Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Tinggalkan Aku Disini !


__ADS_3

"Kepalaku pusing sekali!" Alula menyentuh keningnya saat ia terbangun dari tidurnya di pagi hari. Alula menyapu sudut ruangan kamarnya dan tidak mendapati Kai di dalam kamar.


"Kai ke mana?" Tanya Alula bingung saat ia tak juga melihat kehadiran Kai.


Alula turun dari kasur, lalu ia mengambil handuk yang berada di dekat lemari. Sesaat ia akan berjalan ke kamar mandi, Alula menginjak suatu benda yang terbungkus dengan dus kecil.


Alula berjongkok dan mengambil benda itu dengan tangannya. Matanya membulat dengan sempurna saat ia mengenali benda yang sering ia lihat di di rak minimarket maupun rak supermarket.


"Mengapa Kai membeli ini?" Tangan Alula bergetar saat ia memegang satu dus kecil alat kontras*psi.


Alula mengatur nafasnya, kemudian ia berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi. Alula membuka bajunya di hadapan sebuah cermin yang besar. Setelah Alula berhasil membuka baju, dia melihat begitu banyak tanda merah di leher dan dibahunya.


Alula langsung terhuyung dan ambruk hingga terduduk di lantai kamar mandi. Air mata yang ia tahan sedari tadi kini tumpah di pipinya.


"Apa yang dia lakukan kepadaku?" Alula mencoba mengingat kejadian semalam. Ia hanya ingat saat Kai meninggalkannya untuk mengangkat telfon, lalu ia meminum minuman yang ada di dalam gelas, setelah itu ia meminta tambahan kepada bartender karena merasakan suhu tubuhnya menghangat karena minuman tersebut.


Alula berusaha mengatur nafasnya yang semakin cepat. Ia harus segera meminta penjelasan langsung dari Kai.


***


Setelah mandi dengan asal, Alula kembali merebahkan dirinya di atas kasur. Ia menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut yang tebal.


Alula mendengar seseorang masuk ke dalam kamarnya. Ia mengintip dari dalam selimut dan melihat Kai yang sudah berpakaian rapi masuk ke dalam kamar.


Alula pura-pura tertidur sampai sore hari. Kai mencoba terus membangunkannya, tetapi ia tak kunjung bangun dan terus berpura pura untuk tidur.


"Seharian ini kau tidak bangun, aku tahu kau hanya berpura pura tidur. Ayolah bangun! Malam ini kita harus pergi ke kota Zermatt. Jika kau tidak bangun, maka aku akan meninggalkanmu sendirian di kota ini," Kai berpura-pura melangkah keluar.


"Tunggu, Kai! Aku ikut," Alula seketika terbangun begitu mendengar ucapan Kai yang akan meninggalkannya. Alula begitu takut ditinggalkan di negeri orang yang asing baginya. Bisa-bisa ia tidak akan bisa pulang, jika Kai benar-benar meninggalkannya. Sebenarnya Kai hanya menggertak Alula saja agar gadis itu bangun dari tidur pura-puranya.


Alula membereskan baju-baju Kai dan baju miliknya ke dalam koper. Ia tak mengeluarkan sepatah kata pun hingga membuat Kai dibuat heran.


Sore telah berganti dengan malam, Kai dan Alula tengah dalam perjalanan menuju kota Zermatt. Perjalanan dari kota Bad Ragaz ke kota Zermatt membutuhkan waktu 4 jam 4 menit. Baru 15 menit berada di dalam perjalanan, Alula sudah tidak dapat menahan perasaannya lagi.


"Kau melakukan apa padaku semalam?" Alula berkata dengan tajam dan mencoba mengatur nafasnya yang terasa berat.

__ADS_1


"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti!" Kai menjawab dengan gugup dan berpura-pura tidak mengerti. Kemudian Kai menepikan mobilnya di sebuah jalanan yang lengang dan disampingnya dipenuhi dengan ilalang.


"Aku bilang, APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU?" Alula berteriak sangat kencang kepada Kai yang terduduk disampingnya. Air mata mulai jatuh tanpa bisa ditahannya.


"Aku tidak melakukan apapun padamu!!!" Kai balas berteriak.


"Lalu, apa ini?" Alula melempar satu dus kecil alat kontras*pesi yang ia temukan di dalam kamar ke wajah Kai.


Kai tampak kaget dengan yang Alula lakukan.


"Kau jangan bertindak tidak sopan terhadap suamimu!!!" Hardik Kai seraya mencengkram pergelangan Alula dengan kuat. Alula tidak menghiraukan sakitnya cengkraman itu, yang ia butuhkan saat ini adalah penjelasan dari suaminya.


"Semalam kau memperkosaku? Kau memanfaatkan aku yang tengah tidak berdaya?" Air mata semakin membanjiri pipi Alula.


Kai tersenyum sinis, kemudian ia tertawa dengan sangat keras.


"Memperkosa? Bukankah kau istriku? Aku berhak untuk itu," mata Kai menajam ke arah Alula.


"Aku sudah bilang padamu, aku belum siap melakukannnya," Alula berkilah. Sebenarnya ia sakit hati bukan karena Kai memanfaatkan kesempatan saat ia tengah tidak sadar.


"Jika menunggu dirimu akan siap, Kapan kau akan siap? kau siap bila sedang bersama kekasihmu itu? Dan kau akan secara sukarela memberikan tubuhmu padanya??" Kai berteriak kembali.


"Kau jahat, Kai!! Kau jahat!!" Alula menangis tersedu sedu dan memukul dada Kai dengan lengannya.


"Kau membeli alat pengaman itu agar setelah kau berhasil meniduriku, aku tidak mengandung anakmu, dengan begitu kau bisa bebas menceraikanku," akhirnya Alula membeberkan hal yang membuatnya sakit hati. Menurutnya Kai hanya ingin melampiaskan nafsunya saja. Ia membeli alat pengaman itu agar tak ada ikatan antara dirinya dan Alula. Dengan begitu, Kai bisa menceraikan Alula dengan mudah.


"A-aku," ucap Kai terbata. Ia begitu mengutuki kebodohannya sendiri karena sudah membeli alat itu. Kai lebih mengutuk dirinya karena ia ceroboh meninggalkan alat kontras*psi itu di kamar.


"Aku tidak melakukan apapun padamu!" Kai merendahkan suaranya.


"Lalu, ini apa?" Alula memperlihatkan leher dan bahunya yang begitu banyak bekas kecupan.


"Aku hanya mencium wajah, leher, dan bahumu, tidak lebih," ujar Kai lembut.


"Kau fikir aku percaya? Kau menaruh sesuatu dalam minumanku agar aku tidak sadar, setelah itu kau memperkos*ku," Alula masih menatap Kai dengan berapi-api.

__ADS_1


"Kau ini sungguh gadis bodoh. Aku tidak mencampurkan apapun dalam minumanmu. Aku hanya memberikanmu white wine, agar tubuhmu menghangat. Akan tetapi kau malah mabuk. Jika aku menidurimu semalam, sudah pasti kau merasakan sesuatu pada tubuhmu," Kai geram dengan sifat polos istrinya.


"Kau tidak perlu berkata apapun lagi. Jika, kau ingin melakukannya lakukanlah dengan kekasihmu yang kelak kau akan nikahi!!"


"Aku ingin berpisah darimu sekarang juga," teriak Alula sembari terisak. Entah mengapa saat ia mengatakan kata pisah terasa ada yang menyakiti relung hatinya dengan dalam.


"Kau bilang apa?" Kai mencengkram kembali tangan Alula dengan kedua tangannya.


"Berani-beraninya kau berkata seperti itu padaku!!" Kai berteriak dengan sangat keras. Alula melihat kemarahan yang sangat besar dari wajah suaminya.


"Lepaskan aku! Tanganku sakit!!" Alula memberontak ketika lengannya di cengkram dengan sangat kuat.


"Katakan padaku sekali lagi!!" Kai berkata dengan aura yang menyeramkan.


"Aku ingin berpisah darimu sekarang juga!" Alula membalas teriakan Kai.


"Kau tidak akan pernah lepas dari genggamanku," Kai menyeringai jahat. Kai melepaskan safety belt yang melingkar di tubuhnya, kemudian Kai memajukan tubuhnya untuk menindih Alula. Ia menciumi Alula dengan sangat kasar.


"Kai lepaskan aku!!!" Alula memberontak.


Kai tidak memperdulikan teriakan istrinya. Dengan cepat ia menyobek lengan baju Alula.


"Kai hentikan!!" Alula menangis tersedu sedu. Tangannya berusaha untuk membuka mobil yang terkunci. Setelah Alula berhasil memencet tombol unlock yang ada di pintu mobil, Alula segera berlari keluar.


"Shit !!" Umpat Kai saat Alula berhasil keluar dari dalam mobilnya. Kai ikut keluar dari dalam mobil dan mengejar langkah kaki Alula.


"Ayo masuk!!" Kai menggusur Alula untuk kembali masuk ke dalam mobil.


"Aku tidak mau," Alula bertahan sekuat tenaga agar Kai tidak berhasil memasukannya ke dalam mobil. Alula begitu takut akan kemarahan Kai yang baru saja ia lihat.


"Jika kau tidak mau masuk, aku akan meninggalkanmu disini!" Teriak Kai berang.


"Silahkan! Tinggalkan saja aku disini!" Alula terisak.


"Oke, jika itu maumu!!" Kai masuk ke dalam mobilnya, lalu ia melajukan mobilnya meninggalkan Alula seorang diri di jalanan yang sepi.

__ADS_1


"Kai, kau mau kemana?" Alula berteriak ketakutan saat mobil Kai benar-benar melaju meninggalkannya.


Jangan lupa untuk memberikan like, vote dan rate 5 jika kalian suka novel ini. Terimakasih šŸ¤—


__ADS_2