Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Jembatan Cinta


__ADS_3

Setelah 90 menit menyelusuri danau Zurich dengan menggunakan kapal, Kai dan Alula meneruskan perjalanan mereka ke jembatan Muhlesteg. Jembatan Muhlesteg adalah salah satu jembatan romantis yang berada di kota Zurich.


"Kau masih kedinginan?" Tanya Kai saat mereka berjalan bersisian di atas jembatan yang berada di atas sungai Limmat tersebut.


"Sudah tidak," Alula merapikan rambutnya yang tersibak oleh angin.


"Kai, tolong fotokan aku!" Alula mengambil ponsel miliknya dan memberikan ponsel itu kepada Kai. Kai dengan segera memfoto Alula dengan berbagai macam gaya.


"Kau narsis juga ya?" Kai tersenyum sembari menyibak rambut Alula dan menyelipkan di telinganya.


"Lihatlah, Kai! Di sini banyak gembok," seru Alula saat ia melihat begitu banyak gembok warna warni yang terdapat di pagar jembatan yang menghubungkan Limatquai dan juga Bahnhofquai.


"Jembatan ini memang dijuluki sebagai jembatan cinta," jawab Kai seraya menyenderkan tubuhnya di pagar jembatan tersebut dan memperhatikan pemandangan sky line dari atas jembatan.


"Kai, ayo kita menempelkan juga gembok kita disini!" Ajak Alula dengan antusias.


"Untuk apa kita melakukan hal seperti itu?" Kai bertanya dengan nada yang malas.

__ADS_1


"Ya, sebagai penanda bahwa kita pernah kesini," Jawab Alula.


Kai terlihat menimbang-nimbang.


"Baiklah, kau tunggu di sini! Aku akan membeli gembok dulu," Kai berjalan ke arah pedagang gembok yang tak jauh dari jembatan Muhlesteg.


Tak lama, Kai pun kembali dengan membawa dua buah gembok yang berwarna biru dan pink beserta dua buah kuncinya. Tak ketinggalan Kai pun membawa sebuah spidol permanen di tangannya.


Alula menerima gembok berwarna pink dari tangan suaminya.


"Awas saja jika kau menulis nama pria itu!" Kai memandang Alula dengan sorot mata yang tajam.


"Nama siapa?" Alula keheranan.


"Ya, pria anggota dewan kota itu," Kai menghunuskan tatapan tajamnya ke arah Alula.


"Kau harus menulis namaku di gembokmu!" Lanjutnya.

__ADS_1


"Mengapa aku harus menulis namamu?" Tanya Alula kepada Kai yang kini sedang menulis di atas gembok berwarna biru. Lalu, ia segera menempelkan gembok itu di pagar jembatan dan melempar kuncinya ke sungai Limmat yang berada di bawah jembatan.


"Karena aku suamimu, dan karena kau datang ke sini bersamaku," sahut Kai.


Kai berjalan ke belakang tubuh Alula. Lalu, ia mengambil tangan Alula dan membantu gadis itu untuk menuliskan namanya dan nama Alula. Seperti seorang guru yang tengah membantu menulis peserta didiknya yang masih TK. Setelah menulis nama Alula dan nama dirinya, Kai memerintahkan Alula untuk menempelkan gembok berwarna pink tersebut dan melempar kuncinya ke arah sungai. Alula pun langsung melakukan apa yang disuruh oleh Kai. Kai tersenyum puas karena Alula menuliskan namanya walau pun itu hasil dari bimbingan tangannya.


"Ayo kita makan malam!" Ajak Kai karena hari sudah akan beranjak malam.


Kai berjalan terlebih dahulu. Alula tak langsung beranjak pergi. Ia penasaran dengan apa yang Kai tulis. Alula pun memeriksa gembok berwarna biru yang dipasangkan oleh Kai. Dia melihat tulisan K Love A.


"Pasti A ini adalah Arabella," Alula tersenyum getir. Entah kenapa dadanya seakan tersakiti oleh sesuatu dengan sangat kuat.


"Tidak, tidak. Mungkin aku hanya kecewa karena dia mengingkari perkataannya. Dia bilang harus menulis namanya karena aku bersamanya kesini," Alula mengusir rasa aneh yang ada di hatinya.


"Aku menyukai Cleon dan tidak menyukai Kai!" Tegas Alula kepada dirinya sendiri. Alula pun segera menyusul langkah Kai yang sudah berjalan terlebih dahulu di depan.


"K love A \= Kaivan love Alula. Kurasa aku sudah jatuh cinta padamu gadis bodoh! Aku ingin kau menjadi milikku seutuhnya," Kai tersenyum sembari terus berjalan.

__ADS_1


__ADS_2