Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Memperjelas sebuah Ikatan


__ADS_3

Ini adalah hari ke tiga Alula, Chelsea dan Cleon berada di kota York. Selama tiga hari, mereka hanya menghabiskan waktunya di dalam kamar. Alula selalu menolak ketika di ajak keluar.


"Al, ayo makan!" Chelsea membawa semangkuk bubur untuk Alula.


"Ini apa?" Alula merasa heran melihat apa yang ada di dalam mangkuk.


"Ini bubur nasi, makanan dari Asia Tenggara. Ku dengar ini sangat bagus untuk orang yang sedang sakit. Jadi, aku mencoba membuatnya," Chelsea meniup satu sendok bubur yang masih panas. Tadi pagi Alula memang muntah muntah kembali.


"Chel, aku bisa makan sendiri," Alula merasa sungkan karena sudah tiga hari ini Chelsea selalu memanjakan dirinya.


"Tidak apa-apa, kau sedang hamil," Chelsea menyuapi Alula dengan bubur itu. Cleon yang baru masuk ke dalam kamar tersenyum melihat perhatian Chelsea kepada Alula.


"Chel, terima kasih," mata Alula berkaca-kaca melihat perlakuan Chelsea yang sangat memperhatikannya. Chelsea hanya mengangguk dan melanjutkan kembali aktifitasnya untuk menyuapi Alula.


"Minumlah ini!" Chelsea menyodorkan segelas susu khusus untuk ibu hamil. Alula pun meminum susu itu sampai tandas.


"Kau sudah melihat berita?" Cleon menatap wajah Alula.


Alula pun hanya diam. Ia mengerti dengan apa yang ditanyakan Cleon kepadanya.


"Akhirnya orang yang menusuk ayah mertuamu tertangkap," Chelsea menimpali.


"Aku rasa kini Kai sedang mencarimu," Cleon memberikan analisanya.


"Aku tidak tahu. Aku tidak peduli dia mencariku atau tidak," jawab Alula dingin. Setelah semua yang terjadi, hatinya seolah membeku dan mati rasa kepada orang yang masih berstatus sebagai suaminya itu.


Hening....


"Kalau begitu, kalian segera lah bersiap-siap!" Titah Cleon kepada Chelsea dan Alula.


"Bersiap-siap?" Alula dan Chelsea merasa bingung.


"Iya. Mari kita pergi ke pantai Sandsend, yang ada di Yorkshire untuk berlibur musim panas!" Ajak Cleon.


"Benarkah kita akan pergi ke pantai?" Chelsea terlihat sangat bersemangat. Cleon pun mengangguk.


"Aku di rumah saja," Alula menimpali.


"Tidak bisa. Pokonya kau harus ikut," Cleon segera berlalu dari kamar Chelsea dan Alula untuk bersiap-siap.


"Kalau begitu ayo kita juga siap-siap!" Chelsea segera menutup pintu dan mengganti baju.


"Ayolah Al!" Chelsea merajuk kepada Alula yang masih terdiam di kasurnya.


"Aku mohon! Aku sangat bosan diam di rumah," Chelsea menarik tangan Alula.


"Baiklah," Alula segera beranjak dari tempat tidur untuk berganti baju.


15 menit kemudian, Cleon mengetuk pintu.


"Sudah?" Tanyanya saat pintu di buka oleh Chelsea.


"Sudah!" Chelsea menarik lengan Alula.


"Eh sebentar!" Chelsea memperhatikan wajah sahabatnya. Ia pun segera mengambil cussion, bedak dan juga lipstik berwarna soft.


"Pakai ini agar wajahmu tidak pucat!" Chelsea mengaplikasikan make up yang ia bawa di wajah polos Alula.


Cleon lagi-lagi tersenyum melihat sikap hangat Chelsea kepada Alula.


Setelah berpamitan kepada kakek dan nenek Alula, Mereka pun segera berangkat ke pantai Sandsend yang ada di Whitby, Yorkshire.


"Kau ingin duduk di depan, Al?" Chelsea membukakan pintu di samping pengemudi.


"Tidak, aku duduk di belakang saja," Alula tersenyum dan segera masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Cleon pun segera melajukan mobilnya. Ia memutar lagu di dalam mobil untuk mengusir sepi.


"Cleon, bisakah kau mengganti lagu ini?" Alula berkata lirih saat mendengar lagu Perfect milik Ed Sheeran bersenandung di dalam mobil.


Cleon dan Chelsea merasa heran mendengar perintah Alula. Chelsea menoleh ke belakang, ia melihat mata Alula berkaca-kaca.


"Pakai laguku saja!" Chelsea segera mengerti dan langsung menyalakan bluetooth di ponselnya agar tersambung di perangkat audio mobil Cleon.


Tak lama, lagu berpindah kepada lagu milik The Chainsmokers feat Halsey yang berjudul Closer.


"Apa lagu tadi mengingatkan Alula kepada Kai ?" Cleon melirik Alula dari kaca spion.


"Lagu ini untukmu!" Ucap Kai kepada Alula saat mereka berdansa di iringi oleh lagu Ed Sheeran yang berjudul Perfect. Seketika Alula mengingat saat Kai pertama kali menyatakan perasaannya.


"Mengapa aku masih mengingatnya? Aku harus melupakannya. Dia tidak pantas aku ingat," gumam Alula sembari melihat pemandangan kota York dari kaca mobil.


Setelah menghabiskan waktu selama 1 jam 9 menit menuju Whitby, Yorkshire. Akhirnya mereka sampai di pantai Sandsend.


"Wah indah sekali!" Chelsea takjub ketika melihat pantai yang di kelilingi oleh tebing.


Terlihat anak-anak sedang bermain di pantai, karena saat musim panas seperti saat ini air pantai Sandsend akan surut dan dangkal.


Mereka bertiga berjalan beriringan menyusuri pantai dan mendudukan dirinya di pasir yang terlihat berwarna kecokelatan. Alula memperhatikan deburan ombak yang membentur tebing.


"Al, ayo kita bermain pasir!" Ajak Chelsea kepada Alula.


"Aku di sini saja. Kau bermain bersama Cleon saja."


"Biarkan Alula duduk, Chel! Dia sedang hamil. Ayo biar aku temani!" Cleon segera berdiri dari duduknya. Chelsea tersenyum senang dan segera menarik tangan Cleon untuk bermain-main di pantai.


"Aku harap hubungan Cleon dan Chelsea semakin dekat. Chelsea dan Cleon adalah orang yang baik. Mereka pantas untuk bersama-sama," Alula tersenyum saat memperhatikan Cleon dan Chelsea yang tengah berlari larian mengejar ombak.


Alula teringat kembali kenangannya bersama Kai saat menghabiskan hari Valentine di pantai Watergate Bay.


Alula berdiri dan mengambil ranting pohon. Kemudian ia menulis sesuatu di pasir.


"Aku membencimu Kaivan Allen!!" Alula menulis kata itu. Tak lama kemudian, ombak berdebur menghapus kata yang ia tulis tadi. Bahkan sepertinya alam pun tak rela Alula membenci suaminya.


"Al?" Panggil Chelsea yang berjalan mendekat ke arahnya.


"Aku beli minum dulu!" Chelsea berhenti sejenak.


"Iya," jawab Alula dengan senyumnya.


Chelsea segera berjalan ke arah pedagang yang tak jauh dari tempat Alula terduduk. Sementara Cleon pun mendudukan dirinya di samping Alula.


"Cleon?" Alula menoleh kepada pria yang tengah terduduk di sampingnya.


"Iya?" Cleon menatap wajah Alula.


"Kapan kau akan meresmikan hubunganmu dengan sahabatku?"


"Maksudmu?" Cleon tampak tak mengerti.


"Kapan kau akan menjadikan Chelsea sebagai kekasihmu?" Alula memperjelas pertanyaannya.


Cleon terdiam cukup lama.


"Aku tidak tahu," jawabnya.


"Kau tidak boleh seperti itu! Seorang wanita butuh sebuah kepastian dalam berhubungan."


Cleon pun terdiam kembali.


"Dengar aku! Mungkin saat ini Chelsea tidak mempermasalahkan hubungannya denganmu yang tidak memiliki ikatan status yang jelas. Tetapi percayalah, ketika ada seorang pria lain yang mendekati dan membuatnya nyaman, dia akan meninggalkanmu."

__ADS_1


Cleon tersentak mendengar penuturan Alula. Hati kecilnya menolak jika Chelsea bersama pria lain.


Alula melihat ekspresi wajah Cleon. Ia pun tersenyum.


"Kau sebenarnya sudah menyukai Chelsea," Alula mencoba menafsirkan.


"Tetapi aku tidak tahu mencintainya atau tidak," Cleon memandangi sekumpulan anak-anak yang tengah membuat istana pasir.


"Rasa cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Kau pun tahu, aku dan Kai saat awal pernikahan sangat membenci satu sama lain. Bahkan Kai memperlakukanku sangat buruk, tetapi akhirnya hubungan kami menjadi baik. Aku pun jatuh cinta padanya walau pun akhirnya aku terluka," Alula tersenyum.


"Kau jangan berkata seperti itu! Kau tak pantas mengingat pria brengs*k itu kembali," Cleon menaikan nada bicaranya. Ia memang masih sangat marah terhadap prilaku Kai yang sudah mencampakan Alula.


"Aku tidak mengingatnya. Aku hanya memberikan perumpamaan. Aku bisa jatuh cinta padanya seiring berjalannya waktu. Kau pun akan mencintai Chelsea seiring berjalannya waktu. Percayalah padaku! Berilah dia status yang jelas! Apa kurangnya Chelsea? Dia gadis yang sangat baik dan juga cantik."


"Jangan sampai dia merasa bosan padamu dan berpaling kepada pria lain!" Lanjut Alula.


"Bagaimana denganmu? Kadang hatiku mengatakan jika aku masih ingin kembali padamu!" Cleon memandangi wajah Alula.


"Sampai kapan pun kita tidak akan pernah bersama. Aku pun tidak berniat untuk jatuh cinta lagi. Hatiku seperti sudah mati rasa. Yang aku inginkan sekarang adalah melahirkan dan membesarkan anak ini dengan baik. Perasaanmu kepadaku sekarang bukanlah cinta, tetapi perasaan yang ingin melindungiku-"


"Melindungiku sebagai sahabatmu," Alula melanjutkan kalimatnya.


Cleon pun meresapi nasehat dari wanita yang pernah ia cintai selama enam tahun lamanya.


"Al, ini minumanmu. Minumlah nanti bayimu kehausan!" Chelsea menyerahkan air mineral kepada Alula dan air ion kepada Cleon.


"Terima kasih, Chel," Alula mengambil botol minuman mineral itu dari tangan Chelsea.


"Ayo kita pulang!" Cleon berdiri dari duduknya. Ia sepertinya tengah merenungi sesuatu. Chelsea pun menuntun Alula untuk sampai di parkiran mobil.


Saat mengemudi, Cleon terus mengingat ucapan Alula terhadapnya. Cleon tidak terima saat Alula berkata Chelsea bisa berpaling kepada pria lain. Hingga tak terasa, mobil miliknya sudah memasuki pekarangan rumah kakek dan nenek Alula. Mereka segera turun dari dalam mobil. Saat Chelsea akan masuk, Cleon menghentikan langkahnya.


"Chel, ada yang ingin aku bicarakan!"


"Bicara apa Cleon?" Langkah Chelsea seketika terhenti.


"Kalau begitu aku masuk duluan!" Alula tampak mengerti apa yang akan dibicarakan oleh Cleon. Ia segera masuk terlebih dahulu ke dalam rumah meninggalkan Cleon dan juga Chelsea.


"Chel?"


"Iya?"


"Aku ingin membuat hubungan kita jelas."


"Ma-maksudmu?" Chelsea terbata dan wajahnya pun seketika bersemu merah.


"Aku tidak ingin menggantungmu dalam sebuah status yang tidak jelas. Maka dari itu, apakah kau ingin menjadi kekasihku?" Cleon memandangi wajah Chelsea dalam.


"Kau memintaku untuk menjadi pacarmu? Kau ini sungguh tidak romantis!" Chelsea mencebikan bibirnya. Cleon pun tertawa karena ia meminta seorang gadis menjadi kekasihnya di halaman sebuah rumah milik orang lain.


"Aku mau!" Chelsea menjawab cepat.


"Apakah kau sudah mencintaiku?" Tanyanya.


"Aku tidak tahu. Bukankah cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu? Mari kita mulai hubungan ini dan aku pun akan benar-benar memulai untuk mencintaimu!" Cleon mengambil tangan Chelsea dan menggenggamnya.


"Aku mau. Aku sangat mau. Aku mencintaimu," air mata menitik dari pelupuk mata Chelsea. Ia sungguh sangat terharu, akhirnya hari yang ia tunggu tiba.


"Terima kasih," Cleon menarik Chelsea ke dalam pelukannya.


"Syukurlah," Alula tersenyum. Ia melihat semuanya dari kaca kamarnya yang ada di lantai dua.


Sementara itu, seorang gadis tengah menangis di dalam mobil. Ia menyaksikan adegan romantis itu, dia adalah Beverly.


Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2