
Pagi ini Chelsea bersiap akan pergi ke butik. Chelsea memakan rotinya sembari menonton acara televisi pagi. Saat ia sedang menonton, Chelsea dikejutkan dengan acara televisi yang menayangkan Alula dan Kaivan tengah berbulan madu. Saking terkejutnya, roti yang Chelsea pegang terjatuh dari jemari lentiknya.
"Chel? Bukankah itu Alula?" Tanya mama nya yang sedang menonton televisi disamping dirinya.
"Iya, mam."
"Suaminya sangat tampan sekali. So sweet sekali. Mama jadi ingat ketika berbulan madu dengan papamu di New Jersey, Amerika Serikat," Mama Chelsea tersenyum manis menonton televisi yang tengah menayangkan Alula berciuman dengan Kaivan.
Chelsea tidak menyauti. Fikirannya melayang kepada pria yang sudah enam tahun dekat dengan Alula.
"Chelsea berangkat dulu, Ma!" Chelsea beranjak dari sofa.
"Hati hati sayang!"
Chelsea segera masuk ke dalam mobilnya dan merogok tas untuk mengambil ponsel.
"Apa Cleon sudah tahu? Bagaimana keadaannya? Aku harus memastikan keadaan Cleon," Chelsea masuk ke menu ponselnya dan mencari kontak Cleon.
"Hallo Cle-"
"Aku tidak apa-apa, aku mau kerja dulu. Nanti aku hubungi lagi," Cleon memutus begitu saja telfon dari Chelsea. Suaranya terdengar sangat murung.
"Dia pasti sudah melihat berita itu. Mengapa Alula membalas ciuman itu dan juga memeluk Kai? Apa dia sudah mencintai Kai? Aku rasa begitu. Aku kenal dia. Alula bukan tipe wanita yang mau dicium oleh sembarangan lelaki. Waktu enam tahun lalu saja, ketika dia akan dicium oleh orang setampan Alden Alula tidak mau," Chelsea berbicara di dalam mobilnya seraya ingatannya menjelajah ke waktu enam tahun yang lalu, saat mereka melakukan permainan truth or dare. Chelsea terbuyar dari lamunannya dan segera mengemudikan mobil miliknya untuk sampai butik.
Saat bekerja, pikiran Chelsea begitu tidak tenang. Pikirannya menjelajah kepada pemuda yang ia cintai. Ya, itu adalah Cleon. Pikiran Chelsea benar-benar dipenuhi oleh Cleon. Ia takut terjadi sesuatu padanya. Tak terasa, waktu sudah menjelang malam hari.
"Cleon pasti sudah pulang kerja," Chelsea berinisiatif untuk menghubungi Cleon kembali.
"Hallo, Cleon!" Sapa Chelsea.
"Hallo? Siapa? Oh, ini dengan gadis yang memberikanku harapan palsu? Haha," Cleon meracau dari balik telfon. Nada bicaranya seperti orang yang tengah mabuk.
__ADS_1
"Cleon, kau di mana sekarang?" Chelsea bangkit dari duduknya dan segera mengambil kunci mobil miliknya.
"Aku di apartemenku sayang. Kemarilah kita bersenang-senang! Aku akan menciummu lebih baik dari priamu itu," Cleon masih meracau.
"Di mana apartemenmu?" Chelsea berjalan ke arah mobilnya dan langsung masuk ke mobilnya yang berwarna biru.
"Di apartemen Bougenville Hills. Cepatlah kemari sayang," racau Cleon.
Chelsea segera mematikan ponselnya dan langsung datang ke apartemen milik Cleon.
"Malam, Tuan. Apakah anda kenal Cleon? Bisa saya tahu dia tinggal di apartemen lantai berapa?" Chelsea bertanya kepada petugas keamanan yang sedang berjaga di lantai 1.
"Maksud anda tuan Zeuch?"
"Benar, Cleon Zeuch. saya temannya. Saya ada perlu dengan Cleon mengenai pekerjaan," Chelsea berbohong agar ia di izinkan masuk ke dalam apartemen.
"Oh baiklah, Nona. Apartemen Tuan Zeuch berada di lantai 6 No 32," tandas petugas keamanan itu dengan ramah.
Tok..tok..tok..
Chelsea mengetuk pintu apartemen Cleon. Lalu ia memencet bel karena tidak ada jawaban dari Cleon.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Cleon membuka pintunya.
"Alula sayang? Kau ke sini? Masuklah!" Cleon membuka pintu.
Chelsea melihat Cleon sedang memegang satu botol wine. Matanya tampak memerah dan juga bau alkohol tercium sangat menyengat dari mulutnya.
Chelsea segera masuk. Setelah ia masuk ke dalam kamar apartemen, Chelsea segera mengambil botol wine dari tangan Cleon.
"Apa yang kau lakukan?" Bentak Cleon.
__ADS_1
"Sudah cukup! Kau sudah mabuk," Chelsea memegang botol itu dengan tangannya.
"Berikan botol itu kepadaku gadis murahan!" Hardik Cleon. Ia menyangka Chelsea adalah Alula.
Cleon mendekat ke arah Chelsea. Chelsea tampak takut dengan Cleon saat ini. Ia memundurkan langkahnya hingga membentur tembok. Cleon menyabet botol wine dari tangan Chelsea dan menyimpannya di atas nakas yang berada di samping mereka tengah berdiri.
"Selama enam tahun ini aku begitu mencintaimu, tetapi kau malah membalas perasaanku dengan seperti ini. Kau memberikan harapan palsu kepadaku. Kau bilang akan bercerai dengannya, tetapi dari waktu ke waktu kau malah menikmati waktumu dengan pria berengsek itu," Cleon menatap tajam ke arah Chelsea.
"Katakan padaku! Kau sudah tidur dengannya bukan? Aku tahu dia Kaivan Allen, dia bisa melakukan apapun bahkan membuatmu jatuh cinta padanya. Tetapi, mengapa kau harus jatuh cinta dengan pria yang sering membullymu saat sekolah? Dia sudah mengambil dua wanitaku. Pertama Amanda dan kedua kau. Jelaskan apa yanh membuatmu jatuh cinta padanya??" Cleon berteriak, teriakannya begitu menyakiti gendang telinga dan hati Chelsea. Chelsea merasa sangat sedih dengan penampilan Cleon sekarang. Ia seolah tidak mengenali Cleon seperti biasanya.
"Aku bukan Alula. Aku Chelsea, sadarlah!" Chelsea mencoba menyadarkan Cleon.
"Aku bisa menciummu lebih baik dari pria itu, akan ku tunjukan padamu!" Cleon mengambil kerah kemeja Chelsea.
"Cleon, apa yang kau lakukan?" Chelsea berteriak ketakutan.
Cleon mendekatkan bibirnya kepada Chelsea. Chelsea berontak dan hendak lari, tetapi tenaga Cleon jauh lebih kuat. Cleon mencium paksa bibir Chelsea. Ia menjelajahi bibir wanita yang ia anggap sebagai Alula.
Chelsea hanya bisa menangis mendapat perlakuan seperti itu dari Cleon. Cleon benar-benar hilang kendali, ia bahkan berani meremas buah dada Chelsea. Chelsea memelototkan matanya, dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh Cleon dari tubuhnya. Chelsea langsung lari dan hendak keluar dari dalam apartemen milik Cleon. Tetapi, niatnya ia urungkan saat melihat Cleon jatuh tersungkur dan tidak bangun kembali.
"Cleon, bangunlah!" Chelsea menepuk nepuk pipi Cleon. Cleon terjatuh karena terlalu mabuk. Chelsea segera membangunkan tubuh Cleon dan memapahnya ke atas kasur. Setelah Cleon terbaring di atas kasur, Chelsea segera membereskan kamar Cleon yang sangat berantakan. Di dalam kamar terdapat beberapa botol wine, Chelsea juga melihat bingkai-bingkai yang berisi foto Alula pecah dan berserakan di lantai.
"Kau memang benar-benar mencintai Alula," Mata Chelsea berkaca-kaca melihat banyaknya foto sahabatnya itu di dalam kamar milik Cleon.
Setelah kamar Cleon rapi, Chelsea mendudukan dirinya di atas sofa yang berada di dekat kasur. Chelsea menatap wajah Cleon yang sangat berantakan.
"Aku mencintaimu. Kembalilah padaku dan tinggalkan suamimu!" Cleon bergumam tetapi masih terdengar oleh Chelsea.
"Apakah sudah tidak ada ruang di hatimu untukku?" Chelsea menahan air matanya agar tidak terjatuh.
Jangan lupa untuk memberikan like, vote dan rate 5 jika kalian suka novel ini. Terimakasih š¤
__ADS_1