Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Dinner?


__ADS_3

Kaivan tiba di kantornya dan segera masuk ke ruangan pribadi miliknya yang berada di lantai paling atas. Saat ia membuka pintu ternyata sudah ada Arabella disana.


"Kau sedang apa pagi-pagi disini?" Tanya Kai saat melihat Arabella yang sedang terduduk di sofa ruang pribadinya.


"Aku membawakanmu makanan untuk breakfast," Arabella menunjukan kotak bekal yang ia bawa.


"Oh, iya terima kasih," Kai mendudukan dirinya di kursi kerjanya.


"Sayang, ayo malam ini kita berkencan!" Arabella menggelayuti manja bahu Kai.


"Aku tidak bisa, malam ini aku sudah ada janji dengan Nino dan Alden untuk pergi ke tempat Gym," tolak Kai.


"Kita sudah lama tidak pergi berkencan. Kenapa kau tidak seromantis seperti masa masa pendekatan dulu?" Arabella melepaskan tangannya dari bahu Kai.


"Mungkin itu hanya perasaanmu saja," Kai mulai membuka laptop yang ada di atas meja kerjanya.


"Tidak, aku bersungguh sungguh. Dulu saat kita bertemu di Amerika kau begitu romantis dan selalu mengejar ngejarku," Arabella tampak kesal akan jawaban dari kekasihnya.


"Ya perumpamaannya kau seperti seekor ikan, jika belum tertangkap aku akan terus memberikanmu umpan. Beda halnya jika kau sudah tertangkap, nelayan tidak mungkin kan memberikan umpan kepada ikan yang sudah tertangkap?" Batin Kai dalam hatinya.


"Sayang?" Panggil Arabella saat Kai tidak menyahuti perkataannya.


"Ya, mungkin sekarang aku hanya lelah saja. Sekarang aku sudah bekerja dan memiliki tanggung jawab yang besar. Ku mohon kau mengertilah!" Kai berdiri dari duduknya dan menatap Arabella.


"Sayang bibirmu kenapa?" Arabella tampak kaget melihat sudut bibir Kai yang berdarah.


"Tidak, aku tidak kenapa kenapa," kilah Kai.

__ADS_1


"Tidak kenapa kenapa bagaimana? Lihatlah bibirmu berdarah!" Seru Arabella panik.


"Siapa yang memukulmu? katakan kepadaku!" Desak Arabella.


"Tadi aku menolong seorang wanita dari seorang laki laki yang mengganggunya, jadi aku sedikit terluka," Kai mengusap sudut bibirnya.


"Kau mengenal wanita itu?" Arabella menyipitkan kedua matanya.


"Ti-tidak, aku tidak mengenalnya," Kai berbohong, karena jika Kai jujur mengenai wanita yang di tolongnya adalah Alula, maka pacarnya yang super over protektif itu akan mengintrogasinya lebih lanjut.


"Baiklah, aku percaya padamu. Biar ku ambilkan kau es batu sekarang untuk mengobati lukamu," Arabella hendak pergi dari sana tapi lengan Kai menahannya.


"Tidak usah, aku harus segera bekerja sekarang. Siang nanti aku harus menemui clien yang penting, kau pulanglah sekarang!" Ucap Kai.


"Baiklah kalau begitu, tapi kau harus berjanji weekend kita harus berkencan," jawab Arabella.


"Baiklah," Kai menyetujui agar Arabella segera keluar dari ruangan pribadinya..


Alula tengah berjalan keluar dari gedung kampus tempatnya mengajar. Ia segera mencegat taksi untuk pulang ke rumahnya. Saat dalam perjalanan ponsel Alula berdering. Alula merogoh ke dalam tasnya untuk mengambil ponsel itu.


"Al, ini aku Cleon!"


"Iya, ada apa Cleon?" Jawab Alula.


"Malam ini aku ingin mengajakmu dinner, apakah kau bersedia?"


"Dinner? dalam rangka apa Cleon?"

__ADS_1


"emm, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu!" Sahut Cleon.


"Se-sesuatu apa?" pipi Alula tiba tiba memerah.


"Ih apa sih yang ku pikirkan?" Gumam Alula dalam hati.


Pikirannya melayang dan menyangka bahwa Cleon akan mengungkapkan perasaan padanya saat dinner nanti malam. Alula berimajinasi lebih lanjut, ia berimajinasi jika nanti pemuda itu akan menjadikan dirinya sebagai seorang kekasih. Alula berkhayal seperti itu, karena ia memang sudah memiliki rasa kepada Cleon.


"Nanti saja aku katakan langsung kepadamu," ujar Cleon dengan suaranya yang begitu mendayu dayu di telinga Alula.


"Baiklah," Alula tersenyum.


"Di Himalaya Restoran ya jam 7 malam?" Jelas Cleon.


"Baiklah. Oh iya Cleon, kau tidak perlu menjemputku nanti malam. Kebetulan nanti malam papa dan mama akan berangkat ke luar kota jadi aku bisa menumpang dulu ke mobil papa," jelas Alula.


"Benar tidak akan ku jemput?" Tanya Cleon ragu.


"Iya, kita bertemu di Himalaya Restoran saja."


"Baiklah, kalau begitu. Ya sudah aku harus kembali bekerja," ucap Cleon.


"Baiklah, semoga harimu menyenangkan!" Alula mengakhiri sambungan telfonnya.


"Kenapa aku sesenang ini?" Alula terus tersenyum riang seraya melihat pemandangan kota dari kaca taksi yang ia tumpangi.


Sementara itu.....

__ADS_1


"Aku harus mengungkapkan perasaanku kepada Alula malam ini. Aku harus tahu bagaimana perasaan Alula terhadapku. Aku tidak ingin memendam perasaan ini lebih lama lagi. Aku ingin memilikinya," gumam Cleon di meja kerjanya.


Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2