Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Perkelahian di Pagi Hari


__ADS_3

Alula terlihat baru saja turun dari sebuah taksi, hari ini adalah jadwal mengajarnya. Alula sendiri mengajar 10 kelas sementara dosen yang ia asisteni juga mengajar 10 kelas. Ia pergi pagi pagi sekali ke kampus karena harus mengurus silabus yang akan ia berikan untuk mahasiswa nya.


"Hey, sayang !" Sapa Alfin yang sudah berdiri di depan gerbang kampus tempat Alula mengajar.


"Sedang apa kau di sini?" Alula menatap tak ramah kepada mantan kekasihnya itu. Ia heran karena Alfin sudah ada depan kampusnya di waktu yang masih sangat pagi ini. Bahkan matahari belum terlihat naik dengan sempurna di ufuk sana.


"Aku ingin menemuimu, aku merindukanmu. Bisakah kita berkencan malam ini?" Alfin berjalan mendekati Alula.


"Tidak, aku tidak bisa dan tidak akan pernah bisa," Alula berjalan melewati Alfin yang berdiri di hadapannya. Saat Alula berjalan melewatinya, Alfin menarik paksa tangan gadis itu.


"Kenapa kau selalu menolak ku seperti ini? Aku hanya ingin kembali kepadamu," Alfin menggerutukan giginya geram.


"Lepaskan tanganku!" Alula berusaha melepaskan tangannya yang tengah di cengkram oleh Alfin


"Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau mau menerima ajakan kencanku malam ini," Alfin semakin erat memegang tangan Alula.


"Alfin, kumohon lepaskan tanganku!" Alula berteriak.


"Aku akan berteriak jika kau tidak mau melepaskan tanganku!" Ancam Alula.


"Silahkan saja kau berteriak! Suasana di sini masih sepi," Alfin menyeringai jahat.


"Aku benar benar muak atas penolakan darimu. Tidak ada satu wanita pun yang berani menolak dan mempermainkanku !" Alfin berteriak kepada Alula.


"Apa maumu?" Alula bertanya dengan geram.


"Aku hanya ingin kita berkencan malam ini dan kau kembali menjadi kekasihku."


"Aku tidak mau, aku tidak mempunyai perasaan apapun kepadamu saat ini mau pun nanti," tegas Alula.


"Kalau begitu ikutlah sekarang denganku !" Alfin menarik paksa tangan Alula ke arah mobilnya. Ia hendak membawa gadis itu dari sana.


"Aku tidak mau, tolong lepaskan tanganku !" Alula ketakutan dengan apa yang akan Alfin lakukan.

__ADS_1


"Ayolah aku akan mengajakmu bersenang senang!" Alfin tersenyum licik kepada Alula seraya terus menggaet tangan wanita itu.


"Aku tidak mau!" Air mata Alula mulai jatuh membasahi pipinya. Ia benar benar ketakutan apa yang akan dilakukan mantan kekasihnya itu.


Alfin terus menarik narik tangan Alula agar masuk ke dalam mobilnya.


"Lepaskan tangannya, dia tidak mau ikut denganmu!" Perintah seseorang di belakang mereka.


Alfin dan Alula seketika menoleh kepada laki laki yang tengah berdiri di belakang mereka.


"Kai?" Alula bergumam.


"Kau?" Alfin menatap geram kepada Kai terlebih setelah apa yang terjadi hari kemarin saat meeting.


"Kai, tolong aku!" Alula semakin mengencangkan tangisnya.


"Lepaskan dia!" Kai menatap wajah Alfin.


Kai tampak terkejut mendengar pengakuan Alfin. Bagaimana bisa Alula berpacaran dengan orang macam Alfin. Terlebih informasi dari Rachel menyebutkan bahwa Alfin sering bergonta ganti pasangan.


"Kai, itu bohong. Aku bukan kekasihnya, dia hanya mantan kekasihku saat kelas 1 SMA," Alula menggelengkan kepalanya dan air mata masih berderai di matanya. Kai kembali dibuat terkejut dengan fakta yang dibeberkan Alula.


"Kau dengar? Dia bilang dia bukan kekasihmu," Kai berusaha mengatasi keterkejutannya.


"Ya, tapi sebentar lagi dia akan kembali padaku."


"Lepaskan tanganmu!" Kai berusaha menyingkirkan tangan Alfin yang tengah menggenggam tangan Alula. Tangan Alfin pun terlepas, secara mengejutkan Alfin hendak melayangkan tinjunya ke arah wajah Kai. Tetapi, dengan sigap Kai menghindar dari tangan Alfin yang akan melukainya.


"Kai, awas!" Alula berteriak saat melihat Alfin dengan beringas mencoba memukul Kai kembali. Dia berhasil memukul Kai di sisi bagian wajahnya.


"Berani beraninya kau!" Hardik Kai seraya mengelap sudut bibirnya yang berdarah.


Kai sudah tidak bisa menahan emosinya, dia melayangkan beberapa pukulan dan tepat mengenai wajah Alfin hingga pemuda itu jatuh tersungkur di atas tanah. Sementara itu gerbang kampus terlihat masih sepi dan tidak ada kendaraan yang berlalu lalang karena waktu masih terlalu pagi.

__ADS_1


"Sudah Kai!" Alula melerai perkelahian itu. Alula menarik tangan Kai agar menjauh dari Alfin yang sekarang sedang tersungkur di atas tanah.


"Awas kau! Urusan kita belum selesai, lain waktu aku akan benar benar menghabisimu !" Alfin bangkit dan segera masuk ke dalam mobilnya.


" Kau berhati hatilah karena telah berurusan denganku," teriak Kai geram.


Alfin pun berlalu dari sana dengan mobil jeep yang di kendarainya.


"Kau tidak apa apa?" Alula mengusap sudut bibir Kai yang berdarah.


"Lepaskan tanganmu !" Kai menepis kasar tangan Alula yang menyentuh bibirnya.


"Berani beraninya kau menyentuhku," sambungnya.


"Aku hanya memastikan lukamu tidak parah, Mengapa kau selalu menyebalkan?" Alula berteriak kepada lelaki yang selalu merundungnya saat SMA itu.


"Aku tidak apa apa," Kai membuang wajahnya dan bergegas menghampiri mobilnya yang ia parkir di belakang mereka.


"Kai?" panggil Alula.


Kai menghentikan langkahnya dan menoleh kepada Alula yang berdiri di belakangnya.


"Terima kasih karena sudah mau menolongku," Alula berkata tulus.


Tadi Kai memang tidak sengaja melihat Alula saat di tarik oleh Alfin untuk masuk ke dalam mobilnya. Ia tengah menyetir untuk sampai di kantornya. Jalanan utama akses ke kantornya di tutup, sehingga Kai mencari jalan alternatif untuk sampai ke kantor. Tak disangka ia melihat teman SMA nya tengah menangis dengan tangan yang di tarik paksa oleh laki laki, sementara disana tidak ada yang menolongnya dan keadaan masih sangat sepi. Kai terlihat masa bodoh akan apa yang dilihatnya, tetapi hatinya berkata lain. Akhirnya dia memutuskan untuk turun dan membantu gadis itu, terlebih dia melihat siapa laki laki yang menarik paksa lengan Alula.


"Lupakan!" Kai meluruskan kembali tubuhnya dan kembali berjalan untuk sampai di mobilnya.


Kai dan mobilnya pun berlalu dari hadapan Alula.


"Kenapa bisa dia pernah berkencan dengan laki laki berengsek itu? Benarkah dia wanita tidak baik seperti yang di katakan arabella? ku fikir perkataan Arabella benar, gadis yang baik tidak akan memiliki mantan kekasih berengsek seperti itu." Kai bergumam sambil terus menyetir untuk sampai ke kantornya.


Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—šŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2