Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Hari Pernikahan Alula dan Kaivan


__ADS_3

3 minggu kemudian...


Hari ini adalah hari pernikahan Alula dan Kaivan. Mereka menikah di pelataran Hedingham Castle. Pernikahan mereka bertema white wedding pada setting sebuah garden party. Bunga-bunga menghiasi area resepsi pernikahan dan terlihat menyatu dengan alam.


Alula tengah berjalan digandeng oleh Halbert menuju venue pernikahan. Alula tampak cantik dengan rambut yang di cepol dan veil yang menghiasi kepalanya. Make up nya bernuansa pink soft bertekstur shimmer. Gaun pengantin yang ia pakai adalah buatan sahabatnya yang tak lain adalah Chelsea. Gaun pengantin itu menjuntai dengan sangat indah membuat para tamu undangan terpesona melihat penampilan Alula.


Sedangkan Kaivan, dia tampak tampan dengan tampilan tuxedo berwarna hitam putih.


"Cium, cium," seru para tamu undangan yang menyaksikan janji suci pernikahan mereka.


Kai begitu bingung dan kikuk. Lalu ia mencium kening Alula cepat.


Hari ini mereka telah sah menjadi suami istri. Alula telah sah menjadi bagian dari keluarga Allen. Semua orang menyalami mereka dan memberikan ucapan selamat. Tak lupa media pun menunggu di luar gerbang Hedingham Castle untuk meliput, tetapi mereka tidak di perkenankan untuk masuk. Harusnya hari pernikahan adalah hari yang sangat membahagiakan dalam hidup, karena pernikahan adalah suatu moment menyatukan kedua insan. Akan tetapi, Alula dan Kaivan tidak merasakan itu semua. Senyum pun terlihat mereka paksakan kepada khalayak yang hadir.


Semua para pengusaha tampak hadir di acara pernikahan Kai, tak terkecuali Alfin. Ia datang bersama ayah dan ibunya. Saat ia melihat berita mengenai skandal Kai dan Alula ia merasa sangat senang, karena berita itu akan mengancurkan perusahaan milik Kai dan ayahnya. Akan tetapi, kesenangan itu tidak bertahan lama. Alfin begitu terkejut saat Kaivan mengumumkan akan menikahi Alula, karena Alfin masih mencintai Alula dan berambisi untuk memilikinya.


"Selamat untukmu, aku tidak menyangka kau akan mendapat barang bekasku," Alfin menyeringai jahat saat ia naik ke atas pelaminan pernikahan Kai dan Alula.


Kai tampak menahan emosinya. Ia ingin sekali mencekik dan menghajar orang yang sudah menyebabkan dirinya menikahi Alula.


"Selamat ya, Kai," giliran Arabella datang ke pelaminan mereka.


"Hey, gadis murahan ! Setelah 7 bulan, aku akan mengambil kembali apa yang menjadi milikku. Kau jangan pernah berani menyentuh laki-lakiku," Arabella mendesis di telinga Alula saat mereka bersalaman.


Alula hanya terdiam dan tidak menyauti perkataan Arabella. Beverly pun tidak ketinggalan, dia hadir di pesta pernikahan mantan sahabat dan juga mantan kekasihnya. Ia memaksakan diri untuk datang walau pun hatinya sangat terluka.


"Sudah ku duga ! Kau memang menginginkan Kai dari sejak SMA," Beverly tersenyum sinis saat menyalami Alula.

__ADS_1


Itu adalah pertemuan pertama Alula dan Beverly selama 6 tahun, karena sejak malam prom night mereka tidak pernah saling bersua. Alula sudah berusaha untuk mengontak, tetapi nomor ponsel Beverly telah di ganti kala itu.


"Selamat untuk pernikahanmu, ku harap kau tidak bahagia," tambah Beverly.


"Terimakasih, Bev," hanya itu kata yang mampu Alula lontarkan.


"Al, selamat atas pernikahanmu," Chelsea memeluk Alula erat saat ia naik ke atas pelaminan.


Mata Chelsea tampak berkaca-kaca karena dia tau apa yang di alami oleh sahabatnya. ia seolah merasakan penderitaan yang kini tengah mendera Alula. Sedangkan Cleon, ia memilih tidak menghadiri pernikahan ini. Ia takut tidak bisa mengontrol suasana hatinya melihat gadis yang ia cintai menikah dengan orang lain.


Nino dan Alden yang menjadi Groomsmen juga naik ke tempat pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada sahabatnya, walaupun mereka tahu pernikahan ini tidak diinginkan dan hanya akan bertahan selama 7 bulan.


"Selamat, Kai. Selamat menikmati malam pertama nanti," Alden terkekeh


"Tidak ada malam pertama," decak Kai pelan.


Alula yang berdiri di sampingnya tampak terkejut. Begitu pun Nino dan Alden yang tampak bingung.


"Pokoknya temani aku minum-minum di Digbeth," timpal Kai.


"Baiklah, baik..." Alden dan Nino menyetujui.


Acara pernikahan pun telah usai. Semua tamu sudah bubar. Keluarga Alula dan Kai pun tampak akan pulang untuk mengantar Alula dan Kai ke rumah baru mereka.


Kini mereka sudah berganti pakaian, dan siap untuk mengantar Alula dan Kai ke rumah baru yang tak jauh dari rumah orang tua Kai. Mereka memutuskan untuk pisah rumah dengan orang tuanya agar dapat hidup secara mandiri.


Rumah baru Alula dan Kai berada di perumahan Boston villages yang merupakan kawasan pemukiman paling elite di Inggris. Rumah itu bernuansa eropa dengan gaya art deco yang terdiri dari dua lantai.

__ADS_1


"Kai, tolong jaga Alula," Ainsley menatap Kai sesaat mereka telah sampai di dalam rumah yang akan menjadi hunian baru Alula dan Kaivan.


"Iya, ma. Kai akan menjaganya," jawab Kai.


"Tolong, jangan sakiti dia," Halbert kini yang menimpali.


Kai hanya diam karena salah satu tujuannya menikahi Alula adalah untuk membuat gadis itu menderita ketika menjadi istrinya.


"Alula, mommy dan daddy pamit dulu," ucap Sofia kepada Alula.


"Iya, tante. Maksudku, mommy."


"Al, jaga dirimu baik-baik," Air mata Ainsley menetes lalu ia mendekap lama anak tunggalnya itu.


"Kami tidak menyangka akan berpisah denganmu secepat ini," giliran Halbert yang memeluk Alula erat.


Alula menangis karena perjalanan kehidupan barunya akan dimulai. Perjalanan hidup baru dengan seseorang yang tak pernah ia harapkan dan bayangkan.


William, Sofia, Halbert dan Ainsley pun berlalu dari rumah Alula dan Kaivan. Kini tinggal mereka berdua di rumah itu.


"Kau mau kemana?" tanya Alula saat melihat Kai mengambil kunci mobil dan berlenggang pergi.


"Bukan urusanmu !" jawabnya ketus.


Kemudian Kai pergi dan meninggalkan Alula sendiri di rumah itu.


Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—šŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2