Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Aku Akan Menunggumu


__ADS_3

Hari sudah hampir tengah malam. Chelsea baru saja keluar dari butiknya. Seharian ini ia mendesain baju-baju pengantin. Alula pun sudah menghubunginya dan menyerahkan desain pakaian yang ingin ia kenakan saat pesta pernikahannya nanti. Chelsea begitu terkejut mendengar Alula akan menikah. Alula menceritakan semuanya di telfon, ia pun bercerita mengenai kesepakatan tenggang waktu mereka menikah yang hanya akan berlangsung selama 7 bulan.


Saat ini, Chelsea sedang dalam perjalanan untuk kembali ke rumahnya.


"Kasian sekali kamu, Al. Kamu harus menikah dengan laki-laki yang kamu benci dan laki-laki yang selalu merendahkanmu," Chelsea berbicara sendiri di dalam mobilnya.


Buukkkkkkk.....


Terdengar seseorang menabrak mobil milik Chelsea dari belakang. Chelsea segera menghentikan mobilnya dan keluar untuk melihat. Ia mendapati sebuah mobil mewah menabrak bumper mobil miliknya.


"Sialan !!" umpat Chelsea.


"Hey !! Keluarlah !!" Chelsea mengetuk kaca mobil itu kasar agar pengendaranya segera turun.


"Ada apa?" Seseorang terlihat turun dengan sempoyongan, sepertinya dia tengah mabuk.


"Cleon?" Chelsea terkejut melihat Cleon yang menabrak mobilnya. Ia lebih terkejut melihat Cleon tengah mabuk karena ini bukan seperti kebiasaannya.


"Cleon? Kau mabuk?" tanya Chelsea.


"Ternyata kau gadis murahan !! Kenapa kau ada disini? Kau tidak tidur dengan laki-laki berengsek itu lagi? Kau tahu, dia telah dua kali mengambil gadis yang kucintai. Pertama adalah Amanda, dan sekarang dia mencurimu dariku," Cleon meracau. Dia menyangka bahwa yang ada di hadapannya adalah Alula.


"Kau tahu? Aku sangat mencintaimu, aku mencintaimu selama enam tahun ini. Kenapa kau tega menghancurkan hatiku? Ini lebih sakit dari luka yang di torehkan oleh mantan kekasihku," Cleon mengguncang bahu Chelsea.


"Aku mencintaimu, sungguh aku begitu terluka sekarang," Cleon memeluk Chelsea secara paksa.


"Cleon sadarlah !!! Ini aku Chelsea bukan Alula."


"Diamlah !!!" Cleon semakin merekatkan pelukannya.


Tak lama kemudian, Cleon tampak tak sadarkan diri. Sepertinya ia benar benar mabuk parah. Chelsea segera membopong tubuh Cleon dengan dibantu oleh beberapa orang yang tengah melintas. Mereka memasukan tubuh Cleon ke dalam mobil milik Chelsea, karena tidak mungkin Chelsea membiarkan Cleon tak sadarkan diri di dalam mobilnya. Kemudian Chelsea segera menelfon karyawan butiknya untuk datang dan mengamankan mobil Cleon ke dalam garasi butik miliknya.


******


Cleon memicingkan mata saat sinar matahari menembus tirai dan mengenai retina matanya.


"Kenapa aku ada disini?" Cleon menatap ruangan yang asing. Saat ini ia sedang berada di atas sofa dengan terbalut sebuah selimut berwarna biru langit. Mata Cleon menyapu ruangan, ia melihat banyak sekali gaun pernikahan di tempatnya sekarang. Dan matanya dikejutkan dengan pemandangan Chelsea yang sedang tertidur di sofa yang bersebrangan dengannya.


Chelsea kemudian terbangun, ia mengucek matanya untuk memfokuskan pandangannya.


"Kau sudah bangun?" tanya Chelsea kemudian ia menguap.


"Kenapa aku ada disini? apa yang terjadi?" Cleon bertanya dengan bingung.


"Kau ada di butikku, semalam kau mabuk dan menabrak mobilku. Lalu kau tak sadarkan diri. Makanya aku membawamu ke dalam butik milkku, karena aku tidak mungkin membawamu ke rumahku. Bisa bisa kedua orang tuaku mengutukku jika aku membawamu pulang ke rumah," jelas Chelsea.


"Terimakasih karena telah menolongku. Maafkan aku, yang telah menabrak mobilmu. Nanti siang asistenku akan segera mengirim cek untuk biaya perbaikan mobilmu ke bengkel," jawab Cleon.


"Baiklah..."

__ADS_1


Cleon mengambil jaket miliknya lalu memakaikan jaket itu di tubuhnya. Ia bergegas akan pergi dari dalam butik milik Chelsea.


"Cleon, tunggu!!" Chelsea menghentikan Cleon yang akan segera pergi.


"Ada apa? Jangan bilang kau akan membicarakan temanmu yang binal itu!!"


"Kenapa kau berbicara seperti itu terhadap Alula? Hey, kau tidak tahu yang sebenarnya," Chelsea mendekat ke arah Cleon.


"Yang sebenarnya apa? Kenyataannya dia adalah gadis murahan dan sudah tidur dengan laki-laki itu !!" Cleon meninggikan suaranya.


"Kau jangan berkata seperti itu kepada sahabatku ! Dia bukan gadis seperti itu. Kejadian waktu malam itu hampir sama dengan yang kau alami semalam !" Chelsea ikut meninggikan suaranya.


"Maksudmu?" Cleon mengernyit heran.


"Duduklah dulu! Aku akan menceritakannya padamu."


"Baiklah," Cleon terduduk karena penasaran dengan apa yang akan ia dengar.


Chelsea menceritakan semuanya apa yang dialami Alula. Di mulai dari taksi yang mogok, Alula yang di buntuti, Alula di bius dan hendak di lecehkan, Kaivan yang menolongnya. Lalu mengenai Alula yang pingsan di dalam mobil Kai, dan Kai yang terpaksa membawanya ke dalam apartemen miliknya.


"Itu seperti kejadian yang kita alami tadi malam. Aku begitu bingung membawamu kemana, akhirnya aku putuskan membawamu kemari. Tetapi, kau lihat dan kau rasakan kita tidak melakukan apapun walaupun kita menginap dalam ruangan yang sama."


"Dan kau tahu? Yang lebih menyakitkan dari itu semua? Alula dipaksa menikah dengan Kai untuk membersihkan nama mereka berdua, terutama nama Kai sebagai pebisnis terkenal dan perusahaannya. Mereka melakukan perjanjian, jika mereka akan bercerai setelah 7 bulan pernikahan. Waktu itu dirasa cukup untuk membuat berita mereka reda dengan sendirinya," sambung Chelsea.


"Dan tadi Alula juga memberitahuku jika ia sudah dipecat di universitas tempatnya mengajar. Dia sangat menderita sekarang, dia membutuhkan dukunganmu. Tetapi apa yang kau lakukan padanya?" Chelsea merasa kesal akan sikap Cleon. Ia tahu karena Alula menceritakan semuanya di telfon.


Cleon begitu terkesiap mendengar apa yang Chelsea jelaskan. Kepalanya terasa ditindih berton-ton batu.


"Aku harus menemui Alula sekarang," Cleon berdiri dari tempat duduknya.


"Temuilah dia !! Ini kunci mobilmu," Chelsea menyodorkan kunci mobil milik Cleon.


"Terimakasih untuk semuanya," Cleon segera pergi dari butik milik Chelsea.


Selepas Cleon keluar, Chelsea menyingkap tirai di dalam butik miliknya. Ia melihat Cleon tergesa gesa masuk ke dalam mobilnya.


*****


Pagi ini Alula baru keluar dari rumahnya, ia akan pergi ke kampus untuk mengambil surat keterangan pernah bekerja. Alula terpaksa membohongi kedua orang tuanya mengenai pekerjaannya. Alula mengatakan jika ia mengundurkan diri untuk persiapan pernikahan. Itu semua ia lakukan agar kedua orang tuanya tidak bersedih.


Saat Alula berjalan, mobil Cleon berhenti di dekatnya. Kemudian Cleon turun dari dalam mobil miliknya.


"Al?" panggil Cleon.


"Cleon?"


"Aku ingin berbicara padamu," ucap Cleon lirih.


"Aku juga ingin berbicara padamu," mata Alula berkaca-kaca.

__ADS_1


"Kau tidak perlu mengatakannya, aku sudah tahu semuanya," Cleon merapikan rambut Alula yang tersibak karena hembusan angin yang menerpa.


"Ayo, ikut aku !" Cleon menggenggam tangan Alula,


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan singgah di sebuah taman yang sering mereka kunjungi saat masa kuliah dulu.


"Aku minta maaf atas perkataan dan sikapku kemarin."


"Tidak apa-apa, Cleon," Alula tersenyum.


"Aku sudah tahu mengenai pernikahanmu, dan tenggang waktu kalian akan menikah."


"Aku akan menunggumu hingga kau bercerai dengannya nanti," sambung Cleon.


Hati Alula menghangat karena kata-kata dari Cleon.


"Aku sangat mencintaimu," gumam Cleon lirih.


"Kau tahu? Aku juga menyukaimu," tutur Alula.


"Tunggulah aku tujuh bulan lagi."


"Aku akan menunggumu,"


Cleon memeluk Alula hangat. Alula pun membalas pelukan Cleon. Buliran air mata terjatuh dari matanya. Alula menyesali apa yang telah berlalu. Andai saja malam itu dirinya datang, tentu hari ini ia dan Cleon sudah berbahagia.


"Lihatlah Kai ! Itu calon istrimu," Alden menepuk punggung Kaivan.


Alden, Kaivan dan Nino tengah berada di taman yang sama dengan Alula. Mereka bertemu disana untuk membahas pernikahan Kai. Kai pun sudah menceritakan semuanya kepada kedua sahabatnya itu.


"Lihatlah !! Calon istrimu berpelukan dengan laki-laki lain," Nino tersenyum sinis.


Kai pun melihat ke arah Alula dan Cleon yang tengah berpelukan. Kemudian dia berdiri dan menghampiri mereka.


"Wah, wah !! Romantis sekali kalian," Kai bertepuk tangan.


Alula dan Cleon pun segera mengakhiri pelukan mereka.


"Jagalah sikap kalian ! Ini taman terbuka, aku tidak mau ada yang memotret kalian dan timbul masalah baru," Kai menautkan alisnya tajam.


"Kai, setelah tujuh bulan aku akan mengambil dia darimu," Cleon menatap sengit ke arah Kai.


"Ambil saja !! Aku tidak butuh wanita ini. Aku menikahinya karena terpaksa."


"Baiklah, aku akan menunggu hari itu. Dimana kau menceraikan Alula."


"Dan satu lagi, jangan pernah menyentuhnya !" sambung Cleon.


"Aku tak berselera dengan wanita rendahan seperti dia !" Kai bergegas pergi dari sana meninggalkan Alula dan Cleon.

__ADS_1


Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2