
Acara Halloween mulai di buka oleh pihak penyelenggara. Penyelenggara pesta ini adalah Emily sang ketua angkatan dan tentu saja di sponsori juga oleh SMA Auckland Hills. Kabar dari gadis itu adalah kini ia sudah menjadi seorang super model di USA.
"Selamat datang kembali alumni siswa dan siswi angkatan 25 SMA Auckland Hills! Senang rasanya bisa berkumpul kembali setelah enam tahun kita berpisah," Emily memberikan sambutan hangat kepada hadirin yang datang. Ia tampak menggunakan kostum dress pendek berwarna putih dan memakai mahkota yang dirangkai dari bunga. Sepertinya kostumnya terinsipirasi dari film horor Midsommar.
"Pertama- tama kita ucapkan selamat kepada sang idola sekolah kita, yaitu Kaivan yang kini sudah menikah dengan Alula. Aku begitu kaget mendengar kalian menikah," Emily tertawa tetapi nadanya terdengar mengejek.
Semua yang ada di aula pun tampak melihat ke arah Kai dan Alula. Mereka tampaknya iri dengan Alula yang bisa menikahi laki-laki setampan, sekaya dan sepopuler Kai. Apalagi saat ini Kai memang dikenal sebagai pebisnis yang cukup mumpuni di bidangnya. Arabella tampak sangat kesal dengan apa yang ia dengar. Sementara Kai bersikap tenang dan sangat berwibawa.
"Dulu aku sangat berharap bisa menikah dengan Kai."
"Kenapa wanita aneh itu bisa beruntung menikah dengan Kai?"
"Tapi, lihatlah! Penampilan Alula sangat cantik sekarang."
"Mereka tidak pantas bersama."
Itulah beberapa bisikan dari teman-temannya yang tertangkap oleh telinga Alula. Dirinya pun sampai saat ini masih belum menyangka bisa menikahi orang yang sering membullynya saat SMA.
"Untuk rundown acara malam ini adalah pertama penampilan dari band sekolah kita. Lebih tepatnya penampilan adik-adik kelas kita. Lalu acara makan makan dan tentunya games yang tak bisa di pisahkan dari acara Halloween yaitu permainan Apple Bobbing. Kalau begitu untuk mempersingkat waktu, mari kita buka pesta Halloween ini," Emily segera turun dari panggung, lalu anak-anak band dari sekolah SMA Auckland Hills mulai menyanyikan lagu untuk acara pesta Halloween kaka kelasnya yang telah menjadi alumni.
Setelah anak-anak band menyanyikan lagu, acara selanjutnya adalah makan-makan. Mereka tampak sangat akrab pada sesi ini. Tentu saja yang menjadi pokok bahasannya adalah masa-masa mereka saat SMA. Semua bercanda riang dan tampak flashback kembali ke masa SMA yang dirasa sangat menyenangkan. Tetapi, berbeda dengan Alula. Dia hanya diam dan hanya membahas obrolan kecil dengan Chelsea dan Cleon. Karena masa SMA Alula bisa di bilang kelam, tidak lain dan tidak bukan karena ia sering menjadi target bullyan di sekolah itu. Ditambah dengan momen Beverly yang memusuhinya, semakin membuat Alula tak memiliki banyak moment untuk ia kenang.
"Aku permisi ke toilet sebentar," ucap Alula kepada Cleon dan juga Chelsea.
Kaivan memperhatikan Alula yang beranjak pergi menuju toilet.
"Mau ke mana?" Alden menepuk bahu Kai, saat ia akan menyusul istrinya.
"Sudahlah di sini saja," ujar Nino karena saat ini mereka tengah mengobrol dengan yang lainnya.
Kai pun tidak jadi menyusul Alula ke toilet.
****
Alula membasuh wajahnya dengan air mengalir di depan wastafel. Malam ini ia hanya menggunakan sedikit cushion dan lip tint. Jadi, tidak masalah jika make up nya yang tipis itu tersapu oleh air.
Alula menutup keran wastafel, kemudian ia menatap dirinya di cermin yang ada di toilet tersebut.
"Aku benar-benar tidak betah dengan pesta ini," Alula memejamkan matanya.
__ADS_1
Saat Alula bergegas keluar dari toilet dan berjalan menuju aula restoran, tiba-tiba sepasang tangan mencengkram lengannya.
"Bev, apa yang kau lakukan?" Cetus Alula saat ia mengetahui yang menarik tangannya adalah Beverly.
"Aku ingin bicara padamu!" Beverly menatap tajam mantan sahabatnya itu.
"Bicaralah!" Alula menghempaskan tangan Beverly yang menyakiti lengannya.
"Aku sudah tahu mengenai pernikahanmu. Ku dengar kau dan Kai hanya akan menikah selama tujuh bulan."
"Mengapa Beverly bisa tahu? Kai pasti yang memberitahunya," gumam Alula dalam hatinya. Ia kecewa kepada suaminya karena membocorkan masalah itu kepada orang lain.
"Lalu? Apa hubungannya denganmu?" timpal Alula.
"Kau pasti mengerti maksudku. Aku sangat mencintai Kai sampai sekarang. Setelah kau bercerai darinya, aku akan kembali berusaha untuk merebut hatinya. Sudah kuduga, Kai memang tidak akan jatuh cinta dengan wanita aneh sepertimu. Kau sangat menyedihkan. Kau dinikahi, tetapi tak pernah disentuh oleh suamimu!! Mungkin dia jijik untuk menyentuh tubuhmu," Beverly tertawa sinis.
Hati Alula merasa sakit mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Beverly kepadanya. Alula lebih emosi karena Kai membocorkan masalah seprivasi itu kepada Beverly.
"Kau jangan bermimpi! Setelah aku cerai dengannya, Kai akan menikahi mantan kekasihnya yang bernama Arabella. Kau tak akan punya kesempatan. Aku lebih kasihan padamu, kau mengejar-ngejar laki-laki yang sama sekali tak mencintaimu. Bahkan dulu dia memacarimu hanya untuk bahan taruhan saja," Alula tersenyum sinis kepada Beverly. Sebenarnya ia tidak ingin mengatakan itu, tetapi ia rasa kata-kata Beverly sudah keterlaluan.
"Berani-beraninya kau berkata seperti itu padaku!" Hardik Beverly.
"Maafkan aku, Bev. Tapi, kurasa kali ini kau keterlaluan," gumam Alula sembari terus berjalan.
"Kenapa lama sekali, Al?" Tanya Chelsea saat Alula baru kembali dari toilet.
"Iya, kenapa lama sekali? Permainan Apple Bobbing akan segera dimulai," tutur Cleon.
"Tadi toiletnya penuh," Alula berbohong karena ia tidak ingin Cleon dan Chelsea membenci Beverly, jika ia menceritakan apa yang baru dialaminya.
Alula melihat ada 4 baskom yang lumayan besar di aula restoran itu. Mungkin saat ia pergi ke toilet aula itu di setting untuk permainan Apple Bobbing.
Apple Bobbing adalah permainan khas Halloween yang dimainkan dengan mengisi baskom besar dengan air dan apel. Setelah apel mengapung di air, pemain harus mengambil apel itu dengan giginya. Para pemain tidak boleh menggunakan lengan.
"Untuk acara terakhir adalah permainan Apple Boobing. Tetapi, kali ini permainannya akan tampak berbeda dengan permainan Apple Boobing versi aslinya," jelas Emily.
"Jadi, agar semua dapat berpartisipasi di permainan ini. Maka, aku bagi kalian menjadi 2 kelompok. Jadi, pemimpin kelompok harus menggigit apel itu dari baskom berisi air. Lalu ia harus meng estafetkan atau menyerahkan apel itu ke teman yang mengantri di belakangnya menggunakan bibir. Si teman yang dibelakang harus menerima apel itu dengan bibirnya. Akan tetapi, untuk menjaga kesterilan dan kesehatan, orang ketiga menerima apel itu dengan tangan saja sampai orang terakhir. Kita berpacu dengan waktu. Tim yang menang adalah tim yang bisa memindahkan apel itu dengan cepat," papar Emily kembali.
Semua tampak bersurak. Emily yang merupakan ketua angkatan mulai membagi kelompok menjadi dua bagian. Kelompok pertama adalah Kaivan sebagai pemimpin grup A. Di belakangnya ada Emily, Nino, Alden, dan lain lain. Sepertinya ia sengaja mengatur dirinya berada di belakang Kai, agar ia dapat mengambil apel dari bibir mantan kekasihnya itu. Grup B di pimpin oleh Cleon, di belakangnya ada Alula lalu Chelsea, Beverly, Robert, dan yang lainnya.
__ADS_1
"Biar aku saja yang di belakang, Kai!!" ucap Arabella
"Tidak bisa. Ini sudah menjadi peraturanku," tandas Emily.
"Sudahlah, Bell. Lagi pula Kai tidak akan berciuman dengan Emily, ada apel yang memisahkan," Nino berbisik untuk menenangkan Arabella. Arabella pun kemudian mengangguk.
Permainan mulai di mainkan. Yang mulai memainkan game pertama adalah tim Kaivan. Kai mulai mengambil apel itu dari baskom dengan giginya, lalu ia menyerahkannya kepada Emily. Emily dengan senang menggigit apel itu dari bibir Kai. Kai mengoper apel kepada Emily dengan sangat cepat, untungnya buah apel itu besar-besar. Jadi, apel apel tersebut lumayan memisahkan jarak antara bibirnya dan bibir Emily. Alula hanya melihat pemandangan di depannya dengan tatapan datar.
Emily kemudian mengoper apel yang ada di mulutnya kepada Nino. Nino menerima apel itu dengan tangannya, lalu ia mengoper apel ke belakang dan seterusnya sampai apel itu berakhir di baskom yang ada di belakang pemain terakhir. Mata Kai terus menerus memandang Alula yang tengah menatapnya. Setelah 10 apel dipindahkan, akhirnya permainan tim A selesai dengan waktu 5 menit.
Sekarang adalah giliran tim B yang diketuai oleh Cleon untuk memulai permainan. Cleon mulai meletakan kedua tangannya di belakang, lalu ia segera mengambil apel itu dari dalam baskom dengan mulutnya. Kemudian ia menyerahkan apel itu kepada Alula yang berada di belakangnya. Alula mengambil apel itu dengan gugup, sesekali mereka bertatapan saat meng estafetkan apel itu. Lalu, Alula menyerahkan apel tersebut kepada Chelsea yang berada di belakangnya. Chelsea mengambil dengan tangan, lalu ia mengoper ke pemain belakang dan seterusnya sampai apel berakhir di baskom. Sementara, Kai terlihat berusaha menahan amarahnya melihat pemandangan yang ada di depannya.
Baru dua apel yang berhasil diestafetkan oleh Cleon kepada Alula. Saat Cleon akan memindahkan apel ketiga, tiba-tiba Kaivan menarik tangan Alula. Semua kaget melihat Kaivan yang secara tiba-tiba menarik lengan istrinya itu.
"Ku fikir acaranya sudah selesai, aku dan istriku pamit pulang," ucap Kai dengan dengan tatapan membunuh. Setelah enam tahun berlalu, rupanya teman-temannya masih takut akan kemarahan Kai.
"Baiklah, hati-hati di jalan," timpal Robert.
"Ayo pulang!" Kai menyeret tangan Alula kasar.
"Kai, tanganku sakit!" Alula berusaha melepaskan tangan Kai dari lengannya.
"Diamlah!" Kai semakin mempercepat langkah kakinya untuk menuju halaman. Langkah kaki Kai yang besar, membuat Alula kesulitan untuk berjalan. Sementara yang lain hanya memandang dan berbisik-bisik.
"Sepertinya Kaivan tengah cemburu," ucap Jessica kepada Diana.
"Iya, dia sepertinya cemburu," timpal Diana.
"Jangan menyeretnya seperti itu!" Cleon menghadang jalan Alula dan Kaivan saat mereka sudah sampai di area parkir.
"Jangan ikut campur! Ayo!" Kai kembali menyeret lengan Alula.
"Sayang?" Panggil Arabella. Kaivan pun mengalihkan perhatiannya kepada gadis berambut blonde itu.
"Aku harus pulang sekarang," tutur Kai kepada Arabella.
"Kau tidak sedang cemburu padanya kan?" Arabella menatap Kai dengan sendu.
"Ten-tentu saja tidak, mana mungkin aku cemburu," jawab Kai terbata bata.
__ADS_1
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih š¤š¤