Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Meracau


__ADS_3

"Kau mau membawaku kemana? Kau tidak akan menciumku lagi kan? Asal kau tahu, kau laki-laki yang pertama mencium bibirku. Mantan kekasihku saja belum pernah menciumku karena aku hanya berpacaran dengannya selama 2 bulan, aku memutuskannya karena dia meminta berciuman denganku. Dan sekarang kau seenaknya menciumku dengan sesuka hatimu. Aku tidak mau lagi dicium olehmu, karena setiap kali kau menciumku jantungku berdebar seperti naik roller coaster," Alula meracau sambil menepuk-nepuk dadanya.


Kai kaget saat mendengar racauan dari mulut Alula, lalu Kai tersenyum setelah ia tahu bahwa dia yang pertama mencium gadis yang tengah mabuk itu.


"Selain bodoh kau juga ternyata sangat polos. Baru 4 gelas kau sudah mabuk parah seperti ini. Oh aku lupa, tadi dia meminum white wine," Kai menanggapi racauan Alula.


"Aku heran padamu, mengapa kau bersikap seperti ini kepadaku. Bukankah aku wanita yang dulu paling kau benci? Aku jadi membayangkan bagaimana jika Arabella tahu kau sudah menciumku dan mengajakku untuk tidur bersamamu, mungkin dia akan benar-benar memukulku atau membunuhku. Kau tahu? Saat aku dan dia kelas 1 SMA, kekasihnya mendekatiku. Akan tetapi, aku yang dicaci maki olehnya dihadapan anggota grup cheers ku. Kau tahu rasanya? Rasanya harga diriku benar-benar tercabik. Seharusnya Arabella memaki kekasihnya yang memaksaku untuk menerima bunga darinya. Kekasihnya yang bernama Rein itu selalu mengirimkanku pesan dan menelfonku setiap malam, tapi aku tak pernah mengangkatnya. Tapi malah aku yang dimusuhi. Hahahaha, kekasihmu memang bodoh dan naif, Kai!" Alula meracau kembali di dalam mobil Kai.


"Semenjak saat itu, aku benar benar tidak memiliki seorang teman. Arabella menyuruh semua teman-temannya untuk menjauhiku. Aku selalu dibilang wanita perebut kekasih orang, padahal aku tidak pernah mendekati pacar orang lain. Saat aku pindah ke kota Birmingham, tak ada satu orang pun yang mengucapkan salam perpisahan padaku Lalu, di kota Birmingham aku mengubah penampilan dan sifatku agar tak ada laki-laki yang mendekatiku. Rencanaku berhasil, tak ada laki-laki yang mau dekat denganku. Dan aku mendapat dua teman yang tulus berteman denganku, tetapi tetap saja pada akhirnya Beverly memusuhiku gara-gara dirimu," Alula terus meracau kemana-mana. Mungkin itulah perasaan yang dipendamnya selama ini.


Kai menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang lengang. Ia merasakan keterkejutan bertubi-tubi dengan pengakuan yang keluar dari mulut Alula. Kai tidak pernah menyangka bahwa ternyata Arabella hanya mengarang cerita jika Alula menggoda mantan kekasihnya. Kai merasakan perasaan bersalah yang begitu besar begitu mengingat dirinya lah yang paling kejam membully Alula semasa SMA.


"Semua pria memang sama, Kai. Semua hanya melihat wanita dari penampilannya saja. Semua laki-laki membullyku terutama dirimu, untung saja aku bertemu dengan laki-laki sebaik Cleon. Kau harus tahu, saat malam aku hendak dilecehkan oleh Alfin, malam itu aku akan berkencan dengan Cleon. Hanya Cleon yang memperlakukanku dengan sangat baik, tapi setelah aku datang ke negara ini bersamamu aku jadi melupakan kehadirannya," beber Alula.


Tangan Kai mencengkram kemudi mobil dengan kuat saat ia mendengar nama Cleon disebutkan oleh Alula. Entah mengapa hatinya begitu panas mendengar nama pria lain disebut oleh istrinya.

__ADS_1


"Selama ini semuanya aku telan sendiri. Aku tak pernah mengadu kepada kedua orang tuaku mengenai permasalahan hidupku. Aku tidak ingin membuat mereka mencemaskanku," mata Alula terpejam, air mata merembes dari kedua matanya.


Kai menjulurkan tangannya dan menghapus air mata itu. Kemudian, Kai menyibak rambut Alula yang kini terurai menutupi wajahnya.


"Maafkan aku untuk semua perbuatan burukku di masa lalu!" Kai menatap Alula sendu.


Kai mulai melajukan mobilnya kembali untuk sampai di hotel. Kai melajukan mobilnya dengan pelan karena salju sudah mulai menebal. Sesekali matanya menatap Alula yang tengah terpejam. Kai memperhatikan dengan seksama gadis itu, matanya terhenti di bagian leher Alula yang terbuka. Kai mengingat kembali nasihat dari Nino untuknya. Kemudian Kai membelokan mobilnya ke sebuah supermarket dan keluar untuk membeli sesuatu.


****


"Kai, kita sedang naik Bianglala? Mengapa kepalaku berputar-putar?" ucap Alula saat ia turun dari dalam mobil. Kai mulai memapah Alula ke dalam hotel.


"Kai, kepalaku sungguh pusing," Alula memegang kepalanya sesaat mereka sampai di lobby hotel. Kai pun segera menggendong Alula untuk masuk ke dalam lift. Kai tidak peduli saat semua orang yang ada disana memperhatikan dirinya yang tengah menggendong seorang gadis yang tengah mabuk.


Kai menurunkan Alula sebentar dan segera mengeluarkan cardlock dari tas miliknya, kemudian ia mengetukan cardlock tersebut pada sebuah sensor berwarna hijau untuk membuka kamarnya.

__ADS_1


Setelah pintu berhasil dibuka, Kai menggendong Alula kembali dan merebahkan gadis itu di atas kasur. Kai menatap tubuh Alula yang tengah telentang di atas kasur. Kai tiba-tiba merasakan sesuatu yang bergejolak dalam dirinya saat melihat Alula tak berdaya.


Kaivan mengeluarkan sesuatu dari dalam saku sweaternya, kemudian ia merangkak naik ke atas tubuh Alula dan mulai menciumi bibir gadis itu dengan penuh n*fsu.


"Kai, apa yang kau lakukan?" tanya Alula dengan suara yang lemah dan setengah tidak sadar.


Kai tidak menjawab, ia melanjutkan niatnya yang sudah lama ia inginkan. Bibirnya mel*mat bibir Alula dengan penuh gairah. Sementara Alula tak berdaya dan hanya menggeliat pelan. Lalu, Kai menghentikan aktifitasnya dan mulai membuka sweater dan baju miliknya. Kai kembali menciumi Alula dengan dalam. Kemudian ciumannya kini beralih kepada leher Alula. Kai meninggalkan begitu banyak tanda merah disana.


Kai membuka mantel dari tubuh Alula dan melemparnya ke sembarang arah. Ia menyibakan kemeja Alula sedikit dan menciumi bahu gadis itu. Saat Kai sedang membuka kancing terakhir kemeja istrinya, tiba-tiba sekelebat wajah Alula dengan mata yang berkaca-kaca saat tadi di dalam jacuzzi mempengaruhi niat Kai untuk meniduri istrinya. Kai tahu, Alula tidak menginginkan ini. Kai segera menghentikan aktifitasnya, dan turun dari tubuh istrinya.


Kai memejamkan matanya lalu menjambak rambutnya sendiri. Merasa frustasi dengan situasi yang kini tengah menderanya. Disatu sisi ini adalah kesempatan bagus untuknya agar dapat bercinta dengan istrinya sendiri, tetapi di satu sisi ia juga tidak tega melampiaskan hasratnya kepada wanita yang tengah mabuk dan tidak berdaya. Kai merapikan baju Alula seperti semula, kemudian Kai mengambil baju miliknya yang tercecer di lantai, dan segera memakaikan kembali pada tubuhnya.


Kai segera keluar dari dalam kamar, ia akan menyewa kamar di sebelah kamar Alula karena ia tidak bisa satu kamar dengan Alula malam ini. Ia khawatir ia tidak mampu mengendalikan hasratnya. Kai pun segera keluar dari kamar itu, dan tak lupa mengunci Alula dari luar agar tidak ada yang masuk ke kamar istrinya.


Jangan lupa untuk memberikan like, vote dan rate 5 jika kalian suka novel ini. Terimakasih šŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2