
Alula mengerjap-ngerjapkan kedua matanya saat biasan cahaya lampu menyilaukan kelopak matanya. Saat ini ia terbangun di suatu kamar yang asing. Kepalanya terasa berat dan pusing.
"Mengapa aku ada di sini?" Alula kembali mengingat-ngingat peristiwa yang terjadi padanya sebelum ia terbangun di ruangan yang asing itu.
Alula membulatkan matanya saat ia mengingat jika tadi dirinya tengah berjalan dan ia di ikuti oleh sebuah mobil berwarna merah. Tak lama kemudian, seorang laki-laki turun dan membekap mulut Alula dengan sapu tangan. Laki-laki itu tak lain adalah Alfin.
"Aku harus pergi dari sini. Cleon pasti menungguku sekarang," Alula beranjak bangun dari tempat tidur bercorak floral tersebut. Ia berpegangan ke sudut sudut lemari kecil yang ada disana untuk menopang tubuhnya agar tidak ambruk.
"Ke mana ponselku?" Alula mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan untuk mencari ponselnya. Akhirnya ia melihat tasnya di atas sebuah sofa yang berada di dekat ranjang.
Alula berjalan perlahan untuk mengambil tas, ia masih merasakan pusing dan juga nyeri di kepalanya. Setelah mengambil tas miliknya, Alula mencoba berjalan menggapai gagang pintu. Tetapi pintu itu terkunci, sepertinya Alfin yang mengunci Alula dari luar.
Alula semakin panik dan ketakutan saat pintu tak kunjung terbuka.
"Aku harus menghubungi Cleon," dengan tergesa gesa Alula membuka tas dan mengambil ponsel miliknya.
Saat ia sedang berusaha mencari kontak Cleon, tiba-tiba gagang pintu itu bergerak.
Alula memundurkan langkahnya saat melihat Alfin masuk dengan membawa kantong plastik kecil. Tak lama Alfin segera menutup pintu itu kembali.
"Sayang, kau sudah bangun?" Alfin mendekati Alula yang tengah ketakutan.
__ADS_1
"Aku di mana sekarang?" Teriak Alula.
"Kau sedang di apartemenku, sayang," Alfin mengusap bibir miliknya.
"Aku mau pulang," Alula bergegas berjalan untuk mencapai pintu, tetapi Alfin dengan kasar menarik tangan Alula sehingga ponselnya terjatuh. Alula segera mendorong tubuh Alfin dan menghempaskan tangannya. Plastik kecil yang tengah di pegang Alfin pun terjatuh dan betapa terkejutnya Alula saat ia melihat sesuatu dalam plastik kecil itu.
"Kau mau apa?" Cairan kristal bening merembes dari mata Alula saat ia melihat sebuah alat kontras*epsi terjatuh dari sebuah plastik kecil itu.
"Sudah ku bilang, aku hanya ingin mengajakmu bersenang senang," Alfin menyeringai jahat.
Alula berlari ke arah pintu untuk keluar.
"Kau mau ke mana, hah? Ayo kita bersenang senang terlebih dahulu!" Alfin memegang tangan Alula dengan kedua tangannya.
"Aku tidak akan pernah melepaskanmu! Enam tahun ini aku frustasi karena kau tak kunjung membuka hatimu untukmu. Namun malam ini, kau akan menjadi milikku seutuhnya," Alfin mendekatkan wajahnya kepada Alula
"Lepaskan aku b*rengsek! Lepaskan!" Alula sekuat tenaga melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Alfin. Saat tangannya terlepas, terlihat pergelangan tangannya memerah.
"Maaf, sayang! Rupanya aku sudah kasar. Kemarilah aku hanya ingin membuatmu bahagia!" Alfin berjalan ke arah Alula yang memundurkan langkahnya
Alula terus berjalan mundur untuk menghindar dari Alfin. Ia terhenti saat tubuhnya sudah membentur dinding kamar tersebut. Alula kini tidak bisa kemana mana lagi.
__ADS_1
"Alfin, kumohon jangan!" Alula mengatupkan kedua lengannya sembari terus menangis.
"Kau tidak perlu takut, lihatlah!! Aku sudah membeli alat kontras*psi," Alfin semakin mendekat ke arah Alula.
"Aku tidak mau!!" Air mata semakin deras melompat dari pelupuk mata Alula.
Alfin menarik tangan Alula dan menjatuhkannya di atas kasur. Alula dengan cepat berdiri dan menghindar dari laki laki itu.
"Tolong! Tolong!" Jerit Alula.
"Tidak akan ada yang mendengar, sayang. Ruangan ini adalah ruangan kedap suara," Alfin tertawa sinis.
Alfin kembali mencengkram lengan Alula dengan cepat Alula menggigit lengan Alfin.
"Arrrggghhh, dasar wanita sialan!" Hardik Alfin saat tangannya di gigit dengan sangat kuat oleh Alula. Alula tampak ketakutan dan ia mundur kembali hingga tubuhnya membentur tembok.
Alfin tidak bisa mengendalikan emosi dan nafsunya lagi. Dia segera mendekati Alula dan mencengkram gadis itu. Alfin menyobek lengan dress yang Alula kenakan sehingga menampakan sedikit bagian tubuhnya. Alula terus berontak agar tangan Alfin terlepas dari bajunya.
Buuukkkkkkk
Tiba tiba seseorang menendang punggung Alfin dengan sangat keras.
__ADS_1
Kepada para Readers yang menyukai novel ini harap memberikan like, komen, dan juga vote. Terimakasih š¤