
Sudah 3 hari Alula pulang ke rumah, dan sudah tiga hari pula hubungannya dengan Kai terlihat begitu kaku dan dingin. Alula mendiamkan Kai dan hanya berbicara seperlunya saja dengan suaminya. Sikap Alula yang mengacuhkannya, begitu mempengaruhi Kai. Ia sangat merindukan waktu-waktu berdua bersama istrinya.
Kai menghampiri Alula yang sedang masak di dapur dengan bibi May.
"Sayang!" Kai melingkarkan lengannya di pinggang Alula. Bibi May yang melihat langsung bergegas pergi dari dapur.
Alula tak bergeming. Ia tidak menjawab pertanyaan suaminya. Alula masih sibuk mengiris tomat di atas talenan.
"Kenapa kau mendiamkanku?" Kai menciumi rambut istrinya.
Kai membalikan tubuh Alula menghadapnya.
"Mengapa kau mendiamkanku dan mengapa sudah tiga hari ini kau tidak bekerja?" Tutur Kai lembut sambil merapikan rambut Alula yang sedikit tergerai ke wajahnya dan menyelipkannya di telinga.
"Aku tidak mau bekerja lagi disana," Alula menatap sendu mata suaminya.
"Mengapa?" Kai menangkup pipi Alula dengan lengannya.
"Karena kau! Kau kan yang datang kepada rektor supaya menerimaku di sana?"
"Kau tahu dari siapa?" Kai menurunkan lengannya dari pipi Alula.
"Aku tahu saja," jawab Alula cepat.
"Kai, kau tidak perlu melakukan itu!! Aku bisa mencari pekerjaan sendiri, aku tidak mau bekerja dengan cara seperti ini," Alula berkata dengan raut wajah yang sedih.
"Aku tidak bermaksud apapun padamu. Aku hanya ingin membantu istriku sendiri. Apakah salah?" Jelas Kai dengan lembut. Kai berfikir ia tidak boleh menggunakan kekerasan lagi untuk menaklukan hati Alula. Semakin ia kasar, semakin Alula berniat untuk kabur darinya.
"Aku tahu, Kai. Tapi aku mohon jangan lakukan itu! Biarkan aku berusaha sendiri."
"Baiklah. Jika itu maumu," Kai menyetujui.
"Untuk masalah fotoku dan Bella. Aku datang ke Rumah Sakit karena ibunya menelfonku. Dia bilang Bella frustasi dan mencoba mengakhiri hidupnya gara-gara aku. Aku hanya merasa bersalah saja dan ingin tahu bagaimana keadaannya. Maka dari itu aku datang. Dan untuk foto itu, Bella menarik dan memelukku. Aku tidak memeluknya," Kai mencoba menjelaskan mengenai fotonya dan Arabella yang tengah berpelukan.
"Apa kau masih mencintai Arabella?" Alula menatap mata cokelat Kai yang sedang menatap lekat pada matanya.
"Tidak. Aku sudah mencintai orang lain sekarang," Kai mengelus pipi Alula lembut.
"Siapa?" Tanya Alula penasaran.
"Kau ingin tahu?" Kai balik bertanya.
Alula mengangguk cepat. Ia ingin segera tahu siapa wanita yang dicintai oleh suaminya. Diam-diam Alula berharap wanita itu adalah dirinya.
"Nanti aku akan memberi tahumu," Kai tersenyum, kemudian ia berjalan meninggalkan dapur.
"Kai! Ayo beri tahu aku!" Alula berlari mengejar suaminya.
__ADS_1
"Aku tidak mau!" Ucap Kai dengan tawa kecil.
"Ayo beri tahu aku!" Alula melompat ke punggung Kai dan melingkarkan lengannya di leher suaminya.
"Tidak mau!" Kai menggelengkan kepalanya.
"Ayolah! Aku ingin tahu," Alula turun dari punggung Kai.
"Aku akan memberi tahumu, tapi bukan sekarang," Kai segera naik ke tangga untuk menuju kamarnya.
"Kau benar-benar menyebalkan," gerutu Alula dari bawah tangga.
*****
Hubungan Alula dan Kai semakin membaik. Kai tidak pernah memaksa Alula lagi untuk melakukan apa yang ia inginkan. Hari ini adalah hari sabtu di bulan Februari, Alula sedang memperhatikan Kai yang tengah mencuci mobil di pekarangan rumahnya dari balik gorden. Kai mau mencuci mobil miliknya sendiri, karena Alula selalu menyuruhnya untuk mandiri selagi ia bisa mengerjakan pekerjaan itu dengan tangannya sendiri.
Kai melirik ke arah gorden yang terbuka sedikit, ia melihat istrinya diam-diam sedang memperhatikan dirinya.
"Kemarilah! Aku tahu kau di sana," ujar Kai kepada Alula dengan senyum menawannya.
Alula segera berjalan mendekati Kai yang tengah membersihkan tangannya.
"Mengapa kau memperhatikanku seperti itu?" Kai memeluk pinggang Alula.
"Hari ini kan hari valentine, Kai. Kebiasaan negara kita saat hari valentine adalah memperhatikan pria yang lewat di sekitar rumah sebelum fajar terbit. Nah, pria yang pertama kita lihat, dipercaya akan menikah dengan kita di tahun ini," papar Alula.
"Oh, iya aku lupa jika aku sudah menikah denganmu!!" Alula menepuk keningnya sendiri.
Kai semakin gemas dengan tingkah istrinya. Ia langsung memeluk erat Alula di pelukannya. Kai mencium dalam-dalam wangi rambut Alula. Hal yang selalu membuatnya begitu candu setiap hari.
"Bersiaplah!"
"Bersiap untuk apa?" Alula bingung dengan perkataan rancu suaminya.
"Bersiaplah! Hari ini aku akan mengajakmu jalan-jalan, kita rayakan hari valentine ini. Bawalah baju karena kita akan menginap dan pulang esok hari!" tutur Kai masih dengan memeluk istrinya.
"Benarkah? Yeaay, akhirnya kita jalan-jalan lagi!!" Alula berteriak kegirangan.
"Ya sudah, aku siap-siap dulu," Alula melepaskan diri dari pelukan suaminya dan segera berlari ke dalam rumah. Kai hanya tertawa melihat tingkah Alula.
"Sudah siap?" Tanya Kai saat Alula turun dari tangga dengan sebuah koper mini kecil untuk menyimpan peralatan miliknya dan milik Kai.
"Ayo!" Alula terlihat sangat bersemangat.
Alula dan Kai segera masuk ke mobil. Salju sudah sangat menipis karena musim semi akan segera datang. Kai mengemudikan mobilnya ke arah kota Newquay. Kai dan Alula akan pergi berlibur ke pantai Watergate Bay.
Alula menyenderkan kepalanya di bahu Kai yang sedang menyetir sembari ikut bernyanyi menikmati alunan lagu yang dimainkan di tape mobil.
__ADS_1
"Happy, bring me down, can't nothing bring me down, love is too happy to bring me down, can't nothing bring me down," Alula menyenandungkan lagu Happy milik Pharell, sementara kepalanya masih bersandar di bahu suaminya.
Kai fokus menyetir dengan kacamata hitam yang bertengger di matanya. Kai tersenyum mendengar suara merdu istrinya. Sesekali ia mencium kepala Alula yang tengah bersandar pada bahunya.
Setelah menghabiskan perjalanan 4 jam lebih 12 menit. Akhirnya Kai dan Alula sampai di kota Newquay yang terletak di wilayah pantai utara Cornwall. Mereka memarkirkan mobilnya di sebuah hotel yang menghadap langsung ke spot pemandangan pantai.
Kai sudah memesan kamar hotel secara online. Mereka lalu check in dan segera masuk ke kamar hotel yang sudah dipesan.
"Ayo, Kai! Kita jalan-jalan ke pantai!" Alula menatap pantai yang sedikit memutih. Salju memang sudah sedikit mencair yang menandakan musim dingin akan segera digantikan dengan musim semi.
"Ayo!"
Kai dan Alula berjalan beriringan di pantai Watergate Bay yang memiliki warna pasir keemasan. Tangan mereka saling bertautan satu sama lain, seakan tidak ingin dipisahkan oleh apapun. Mereka berlari-larian di atas pasir dengan wajah yang sangat bahagia.
"Kai lihatlah!" Alula mencoba menggambar wajah suaminya di atas pasir.
"Jelek sekali gambarmu!!" ledek Kai kepada Alula.
"Kau ini selalu saja menyebalkan!"
Kai tertawa melihat raut wajah kesal istrinya. Kemudian, Kai ikut menulis di atas pasir dengan telunjuk jarinya. Ia menulis K Love A.
Senyum di wajah Alula seketika langsung memudar. Ia menyangka A adalah Arabella.
"Kau kenapa?" Tanya Kai saat ia melihat perubahan di raut wajah Alula.
"Tidak, Kai!" Alula berkilah.
Kai tersenyum. Ia tahu apa yang sedang dipikirkan oleh istrinya. Kai langsung memangku tubuh Alula dan berlari ke arah air pantai.
"Kai, kau menyebalkan!" Alula kembali ceria karena sikap suaminya.
Kai dan Alula berlari lari mengejar ombak dan saling menciprati tubuh mereka masing-masing dengan air laut.
"Kau sudah puas?" Tanya Kai kepada Alula. Mereka kini mendudukan tubuhnya di atas pasir.
"Iya, aku sudah puas. Aku berharap bisa kembali lagi ke sini," harap Alula.
"Aku akan membawamu kembali ke sini lagi!"
"Benarkah? Terimakasih Kai!" Alula memeluk tubuh Kai erat.
"Jika kau sudah puas. Ayo kita kembali ke hotel! Aku ingin mengajakmu makan malam."
"Baiklah," Alula segera berdiri dan menggandeng lengan Kai untuk kembali ke hotel.
Jangan lupa untuk memberikan like, komen, vote dan rate 5 untuk mendukung Author. Terimakasih š¤
__ADS_1