berdiri di bawahnya. Kai mendongkak ke atas untuk menikmati dinginnya air yang terkucur dari shower.


"Aku pasti sudah gila!" Umpat Kai, kedua tangannya bersandar di tembok kamar mandi.

__ADS_1


"Kenapa aku bisa menciumnya? Dan kenapa dadaku begitu panas saat melihat ia dan Cleon? Ada apa dengan diriku?" Kai mengusap wajahnya.


Kai menghabiskan waktunya sangat lama di dalam kamar mandi. Ia tak henti mengutuki kebodohannya karena telah mencium wanita yang pernah ia benci. Sepertinya Kai belum menyadarai, jika tubuh dan hatinya sudah mulai menerima kehadiran Alula sebagai istrinya.


Sudah hampir 1 jam Kai berdiam diri di kamar mandinya. Ia mengambil handuk lalu segera keluar dari kamar mandi apartemennya. Saat ia keluar sudah ada Arabella di dalam apartemen miliknya.


"Bel, kau mengagetkanku!" Kai memegangi dadanya.


"Sedang apa kau disini?" tanya Kai yang saat ini tengah memakai handuk.


Arabella memperlihatkan kunci cadangan apartemen milik Kai. Ia mempunyai kunci cadangan itu, karena dulu saat kuliah, Arabella melakukan penelitian skripsi di kota Birmingham. Kai memberikan kunci apartemennya agar Arabella bisa tinggal dengan nyaman saat penelitian. Lalu dengan Kai? Tentu saja, ia tidak ikut saat penelitian itu. Waktu itu dirinya sedang disibukan dengan penelitian skripsi yang ia lakukan di perusahaan digital yang terletak di New Orleans, Amerika Serikat.


"Mengapa kau tahu aku ada disini?"


"Tadi aku nengikuti mobilmu sampai rumah, dan aku melihat mobilmu menuju apartemen ini, jadi aku mengikutimu kesini," mata Arabella terlihat berkaca-kaca. Ia segera berjalan ke arah Kaivan dan langsung memeluk tubuh pria itu yang saat ini tengah bertelanjang dada.


"Bel, lepaskan aku!" perintah Kai tegas. Entah mengapa sekarang setiap Arabella melakukan kontak fisik dengannya, Kai selalu mengingat wajah dan mata sendu Alula yang tengah menatapnya.


Arabella tidak menghiraukan perintah Kai, ia semakin merekatkan pelukannya di tubuh laki-laki yang sangat ia cintai tersebut.


"Bell?" Kai menghembuskan nafasnya berat.


Arabella mulai menangis sesenggukan di dada Kai.


"Katakan! Katakan padaku jika kau tidak mulai menyukai wanita itu!" Arabella melepaskan pelukannya dan langsung mengguncang lengan Kai.


"Mengapa tadi kau terlihat cemburu saat Alula mengambil apel dari mulut laki-laki itu!!" Arabella berteriak diiringi dengan air mata yang semakin deras mengucur dari kedua kelopak matanya.


"Aku tidak menyukainya!" bantah Kai dengan melihat ke sembarang arah.


"Tatap mataku!" Arabella memegang leher Kai.


"Aku tidak menyukainya!" Kai menghembuskan nafasnya pelan.


"Lalu, mengapa tadi kau langsung menarik lengannya saat games itu berlangsung?" tanya Arabella lirih.


"Tadi aku bersikap seperti itu karena aku baru ingat, bagaimana jika ada yang memotret kami sedang melakukan games itu? Dan media pasti akan menilainya dengan berbeda," Kai mengambil lengan Arabella dari lehernya, dan memegang tangan itu erat.


"Coba kau fikir! Jika ada temanku yang memotret dan menyerahkannya kepada media. Aku yakin mereka akan memberitakan macam-macam, terlebih Emily adalah seorang super model sekarang. Cobalah mengerti keadaanku!"


"Benarkah seperti itu?"Arabella tampak mempercayai ucapan Kaivan.


"Iya, Bell. Percayalah padaku!"

__ADS_1


"Baiklah, aku percaya padamu," Arabella menyeka air mata yang membasahi pipinya. Kai tampak iba dengan Arabella, Kai langsung menarik gadis itu ke dalam pelukannya.


*****


Cleon terududuk di kursi yang berada di area parkiran restoran, tempat dimana diselenggarakannya pesta Halloween tadi. Semua teman-temannya sudah meninggalkan gedung karena acara memang sudah selesai. Hujan mulai turun dengan deras malam ini, tetapi Cleon tak bergeming dari tempatnya duduk sekarang. Tampak tubuh Cleon basah kuyup karena air hujan tersebut.


"Cleon, ayo kita pulang! Nanti kau sakit," Chelsea memayungi Cleon dengan payung yang ia bawa.


"Biarkan aku disini, Chell!" Cleon mendongkakan kepalanya menatap Chelsea.


Chelsea menyimpan payungnya dan berjongkok di hadapan tubuh Cleon yang tengah terduduk.


"Aku mengerti perasaanmu, aku mengerti kekhawatiranmu," Chelsea menangkup lengan Cleon.


"Chel, kenapa kau menyimpan payungmu? Nanti kau sakit!" Cleon segera berdiri dan memayungi tubuh Chelsea.


"Bangunlah!" Cleon menarik lengan Chelsea agar gadis itu segera berdiri. Kini mereka tengah berada di bawah payung yang sama.


"Cleon? Alula tak akan menyukai Kai," hibur Chelsea kepada Cleon.


"Aku rasa Kai sudah menyukai Alula. Dan itu yang lebih aku takutkan."


"Jika Kai sudah menyukai seorang wanita, dia tidak akan pernah berhenti sebelum wanita itu ia miliki," mata cokelat Cleon menatap sendu ke arah mata Chelsea yang berwarna hijau.


"Siapa tahu tebakanmu salah," Chelsea mengusap pipi Cleon lembut.


"Aku hanya takut Kai akan benar-benar mengambil Alula dariku. Kau kan tahu, aku sangat mencintai Alula. Aku tidak ingin kehilangannya," mata Cleon tampak berkaca-kaca. Ia menjatuhkan payung Chelsea dan mengusap wajahnya kasar.


"Tidak akan. Kai tidak akan menyukai Alula. Kau pun tahu sikap Kai seperti apa kepada Alula. Bahkan dulu saat SMA dia pernah mengunci Alula di dalam kamar mandi sekolah seharian," Chelsea memegang pipi Cleon dengan kedua tangannya. Hatinya terasa sesak melihat laki-laki yang mulai ia cintai itu bersedih. Cleon dan Chelsea sudah tidak memperdulikan derasnya air hujan yang membasahi tubuh mereka.


"Aku seorang pria, Chel. Aku bisa mengetahui jika Kai sudah mulai memiliki rasa kepada Alula."


"Walau pun Kai menyukai Alula, tetapi setelah tujuh bulan mereka akan tetap bercerai. Dan aku fikir kedua orang tua Kai tidak akan membiarkan jika nanti Kai tidak menceraikan Alula," papar Chelsea lembut.


"Benarkah begitu?" Cleon tampak ragu dengan perkataan Chelsea.


"Iya, aku lumayan tahu sikap orang tua Kai. Kebetulan papaku adalah partner bisnis dengan perusahaan fashion milik ayah Kai. Dia akan selalu memastikan setiap rencananya tereksekusi dengan baik. Jadi, kau tenanglah! kurasa mereka akan tetap bercerai nanti."


"Kau benar," Cleon sedikit lebih tenang mendengar perkataan Chelsea, karena Alula sudah memberi tahu bahwa kedua orang tua Kai yang menghendaki jika pernikahan mereka hanya berjalan selama tujuh bulan.


"Apakah sekarang hatimu sudah membaik?"


Cleon mengangguk. Tiba-tiba Chelsea memeluk Cleon dengan sangat erat. Entah mengapa Cleon merasa sangat nyaman dengan pelukan itu.

__ADS_1


"Aku tidak ingin kau bersedih lagi," Chelsea menepuk punggung Cleon lembut dan terus memeluknya. Sementara Cleon hanya terdiam dan tidak membalas pelukan Chelsea.


Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2