Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Pesta Halloween


__ADS_3

"Trick or Treat?" Teriak anak-anak saat Alula membuka pintu rumahnya.


Alula tersenyum melihat anak-anak di sekitar rumahnya yang sedang memakai kostum Halloween. Alula segera mengambil permen dan memberikannya kepada anak-anak yang berada di depan pintu tersebut.


"Thank you, kak!" Seru anak-anak bersamaan.


"Sama sama, sayang," ujar Alula ramah.


Anak-anak itu pun segera pergi dari rumah Alula dan Kaivan, lalu mengetuk pintu rumah yang lainnya.


Alula berjalan sampai pagar, lalu ia memperhatikan keadaan jalan perumahannya yang sangat berbeda. Terlihat jalanan dihias dengan dekorasi khas Halloween, yaitu labu kuning yang diukir menjadi Jack O'Lantern. Selain labu, ada juga pernak-pernik lainnya seperti sarang laba-laba, hiasan daun berwarna jingga sebagai penanda musim gugur dan lampu yang berkelap kerlip menghiasi jalan area perumahannya.


"Kenapa kau belum bersiap-siap?" Tanya Kai yang sudah memakai kostum Halloweennya. Malam ini, Kai terlihat memakai kostum Harry Potter. Ia menggunakan jubah Harry Potter, tak ketinggalan ia memakai kacamata, dan membawa sebuah tongkat sihir.


"Kau sangat lucu!" Alula tertawa melihat penampilan Kai.


"Cepatlah bersiap-siap! Pestanya akan diadakan 1 jam lagi," tutur Kai kepada Alula yang kini masih mengenakan baju santai.


"Baiklah," Alula pun masuk ke dalam rumahnya, lalu ia mengganti bajunya dengan kostum Halloween. Sedangkan Kai menunggunya di lantai bawah.


"Kai, ayo!" Ucap Alula saat ia turun dari tangga.


Kai memperhatikan penampilan Alula. Saat ini, Alula memakai kostum Hermionie Granger yang merupakan tokoh fiksi film Harry Potter. Alula tampak mengenakan kemeja putih dengan dasi berwarna merah, rok pendek berwarna abu-abu, sepatu pentofel hitam berserta kaos kakinya, dan tak lupa ia juga memakai jubah yang tidak di kancing.


Hari kemarin, Kai dan Alula memang sempat berbelanja ke butik. Akan tetapi, mereka tidak menemukan kostum yang di rasa pas untuk dipakai saat pesta Halloween. Akhirnya Kai menyuruh desaigner di perusahaan Fashion ayahnya untuk merancangkan dua stel baju untuk ia dan Alula. Kai meminta agar kostumnya tidak terlihat aneh dan tidak perlu menggunakan aksesoris yang berlebihan.


"Masih kurang, bawalah ini!" Kai memberikan satu tongkat sihir kepada Alula agar penampilan gadis itu benar-benar menyerupai tokoh Hermionie Granger.


Mereka pun segera berangkat ke tempat pesta Halloween yang diadakan di sebuah aula restoran bintang 5. Restoran itu tentunya sudah dibooking oleh pihak penyelenggara yang mengadakan pesta Halloween dengan bertajuk kembali pulang.


"Kai, aku takut!" Alula mencengkram lengan Kai ketika mereka sampai di pelataran restoran tempat diselenggarakannnya pesta Halloween.


"Mengapa mereka sangat menyeramkan?" Alula tak henti memandangi sebagian orang-orang yang memakai kostum horor. Ada yang memakai kostum Jasson di film Friday the 13 th, ada yang memakai kostum Michael di film Halloween, dan ada juga yang memakai kostum Valak.


"Tenanglah! Mereka semua teman-teman kita saat SMA."


"Kau Kai kan?" Sapa seseorang yang memakai kostum dracula.


"Kau Robert kan?" jawab Kai.


"Iya, ini aku teman sekelasmu. Selamat atas pernikahanmu, aku sangat syok begitu tahu kau menikah dengan musuh bubuyutanmu saat SMA. Takdir memang tidak ada yang tahu," Robert menepuk bahu Kai diiringi sembari tertawa renyah.


"Kau Alula kan? Penampilanmu sungguh sangat berbeda, kau sangat cantik sekarang!" Puji Robert seraya melihat Alula dari ujung kaki sampai dengan ujung rambut.

__ADS_1


Entah kenapa Kai merasa tidak suka ada yang melihat Alula dengan tatapan seperti itu.


"Ayo!" Kai menarik tangan Alula meninggalkan Robert disana.


Aula restoran di tata dengan sangat apik oleh pihak penyelenggara, sehingga membuat suasana aula itu terkesan sangat menyeramkan. Terlihat ada kerangka manusia yang terbuat dari pelastik, ada patung penyihir yang sangat besar, dan juga dekor lainnya yang membuat aula itu terasa mencekam.


"Kai!" Panggil Kai dan Nino bersamaan saat Alula dan Kai memasuki aula restoran.


Nino terlihat memakai kostum Nobita, karakter di film kartun Doraemon. Sedangkan Alden tampak memakai kostum Sasuke karakter dari komik Naruto. Nino dan Alden memang seorang penggemar anime. Mereka begitu menyukai hal-hal berbau Jepang. Nino dan Alden berjalan beriringan dan di belakang mereka terlihat ada seorang gadis yang tengah memakai kostum Jasmine karakter di film Alladin.


"Sayang?" Gadis itu berjalan ke arah Kai, ternyata ia adalah Arabella.


"Kenapa kau ada di sini?" Tanya Kai. Ia sedikit terkejut melihat Arabella ada di pesta Halloween yang sama dengannya.


"Aku mengetahui dari Nino dan Alden jika kau akan datang ke acara Halloween. Maka dari itu, aku ikut ke pesta ini."


"Kau kan bukan alumni sekolah ini?" Tanya Alula datar. Lalu tatapannya pindah ke baju Arabella yang tampak sangat terbuka. Ia memakai kostum Jasmine, tetapi kostum itu dibuat terbuka di area dadanya.


Arabella memandang Alula yang sedang memperhatikannya dengan tatapan tajam.


"Hey, wanita penggoda!! Memangnya hanya alumni yang di perbolehkan datang? Lagi pula aku datang sebagai pasangan dari Nino," kata Arabella dengan nada yang penuh dengan emosi.


Kemudian, tatapannya beralih ke arah pria yang sangat ia cintai.


"Sayang, aku sangat merindukanmu!" Arabella tiba-tiba mencium pipi Kai.


"Bell, tolong jaga sikapmu! Ini tempat umum," ucap Kai tegas.


"Kau tenang saja, Kai! Aku sudah memberi tahu yang lain jika Arabella adalah sepupumu," timpal Nino yang melihat kegelisahan di raut wajah Kaivan.


Kai langsung menatap Alula dan di saat yang sama Alula pun tengah menatapnya. Alula langsung mengakhiri tatapan itu.


Mereka berlima pun berjalan beriringan dan duduk didekat panggung acara.


"Kai, aku dan Alden ambil minuman sebentar," pamit Alden.


Kai hanya mengangguk, kini tinggal mereka bertiga di meja itu.


"Sayang, kau ke mana saja? Aku sangat merindukanmu! Dari kemarin kau tidak membalas pesanku," Arabella bergelayut manja di tangan kekar Kai, kemudian ia menyandarkan kepalanya di dada mantan kekasihnya itu.


"Walau pun aku dan Kai menikah karena terpaksa, tetapi pantaskah Arabella berprilaku seperti itu? Bagaimana pun aku adalah istrinya. Dan lihatlah dia! Mengapa dia hanya diam saja? Dia selalu menyuruhku untuk menjaga prilaku, tetapi dia sendiri pun tidak menjaga prilakunya di tempat umum seperti ini," batin Alula, lalu ia menghembuskan nafasnya pelan.


"Aku bawakan kalian minuman," Alden dan Nino membawa lima gelas wine.

__ADS_1


Semua tampak minum winenya masing-masing, hanya Alula yang tidak menyentuh minuman beralkohol tersebut.


"Al, kau tidak minum?" Tanya Alden.


Sikap Alden sekarang jauh lebih baik setelah Alula menikah dengan Kai, biasanya pria itu memanggil Alula dengan sebutan gadis aneh.


"Tidak. Aku tidak pernah minum minuman beralkohol," tolak Alula.


Kai langsung memandang wajah istrinya itu.


"Munafik sekali kau!" Maki Arabella sembari tubuhnya masih menyandar di dada Kai.


"Benarkah? Kenapa kau tidak pernah minum wine?" Nino merasa penasaran.


"Papa dan Mama selalu berkata jika kita meminum minuman beralkohol, kita bisa mabuk. Hal itu akan membuat kita melakukan tindakan di luar kendali yang bisa merugikan diri sendiri," papar Alula.


"Jika minumnya hanya satu gelas seperti ini tidak akan membuatmu mabuk, dasar gadis bodoh!" Gerutu Kai.


"Dia memang gadis bodoh, sayang!" Arabella tampak senang saat Kai menyebut Alula dengan sebutan gadis bodoh.


"Tetap saja. Mau satu gelas atau satu tetes, aku tidak berselera meminumnya. Lagi pula minuman seperti itu tidak baik untuk organ ginjal dan liverku, jawab Alula datar.


"Al?" panggil Chelsea yang tengah berjalan ke arahnya, di ikuti dengan Cleon.


"Chelsea, Cleon!" Alula langsung berdiri dari duduknya dan begitu bahagia melihat Chelsea dan Cleon. Ia ingin segera keluar dari suasana yang tidak membuatnya nyaman itu.


Chelsea terlihat memakai kostum Elsa, yaitu tokoh di film Frozen. Ia tampak sangat cantik malam ini dengan gaun warna birunya. Sedangkan Cleon tampak memakai kostum pangeran Henry karakter pangeran yang ada dalam film Cinderella.


Cleon memandang ke arah Arabella dan Kai yang tengah bermesraan.


"Kau sangat tidak tahu malu ya?" Cleon menatap tajam ke arah Kai.


"Bisa-bisanya kau berprilaku seperti itu di tempat umum seperti ini. Kau benar-benar tidak menghormati Alula sebagai istrimu," lanjutnya.


"Apa urusanmu?" Tanya Kai dengan nada yang ketus.


"Sudahlah, Cleon! Lebih baik kita membuka meja sendiri," ujar Alula kepada Cleon.


"Hey, kau jangan berani-berani meninggalkan meja ini!" Hardik Kai kepada istrinya.


"Jika kau meninggalkan meja ini, kau akan tahu akibatnya," lanjut Kai dengan sorot dan nada yang mengancam.


"Aku tidak peduli! Lagi pula ada Chelsea, jadi aku tidak berduaan dengan Cleon. Sebelum kau melarangku, bercerminlah dengan apa yang kau sedang lakukan sekarang!" Ucap Alula dingin. Kemudian ia segera berlalu meninggalkan meja suaminya dan diikuti oleh Cleon dan juga Chelsea.

__ADS_1


"Sialan!!" umpat Kai.


Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2