
Tepat pukul 8 malam, Alula sampai di perumahan Boston Villages. Setelah membayar ongkos taksi, Alula segera berjalan ke arah rumah. Saat Alula sampai di pagar rumahnya, ia melihat Kaivan tengah berdiri di depan pintu dengan aura kemarahan yang luar biasa di wajahnya.
"Kai, mengapa kau disini? Ayo kita masuk! Udara dingin tidak baik untukmu," Alula bersikap seperti tidak terjadi apa-apa, walau dia heran dengan raut wajah suaminya. Raut wajahnya kini seperti memendam amarah yang begitu besar.
Dengan sekuat tenaga, Kai menahan emosinya agar tidak meledak di luar rumah. Ia khawatir Alula akan melarikan diri darinya. Kai segera masuk ke dalam rumah. Ia mengunci pintu dan langsung naik ke kamar. Alula pun mengikuti langkah suaminya.
"Dari mana saja kau?" Teriak Kai kepada Alula.
"Aku tadi habis dari cafe. Mengapa kau berteriak kepadaku?" Alula merasa heran dengan sikap suaminya.
"Cih. Habis dari cafe tapi kau memakai mantel pria lain di tubuhmu. Mantel ini untuk menutupi bekas kecupan pria itu kan?" Hardik Kai sambil berjalan mendekati Alula dan menyingkirkan mantel Cleon dari tubuhnya.
"Jaga bicaramu!" Alula mulai terpancing emosi dengan tuduhan yang Kai alamatkan padanya.
"Aku tadi bertemu Cleon untuk menyelesaikan masalahku dengannya. Aku hanya ingin mengatakan, jika dia tidak usah menungguku lagi," Alula berusaha memberikan klarifikasi.
"Kemana kau tadi pergi dengan pria itu?" Kai tampak memancing Alula, apakah gadis itu akan mengatakan yang sebenarnya atau tidak.
"Aku tadi berbicara dengannya di cafe," jawab Alula tenang, karena ia memang sedang tidak berbohong.
"Kemampuan berbohongmu sangat bagus sekali," Kai tersenyum sinis sembari bertepuk tangan. Kemudian Kai menginjak nginjak mantel Cleon yang teronggok di lantai dengan kakinya.
"Aku tidak berbohong!" Sanggah Alula dengan ketakutan melihat amarah Kai.
"Aku tadi melihatmu dengan priamu itu masuk ke sebuah apartemen. Tadi kalian bercinta disana bukan?" Suara Kai menggema di setiap sudut ruangan sunyi tersebut. Kai mengambil foto dari dalam laci dan melemparkan foto-foto saat Alula dan Cleon masuk ke dalam apartemen ke wajah istrinya. Alula berjongkok dan mengambil foto foto tersebut.
"Kai, kau salah paham. Tadi aku ke apartemen Cleon untuk menumpang ke toilet. Lagi pula aku tidak masuk ke dalam kamar apartemen milik Cleon. Aku memakai toilet yang ada di lobby apartemen. Sedangkan Cleon menungguku di sofa. Setelah urusanku selesai di toilet, kami segera pergi ke cafe untuk menuntaskan masalah kami," Alula berdiri dan memandang suaminya sendu.
"Kau pikir aku bodoh? Kai mencengkram lengan Alula dengan kuat.
"Kai sakit!" Rintih Alula kesakitan.
Kai tidak melepaskan lengan Alula, ia malah semakin memperkuat cengkramannya
"Kai, Aku mohon lepaskan tanganku! Tanganku sakit!!" Alula mengibas-ngibaskan lengannya agar Kai mau melepaskan tangannya.
Kai tidak menggubris rintihan Alula. Alula menatap wajah Kai yang seakan akan ingin memakan dirinya hidup-hidup. Kilat amarah benar-benar terpancar di wajah lelaki yang mulai Alula cintai.
"Lepaskan! Aku mohon!!!" pinta Alula dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.
Kai melepaskan lengan Alula. Kai menggiring Alula hingga tubuh gadis itu sampai membentur tembok.
"Kai jangan seperti ini!" Alula berusaha menghindar dari Kai. Kai segera menempelkan lengannya di tembok untuk menyekap tubuh Alula agar tidak bisa kabur.
"Aku sudah bilang jangan pernah berkhianat padaku! Dasar gadis murahan!" Teriak Kai yang begitu memekik di telinga Alula.
"Aku tidak mengkhianatimu!" Alula balas berteriak. Air mata mulai meleleh di pipinya melihat sikap Kai yang seolah tak ia kenali.
__ADS_1
"Katakan! Katakan jika kau mencintai pria itu!" Ucap Kai dengan amarah yang meluap-luap.
"Katakan !!" Kai semakin murka karena Alula hanya diam.
"Ya, aku mencintainya. Aku memang sangat mencintainya dan berharap hidup dengannya. Kau puas?" Alula berteriak dengan sangat kencang.
"Bagaimana bisa kau memaksaku untuk mengakui bila aku mencintai pria lain? sedangkan hatiku mulai jatuh cinta dengan suamiku sendiri yang tak lain adalah kau."
Tangan Kai mengepal, ia melayangkan tinjunya ke arah wajah Alula. Alula memejamkan matanya, bersiap untuk menerima pukulan suaminya. Tetapi, kepalan tangan Kai berhenti tepat di depan hidung Alula. Alula membuka matanya. Kai memukulkan lengannya ke tembok yang ada di samping wajah Alula.
Kai mengatur nafasnya yang kian cepat karena amarah yang bergelora di dalam dirinya.
"Jadi, selama ini kau menolakku karena tubuhmu ini sudah terjam*h pria brengs*k itu?" Kai terlihat semakin naik pitam.
"Sekuat tenaga aku berusaha untuk tidak menuntut apapun darimu, tetapi kau malah mengkhianatiku dan pernikahan ini. Aku benar-benar sudah tertipu dengan sikap polosmu itu," lanjut Kai dengan berapi-api.
"Jaga bicaramu! Aku tidak pernah melakukan hal itu dengan Cleon atau dengan siapapun," sahut Alula dengan menangis sesenggukan.
"Diam kau wanita murahan!!"
"Aku bukan wanita murahan! Aku tidak pernah melakukan sesuatu yang tidak-tidak dengan pria lain!" Bantah Alula.
"Aku bersumpah untuk itu," imbuh Alula dengan terisak.
"Benarkah? Kalau begitu aku yang akan menilai, apakah tubuh ini benar sudah ternoda atau tidak!" Kai menarik lengan Alula dan menjatuhkannya secara kasar di atas kasur.
"Kai, jangan!" Jerit Alula saat Kai menindih tubuhnya.
"Inilah balasannya jika kau mempermainkanku!" Desis Kai di telinga Alula.
"Kai, aku mohon lepaskan aku!" Alula menjerit sembari menangis.
Kai semakin kalap, ia mulai menyobek baju Alula. Alula menggigit bahu Kai sekuat tenaga dan mendorong tubuhnya hingga tersungkur.
"Dasar wanita tidak tahu diri!!" Hardik Kai seraya memegangi bahunya yang tampak mengeluarkan darah. Alula segera memanfaatkan momen itu untuk kabur. Ia segera menuruni tangga dan berlari ke arah pintu.
"Di mana kuncinya?" Alula semakin panik saat kunci rumahnya tidak menggantung di pintu.
"Aku harus meminta tolong kepada bibi May," Alula berlari ke arah kamar belakang yang merupakan kamar bibi May, asisten rumah tangganya.
"Kemana bibi May?" Alula mengedarkan matanya yang sudah sembab di dalam kamar bibi May. Ia tak melihat wanita paruh baya itu di kamarnya.
Alula segera menutup pintu dan berlari ke dalam kolong kasur yang ada di kamar bibi May. Ia berharap Kai tidak menemukannya disana. Alula menutup mulutnya dengan lengan agar ia tidak bersuara.
Sementara itu, Kai sudah mengendalikan rasa sakitnya akibat gigitan dari Alula. Ia bergegas mencari istrinya. Ia memeriksa setiap sudut ruangan di lantai dua untuk menemukan Alula.
"Kemana kau sayang? Ayolah keluar! Mari kita bersenang senang malam ini!!" ucap Kai saat ia turun dari tangga dan tiba di lantai bawah.
__ADS_1
"Alula sayang keluarlah! Aku akan menghapus jejak tubuh laki-laki laknat itu di tubuhmu," desis Kai dengan suara yang begitu menyeramkan.
Kai segera mengecek pintu dan pintu tersebut masih terkunci.
"Ternyata kau masih ada di rumah ini," Kai menyeringai jahat. Ia lalu memeriksa semua ruangan yang ada di lantai satu. Semua ruangan yang ada di rumah itu sudah Kai periksa, hanya kamar bibi May yang belum ia periksa.
Kaivan membuka kamar bibi May. Matanya menyapu seluruh ruangan untuk mencari Alula. Sementara Alula berusaha sekuat tenaga untuk tidak bersuara, ia masih membekap bibirnya dengan tangan. Air mata mengucur dengan deras, karena ia begitu takut akan kemarahan Kai. Alula memperhatikan langkah kaki Kai yang memeriksa setiap sudut kamar bibi May. Kai membuka lemari juga memeriksa kamar mandi yang ada di dalam kamar bibi May. Alula mengambil ponsel yang ada di saku celananya, ia menghubungi nomor Cleon dengan ponsel itu. Panggilan terhubung, tetapi Cleon tak kunjung mengangkat telfonnya.
Kai hendak menutup kembali pintu kamar bibi May saat ia tidak menemukan Alula. tetapi saat Kai akan menutup pintu, ia melihat jari kaki Alula yang keluar dari bawah ranjang. Kai tersenyum jahat saat ia sudah tahu persembunyian istrinya.
"Kai lepaskan aku!" Alula berteriak ketakutan saat Kai menggusur kakinya dari bawah ranjang.
"Sudah kubilang, kau tak akan pernah bisa lari dariku!" Kai memegangi erat tubuh Alula.
"Kai lepaskan!" Alula menendang kaki Kai dan menyikut perutnya, Alula juga menggigit lengan Kai sekuat tenaga. Tapi sia sia, Kai sudah tidak memerdulikan rasa sakit yang Alula buat di tubuhnya.
Kai mengambil ponsel Alula yang ada di lantai dengan satu tangannya. Sedangkan satu tangannya dilingkarkan di leher Alula. Kai menempelkan ponsel itu di telinganya saat seseorang terlihat menjawab panggilan telfon Alula.
"Hallo, Al? ada apa?" terdengar suara Cleon dari balik telfon.
"Cleon?" Alula berteriak. Kai segera membekap mulut Alula dengan lengannya.
"Hallo, Al? suaramu tidak terdengar," timpal Cleon. Kai segera membanting ponsel itu sehingga terhambur menjadi beberapa bagian.
"Berani-beraninya kau menelfon pria itu di dalam rumahku!!!" Kai semakin geram dan naik pitam saat mengetahui Alula menelfon Cleon.
Kai segera menyeret Alula keluar dari kamar asisten rumah tangganya. Kemudian ia memangku tubuh Alula yang mungil dan membawanya ke kamar mereka yang ada di lantai dua.
"Kai hentikan! Aku mohon!" Pinta Alula dengan ketakutan.
"Malam ini kau harus menjadi milikku!!" Kai menjatuhkan tubuh Alula di atas kasur, lalu ia segera menindih tubuh Alula kembali dengan tubuhnya. Kai menciumi Alula kembali dengan paksa dan kasar.
"Hentikan aku mohon! Kau benar-benar menakutiku!" Alula merintih ketakutan.
Kai tidak memperdulikan teriakan Alula. Ia malah semakin bernafsu melihat Alula yang ketakutan tak berdaya di bawah kungkungan tubuhnya.
Kai segera melucuti pakaian Alula, sehingga kini gadis itu tidak memakai sehelai benang pun di tubuhnya. Kai mulai menciumi dan menjam*h sejengkal demi sejengkal tubuh istrinya. Sementara itu, Alula yang sudah kehilangan tenaganya tampak melawan dengan sisa-sisa tenaga yang ada. Ia berusaha mendorong tubuh Kai, tetapi tidak berhasil. Tenaga Kai memang sangat kuat. Pada akhirnya, Alula hanya bisa menangis dan pasrah mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya. Setelah melihat Alula benar-benar tidak berdaya, Kai segera melepaskan sisa pakaian di tubuhnya dan mulai mencoba untuk menyatukan tubuhnya dengan tubuh Alula.
"Mengapa sangat susah? " gumam Kai dalam hatinya.
"Kai sakit!!" Rintih Alula saat sesuatu mulai memasuki tubuhnya.
"Kai itu benar-benar menyakitkan!! Aku mohon hentikan! Hentikan Kai!!" Alula menjerit sambil memejamkan matanya dan merem*s Kain seprei. Air mata terus keluar dari kedua sudut matanya. Kai tidak memperdulikan teriakan kesakitan istrinya. Ia mulai menggerakan tubuhnya. Malam ini, Alula benar benar kehilangan kesucian yang direnggut secara paksa oleh suaminya.
"Kai, aku membencimu !!!"
Jangan lupa untuk memberikan like, vote dan rate 5 untuk mendukung Author. Terimakasih š¤
__ADS_1