Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Menolong Seorang Gadis


__ADS_3

Cleon bertemu dengan Chelsea di restoran yang berada di pusat kota Birmingham. Cleon tidak menjemput Chelsea, karena Chelsea membawa mobil sendiri. Chelsea beralasan jika sesudah makan malam, ia akan pergi ke rumah paman dan bibinya.


"Kau sangat cantik!" Puji Cleon melihat Chelsea yang sedang memakai gaun berwarna biru dengan motif bunga-bunga.


"Terima kasih," Chelsea tersenyum malu.


Cleon menarik kursi untuk Chelsea duduk. Sekelebat wajah Alula ia lihat. Cleon mengingat saat ia sedang makan dengan Alula. Cleon selalu menarik kursi untuk Alula duduk.


"Cleon?" Panggil Chelsea.


"Iya?" Cleon terbuyar dari lamunannya.


"Kau sedang memikirkan apa?"


"Ah, tidak. Aku tidak sedang memikirkan apapun," kilah Cleon.


Cleon mendudukan dirinya dan mereka mulai makan dengan hening.


"Cleon? Ayo kita dansa!" Ajak Chelsea setelah mereka menghabiskan makan malamnya.


Cleon segera berdiri dan menadahkan tangannya kepada Chelsea. Tangan kiri mereka berpegangan. Sementara lengan kanan Chelsea di bahu Cleon. Lengan kanan Cleon menyentuh pinggang Chelsea. Mereka bergerak mengikuti musik tango yang mengalun.


"Alula? Malam ini kau cantik sekali!" Ucap Cleon yang tengah menatap wajah Chelsea. Cleon rupanya teringat ketika moment ia berdansa dengan Alula saat malam prom night.


"Alula? Aku bukan Alula!" Chelsea melepaskan lengannya dari bahu Cleon.


"Chel, maaf!" Cleon mengusap wajahnya kasar.


"Ku mohon kau mengerti! Aku belum bisa melupakan Alula sepenuhnya. Akan tetapi, aku selalu mencoba dan berusaha untuk melupakannya. Ku mohon bersabarlah!" Cleon mencoba menjelaskan suasana hatinya kepada Chelsea.


"Tidak apa-apa, Cleon. Aku akan menunggu!" Chelsea tersenyum. Tekad Chelsea sudah bulat untuk mendapatkan Cleon. Ia memang harus bersabar jika ingin menggantikan posisi Alula di hati Cleon.


"Kalau begitu, aku punya sesuatu untukmu!" Cleon mencoba mencairkan suasana yang canggung.


"Apa?" Chelsea mulai ceria kembali.


"Lihatlah ke belakang!" Perintah Cleon. Chelsea menoleh dan melihat dua orang waitress tengah membawakannya bunga juga sebuah kue black forest.


"Happy birthday, Chel!" Cleon mengambil bunga dan kue itu ke hadapan Chelsea.


"Dari mana kau tahu aku ulang tahun?" Chelsea tampak terharu dengan sikap Cleon.


"Kita kan teman SMA," jawab Cleon.

__ADS_1


"Aku tahu tanggal lahirmu dari booklet sekolah. Untung kemarin aku membuka booklet dan melihat jika kau berulang tahun tepat pada hari valentine."


Chelsea segera meniup lilin yang berada di atas kue black forest itu. Cleon menyimpan kue tersebut di atas meja. Kemudian, Cleon memberikan sebuah buket bunga mawar berwarna merah. Chelsea menciumi bunga yang ada di tangannya.


"Cleon, terima kasih!" Chelsea memeluk tubuh Cleon. Cleon pun membalas memeluk tubuh Chelsea.


"Aku memang belum mencintaimu. Tetapi yang harus kau tahu, kau selalu membuatku nyaman ketika berada di dekatmu," batin Cleon.


****


Cleon menyetir di keheningan malam. Ia sedang dalam perjalanan menuju rumah orang tuanya. Sebelum pulang, Cleon mengikuti mobil Chelsea. Ia tidak ingin kejadian yang menimpa Alula saat dulu ia tidak menjemputnya menimpa Chelsea. Setelah melihat Chelsea masuk ke dalam rumah pamannya, Cleon segera bergegas pulang.


Mobil Cleon melewati sebuah club malam yang terkenal di kota Birmingham. Ia melihat seorang gadis yang tak asing tengah diganggu oleh dua orang pria yang tengah mabuk


"Beverly?" Gumam Cleon dari dalam mobilnya.


Cleon melihat salah satu pria itu menampar pipi Beverly, karena gadis itu menampik lengan pria yang mencoba menyentuh tubuhnya. Sedangkan satu pria lagi mulai memegangi lengan Beverly. Cleon segera turun dari mobilnya.


"Hentikan!" Bentak Cleon.


"Cleon?" Panggil Beverly lirih. Ia sedang menangis sekarang.


"Lepaskan gadis itu!" Cleon menatap tajam pria yang tengah memegangi lengan Beverly.


Rahang Cleon mengeras. Ia segera mendatangi pria yang menampar Beverly tadi. Tanpa basa-basi, Cleon segera menghajar pria itu hingga tersungkur. Pria yang tengah memegangi Beverly pun menyerang Cleon ketika melihat temannya kalah. Tetapi, Cleon bisa menangkis serangan itu. Cleon menghajar wajah dan juga perutnya sehingga pria itu pun ikut tersungkur.


"Ayo!" Ucap salah seorang pria itu. Akhirnya mereka memilih untuk kabur dari sana ketika mengetahui Cleon jago berkelahi.


"Kau tidak apa-apa?" Cleon mendekati Beverly yang tengah menangis.


"Cleon, aku takut!" Beverly memeluk Cleon sembari menangis.


"Bev? Lepaskan! Kau sudah aman sekarang," Cleon merasa tidak nyaman dengan pelukan itu. Beverly pun melepaskan pelukannya.


"Mana mobilmu?" Cleon mengedarkan pandangannya mencari mobil Beverly.


"Aku ke sini naik taksi. Aku sedang tidak mood menyetir," Beverly menghapus air matanya.


"Ayo ku antarkan kau pulang!" Ajak Cleon.


Satu hal yang istimewa dari Cleon adalah dia selalu baik dan menolong semua orang. Termasuk Beverly, Cleon tahu Beverly memusuhi dan berniat buruk kepada Alula. Akan tetapi, ia tidak bisa diam ketika melihat seorang wanita yang hendak direndahkan harkat dan martabatnya oleh pria jahat.


Beverly pun masuk ke dalam mobil Cleon.

__ADS_1


"Sedang apa kau di club malam? Itu tidak baik untukmu, apalagi kau seorang wanita. Kau lihat? Tadi para pria mabuk itu mencoba untuk melecehkanmu. Sebaiknya hindari datang ke tempat seperti itu!" Cleon mencoba menasehati Beverly saat ia sudah di dalam mobil.


"Aku hanya sedang ingin melampiaskan semuanya. Aku baru menyadari jika semua tindakanku selama ini untuk merebut hati Kai percuma dan sia-sia," sahut Beverly.


"Syukurlah jika akhirnya kau mengerti! Tapi jangan dilampiaskan dengan minum-minum! Itu tidak baik untuk kesehatanmu dan kau bisa hilang kesadaran saat mabuk. Bayangkan jika kau tengah tidak sadar dan seseorang mencoba melecehkanmu!" Cleon mengingat dirinya yang tengah mabuk dan mencium paksa Chelsea di apartemennya. Setelah kejadian itu, ia bertekad untuk tidak minum minuman yang mengandung alkohol lagi.


"Iya, kau benar. Aku hanya kalut saja. Aku ingin melupakan Kai."


"Wajahmu luka. Biar aku obati!" Cleon mengambil sapu tangan dan betadine dari dashboard mobil miliknya.


"Aww sakit!" Ringis Beverly, saat sapu tangan yang sudah diberi betadine Cleon tekankan pada sudut bibirnya yang berdarah.


"Diamlah!" Lengan kiri Cleon memegangi leher Beverly. Sementara tangan kanan Cleon sibuk mengelap sudut bibir Beverly dengan sapu tangan miliknya. Beverly menatap wajah Cleon. Ia baru menyadari tampannya ketua tim basket Ball itu. Mata Beverly menjelajah di wajah Cleon. Matanya memperhatikan mata Cleon yang berwarna cokelat terang.


"Aku baru menyadari matanya berwarna cokelat. Sama dengan warna mata Kai."


"Sudah!" Seru Cleon menyadarkan Beverly yang tengah menatapnya.


"Baiklah. Ayo kita menuju rumahmu!" Cleon segera melajukan mobilnya.


Beverly menatap Cleon yang tengah menyetir di sampingnya. Beverly teringat ketika ia satu kursi dengan Cleon saat mereka camping ke Riddings Wood Lodges. Beverly mengingat saat ia dan Cleon saling tertidur di bahu masing-masing ketika perjalanan pulang.


Beverly pun mengingat saat Cleon menolongnya, ketika peristiwa sesudah olahraga. Waktu itu, para murid laki-laki merencanakan untuk menyiram tubuh Beverly yang tengah memakai kaos olahraga. Para siswa itu melakukannya agar bra Beverly terlihat. Mereka memang menyukai Beverly yang cantik. Sesudah pelajaran olahraga, para murid pria mengguyurkan air ke tubuh Beverly. Otomatis branya langsung terlihat dengan jelas, karena baju olahraganya berwarna putih tulang. Cleon yang melihat segera menolongnya dengan memakaikan jaket miliknya di tubuh Beverly.


"Cleon? Terima kasih karena sudah menolongku!" Kata Beverly tulus.


"Sama-sama," tukas Cleon dengan singkat.


Akhirnya mobil mereka pun sampai di depan rumah Beverly.


"Cleon, sekali lagi terima kasih. Aku tidak tahu apa yang terjadi denganku, jika kau tidak datang," ujar Beverly.


"Iya. Sekarang masuklah ke rumahmu!" Perintah Cleon.


"Aku ambil sapu tanganmu. Setelah aku cuci, aku akan mengembalikannya padamu," Beverly mengambil sapu tangan yang Cleon gunakan untuk mengobati lukanya.


"Untukmu saja!"


"Baiklah," Beverly segera keluar dari dalam mobil Cleon.


"Mengapa aku mengabaikan keberadaanmu dan hanya fokus kepada Kai? Padahal kau adalah pria yang tak kalah sempurna dari Kai," Beverly menatap mobil Cleon yang pergi meninggalkan rumahnya.


Jangan lupa untuk memberikan like, komen, vote dan rate 5 untuk mendukung Author. Terima kasih šŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2