
Cleon saat ini tengah berada di butik milik Chelsea untuk mencari dan membeli kostum yang bisa ia pakai untuk acara Halloween..
"Cleon, kenapa kau tidak mengabariku kau akan datang ke sini?" Sapa Chelsea saat melihat Cleon datang ke butiknya
"Aku tidak ingin mengganggu pekerjaanmu," lontar Cleon seraya menunjukan senyumnya yang sangat manis.
"Kau sungguh tidak menggangguku," Chelsea mencebikan bibirnya.
"Jadi, apa yang bisa aku bantu?" Lanjutnya.
"Aku ingin membeli kostum untuk pesta Halloween lusa nanti," timpal Cleon.
"Baiklah, aku akan menunjukan kostum halloween hasil rancanganku. Ayo ikut aku!" Chelsea berjalan ke arah kostum-kostum Halloween yang ada di lantai 2 butik miliknya. Chelsea dengan lihai menjelaskan kostum-kostum koleksi Halloweennya kepada Cleon.
"Aku ingin ini saja!" Cleon mengambil satu stel kostum Halloween yang tergantung.
"Kau memang punya selera yang bagus," puji Chelsea.
"Kau akan hadir juga kan ke acara Halloween yang diadakan oleh SMA kita?" tanya Cleon.
"Iya, tentu saja. Pesta halloween ini juga kan bertajuk pulang kembali, yang berarti sebagai ajang untuk mempertemukan angkatan kita," seru Chelsea semangat.
"Alula juga akan hadir kok," sambung Chelsea.
"Iya, aku tahu. Alula sudah menghubungiku," jawab Cleon.
Chelsea hanya mengangguk-nganggukan kepalanya.
"Ya sudah, aku bayar dulu kostum ini ke kasir ya," Cleon segera turun dari lantai dua, dan segera membayar kostum itu di kasir.
"Kau akan ke mana?" Tanya Cleon kepada Chelsea yang sedang memakai mantel dan bergegas akan pergi.
"Aku akan ke taman hiburan malam. Aku ingin membeli keju cheddar untuk membuat kue," ujar Chelsea.
"Kenapa kau tidak beli di supermarket saja?" Cleon mengambil bungkusan yang disodorkan oleh kasir.
"Sekalian aku ingin naik wahana permainan disana. Kau ingin ikut?" Ajak Chelsea.
"Baiklah, aku ikut." Cleon berjalan ke arah Chelsea.
"Sha, nanti kau tutup butik ya," kata Chelsea kepada kasirnya yang bernama Shasha.
"Baik, Nona," Shasha mengangguk kepada pemilik butik tempatnya bekerja itu.
Chelsea dan Cleon berjalan kaki untuk sampai di pasar malam yang berjarak sekitar 100 meter dari butik. Mereka tidak menggunakan mobil karena jaraknya lumayan dekat. Terdapat banyak sekali wahana di taman hiburan itu, diantarnya adalah tornado, halilintar, kicir-kicir, bianglala dan lainnya. Chelsea pun mengajak Cleon untuk naik halilintar. Mereka berteriak bersamaan karena wahana ini begitu menantang adrenalin. Chelsea memegang erat tangan Cleon bak seperti sepasang kekasih.
"Cleon, ini benar-benar menyenangkan," Chelsea tertawa senang sesaat mereka turun dari wahana halilintar.
"Kau senang?" Tanya Cleon kepada Chelsea. Chelsea membalas dengan anggukan kepalanya.
"Syukurlah, dia lebih baik sekarang. Untuk saat ini, dia tidak memikirkan mantan kekasihnya yang berandal itu. Dia sahabat Alula, berarti sahabatku juga," gumam Cleon dalam hatinya.
"Kau mau boneka?" Tanya Cleon
"Iya, aku mau," seru Chelsea bersemangat.
Cleon dan Chelsea mendekati wahana tembak-menembak. Cleon memberikan beberapa lembar pounds, lalu ia diberikan coin sebagai syarat untuk menembak.
__ADS_1
Cleon mulai menembak kepada target yang akan di bidiknya. Tembakannya mengenai sasaran.
"Yeaay!!" Chelsea bersorak senang.
"Kau hebat, Cleon!" Pujinya.
Cleon menerima hadiah boneka Lotso (tokoh boneka di film Toy and Story 3) dari penjaga wahana tembak-menembak.
"Ini untukmu," Cleon menyerahkan boneka berwarna ungu itu.
"Terima kasih, Cleon," Chelsea memeluk dan menghirup boneka itu.
"Sekarang, jika aku melihat karakter Lotso aku akan selalu mengingatmu," Chelsea tertawa.
"Jadi kau menyamakan aku dengan boneka jahat itu? Aku ini Buzz Lightyear," cebik Cleon.
"Menuju tak terbatas dan melampauinya, " Cleon menggerakan tangannya persis seperti tokoh Buzz Lightyear.
"Cleon, kau menggemaskan sekali!" Chelsea tertawa gemas di buatnya.
"Ayo, kita naik Bianglala itu!" tunjuk Chelsea kepada bianglala yang tengah berputar. Cleon pun menyetejui dan mereka mengantri untuk membeli tiket wahana tersebut.
"Cleon?" Panggil Chelsea saat mereka kini sudah berada di dalam Bianglala itu.
"Heemm?" Cleon berdehem sembari menikmati pemandangan dari atas Bianglala.
"Kau sudah siap jika nanti Alula datang bersama Kai?" ucap Chelsea hati-hati.
"Tentu saja," mata Cleon beralih memandang langit yang sedikit berkabut.
"Kau sedang memikirkan apa?" Chelsea merasa Cleon tengah memikirkan sesuatu.
"Kenapa tiba-tiba kau mengingatnya?" Chelsea menatap Cleon yang terduduk di depannya.
"Aku hanya mengingat terakhir kali aku ke taman hiburan bersamanya, dan waktu itu pun kami naik Bianglala tetapi itu di kota London," Cleon mengalihkan pandangannya ke arah orang-orang yang berkerumun di bawah.
"Kau masih mencintainya?" Tanya Chelsea seraya menatap lekat pria berprawakan tampan itu.
"Tidak. Setelah aku dikhianati olehnya, aku sudah mengubur dan membuang perasaanku jauh. Aku hanya mengingatnya, karena tidak mungkin aku bisa melupakan yang telah ku lalui bersamanya dengan sempurna," sahut Cleon sendu.
"Yang aku cintai sekarang hanya Alula," terang Cleon.
Entah mengapa hati Chelsea merasa terusik mendengar kata-kata penekanan cinta dari Cleon untuk Alula.
"Jika saja aku jadi Alula, aku tentu akan bahagia," Chelsea bergumam sembari tersenyum getir.
"Kau kenapa?" Tanya Cleon saat melihat perubahan raut wajah Chelsea.
"Aku baik-baik saja. Ayo kita keluar!" Ajak Chelsea karena Bianglala sudah berhenti berputar. Mereka pun keluar dari area wahana Bianglala.
"Ayo, kita pulang!" Ajak Cleon setelah Chelsea membeli keju Cheddarnya.
"Sebentar!" Cleon menghadap jalan Chelsea.
"Ada apa?"
Cleon kemudian membuka topi Beanie nya dan segera memakaikannya kepada kepala Chelsea.
__ADS_1
"Pakailah, kau pasti kedinginan!" Cleon memakaikan topi berwarna hitam itu. Ia kemudian merapikan poni Chelsea yang sudah memanjang.
"Terima kasih, Cleon," pipi Chelsea bersemu merah.
Mereka pun berjalan beriringan untuk sampai ke butik milik Chelsea, karena mereka memarkirkan mobilnya di parkiran butik.
"Aww," Chelsea meringis pelan.
"Kau kenapa?"
"Tidak," Chelsea berjalan terpincang-pincang.
Cleon segera menunduk dan melihat jika sepatu boots milik Chelsea patah di bagian haknya. Chelsea segera melepaskan sepatu boot miliknya. Tangan kirinya segera menjingjing sepatu berwarna nude miliknya, sedangkan tangan kanannya memegang plastik keju Cheddar dan boneka Lotso. Kini kakinya bertelanjang menapaki jalanan yang terbuat dari aspal. Sesekali kakinya menggeliat kedinginan.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Cleon.
"Kakiku sakit," keluh Chelsea pelan.
"Coba ku lihat!" Cleon segera berjongkok dan melihat telapak kaki Chelsea yang kemerahan. Cleon lalu melepaskan sepatu miliknya.
"Pakailah!" Cleon hendak memakaikan sepatunya di kaki Chelsea.
"Cleon, tidak usah!" tolak Chelsea.
"Tidak apa-apa, pakailah!" Cleon mendongkakan kepalanya dan menatap ke wajah Chelsea.
"Cleon, kumohon jangan! Nanti kakimu kedinginan."
"Tidak, aku memakai kaos kaki. Ayo pakailah sepatuku!" Cleon memperlihatkan kaos kaki yang membalut kaki jenjangnya.
"Biar aku saja yang pakai," Chelsea menunduk, kemudian tangannya menyentuh lengan Cleon yang tengah memegang sepatu miliknya. Mata mereka bertemu. Ada desiran yang tidak wajar di hati Chelsea saat melihat manik mata berwarna cokelat itu. Cleon segera mengalihkan matanya. Lalu ia segera berdiri dan membiarkan Chelsea memakai sepatu miliknya.
Mereka berjalan kembali. Cleon membawa boneka lotso milik Chelsea dan berjalan dengan memakai kaos kaki. Sedangkan Chelsea berjalan menyeret sepatu Cleon yang kebesaran di kaki mungilnya. Ini lebih baik dari pada bertelanjang kaki, karena udara begitu dingin.
"Ayo naiklah!" Cleon berjongkok di hadapan Chelsea.
"Naik ke mana?" Chelsea tidak mengerti apa yang Cleon katakan.
"Ayo, naik ke punggungku! Aku kasihan padamu, kau susah berjalan. Ayo cepat! Udara semakin dingin," tandas Cleon.
Chelsea pun mengambil boneka dari tangan Cleon, lalu segera naik ke punggung laki-laki itu. Ia melingkarkan lengannya di leher Cleon seraya memegangi boneka kecil berwarna ungu tersebut. Chelsea menghirup dalam-dalam bau parfum yang tercium dari punggung Cleon.
"Dari wanginya aku kenal, parfum ini parfum Clive Christian. Cleon memang memiliki selera yang sangat bagus. Aku lupa, dia kan seorang anggota dewan muda kota," racau Chelsea dalam hatinya sembari tersenyum senang.
"Cleon, pakai saja sepatumu lagi!" tutur Chelsea.
"Tidak, nanti kakimu kedinginan."
"Baiklah, terima kasih Cleon," Chelsea merebahkan kepalanya di leher Cleon.
Cleon tidak merasa janggal dengan sikap Chelsea karena fikirnya mungkin wanita itu kelelahan.
"Sudah sampai," seru Cleon saat mereka sampai di parkiran butik. Cleon kemudian menurunkan tubuh Chelsea dari punggungnya.
"Cleon, terima kasih banyak. Nanti aku kembalikan sepatu dan topimu jika sudah ku cuci."
"Tidak usah dipikirkan! Ayo kita pulang!"
__ADS_1
Cleon dan Chelsea pun masuk ke dalam mobilnya masing-masing dan berlalu dari parkiran butik mewah yang ada di kota Birmingham itu.
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih š¤š¤