
Setelah bertemu dengan Arabella, Alula segera bergegas untuk pulang. Alula berjalan dengan gontai ke arah gerbang kampus. Perkataan Arabella begitu terngiang ngiang di telinganya.
"Benarkah Kai sudah pernah tidur dengan Arabella?" Alula menatap awan awan di atas langit.
Saat Alula tengah berjalan, tiba-tiba seorang pria menghampirinya.
"Kau Alula kan?" Tanya pria itu.
"Kau Rein kan?" Alula langsung mengenali Rein. Rein adalah teman saat dirinya sekolah di kota Liverpool dulu, sekaligus Rein adalah mantan kekasih dari Arabella.
"Iya, ini aku. Kau apa kabar?" Rein mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Alula.
"Aku baik-baik saja. Sedang apa kau di sini?" Alula membalas jabatan tangan Rein.
"Aku sedang mendaftarkan ulang adik ku di kampus ini. Dia baru saja dinyatakan lolos di universitas ini," tukas Rein.
"Oh," Alula membulatkan bibirnya.
"Kau bekerja di sini?" Rein memperhatikan penampilan Alula yang terlihat formal.
"Iya, aku mengajar di sini," Alula tersenyum.
"Dia tambah cantik dan penampilannya sangat dewasa sekali," batin Rein.
"Bolehkah aku minta nomor ponselmu?" Rein mengeluarkan ponsel miliknya.
"Tidak boleh!" Jawab seseorang dengan tajam.
"Kai?" Ucap Alula saat ia melihat suaminya sudah ada di depan matanya. Jantung Alula langsung berdetak dengan cepat. Ia khawatir Kai akan memarahinya.
"Seharusnya kau tidak meminta nomor ponsel wanita yang sudah menikah. Tentu kau tahu kan Alula sudah menikah?" Kai menautkan alisnya tajam. Lengannya dengan cepat melingkar di pinggang Alula.
Rein menatap wajah Kai ketus. Tentu Rein sudah tahu jika Alula sudah menikah dengan seorang pengusaha yang bernama Kaivan Allen. Tentu dia tahu dari acara-acara televisi.
"Rein, maaf!" Alula tersenyum dengan canggung.
"Tidak apa-apa, Al. Kalau begitu aku pergi dulu," Rein segera pergi dari hadapan Kai dan Alula.
"Pergilah sana!" Kai mengusir Rein dengan tangannya.
Kai segera menarik lengan Alula dan membawanya ke danau kampus. Kai segera mencelupkan lengan istrinya ke danau itu.
"Kai, apa yang kau lakukan?" Alula berkata dengan heran.
__ADS_1
"Aku sedang menghapus bekas tangan pria itu di tanganmu," ucap Kai santai.
Alula terkekeh mendengar penuturan Kai. Alula tidak menyangka Kai begitu kekanak-kanakan.
"Tidak boleh ada yang menyentuh istriku selain aku! Jadi, kau tidak boleh bersentuhan dengan pria mana pun. Kau mengerti?" Kai menyentuh rambut Alula.
"Baiklah, aku mengerti. Kalau begitu ayo kita pulang!" Alula menggenggam lengan Kai menuju parkiran kampus. Semua mahasiswi yang ada di selasar kampus tampak terpesona melihat Kai.
"Wah pria itu sangat mirip dengan penyanyi yang menyanyikan lagu Treat Your Better," bisik salah seorang mahasiswi yang terdengar oleh telinga Alula. Alula hanya tersenyum mendengarnya.
Alula dan Kai masuk ke dalam mobil. Saat di perjalanan Alula hanya diam. Ia masih memikirkan perkataan Arabella.
"Sayang? Hari ini kita menginap di rumah mommy ya?" Kai menoleh sebentar ke arah Alula yang terduduk di sampingnya.
"Sayang?" Panggil Kai saat Alula tak menjawab ajakannya. Alula masih asik dengan lamunannya. Kai terlihat emosi karena di abaikan oleh istrinya. Kai segera menghentikan mobilnya.
"Kai, mengapa kita berhenti di sini?" Alula terbuyar dari lamunannya.
"Aku dari tadi mengajakmu berbicara, tapi kau tidak menjawab pertanyaanku. Kau sedang memikirkan pria tadi?" Kai berdecak kesal.
"Tidak, aku tidak memikirkannya," sanggah Alula.
"Lalu, mengapa kau hanya melamun dari tadi?" Tanya Kai masih dengan nada yang kesal.
"Bertanya apa? Kau membuatku berdebar-debar," Kai memegangi dadanya.
"Tapi kau jangan marah!" Pinta Alula.
"Jika kau merasa pertanyaanmu akan membuatku marah, lalu kenapa kau mau menanyakannya?" Sembur Kai kesal.
"Agar aku dapat tenang, Kai. Hal ini begitu mengusikku."
"Kalau begitu, kau ingin bertanya apa?" Kai melunak.
"Apakah kau sudah pernah tidur dengan Arabella?" Alula berharap jawaban suaminya memuaskan hatinya.
"Kalau misal sudah, memangnya kenapa? Apa kau tidak mau menerima masa laluku?" Kai mencoba memancing amarah Alula.
"Jadi, sudah ya? Jadi, aku wanita yang ke berapa yang sudah berhasil kau tiduri?" Alula tersenyum getir. Matanya tampak memanas.
"Ke berapa ya? Sepertinya ke 80," jawab Kai enteng.
Alula membulatkan matanya mendengar perkataan Kai.
__ADS_1
"Kalau begitu kau tidak usah tidur denganku lagi! Aku tidak mau lagi tidur denganmu!" Alula berteriak di dalam mobil.
"Memangnya kenapa? Masalahnya denganmu apa?" Kai mengapit pipi istrinya.
"Jangan sentuh aku!" Alula menyingkirkan tangan Kai dari pipinya. Ia mengalihkan pandangannya ke depan.
"Aku bercanda!" Kai tertawa melihat Alula yang kesal.
"Aku tidak pernah tidur dengan Bella atau mantanku yang lain," Kai mengambil lengan Alula. Alula menoleh kembali ke arah suaminya.
"Aku hanya melakukannya denganmu. Kau percaya padaku?" Kai menatap mata Alula.
"Tapi, kalian tinggal di Amerika saat kuliah dulu," Alula menyahut.
"Lalu? Jika aku tinggal di Amerika?" Kai menciumi punggung tangan Alula.
"Ya, kan di sana sangat bebas, Kai. Bahkan di sana ada Spring Break. Apa kau pernah datang ke pesta itu?"
Spring Break adalah pesta tahunan sebagian mahasiswa di Amerika Serikat yang super duper liar dan bebas. Pesta ini diadakan di pantai terbesar yang ada di Amerika Serikat. Di pesta Spring Break, para mahasiswa yang datang akan melakukan hal-hal di luar batas seperti melakukan hubungan badan di tempat publik, mabuk-mabukan dan hal di luar batas norma lainnya. Saat pesta itu, para gadis adalah milik bersama.
Kai tampak tersenyum mendengar pertanyaan Alula.
"Aku tidak pernah menghadiri pesta itu. Saat kuliah aku benar-benar konsentrasi untuk belajar bisnis. Karena memang setelah lulus bebanku sangat banyak," papar Kai. Wajahnya berubah menjadi serius.
"Dari dulu aku bertekad untuk tidak meniduri wanita yang tidak akan aku nikahi. Aku hanya akan meniduri wanita yang ku cintai dan benar-benar akan ku nikahi. Aku tidak mau merusak seorang gadis, aku pun tidak ada waktu untuk melakukan hal itu. Percayalah padaku! Aku hanya melakukan itu denganmu saja," lanjut Kai kembali.
Alula terdiam mendengar penjelasan dari suaminya. Ia menatap mata berwarna cokelat itu. Alula melihat tidak ada kebohongan di sana.
"Aku percaya padamu," Alula memeluk tubuh Kai erat.
"Pasti Arabella yang mengatakan ini padamu, iya kan?"
"Dari mana kau tahu?"
Kai tersenyum sinis. Ia sudah tahu jika Arabella akan menggunakan berbagai cara untuk membuatnya kembali.
"Aku hanya menebak. Jika dia berbicara padamu lagi, kau hiraukan saja! Dia hanya akan memberikan pengaruh buruk untuk pernikahan kita."
Alula pun mengangguk.
"Ayo kita ke rumah mommy! Sudah lama kita tidak menginap di sana," Kai mulai menghidupkan kembali mobilnya.
"Baiklah!" Alula menyetujui.
__ADS_1
Kai sengaja mengajak Alula ke rumah orang tuanya agar hubungan Alula dan William menjadi dekat. Dengan begitu, William akan merestui hubungan mereka.