Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Budak Cinta


__ADS_3

Sebelumnya....


"Masih ingat pulang?" Tanya Alula dengan tatapan mengintimidasi ketika melihat suaminya baru pulang pukul setengah 12 malam.


"Sekalian saja tidak usah pulang!" Ucapnya kembali seraya meninggalkan Kai yang masih berdiri di depan pintu rumahnya.


"Sayang, aku bisa jelaskan!" Kai mengejar langkah Alula yang masuk ke dalam kamar.


"Sayang, mengapa kau baru pulang?" Sofia menghentikan langkah anaknya untuk masuk ke dalam kamar.


"Istrimu menunggumu dari tadi!" Ujar Sofia yang sedari tadi ikut menemani Alula untuk menunggu Kai pulang.


"Tadi Kai bertemu dengan teman terlebih dahulu, Mom."


"Mengapa kau tidak mengabari istrimu?"


"Ponsel Kai tertinggal di laci kantor, Mom. Makanya Kai tidak menghubunginya. Tadi kami terlalu asik ngobrol," jelas Kai kepada ibunya.


"Bukan dengan seorang wanita kan?" Tanya Sofia penuh curiga.


"Mommy menuduh Kai selingkuh? Ya ampun, mengapa mommy berpikir ke arah sana?"


"Mommy takut saja."


"Kai masih waras, Mom," Kai berdecak pelan. Bagaimana bisa ia dituduh berselingkuh?


"Kalau begitu jelaskan itu pada istrimu!" Sofia segera naik ke atas tangga.


Kai masuk ke dalam kamarnya, ia melihat istrinya tengah membelakanginya.


"Sayang?" Kai memeluk Alula dari belakang.


"Lepaskan! Pergi sana dengan wanitamu itu!" Alula mulai menangis.


"Sayang, aku bisa jelaskan. Aku-"


"Kau sudah bosan kan dengan diriku? Maka dari itu kau pergi dengan wanita lain. Katakan kalian pergi ke hotel mana?" Alula menangis sesenggukan.


Kai melepaskan pelukannya dan berjalan ke depan tubuh istrinya.


"Mengapa kau berpikir sampai ke arah sana?" Kai menangkup pipi Alula hangat.


"Aku tadi bertemu dengan Chelsea dan Cleon. Aku ingin mengabarimu ketika di dalam mobil, tetapi ponselku tertinggal. Aku mohon maafkan aku!" Kai menghapus air mata Alula dengan jarinya.


"Mengapa kau bisa bertemu dengan Cleon dan juga Chelsea?" Tanya Alula dengan mata yang memerah.


"Mereka mengajakku untuk bertemu dan meluruskan kesalah pahaman yang terjadi. Percayalah padaku! Aku tidak akan pernah membohongimu!" Kai masih menangkup pipi Alula dengan tangannya.


"Kau pikir aku percaya? Kau pergi dengan sekretaris pribadimu kan?" Tuduh Alula kembali.


"Tidak. Aku sudah bilang, aku bertemu dengan Chelsea dan Cleon," Kai berbicara dengan tegas.


"Kau membentakku?" Alula menangis kembali.


"Ya ampun, sayang!" Kai memejamkan matanya.


Alula segera berlari ke atas kasur dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Kai hanya memandangi tubuh istrinya yang tidak terlihat karena terbungkus dengan selimut.


"Aku ganti baju dulu, sayang," Kai mengambil piyama miliknya dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


Saat Kai berada di dalam kamar mandi, ponsel Alula berbunyi. Alula segera mengambil ponselnya dan membuka pesan yang diketahui dari Chelsea.


"Al, aku dan Cleon tadi bertemu dengan Kai. Kami mengobrol di cafe Boston. Maafkan kami, karena terlalu asik mengobrol kami jadi tidak ingat waktu."


"Jadi, benar Kai bertemu dengan Chelsea dan Cleon?" Alula merasa bersalah karena sudah menuduh Kai yang tidak-tidak.

__ADS_1


Ponsel Alula pun berbunyi kembali. Chelsea mengirimkan foto selfie bersama Kai dan Cleon. Chelsea seolah tahu jika Alula akan berfikir tidak tidak mengenai Kai. Sebelum mereka pulang, Chelsea terlebih dahulu meminta untuk berselfie untuk berjaga-jaga.


"Ya ampun, aku benar-benar malu," Alula mengusap wajahnya kemudian ia segera menyimpan kembali ponselnya di atas nakas.


Tak lama, Kai pun keluar dari kamar mandi dengan memakai piyama. Alula berpura-pura tertidur karena malu sudah salah sangka. Kai segera merebahkan tubuhnya di samping Alula yang tertidur membelakanginya.


"Sayang? Aku tahu kau pura-pura tidur," Kai berbisik di telinga istrinya.


"Aku tidak akan bisa tidur sebelum kau percaya padaku," Kai menciumi rambut istrinya lembut.


Alula pun membuka matanya dan membalikan tubuhnya ke arah suaminya.


"Lain kali hubungi aku terlebih dahulu. Aku menunggumu."


"Iya. Maafkan aku! Ponselku tadi ketinggalan di laci kantor," Kai menghapus sisa air mata yang ada di sudut mata Alula.


"Kau jangan khawatir! Aku tidak akan pernah tertarik bahkan jatuh cinta dengan wanita lain. Selamanya aku hanya akan melihat padamu!" Tutur Kai dengan suara yang begitu lembut.


Alula pun tersenyum dan segera memeluk tubuh Kai erat.


"Kai, aku mencintaimu."


"Aku juga sangat cinta padamu. Aku tidak ingin kehilanganmu," Kai mengusap punggung Alula lembut.


****


"Sayang, bangun!" Kai membangunkan pelan Alula dari tidurnya.


"Ada apa?" Alula menggeliat pelan.


"Ayo kita pergi makan ke cafe yang ada di dekat sini!" Kai mengelus pipi Alula lembut.


"Untuk apa? Kita bisa makan di rumah," jawab Alula dengan suara seraknya.


"Aku masih ngantuk."


"Kau yakin ingin aku pergi sendirian? Nino dan Alden membawa wanita hari ini. Baiklah aku akan pergi sendiri, jangan salahkan aku jika wanita yang dibawa oleh Alden dan Nino menggodaku," Kai berpura pura beranjak dari kasur.


"Kai, aku ikut!" Alula segera melompat dari kasur.


Kai tersenyum melihat tingkah istrinya.


"Ayo cepat mandi terlebih dahulu!" Perintah Kai kepada Alula.


"Aku ingin kau memandikanku," Alula menarik tangan Kai ke arah kamar mandi.


"Jika aku yang memandikanmu, mandinya akan sangat lama," Kai tersenyum penuh maksud.


"Aku tidak peduli. Aku ingin dimandikan olehmu," Alula merengek.


"Mengapa tingkahnya jadi sangat berbeda? Apakah ini pengaruh hormon kehamilan? Dulu jika aku ingin bercinta dengannya, aku harus merayunya dengan ekstra sabar," batin Kai dalam hatinya.


Setelah 2 jam berada di kamar mandi, akhirnya Kai dan Alula selesai dengan mandi bersamanya. Mandinya hanya 20 menit, ya kalian bisa menebak sisa waktunya untuk apa.


"Kai sungguh sangat bar-bar," batin Alula di dalam hatinya ketika mengingat aktivitas mereka tadi.


Setelah bersiap-siap, Kai dan Alula segera pergi ke cafe untuk menemui Nino dan juga Alden sekalian sarapan bersama.


"Kai, aku pikir kau tidak akan datang. Kami menunggumu sampai aku melihat uban di rambut Alden," sindir Nino kepada Kai.


"Iya. Aku pun sampai melihat seluruh gigi Nino rontok," Alden ikut-ikutan menyindir.


"Maaf, tadi aku olahraga dulu," Kai tersenyum tanpa dosa. Nino dan Alden saling berpandangan.


"Ke mana istrimu?" Tanya Alden yang tak melihat Alula.

__ADS_1


"Dia pergi ke toilet sebentar. Aku tidak bisa menyusulnya karena itu toilet khusus wanita."


"Susul saja Kai! Siapa tahu saat nanti keluar wajahmu babak belur," Alden tertawa terpingkal-pingkal membayangkan wajah sahabatnya babak belur karena di pukuli oleh wanita yang ada di toilet.


"Diamlah! Itu tidak lucu!" Kai menggerutu.


Setelah 10 menit, akhirnya Alula datang ke meja. Nino dan Alden segera berdiri.


"Al, sudah lama tidak bertemu!" Nino memeluk tubuh Alula. Alden pun menunggu giliran untuk memeluk istri sahabatnya. Kai memelototkan matanya.


"Hey, siapa yang mengizinkan kalian untuk memeluk istriku?" Kai menjauhkan tubuh Nino dari istrinya.


"Kai, itu hanya sapaan. Itu sangat wajar. Kau tidak ingat bagaimana ketika kita kuliah di Amerika? Di sana terbiasa menyapa teman dengan cipika cipiki bahkan ada yang berciuman," papar Nino yang membuat wajah Alula seketika berubah.


"Sayang, aku tidak pernah menyapa teman kuliahku dengan berciuman," Kai berusaha menjelaskan kepada Alula.


"Kau tidak berbohong?" Alula mencebikan bibirnya kesal.


"Tentu saja tidak. Ayo kita duduk!" Kai menuntun tangan Alula dan menarik kursi agar istrinya bisa duduk.


Nino dan Alden yang melihat kejadian itu tertawa dengan sangat keras. Mereka pun ikut mendudukan dirinya di kursi yang ada di depan Kai dan Alula.


"Kai, semenjak kapan kau menjadi budak cinta?" Tanya Nino.


"Diamlah kalian!" Kai menggeram kesal.


"Aku lapar," Alula mengelus perutnya.


"Kalau begitu, ayo kita segera memesan makanan!" Alden mengambil buku menu dan mulai mencatat pesanan dirinya dan yang lain.


"Aku ingin pesan Moules-Frites," kata Alula sembari menatap buku menu.


"Kau yakin ingin memakan kerang?" Kai bertanya dengan ragu.


"Tentu saja."


"Tenang saja, Kai. Kerang di sini di masak dengan sangat matang dan juga di tangkap di Laut Tengah, jadi aman dan bebas dari merkury. Jadi, aman di konsumsi ibu hamil," Nino menenangkan.


"Baiklah," Kai menyetujui.


Alden segera mencatat pesanan Alula.


Setelah 15 menit, akhirnya pesanan mereka sampai di meja.


Alden, Nino segera melahap makanan mereka. Kai tidak langsung memakan makanannya. Ia segera mencuci tangan di wastafel yang tak jauh dari meja mereka. Kai membantu Alula melepaskan daging kerang dari kulitnya. Tak lupa ia pun menyuapi Alula dengan tangannya.


"Sayang, bagaimana? Enak?" Tanya Kai ketika melihat Alula lahap memakan makananya.


"Enak."


"Iya. Minumlah dulu, sayang!" Kai menyodorkan segelas air putih kepada Alula.


Alden dan Nino hanya berpandangan dengan kaget melihat sikap sahabatnya. Selama Kai berkencan dengan mantan-mantannya dulu, mereka tidak pernah melihat Kai seperhatian itu.


"Kai, ini kerangnya agak pahit," keluh Alula.


"Muntahkan ke sini sayang!" Kai menadahkan tangannya.


Alula segera memuntahkan kerang itu di tangan suaminya. Kai segera berjalan kembali ke wastafel dan membuang muntahan istrinya ke tempat sampah yang ada di dekat sana. Kemudian ia segera membersihan lengannya untuk menyuapi Alula kembali.


Nino dan Alden tertegun dengan pemandangan yang mereka lihat.


"Aku sungguh berharap bisa mendapat kebahagiaan seperti Kai. Bersama dengan wanita yang dapat merubah semua sifat burukku," batin Nino di dalam hatinya sembari terus memperhatikan sepasang suami istri yang merasa dunia hanya milik mereka berdua.


Oh iya, Novel terbaru author yang berjudul "Pernikahan Karena Dendam" sudah update ya. Waktu updatenya setiap hari.

__ADS_1


__ADS_2