
Mereka berdua tampak terkejut dan langsung bersitatap dalam hening.
"Maaf Cleon!" Beverly menurunkan lengannya dari lengan Cleon. Cleon pun menurunkan pandangannya dari wajah Beverly dan kembali mencoba membuka safety belt itu, dan berhasil.
"Ayo!" Cleon segera turun dari dalam mobilnya begitu pun dengan Beverly. Beverly mencoba mengatur nafasnya karena peristiwa tadi. Senyum pun merekah di wajah nya.
Beverly dan Cleon segera naik lift untuk mencapai lantai 4. Setelah sampai, Cleon segera mengantri dan membeli tiket. Sementara Beverly menunggu di kursi.
"Bev, kita kebagian slot 4 karena tiketnya habis. Kita cancel apa kita tunggu?" Cleon menghampiri Beverly yang tengah terduduk.
"Memangnya slot ke 4 jam berapa mulainya?"
"Sekitar 2 jam lagi," Cleon melihat jam yang melingkar di tangannya.
"Bagaimana?" Tanya Cleon kembali
"Kita tunggu saja. Lagi pula kita sudah datang ke sini."
"Baiklah! Kalau begitu ayo kita ke lantai bawah dulu sembari menunggu."
"Ayo!" Beverly berandak dari duduknya.
Cleon dan Beverly berjalan jalan di dalam mall. Beverly memasuki sebuah toko sepatu. Ia memilah milah sepatu mana yang akan dibelinya.
"Menurutmu mana yang cocok denganku?" Beverly meminta saran dari Cleon.
"Ukuran sepatumu berapa?"
"39," jawab Beverly sembari matanya melihat lihat sepatu yang terpajang dengan rapi.
"Ini saja. Ini cocok sekali denganmu," Cleon mengambil sebuah sepatu flat berwarna abu muda.
"Wah seleramu bagus sekali!" Puji Beverly. Ia tampak jatuh hati dengan sepatu yang memiliki aksen renda dan pita itu
Tanpa basa-basi Beverly segera mengambil sepatu itu ke arah kasir. Cleon membuka dompet dan mengeluarkan kartu debit miliknya.
"Kau mau apa?" Beverly heran melihat Cleon mengeluarkan dompetnya.
"Membayar sepatu mu kan?" Lontar Cleon dengan wajah polosnya.
__ADS_1
"Tidak usah, Cleon ! Aku bayar saja sendiri. Ini kan belanjaanku," Beverly merogoh dompet yang ada di dalam tasnya.
"Tidak apa-apa. Lagi pula aku yang mengajakmu untuk nonton bersamaku," Cleon memberikan kartu miliknya kepada kasir toko.
"Cleon, terima kasih," Beverly merasa sungkan dengan sikap Cleon yang membayar belanjaannya.
Mereka pun keluar dari dalam toko sepatu dan berjalan menuju toko topi, karena Cleon ingin membeli topi Bludru Ring untuk berkuda. Saat mereka berjalan, dua orang pria yang berjalan di belakang mereka tampak memandang ke arah paha Beverly. Beverly memang tengah menggunakan rok mini saat ini, sehingga pahanya terlihat cukup jelas. Cleon merasa heran kedua pria yang dibelakanginya terus mengekori dirinya dan Beverly. Cleon pun melihat arah tatapan mereka yang tak lain adalah paha Beverly.
"Bev, biar aku yang bawa ini!" Cleon hendak mengambil paper bag yang ada di tangan Beverly. Paper bag itu berisi sepatu milik Beverly yang tadi dibeli.
"Cleon tidak usah," Beverly menolak.
Cleon tak menjawab. Ia segera mengambil paper bag dari tangan Beverly. Cleon menutupi paha Beverly menggunakan paper bag dari belakang. Dua orang pria yang mengikuti mereka pun tampak kecewa karena paper bag yang cukup besar itu menutupi paha Beverly saat berjalan. Cleon menoleh dan menatap mereka dengan tatapan tajam. Kedua pria itu pun segera berpura pura masuk ke dalam salah satu toko.
Cleon dan Beverly kemudian masuk ke sebuah toko topi. Beverly mendudukan dirinya di kursi yang disediakan sembari menunggu Cleon yang tengah memilih topi.
Tanpa berkata apa pun, Cleon segera melepas jaketnya dan menyimpan jaket itu di paha Beverly.
"Lain kali jangan memakai pakaian yang terlalu minim! Itu memancing pria jahat," seru Cleon. Kemudian ia segera memilih milih topi yang ada. Beverly tersenyum dan menatap ke arah jaket Cleon yang tengah menutupi paha mulusnya.
"Dia sungguh pria yang baik," senyuman masih terukir di wajah Beverly.
"Aku rasa ini cocok untukmu!" Beverly mengambil topi Bludru Ring berwarna hitam.
"Iya. Ini lumayan bagus," Cleon menatap topi itu.
"Biar aku pakaikan!" Beverly berjinjit lalu ia merapikan rambut Cleon. Beverly segera memakaikan topi itu di kepala pria yang di sukainya. Cleon menatap Beverly yang tengah memakaikan topi kepadanya.
"Sudah. Bagaimana? Baguskan pilihanku?" Beverly menarik lengan Cleon ke arah kaca.
"Iya bagus," Cleon melepaskan genggaman lengan Beverly dengan canggung.
"Cleon, ayo kita foto box!" Ajak Beverly ketika ia melihat foto box di depannya.
"Aku kurang suka berfoto, Bev," tolak Cleon.
"Pantas saja feed instagram mu hanya ada 2 foto," Beverly langsung membungkam mulutnya. Akan sangat memalukan jika Cleon tahu dirinya selama ini mengstalk akun media sosial milik Cleon.
"Kau tahu instagramku?" Cleon menatap Beverly.
__ADS_1
"Ta-tahu. Aku tidak sengaja melihatnya. Akunmu ada di daftar saranku," Beverly berkata dengan gugup.
"Ayo kita foto!"
"Baiklah," Cleon pun akhirnya menyetujuinya.
Beverly dan Cleon segera masuk ke dalam kotak kecil untuk berfoto. Cleon tampak kaku karena ia memang kurang suka untuk berfoto.
"Cleon tatap kameranya!" Beverly menunjuk kamera.
"Aku kira itu kameranya," Cleon menunjuk ke bawah. Beverly pun tertawa karena merasa Cleon lucu.
Beverly pun segera bergaya dengan beberapa pose. Tetapi, Cleon hanya bergaya dengan dua jarinya, lalu dengan satu jempol. Setelah selesai, mereka segera keluar dan melihat hasil fotonya.
"Kau kaku sekali!" Beverly tertawa melihat foto Cleon yang sangat kaku.
"Ya, bagaimana lagi?" Cleon ikut tertawa.
Mereka pun naik kembali ke lantas 4 karena waktu menonton sudah tiba. Cleon terlebih dahulu membeli sebuah pop corn dan juga minuman dingin sebelum masuk ke studio.
Cleon dan Beverly tampak asik menikmati film Toy Story 4 yang mengisahkan penyelamatan Woody dan kawan kawan untuk menyelamatkan mainan yang bernama Forky. Cleon dan Beverly benar-benar terhanyut akan film garapan Pixar Animation itu. Saat mereka fokus menonton, Beverly dan Cleon mengambil pop corn bersamaan, tanngan mereka pun saling bertumpuk di dalam wadah pop corn yang besar itu. Mereka sama sama menoleh ke wajah masing-masing.
"Kau dulu!" Ucap Cleon dengan canggung dan menjauhkan tangannya. Beverly pun mengambil pop corn dan dengan gugup ia melanjutkan menonton.
Setelah 1 jam lebih 40 menit, film Toy Story 4 pun usai. Beverly dan Cleon segera bergegas keluar dari bioskop dan bergegas untuk pulang. Selama perjalanan, mereka tampak berpetualang dengan pikirannya. Cleon berpetualang kepada adegan Woody dan kawan kawan di film, sedangkan pikiran Beverly berpetualang saat ia dan Cleon bersitatap ketika akan mengmbil pop corn.
"Cleon, terima kasih untuk hari ini!" Tutur Beverly saat ia sudah sampai di depan rumahnya.
"Terima kasih juga telah menemaniku, Bev."
Beverly mengangguk dan segera turun dari dalam mobil. Mobil Cleon pun segera masuk ke rumahnya yang berada tepat di samping rumah Beverly.
Beverly segera masuk ke dalam kamar dan mengeluarkan hasil foto box tadi.
"Cleon, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan hatimu," Beverly memandangi foto itu dengan senyumnya yang tidak pudar.
Sementara itu....
Chelsea baru selesai dengan pekerjaannya. Ia mengambil ponsel dan membuka pesan yang dikirimkan Cleon padanya. Chelsea menatap pesan dari Cleon yang memberi tahukan jika ia akan menonton ke bioskop dengan Beverly.
__ADS_1
"Aku sudah kecolongan. Aku harus segera mengambil tindakan agar Cleon tidak diambil oleh Bev."