
Alula baru saja keluar dari ruangan dosen yang ia asisteni. Hari ini, Alula diberhentikan dari pekerjaannya sebagai asisten dosen karena masalah yang kini tengah menderanya. Dosen tersebut memberhentikan Alula menjadi asistennya, karena ia khawatir Alula memberikan dampak yang buruk kepada mahasiswa dan mahasiswinya. Terlebih jika Alula memaksakan untuk mengajar, dikhawatirkan ia akan dibully oleh para mahasiswa.
Bulir air mata menetes di kedua pelupuk mata Alula. Bagaimana pun, kampus ini sudah memberikan banyak pengalaman kepadanya. Alula jadi mengingat moment dimana ia membawa amplop cokelat untuk melamar kerja ke kampus ini.
"Aku akan merindukanmu," Alula tersenyum getir seraya mengelus gerbang kampus tempatnya mengajar selama dua tahun ini.
"Aku harus menemui Cleon, aku belum menjelaskan apapun kepadanya," Alula menyeka air matanya kemudian bergegas mencari taksi untuk sampai di rumah Cleon.
***
"Kurasa memang ini rumah Cleon," Alula turun dari taksi dan menatap sebuah rumah besar khas Eropa bergaya gotic di depannya.
Alula mengetahui alamat rumah Cleon dari Chelsea, karena Chelsea adalah teman ekskul Cleon semasa SMA.
"Cleon?" panggil Alula saat melihat Cleon baru saja turun dari dalam mobil di halaman rumahnya.
Rupanya Cleon baru saja kembali ke rumah, setelah menenangkan hati dan fikiran di apartemen miliknya.
Cleon menengok lalu melihat Alula dengan tatapan dingin. Dia membuang wajahnya dan bergegas untuk masuk ke dalam rumah.
"Cleon, tunggu !!" Alula berlari menghampiri Cleon yang akan masuk ke dalam rumah.
"Ada apa?" Cleon berdecak kesal.
"Cleon, aku kesini ingin menjelaskan kenapa malam itu aku tidak datang," Alula menyentuh lengan Cleon dengan jemarinya.
Cleon menghempaskan tangan Alula kasar.
"Kau masih memiliki wajah untuk menemuiku?" Tanya Cleon dengan ketus.
"Apa lagi yang harus kau jelaskan? Calon suami mu sudah mengkonfirmasi semuanya tadi !!!" Cleon berteriak kepada Alula.
"Itu tidak seperti yang kau bayangkan, aku-" mata Alula tampak memerah menahan tangis.
"Sudahlah!! Tidak ada yang perlu kau jelaskan. Kau memang seorang wanita murahan," Cleon hendak kembali masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
"Cleon, aku mohon jangan seperti ini!" Alula memegang tangan Cleon kembali.
"Tolong jangan bersikap seperti ini kepadaku !! Jangan pernah memberikan harapan palsu kepadaku !!" Cleon kembali menghempas tangan Alula dengan kasar.
"Apa kau tahu? Malam itu aku akan mengungkapan perasaanku padamu. Aku sudah menyewa restoran itu untuk memperlihatkan segenap hatiku padamu. Aku mencintaimu selama enam tahun ini. Malam itu aku mencarimu ke setiap sudut kota Birmingham sampai dini hari, tetapi malam itu kau malah tidur dengan laki-laki yang sejak dari dulu sudah ku benci. Aku fikir kau wanita baik-baik, tapi ternyata aku tertipu dengan wajah dan tingkahmu yang sok polos itu."
"Dalam sekejap kau membuat luka di hatiku dengan sangat dalam. Ku mohon, jangan pernah menemui ku lagi," Cleon langsung masuk ke dalam rumahnya.
Alula menatap kepergian Cleon dengan hati yang tercabik-cabik.
"Cleon? Apa kau tahu? Aku juga menyukaimu..."
Alula tampak tak bisa menahan air matanya lagi. Ia berjongkok dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Alula menangis tersedu sedu di halaman rumah Cleon.
Cleon melihat pemandangan memilukan itu dari dalam kamarnya yang berada di lantai atas. Matanya tampak memerah melihat Alula menangis seperti itu. Hati kecilnya menyuruh Cleon untuk turun dan mendekap tubuh Alula dengan erat. Akan tetapi, logika dan kemarahan lebih menguasai dirinya. Hingga akhirnya Cleon menutup tirai jendela kamarnya.
*****
Alula berjalan seperti tidak memiliki tujuan hidup. Air mata terus mengalir dari kedua sudut matanya. Andai saja malam itu ia sampai di restoran, tentu saat ini Alula dan Cleon sudah menjadi sepasang kekasih yang bahagia. Alula tidak akan kehilangan pekerjaan, juga tidak perlu menikah dengan laki-laki yang ia benci.
"Masuklah!" Kai membukakan pintu untuk Alula.
"Mau apa kau?" Alula mengeringkan air matanya.
"Aku bilang masuk !!" Kai berteriak.
Kai mendekat ke arah Alula dan menarik tangan Alula kasar. Lalu Kai memasukan Alula paksa ke dalam mobilnya.
"Kau akan membawaku kemana?" Alula bertanya kepada Kai yang mulai melajukan mobilnya.
"Aku ingin berbicara mengenai pernikahan kita !!"
"Pernikahan? Kau kira aku mau menikah denganmu?"
Kai membanting stir ke kiri dan menepikan mobilnya di pinggir jalan yang cukup lengang dan sepi.
__ADS_1
"Dengarkan aku baik-baik !!! Jika saja malam itu aku tak menolongmu, mungkin sekarang aku tak akan berada dalam masalah serumit ini," Kai menatap Alula tajam.
"Seharusnya malam itu aku tak menolongmu dan membiarkan mantan kekasihmu yang berengsek itu melecehkanmu !!" sambung Kai geram.
"Jadi kau menyalahkanku atas apa yang terjadi?"
"Ya, tentu saja ini semua salahmu. Sungguh, aku tidak sudi menikahi gadis aneh seperti dirimu jika karena tidak terpaksa. Asal kau tahu kau bukan tipeku sama sekali. Aku melakukan itu karena namaku dan perusahanku sedang berada di ujung tanduk," sambungnya.
"Aku tidak peduli dengan itu semua," Alula memutar bola matanya.
"Pernikahan itu juga untuk membersihkan namamu. Lakukan saja agar orang tuamu terbebas dari rasa malu. Dan kau harus ingat, masalah ini ada gara-gara kau."
Alula pun merasa terusik dengan kata-kata Kai. Ia kembali memikirkan kedua orang tuanya, terutama saat Halbert dan Ainsley berkata bahwa teman-temannya menjudge mereka sebagai orang tua yang tidak bisa mendidik Alula dengan benar.
"Aku akan menikahimu hanya sampai kasus kita menghilang dan dilupakan masyarakat Inggris. Aku akan menikahimu 7 bulan saja. Setelah itu, aku akan menceraikanmu," papar Kai.
"Bukankah itu sama dengan kita mempermainkan pernikahan?" Alula mengernyit heran.
"Aku sungguh tidak peduli. Lagi pula kita menikah bukan karena saling cinta, setelah tujuh bulan aku akan menceraikanmu dan kembali kepada kekasihku," jawab Kai.
"Baiklah, aku setuju. Setelah tujuh bulan kau harus benar-benar menceraikanku," Alula menyetujui karena ia juga perlu membersihkan namanya dan tak ada pilihan lagi untuknya saat ini.
"Baiklah, nanti sore kedua orang tuaku akan ke rumahmu untuk membicarakan pernikahan kita, sekarang turunlah dari mobilku !!" perintah Kai.
"Kau gila? Jalan ini sepi sekali, aku takut ada orang jahat," teriak Alula.
"Jalan ini terlewati oleh taksi, kau bisa naik taksi. Cepatlah turun !!"
Alula hanya diam di tempat duduknya. Kai mulai hilang kesabaran. Ia keluar dari mobilnya kemudian ia membuka pintu mobil tempat Alula duduk. Kai mengeluarkan Alula paksa dari mobilnya.
"Hey, setidaknya aku ikut menumpang ke dalam mobilmu sampai depan," Alula berteriak.
"Aku tidak mau berlama lama dengan gadis sepertimu," Kai masuk kembali ke dalam mobilnya dan meluncur pergi meninggalkan Alula.
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih š¤š¤
__ADS_1