
Alula dan Kaivan mendudukan diri mereka di sebuah restoran mewah yang berada di kota Zurich. Saat ini mereka sedang bersiap untuk makan malam di rooftop restoran. Kai membooking seluruh area rooftop restoran agar tidak ada yang mengganggu dinner romantis mereka. Kai memutuskan untuk dinner di area rooftop agar ia dan Alula bisa menikmati pemandangan langit dan bintang yang gemerlap. Hal itu di dukung dengan cuaca yanh baik, tampak salju berhenti turun malam ini.
"Viewnya indah sekali, Kai!" Alula takjub melihat gugusan bintang yang terhampar luas di langit.
"Kau suka?"
"Iya, aku sangat suka," timpal Alula antusias.
"Baiklah, kau mau pesan apa?" Tanya Kai. Ia memperhatikan Alula yang mulai melihat lihat menu.
"Aku ingin ini saja, Kai," Alula memperlihatkan gambar Cheese Fondue dan Meringue yang ada di menu. Cheese Fondue adalah makanan khas dari negara Switzerland, makanan tersebut berbahan dasar keju. Sedangkan Meringue adalah sebuah makanan penutup berupa kue busa.
"Kau sendiri ingin makan apa, Kai?" Tanya Alula.
"Aku ingin Rivella dan Bundnernusstorbe saja," jawab Kai.
Rivella adalah minuman yang terbuat dari air mineral dan apel. Sedangkan Bundnernusstorbe adalah kue yang berisi kacang.
Tak lama seorang waitress pun datang dan mencatat pesanan pesanan dari Alula dan Kai. Setelah menunggu 15 menit akhirnya pesanan mereka datang.
"Bagaimana? Apakah enak?" Tanya Kai saat Alula menikmati Cheese fondue yang merupakan makanan legendaris di negara Switzerland.
Alula mengacungkan jempolnya sebagai jawaban dari pertanyaan Kai.
"Kau tidak jiji melihatku makan?" Alula menatap ke arah Kai seraya terus mengunyah.
"Mengapa harus jiji?" Kai merasa heran dengan pertanyaan Alula.
"Saat SMA kan kau selalu membullyku karena cara makanku yang menurutmu menjijikan," Alula mencocolkan buah-buahan ke arah mangkuk keju miliknya dan menyuapkan kembali ke bibirnya.
"I-itu kan masa lalu. Kenapa kau terus saja membahasnya?" Jawab Kai dengan nada suara yang meninggi.
"Jika dulu melihatnya makan seperti ini membuatku sangat emosi, tetapi entah mengapa malam ini aku sangat suka sekali melihatnya makan," batin Kai.
"Hey, kenapa kau tersenyum seperti itu? Kau tidak sedang merencanakan kejahatan kepadaku kan?" Alula melambai-lambaikan tangannya di hadapan wajah Kai.
"Apakah aku boleh mencoba kejunya?" Sambung Kai kepada Alula yang tengah sibuk memakan Cheese Fondue miliknya.
__ADS_1
"Boleh," Alula menyodorkan mangkuk kejunya kepada Kai.
"Suapi aku!"
"Kau kan bisa mencobanya sendiri," gerutu Alula.
"Aku ingin disuapi oleh dirimu."
"Ya sudah mana sendokmu?"
"Pakai saja sendokmu," Kai tersenyum menatap wajah Alula yang begitu menggemaskan di matanya.
"Tidak apa-apa kau memakai sendok bekasku?" Alula mengacungkan sendoknya di hadapan Kai.
"Tidak apa-apa."
"Kau tidak jiji?" Tanya Alula memastikan.
"Tentu saja tidak. Bukankah kita pernah berciuman?" Goda Kai yang membuat wajah Alula langsung bersemu merah.
"Kenapa wajahmu memerah?" Kai semakin tertarik untuk menggoda istrinya itu.
"Kau sepertinya banyak tahu tentang berciuman? Kau pernah melakukannya bersama siapa saja?" Ekspresi wajah Kai berubah menjadi kesal.
"Ya, tentu saja aku tahu dari film-film romantis yang sering aku tonton. Kau ini bagaimana?" Alula merasa berang karena Kai seolah menyudutkannya.
"Baiklah. Ayo suapi aku!" Kai melunak atas penjelasan dari istrinya.
Alula mulai menyuapi Kai dengan sendok bekas bibirnya. Kai tampak senang dengan hal itu. Alula pun menyuapi Kai dengan makanan yang Kai pesan. Alula melakukan itu karena Kai terus merajuk untuk disuapi.
"Ayo kita berdansa!" Kai berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Alula saat mereka sudah selesai makan malam.
"Kai, aku tidak bisa berdansa," Alula menolak.
"Aku akan mengajarimu," jawab Kai lugas.
"Aku malu," Alula melihat ke kiri dan ke kanan.
__ADS_1
"Kau tidak perlu malu. Hanya ada kita di rooftop ini, ayo!" Kai mengulurkan tangannya lebih dekat.
Alula pun menyambut lengan Kai dengan malu-malu. Kai mengamnil kedua tangan Alula dan melingkarkan di lehernya, sementara tangan Kai kini memegang pinggang Alula.
Desiran angin menjadi musik alami saat mereka berdansa. Kai memperhatikan sejengkal demi sejengkal wajah wanita yang pernah ia benci saat SMA itu. Alula pun menatap wajah Kai yang tengah memandangnya dengan begitu intens.
"Kenapa dadaku berdebar seperti ini?" gumam Alula dan Kai serempak dalam hatinya.
"Aku sudah memastikan, aku memang jatuh cinta kepada gadis bodoh ini," Kai kembali bergumam di dalam hatinya.
"Ayo kita berciuman yang sesungguhnya!" Kai memajukan wajahnya kepada wajah Alula.
"Kai, kurasa ini sudah cukup. Aku kedinginan," Alula melepaskan tangannya dari leher Kai dan mengalihkan wajahnya ke arah lain.
Kai tersenyum karena ia tahu Alula menghindar untuk dicium olehnya.
"Benar kau kedinginan?" Kai memperhatikan wajah Alula yang bersemu merah.
"Ten-tentu saja, Kai. A-yo kita kembali ke hotel!" Alula menjawab dengan terbata-bata. Kai semakin senang melihat wajah Alula yang kini tengah grogi.
"Baiklah, Kai pun menjentikan jarinya untuk memanggil waitress. Waitress itu pun memberikan bill kepada Kai. Kai pun mengeluarkan uang dari dompetnya.
"Ini tip untukmu," Kai memberikan beberapa lembar franc swiss (mata uang negara Swiss) kepada waitress tersebut.
"Terimakasih, tuan," Waitress itu tampak sangat bahagia menerima tip yang sangat besar tersebut.
Alula dan Kaivan pun keluar dari restoran bintang lima itu dan berjalan ke arah mobil yang berada 80 meter dari restoran. Saat mereka berjalan, Alula dan Kai melewati toko bunga. Alula melirik toko bunga itu karena ia melihat bunga favoritnya yaitu bunga rose pink yang di terlihat di kaca toko.
Kai melihat Alula yang melirik bunga berwarna pink tersebut.
"Kau tunggu di sini!" Tanpa basa-basi Kai segera masuk ke dalam toko dan membeli bunga rose pink itu untuk Alula.
"Ini untukmu!" Kai memberikan satu buket bunga rose pink kepada Alula.
"Kai, terima kasih," Alula merasa terharu dengan sikap Kai. Karena ia sangat menyukai bunga tersebut.
Kai menatap Alula yang tengah menciumi bunga pemberian darinya.
__ADS_1
Alula dan Kai pun sampai di parkiran mobil. Kai segera melajukan mobil tersebut dan bergegas kembali ke hotel.
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih š¤š¤