
Cleon dan Chelsea sampai di rumah sakit yang ada di kota Birmingham. Cleon segera menggendong Alula ke luar dari dalam mobilnya. Saat Cleon sedang menggendong Alula, Kai terlihat baru tiba di parkiran rumah sakit. Saat Chelsea menelfonnya, Kai langsung mengakhiri rapatnya dan segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh untuk sampai ke rumah sakit. Sepanjang jalan ia mengutuki dirinya sendiri karena meninggalkan Alula sendirian di rumah.
"Cleon? Chelsea?" Kai berlari dan berteriak dengan panik melihat Alula tengah di gendong oleh Cleon.
Chelsea segera memanggil perawat yang berjaga. Dengan sigap mereka segera membawa brankar. Cleon langsung merebahkan Alula di brankar itu dan para perawat langsung membawanya menuju ruang persalinan karena mereka melihat air ketuban sudah pecah.
"Kai?" Panggil Alula dengan raut wajah yang kesakitan.
"Sayang, ini aku!" Kai mengikuti para perawat yang sedang mendorong brankar istrinya. Chelsea dan Cleon pun mengikuti di belakang Kai.
Tak berapa lama, Alula di masukan ke dalam ruang persalinan. Kai segera menelfon kedua orang tuanya dan kedua orang tua Alula untuk memberitahukan jika Alula akan melahirkan. Mereka pun langsung menutup telfonnya dan bergegas untuk pergi ke rumah sakit.
"Tuan, silahkan temani istri anda melahirkan!" Ucap perawat kepada Kai.
"Aku masuk dulu!" Kai berpamitan kepada Cleon dan Chelsea.
"Iya. Pastikan keponakanku lahir dengan selamat!" Ujar Chelsea dengan raut wajah yang sangat khawatir.
Kai pun mengangguk, dia segera masuk ke ruang persalinan.
"Tenanglah! Alula akan baik-baik saja!" Cleon menggenggam tangan Chelsea untuk menenangkan.
Chelsea pun mengangguk.
"Sayang, ini aku!" Kai berdiri di samping Alula yang akan melahirkan.
"Kai, ini benar benar sakit!" Alula meremas tangan Kai dengan kuat sampai tangan suaminya memerah.
Dokter Kim melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap Alula. Dokter Kim pun melakukan pemeriksaan penunjang lainnya.
"Ayo Nyonya!" Dokter Kim memberikan aba-abq. 2 perawat ada di dalam ruangan untuk membantu proses persalinan.
"Sayang, ayo semangat!" Kai menyemangi Alula.
"Bukan aku tidak bersemangat, tapi ini sangat sakit!" Alula memejamkan matanya.
"Ayo kau bisa!" Ucap Kai kembali.
"Kai, ini bahkan lebih sakit dari pada saat aku merasakan malam pertama denganmu. Waktu itu kau memaksaku dan itu sangat sakit, tapi ini lebih sakit!" Racau Alula kembali.
Kai pun melirik ke arah Dokter Kim dan kedua perawat yang ada di dalam ruangan. Kedua perawat itu tampak menahan senyum.
"Sayang, fokuslah mengejan!" Perintah Kai kembali dengan raut wajah yang khawatir.
"Ayo nyonya! Tarik dan buang nafas perlahan!" Perintah Dokter Kim kembali.
Alula pun tampak mengejan dengan sekuat tenaga. Sementara Dokter Kim pun terus memberikan aba-aba nya.
Dokter Kim pun tampak berhenti memberikan aba-aba.
"Dok, mengapa kau berhenti?" Tanya Kai kepada Dokter Kim.
"Tuan, saya melihat persalinan istri anda sangat lambat. Ini dapat terjadi karena serviks belum membesar sepenuhnya. Saya khawatir jika dibiarkan lebih lama lagi, bayi akan mengalami infeksi, karena air ketuban sudah pecah dari tadi," Dokter Kim menjelaskan.
"Lalu bagaimana, Dok? Lakukan yang terbaik!" Kai berteriak kepada Dokter Kim.
"Tidak ada cara lain. Istri anda harus melahirkan dengan cara operasi caesar," Dokter Kim memberikan kesimpulan.
"Kalau begitu lakukan Dok!" Kai kembali berteriak.
Dokter Kim pun mengangguk.
"Siapkan segera operasi caesar darurat sekarang!" Perintah Dokter Kim kepada dua perawatnya. Mereka pun segera ke luar untuk mempersiapkan operasi caesar darurat yang akan dilakukan di ruang bedah.
__ADS_1
"Tuan, lebih baik anda segera urus surat persetujuan operasi caesar dan lengkapi administrasi yang lain!" Perintah Dokter Kim kepada Kai.
Tak lama kedua perawat tadi segera masuk dan membawa Alula ke ruang bedah.
"Sayang, tunggu aku sebentar!" Kai segera berlari ke bagian administrasi Rumah Sakit untuk menanda tangani surat persetujuan dilakukan operasi caesar kepada istrinya dan untuk mengurus kamar perawatan setelah operasi caesar selesai dilaksanakan.
Setelah itu Kai segera berlari kembali untuk sampai di ruangan bedah.
"Kai?" Panggil seseorang saat Kai tengah berlari.
Kai menoleh dan ia melihat kedua orang tuanya dan mertuanya sedang berjalan dengan panik.
"Bagaimana Alula?" Tanya Ainsley dengan khawatir.
"Alula akan di operasi, Ma," jawab Kai dengan berat.
"Kau bilang dokter membolehkannya melahirkan secara normal?" Tanya Sofia.
"Iya, tapi Dokter mengatakan jika persalinannya sangat lambat karena serviks belum membesar," Kai menjelaskan.
"Kalau begitu ayo kita harus segera ke ruang operasi!" Ajak Ainsley. Mereka pun segera berjalan menuju ruang operasi.
"Maaf, tuan! Anda tidak boleh masuk! Ini dilakukan untuk menjaga ruang operasi agar tetap steril," petugas medis menghentikan langkah Kai yang akan masuk ke ruang operasi.
"Tapi, saya ingin menemani istri saya melahirkan!" Kai berkata dengan gusar.
"Tetapi ini sudah peraturan Rumah Sakit," jawab petugas medis itu.
"Sudahlah Kai, jangan menghambat pekerjaan mereka!" Chelsea menjauhkan Kai dari pintu ruang operasi.
"Kalau begitu tolong cepat lakukan tindakan operasinya!" Perintah Kai kepada petugas medis itu. Kemudian pintu ruang bedah di tutup untuk segera dilakukan operasi.
Selama proses operasi caesar berlangsung, Kai terlihat mondar mandir di depan pintu ruang operasi. Chelsea, Cleon, Sofia, William, Halbert dan Ainsley hanya memandang Kai yang tak mau mendiamkan tubuhnya.
"Sayang, bangunlah!" Sofia mendatangi putranya dan merangkul tubuh Kai yang gemetar. Kai masih terbayang wajah Alula yang kesakitan seperti tadi.
"Mom, Kai menyesal tadi sudah meninggalkan Alula di rumah," Kai menjambak rambutnya.
"Kai, sudahlah! Sekarang Alula sedang di tangani oleh dokter. Semua akan baik-baik saja," Halbert menyemangati. Tentu ia mengerti apa yang dirasakan oleh menantunya, karena ini merupakan kelahiran anak pertamanya.
"Jika nanti Alula sudah melahirkan anakmu. Jangan sakiti dia! Wanita terlalu berharga untuk di sakiti. Saat wanita datang bulan, mereka merasakan sakit. Saat wanita mengalami malam pertama, mereka juga merasakan sakit. Saat wanita melahirkan anaknya, mereka merasakan sakit yang amat besar dan mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk membawa anaknya lahir ke dunia. Jadi jangan pernah membuatnya menangis dan menyakitinya!" Sofia memberikan nasihat kepada Kai.
"Kai berjanji tidak akan menyakitinya lagi Mom!" Kai meneteskan air mata mendengar nasehat ibunya.
"Kai? Bagaimana Alula?" Tanya Nino yang tampak baru sampai di Rumah Sakit.
"Iya, bagaimana Alula? Tadi bi Esther memberi tahu jika Alula akan melahirkan," Alden ikut bertanya.
"Alula masih di dalam ruang operasi," jawab Kai dengan lesu.
"Semoga Alula dan keponakanku baik-baik saja," harap Nino.
"Chel, Cleon? Terima kasih sudah membawa istriku ke mari. Jika kalian tidak datang, aku tidak tahu apa yang terjadi," ucap Kai denagn tulus kepada Chelsea dan juga Cleon.
"Iya, Kai. Sama-sama," Chelsea menimpali. Cleon pun tersenyum. Ia melihat jika Kai benar benar mencintai istrinya.
"Chel, terima kasih!" Ainsley berterima kasih kepada sahabat putrinya.
"Iya, tante," Chelsea mengusap punggung Ainsley lembut.
****
Setelah 30 menit, terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruang operasi. Kai langsung berdiri dari duduknya dan mendekat ke arah pintu ruang bedah. Semua orang pun langsung mendekat ke arah pintu.
__ADS_1
Dokter Kim pun ke luar dari ruangan operasi.
"Selamat, tuan! Anda sudah resmi jadi ayah," Dokter Kim tersenyum kepada Kai.
"Bagaimana anak dan istri saya?" Tanya Kai dengan khawatir.
"Putra anda lahir dengan sehat. Sementara Nyonya Alula masih sangat lemah karena efek obat bius yang belum hilang. Tapi anda tidak perlu khawatir! Semuanya baik-baik saja. Nyonya Alula dan bayinya akan kami pindahkan ke ruang perawatan untuk proses pemulihan," jelas Dokter Kim kembali.
"Terima kasih, Dok!" Kai merasa lega mendengar penuturan Dokter. Yang lain pun ikut bernafas dengan lega.
Tak lama, petugas medis membawa Alula dan bayinya untuk dipindahkan ke ruangan perawatan. Semua berebut untuk melihat wajah anak Kai dan Alula, tetapi mereka tidak bisa melihat, karena bayi itu sedang di dekap dengan hati hati oleh perawat.
Mereka mengikuti langkah perawat yang membawa Alula dan bayinya menuju kamar perawatan tipe President Suite.
Perawat memindahkan bayi Alula ke dalam box bayi yang ada di dalam kamar.
Semua tampak masuk ke dalam ruangan perawatan Alula dan bayinya.
"Tuan, ini bayi anda!" Perawat memberikan bayi itu dengan hati hati kepada Kai.
Kai menatap wajah anaknya dengan hati yang bergetar. Kini ia benar benar sudah sah menjadi seorang ayah. Kai meneteskan air matanya kembali. Ia menggendong putranya dengan hati hati dan lembut. Semua kerabat yang hadir mengelilingi Kai untuk melihat wajah bayinya.
"Kai, mengapa anakmu sangat mirip denganmu?" Celetuk Alden yang memperhatikan wajah anak Alula.
"Ya tentu saja mirip denganku. Masa harus mirip dengan Nino?" Jawab Kai yang membuat orang orang yang ada di sana tertawa dengan keras.
"Sayang, dia benar-benar mirip denganmu," timpal Sofia yang memperhatikan cucunya.
"Iya, dia benar-benar mirip denganmu," Ainsley menyetujui.
"Kita sudah menjadi kakek," Wiliam menepuk bahu Halbert dengan senyuman kebahagiaan.
"Untung saja aku sudah melupakan Alula. Jika tidak, mungkin aku akan sangat makan hati melihat anaknya yang sangat mirip dengan ayahnya," Cleon berbisik dalam hatinya.
"Kai, wajah anakmu sangat flek dengan wajahmu. Itu terjadi karena saat Alula mengandung anakmu, dia disakiti olehmu dan kabur ke kota York," Nino memberikan analisis yang asal.
"Hey, diamlah!" Alden menggetok kepala Nino pelan.
Kai pun melihat Alula mengerjap ngerjapkan matanya, ia membawa anaknya ke arah istrinya yang mulai terbangun dari tidurnya.
"Kai, mana anakku?" Tanya Alula sesaat ia membuka matanya.
"Ini anak kita, sayang!" Kai memberikan bayinya kepada tangan Alula.
Alula pun memperhatikan anaknya yang terlahir dengan sehat. Bulir air mata bahagia turun dari pelupuk matanya.
"Kai, aku sudah menjadi seorang ibu?" Tanya Alula memastikan.
"Iya. Kita sudah menjadi orang tua," Kai mengusap lembut rambut istrinya.
"Terima kasih untuk kebahagiaan ini!" Kai mencium pipi Alula lembut.
"Iya. Kai mengapa wajahnya sangat mirip denganmu? Aku tidak melihat wajahku di wajah anak kita," tanya Alula sembari memperhatikan wajah anaknya.
"Apa kan ku bilang," seru Alden lagi.
"Iya, Al. Anakmu sangat mirip dengan Kai," Chelsea ikut menyahuti.
"Kita namakan siapa?" Tanya Alula kepada Kai.
"Aku namakan bayi kita Jasper Allen, yang berarti harta karun keluarga Allen. Sedangkan karakter dari nama Jasper adalah menarik, penuh perhatian, penuh wawasan dan semangat, lembut dan juga baik," jawab Kai.
"Aku suka. Jasper Allen," Alula tersenyum sembari menatap putranya.
__ADS_1
Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih š¤