
Hari ini Cleon mendatangi butik Chelsea. Ia ingin menyampaikan amanat mamanya untuk membahas pertemuannya dengan Chelsea malam ini.
"Sayang, mengapa kau tidak mengabariku jika akan datang ke mari?" Chelsea membukakan pintu butiknya untuk Cleon.
"Aku hanya ingin memberikanmu kejutan," jawab Cleon dengan senyuman yang tidak memudar di wajahnya.
"Kau ini!"
"Aku ingin berbicara padamu," pinta Cleon kepada Chelsea.
"Ada apa? Kau membuatku deg-degan," Chelsea menyentuh dadanya.
"Lebih baik kita duduk dulu."
"Ya ampun, aku lupa. Ayo kita berbicara di atas!" Chelsea segera naik ke atas tangga dengan diikuti oleh Cleon.
"Jadi, ada apa?" Chelsea tampak tak sabar dengan maksud kedatangan kekasihnya.
"Malam ini mamaku ingin bertemu denganmu, apakah bisa?"
"Mamamu ingin bertemu denganku?" Chelsea tampak sangat terkejut.
"Iya. Apakah kau bisa?" Tanya Cleon kembali.
"Untuk apa mamamu ingin bertemu denganku?" Tanya Chelsea khawatir.
"Mama hanya ingin mengenal dirimu."
"Benarkah?" Seulas senyum menghiasi wajah cantik Chelsea.
Cleon pun menganggukan kepalanya.
"Tapi, aku tidak pandai berbicara dengan orang tua, Cleon. Aku takut jika ada kata-kataku yang salah," Chelsea merasa khawatir.
"Bersikaplah seperti biasanya di depan mama! Kau hanya perlu menjadi dirimu sendiri! Jangan grogi, kau hanya akan bertemu dengan mamaku, bukan bertemu Queen Elizabeth," Cleon tersenyum menatap wajah Chelsea yang sedang dilanda kekhawatiran.
"Bahkan ini lebih tegang dari pada bertemu Queen Elizabeth atau Pangeran Philip. Semoga mama mu suka kepadaku," perlahan Chelsea menyingkirkan perasaan khawatir dalam dirinya.
"Tapi, aku tidak bisa menjemputmu malam ini karena mama bilang ingin berangkat bersamaku. Apa tidak apa?"
"Tidak apa-apa. Aku bisa berangkat sendiri. Kita bertemu di sana saja. Lalu, kita akan bertemu di mana?"
"Di Himalayan Restoran, bagaimana?"
"Baiklah."
***
Malam harinya.....
__ADS_1
"Apakah dandanan mama sudah rapi?" Alice meminta pendapat putranya.
"Sudah, Ma. Ayo kita berangakat!" Ajak Cleon yang sudah menunggu mamanya berdandan selama satu jam.
"Sayang?" Panggil Alice kepada anaknya yang tengah menyetir.
"Iya, Ma?" Mata Cleon masih fokus memperhatikan jalanan.
"Ceritakan mengenai kekasihmu!"
"Chelsea teman Cleon saat SMA, Ma. Tapi berbeda kelas," Cleon mulai menjelaskan.
"Dari mana orang tuanya berasal?"
"Mamanya warga negara Inggris dan papanya warga negara Amerika Serikat," jelas Cleon kembali.
"Tunggu! Jadi kekasihmu ini keturunan Amerika?" Alice menoleh kepada putra bungsunya.
"Iya. Memangnya kenapa?"
"Kau yakin pergaulannya tidak liar, Nak?" Tanya Alice khawatir.
"Mama mengapa bertanya seperti itu?" Cleon seakan tidak terima dengan pertanyaan ibunya.
"Chelsea wanita yang baik, Ma. Dia bukan tipe wanita yang memiliki kehidupan pergaulan yang liar," sanggah Cleon.
"Mama, belum juga mama bertemu dengan Chelsea. Mama sudah menyimpulkan hal yang tidak-tidak."
"Mama hanya khawatir."
"Tidak usah khawatir, Ma! Chelsea adalah wanita yang baik," Cleon berusaha menghilangkan kekhawatiran pada ibunya.
Tak lama, mobilnya kemudian sampai di restoran Himalayan. Cleon dan Alice segera turun dari mobil dan berjalan ke arah meja yang sudah Cleon booking.
Chelsea terlihat belum datang. Cleon dan Alice segera duduk di kursinya masing-masing. Seketika Cleon langsung mengingat peristiwa tahun lalu, ketika ia membooking seluruh restoran ini untuk mengungkapkan perasaannya kepada Alula.
"Aku harap restoran ini sekarang memberikanku kenangan yang indah," batin Cleon saat ia mengingat kenangan lamanya. Kemudian ia segera memesan makanan dan minuman untuk dinnernya malam ini.
"Hey Cleon? Mama?" Chelsea berjalan dengan terburu-buru ke arah Cleon dan Alice.
"Maaf aku terlambat! Tadi ada urusan sebentar," Chelsea merasa tidak enak kepada Cleon dan Alice.
"Tidak apa-apa, Chel," jawab Cleon.
"Mama, perkenalkan saya Chelsea!" Chelsea tersenyum dan menyodorkan lengannya ke arah Alice. Alice memperhatikannya dari kaki sampai kepala kemudian ia berdiri.
"Alice, mamanya Cleon," Alice memperkenalkan dirinya.
Cleon merasa mamanya tidak menyukai Chelsea. Sejak Chelsea datang, senyum menghilang dari wajah Alice dan ia pun memperhatikan Chelsea dengan tajam.
__ADS_1
Chelsea segera mendudukan dirinya dengan perasaan yang begitu canggung. Ini pertama kalinya ia bertemu dengan Alice, karena saat ia sering mengantarkan bekal kepada Cleon, Chelsea tidak pernah sekali pun bertemu dengan Alice.
Chelsea menundukan wajahnya karena merasa bingung Alice memperhatikannya dengan begitu tajam. Cleon pun memperhatikan ibu dan kekasihnya bergantian. Suasana diliputi dengan keheningan. Tak ada seorang pun yang memulai untuk berbicara.
Tak berapa lama, beberapa orang waitress datang mengantarkan makanan dan minuman pesanan Cleon.
"Ma, Chel? Aku izin sebentar ke toilet!" Cleon berdiri dari duduknya.
"Iya," jawab Chelsea dan Alice berbarengan.
Cleon kemudian langsung berjalan ke arah toilet. Sepanjang perjalanan ia begitu sangat khawatir. Mamanya seperti tidak menyukai sosok kekasihnya.
"Bagaimana ini? Bagaimana jika mama tidak menyukai Chelsea?" Cleon berbicara sendiri di hadapan sebuah wastafel yang ada di toilet.
Cleon melamun di dalam toilet. Memikirkan jika ibunya benar-benar tidak menyukai Chelsea dan bahkan, Cleon takut mamanya menyuruhnya untuk memutuskan hubungan dengan Chelsea.
"Ah, tidak. Hanya Chelsea yang mampu membuatku melupakan Alula," Cleon berusaha menepis pikiran buruknya.
Karena sibuk dengan lamunannya, Cleon tidak menyadari jika ia sudah berada cukup lama di dalam toilet. Cleon pun menghembuskan nafasnya kasar dan segera berjalan kembali ke arah mejanya tadi.
Saat Cleon sampai di dekat meja, ia begitu terkejut ketika melihat pemandangan yang ada di depan matanya.
"Mama? Chelsea?" Cleon berjalan cepat ke arah ibu dan kekasihnya.
"Cleon, kekasihmu benar-benar punya selera yang sangat bagus," Alice berkata dengan berbunga-bunga.
"Mama dan Chelsea sedang membahas fashion kekinian. Ternyata kekasihmu seorang designer?" Tanya Alice lagi.
Hal yang mengganjal di hati Cleon seketika sirna ketika melihat mamanya dan Chelsea tengah berbincang dengan hangat. Cleon pun segera kembali terduduk di kursinya dengan senyuman yang terukir di wajahnya. Ia ingin tahu bagaimana mereka bisa akrab satu sama lain dalam waktu yang singkat.
"Ma, mama harus mencoba kue Red Velvet di sini! Coba ini, Ma!" Chelsea menyodorkan sendok berisi kue red velvet ke bibir Alice.
"Terima kasih, sayang," ucap Alice saat ia memakan makanan yang disuapi oleh Chelsea.
"Coba ini sayang!" Alice balik menyuapi Chelsea. Cleon pun tersenyum melihat adegan yang ada di depan matanya.
"Sayang, kau mengenal Bev?" Tanya Alice kepada Chelsea.
"Tentu saja, Ma. Bev itu sahabat Chelsea. Saat SMA, kami membentuk geng dan terdiri tiga orang," jawab Chelsea antusias.
"Geng? Geng jomblo?" Cleon berusaha menimpali pembicaraan dua wanita di depannya.
"Tentu saja bukan," jawab Chelsea kepada kekasihnya.
"Ah, syukurlah! Nanti jika kau menikah dengan Cleon, Bev mempunyai adik ipar yang sudah akrab dengannya," sahut Alice dengan ramah.
Obrolan mereka pun semakin meluas ke sana ke mari, sedangkan Cleon hanya menyimak pembicaraan kedua wanita yang ia cintai dalam hidupnya.
Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih š¤
__ADS_1