Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Patah Hati Kembali


__ADS_3

Chelsea sampai ke rumahnya dengan di antar oleh Cleon. Wajahnya tak henti mengukir senyum karena bahagia dengan apa yang kekasihnya lakukan tadi.


"Cleon, hati-hati!" Chelsea melambaikan tangannya setelah mobil Cleon mulai melaju menjauh dari rumahnya.


Setelah mengantar Chelsea, Cleon segera bergegas pulang ke rumah kedua orang tuanya untuk beristirahat.


"Bev?" Sapa Cleon ketika melihat Beverly keluar dari dalam rumah miliknya.


"Hey, Cleon!" Beverly tersenyum semanis mungkin.


"Kau sedang apa?"


"Aku baru memasak bersama mamamu. Hari ini tante Alice mengajariku memasak," jawab Beverly dengan bangga.


"Terima kasih Bev sudah menemani mama. Kak Henry memang sudah kembali ke Kanada. Jadi, mamah sendirian di rumah. Tetapi, tiga hari lagi mama akan kembali ke London."


"Sama-sama. Aku sudah menganggap mamamu mama ku sendiri. Mamamu akan bekerja kembali?" Tanya Beverly penasaran.


"Iya. Mama akan bekerja kembali," Cleon melihat raut kecewa dari wajah Beverly.


"Kau kenapa?" Lanjutnya.


"Aku hanya sedih jika tante Alice kembali ke kota London. Siapa yang akan mengajariku memasak lagi? Oh iya, kau habis pergi dari mana?" Beverly memperhatikan penampilan Cleon yang terlihat rapi.


"Tenang saja! Setiap weekend mama akan pulang. Aku baru saja dari Kingsbury Water Park. Aku baru menyatakan perasaanku kepada Chelsea," tutur Cleon apa adanya.


Raut wajah Beverly seketika berubah saat mendengar Cleon sudah mengungkapkan perasaannya kepada Chelsea.


"Jadi, kalian sudah berpacaran?" Beverly tersenyum getir.


"Iya, Bev. Aku tidak menyangka akan berpacaran dengan teman SMA," Cleon tersenyum.


"Selamat kalau begitu," ucap Beverly pelan.


"Terima kasih, Bev. Aku pun berharap kau menemukan pria yang mencintaimu dan bisa membahagiakanmu."

__ADS_1


"Aku hanya berharap kau yang membahagiakanku, bukan pria lain. Mengapa kau sangat tidak peka? Tapi ya sudahlah cinta memang tidak bisa di paksa," Beverly berkata di dalam hatinya.


Beverly menahan kegetiran dalam hatinya. Ini kedua kali cintanya bertepuk sebelah tangan.


"Kalau begitu, aku pulang dulu ya?" Beverly terlihat tidak bersemangat dan langsung pergi dari halaman rumah Cleon tanpa menunggu Cleon menjawab perkataannya.


"Ada apa dengan Bev?" Cleon merasa heran dengan perubahan mendadak raut wajah Beverly tadi. Tak lama kemudian Cleon masuk ke dalam rumahnya untuk beristirahat.


***


"Sayang bagaimana memasaknya?" Tanya Kate antusias ketika melihat Beverly masuk ke dalam rumahnya.


Beverly tidak menyahuti perkataan ibunya dan memilih untuk langsung masuk ke dalam kamar.


Sesampainya di kamar, Beverly langsung menangis. Ia menangisi nasibnya yang selalu kurang beruntung dalam masalah percintaan.


"Hatiku sakit sekali!" Beverly menepuk-nepuk dadanya.


"Bev, sayang? Kau baik-baik saja?" Kate mengetuk pintu kamar putrinya.


"Biarkan mommy masuk, Nak," Kate tampak khawatir.


"Mommy pergi saja! Beverly ingin sendiri dulu."


Kate pun memutuskan untuk meninggalkan Beverly agar ia bisa menenangkan pikirannya terlebih dahulu. Beverly segera mengambil ponselnya dan menyetel lagu Stitches untuk menemani kesedihannya.


"Ya, tak seorang pun pernah membuatku sesakit ini," Beverly menghayati lagu yang ia dengar.


Saat Beverly masih sibuk dengan tangisnya, tiba-tiba ponselnya berdering.


"Hallo? Ada apa? Kau menggangguku yang sedang menangis!" Beverly membentak orang yang ada di sebrang telfon.


"Nona Beverly?" Panggil seseorang di sebrang telfon.


"Iya ada apa? Gara-gara telfon darimu, laguku terhenti dan aku harus menjeda tangisku," Beverly masih mengoceh.

__ADS_1


"Ini aku Rachel," sahut Rachel, sekretaris pribadi Kai di kantor.


"Oh, Nona Rachel. Maaf aku tadi hanya bercanda. Ada apa ya?" Beverly kaget mengapa Rachel menelfonnya. Ini pertama kalinya sekretaris pribadi itu menelfon dirinya. Saat di kantor, mereka hampir tidak pernah bersua satu sama lain.


"Aku hanya ingin menyampaikan amanat dari Tuan Kai."


"Amanat? Amanat apa?" Beverly sudah berpikiran buruk ketika mendengar nama Kai.


"Tuan Kai ingin memberikan hadiah untuk anda jalan-jalan ke luar negeri karena and sudah memberi tahu keberadaan istrinya," jelas Rachel.


"Ma-maksudmu?" Beverly masih tidak mengerti.


"Iya, tuan Kai tahu di mana keberadaan istrinya karena berkat bantuan anda Nona Beverly. Tuan Kai dan istrinya sedang ada sedikit masalah dan anda sudah membantunya untuk menemukan Nona Alula. Sebagai ucapan terima kasihnya, dia memberikan anda paket liburan ke luar negeri selama seminggu. Anda bebas memilih negara tujuan yang akan anda kunjungi," Rachel menjelaskan lebih lanjut.


"Benarkah? Ini bukan prank untuk konten yout*be kan?" Beverly memastikan.


"Tentu saja ini benar. Anda sudah memiliki passpor? Agar lebih mudah untuk mengurus keberangkatannya."


"Tentu. Aku sudah memiliki passpor," jawab Beverly dengan sumringah. Kapan lagi kan ke luar negeri gratis?


"Kalau begitu silahkan pilih negara tujuan anda, Nona. Setelah itu kami akan melakukan reservasi untuk tiket pesawat dan hotel di sana. Anda juga tidak perlu khawatir, kantor memberikan uang saku untuk anda selama berlibur di sana."


"Baiklah. Nanti aku kabari kembali," Beverly semakin gembira dengan apa yang ia dengar.


"Baiklah kalau begitu, saya akhiri panggilannya. Selamat malam, Nona," Rachel mengakhiri.


"Selamat malam," Beverly menutup telfonnya.


"Kai kerasukan setan apa? Biasanya dia sangat galak jika berhubungan denganku," Beverly mengingat prilaku Kai yang selalu saja tak ramah padanya di kantor.


"Alula dan Kai benar-benar memberikan contoh jika saling membenci sewajarnya saja, takutnya nanti berjodoh. Alula benar-benar mengubah hidup Kai saat ini. Kai sampai mau memberikanku hadiah hanya karena aku memberi tahu keberadaan istrinya. Memang ada masalah apa di antara mereka? Ah sudahlah! Tidak ada urusannya denganku. Aku akan pergi ke mana ya?" Beverly membuka internet dan mencari daftar negara yang ingin ia kunjungi.


"Ah, aku pergi ke sini saja," Beverly tersenyum ketika melihat peta negara Kanada di ponselnya.


Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2