
"Kau mau pesan apa, Al?" Tanya Cleon setelah mereka mendudukan diri di sebuah restoran yang sangat mewah.
"Cleon, seharusnya kita tidak makan disini, harga makanan disini pasti mahal mahal. Gajiku tidak akan cukup untuk membayar makanan di sini," Alula berbisik bisik kepada Cleon.
"Kau tenang saja! Aku yang membayar," Cleon tersenyum. Tatapannya tak lepas sedetik pun dari perempuan yang sudah ia cintai selama 6 tahun ini.
"Padahal ke cafe biasa saja agar makanan nya murah," Alula masih berbisik bisik.
"Tidak apa apa. Lagi pula aku sudah bekerja."
"Oh iya aku lupa. Kau kan sekarang Anggota dewan muda di kota ini," Alula menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Cleon merasa gemas akan tingkah Alula.
"Ya sudah cepatlah pesan! Apa yang kau mau?" Cleon menyerahkan buku menu yang ada di meja kepada Alula.
"Kalau begitu, aku pesan ini saja !" Alula menunjuk ke Hasta Ice Cream yang ada di menu.
"Baiklah, untuk makanan beratnya kau ingin memesan apa?" Tanya Cleon saat melihat Alula hanya menunjuk Hasta Ice Cream.
"Tidak. Aku pesan itu saja, Cleon! Aku sungguh ingin makan es krim ini. Kau tahu? Aku selalu membayangkan diriku pergi ke Switzerland dan makan es krim ini di dalam kereta sambil melihat gunung jungfrau dari jendela kereta," ucap Alula sambil membayangkan dirinya berada di dalam kereta itu.
"Suatu hari nanti aku akan membawamu ke Switzerland dan melihat pemandangan gunung jungfaru dari kereta sambil memakan es krim," Cleon berbicara dengan wajah yang serius.
"Benarkah? Aku akan menagih janjimu nanti!" Alula tertawa mendengar kata kata Cleon
"Baiklah. Kau bisa menagihnya tahun depan," jawab Cleon
"Kalau begitu, kau ingin pesan apa sekarang?" Giliran Alula yang bertanya kepada Cleon.
"Mmmmm... Aku juga pesan hasta es krim saja," jawab Cleon sambil membolak-balikan buku menu yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Kau seperti anak ayam saja mengikutiku!" Alula terlihat mengerucutkan bibirnya, sehingga membuat Cleon semakin gemas di buatnya.
Cleon segera memanggil waitress dengan menjentikan tangannya. Waitress itu pun segera mencatat pesanan Alula dan Cleon. Tak lama kemudian es krim pesanan mereka datang.
"Kau seperti anak kecil saja!" Cleon tersenyum menatap ke arah bibir Alula. Terdapat es krim di kedua sudut bibirnya.
"Seperti anak kecil bagaimana?" Alula menghentikan menikmati es krimnya.
"Lihatlah! Bibirmu belepotan dengan es krim," Cleon mengusap bibir Alula dengan ibu jarinya.
Alula tampak kaget, mata Alula seketika menatap mata Cleon yang tengah menatapnya. Ada desiran hangat di dada Alula saat Cleon menyentuh bibirnya.
"Ya tuhan! Kenapa hatiku deg degan seperti ini?" gumam Alula dalam hatinya.
Kemudian Cleon segera menjauhkan tangannya dari bibir Alula.
"Ayo habiskan!" Pinta Cleon dengan salah tingkah.
"Bukankah itu Kai?" Gumam Alula pelan.
"Siapa?" Tanya Cleon yang mendengar gumaman Alula.
"Bukankah dia laki laki menyebalkan itu?" Alula menunjuk dengan matanya.
Cleon mendongkakan kepalanya ke belakang untuk melihat.
"Itu Kai!! Si laki laki paling sombong di SMA kita!" Sahut Cleon. Alula pun segera mengalihkan tatapannya agar Kai tidak menyadari keberadaannya. Begitu pun dengan Cleon yang ikut mengakhiri tatapannya dan mulai kembali memakan es krim miliknya.
Saat ini Kai tengah berjalan dengan Nino dan juga Alden, tetapi Alula tidak melihat siapa perempuan di belakangnya karena Alula terlebih dahulu mengalihkan matanya.
Kai, Nino dan Alden mendudukan diri mereka di depan meja Alula dan Cleon. Saat ini posisi Alula menghadap ke meja Kai, sedangkan posisi Cleon duduk membelakangi mereka.
__ADS_1
"Kai, lihatlah! Bukannya itu si gadis aneh dan udik?" Alden menunjuk ke meja Alula dan Cleon.
"Iya benar, dia musuh bubuyutanmu saat SMA!" jawab Nino yang ikut mengalihkan tatapannya kepada Alula.
"Tapi siapa laki laki yang ada di depannya?" Imbuh Nino.
Kai pun mengalihkan pandangannya kepada Alula yang sedang memakan es krim miliknya. Sedangkan gadis yang berjalan dengan mereka tengah memoleskan bedak ke wajahnya dan tidak menghiraukan apa yang ketiga laki laki ini bicarakan.
"Sepertinya kekasihnya," jawab Kai singkat.
"Gila, gila! Seekor bebek buruk rupa pun bisa berubah jadi angsa seiring berjalannya waktu," Alden meneguk salivanya saat melihat Alula kini yang terlihat cantik dan jauh berbeda dari masa SMA.
"Iya benar! Dia sangat cantik. Pasti dia pandai berdandan sekarang," puji Nino.
"Aku jadi menyesal tidak jadi berciuman dengannya dulu, kekasihnya yang sekarang menang banyak," Alden membayangkan dulu saat ia nyaris mencium bibir Alula saat camping.
"Bagiku dia masih tetap sama. Dia akan selalu jadi gadis bodoh, aneh dan udik," Kai berbicara dengan begitu ketusnya.
"Aku lupa, mengapa kau sangat membenci Alula, Kai?" Tanya Nino.
"Kau tidak ingat saat kita kelas 2? Dia melaporkanku kepada guru karena aku berkelahi. Dia merekamku yang sedang berkelahi dan menberikannya kepada kepala sekolah. Waktu itu aku sampai di skors dan kepala sekolah memanggil Daddy. Murid baru tetapi sudah uji nyali terhadapku."
"Oh iya, aku lupa. Ya waktu itu aku juga tidak menyangka ada Alula karena sekolah sudah sepi," Nino tertawa.
"Kalian ngomongin siapa sih?" Sela gadis yang duduk dengan mereka.
"Itu lihatlah !! Ada teman SMA kita disini, lebih tepatnya musuh bubuyutan Kai," Nino tertawa.
Gadis itu pun memandang wajah Alula yang sekarang tengah mengobrol ceria dengan Cleon.
"ALULA !!!! seru gadis itu.
__ADS_1
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih š¤š¤