Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Larangan Enam Minggu


__ADS_3

Setelah melewati masa pemulihan di Rumah Sakit, Alula dan bayinya pun akhirnya di perkenankan untuk pulang ke rumah.


"Ayo, sayang hati-hati!" Kai menuntun tangan Alula saat ia sampai di pelataran rumah. Sementara Jasper sedang di gendong oleh Ainsley, neneknya. Orang-orang terdekat Alula ikut mengantarkan kepulangan Alula dan bayinya ke rumah hari ini.


Saat Alula membuka pintu rumah, ia melihat rumah telah di dekor sebagai sambutan kepulangannya dari Rumah Sakit. Tampak meja makan pun sudah dipenuhi dengan makanan yang lengkap.


"Apa di rumah kita akan ada pesta?" Tanya Alula saat ia melihat rumah yang telah di dekor.


"Ini untuk penyambutan kedatanganmu, sayang," kata Sofia.


"Lebih baik kau tidurkan dulu Jasper di baby cot yang ada di kamarmu! Nanti setelah itu segeralah ke luar. Kita makan," ucap William kepada menantunya.


"Baik, Dad!" Alula segera di tuntut ke kamarnya oleh Kai. Sedangkan Jasper, masih di gendong oleh neneknya. Yang lain pun segera mendudukan mereka di meja makan termasuk Nino, Alden, Cleon dan juga Chelsea.


Saat Ainsley akan menyimpan Jasper di ranjang bayi yang telah di sediakan, tiba-tiba Jasper terbangun dan menangis dengan kencang.


"Cup, cup... Cucu nenek sepertinya haus," Ainsley menimbang-nimbang Jasper dengan kasih sayang.


"Sebentar ya, sayang? Mamamu ke toilet dulu," Kai ikut menenangkan Jasper yang menangis dengan sangat keras.


"Biar Kai yang gendong, Ma!" Pinta Kai kepada ibu mertuanya.


Ainsley dengan hati-hati memberikan Jasper kepada Kai. Kai pun segera menggendong anaknya dengan lembut.


"Kadang aku tidak percaya sudah menjadi seorang ayah!" Kai menatap lembut pada wajah putranya.


Alula pun ke luar dari kamar mandi kemudian ia segera terduduk di atas kasur.


"Sayang, sini aku susui dulu!" Pinta Alula kepada suaminya.


Kai pun segera menyerahkan Jasper untuk di susui.


"Haus ya, Nak?" Alula mulai menyusui Jasper. Sementara Ainsley dan Kai hanya menonton.


"Sayang, bagaimana? Apakah perih? Mama lihat hisapan Jasper sangat kencang seperti itu," tanya Ainsley kepada putrinya.


"Tidak, Ma. Tidak perih kok," Alula menatap lembut pada Jasper. Ia pun merasakan masih belum percaya telah menjadi seorang ibu.


"Tenang saja, Ma. Alula sudah terbiasa. Bahkan dari sebelum hamil. Iya kan sayang?" Tanya Kai kepada Alula yang membuat Ainsley menggelengkan kepalanya.


Alula tidak menjawab pertanyaan suaminya, ia masih fokus menperhatikan anaknya yang sedang ia susui.

__ADS_1


Setelah Jasper tertidur, Ainsley segera mengambil Jasper dan menidurkannya di ranjang bayi yang ada di sebelah kasur milik Alula dan Kai.


"Ayo, Al! Yang lain sudah menunggu," Ainsley mengajak Alula untuk bergabung dengan yang lain di meja makan.


"Iya, sayang. Ayo!" Kai membantu istrinya berdiri dan memapahnya pelan.


"Bagaimana sayang? Apa masih sakit?" Tanya Sofia saat Alula terduduk di kursi meja makan. Semua tampak sudah duduk di kursi meja makan.


"Sedikit, Mom," Alula meringis, karena kata Dokter, luka operasi caesar akan mengering setelah 6 minggu.


"Yang sabar ya, sayang? Mommy pun saat melahirkan Kai merasakan hal yang sama," jelas Sofia.


"Bagaimana rasanya menjadi seorang ibu, Al?" Tanya Nino.


"Rasanya luar biasa," Alula tersenyum.


"Entah mengapa aku sungguh tidak sabar ingin menikah dan hamil juga," batin Chelsea ketika menatap Alula.


Cleon yang duduk sebelahnya pun memperhatikan arah pandangan Chelsea. Tak lama ia tersenyum karena mengerti apa yang dipikirkan oleh tunangannya.


"Kalau begitu, mari kita makan makanannya!" Ajak William kepada semua orang yang sudah berkumpul. Mereka pun segera menikmati hidangan yang ada di meja makan. Semua menikmati makanan dengan hening, hanya alat makan yang terdengar berdentingan. Semua fokus pada pikirannya masing-masing.


Kai yang sedang makan langsung tersedak mendengar ucapan mama mertuanya.


"Sayang, kau tidak apa-apa?" Tanya Alula kepada suaminya. Ia segera mengambil minum dan membantu Kai untuk minum.


"En-enam minggu, Ma?" Kai bertanya dengan gelagapan.


"Iya, 6 minggu."


"Ahahaha, rasakan kamu Kai!" Nino tertawa melihat ekspresi wajah sahabatnya yang seolah tidak terima dengan waktu 6 minggu itu.


"Jangan banyak tingkah, Kai! Anakmu masih merah seperti itu. Jangan dulu membuat adiknya!" Alden menimpali dengan wajah usil. Semua yang ada di sana pun tertawa mendengar ucapan Nino dan Alden.


"Mengapa lama sekali, Ma?" Kai bertanya dengan wajah yang ditekuk.


"Memang seperti itu, sayang. Kan Alula habis operasi caesar," jawab Sofia dengan lembut.


"Kai, Kai. Pikiranmu masih saja kotor," Alden menggelengkan kepalanya.


"Seperti kepalamu bersih saja, Den!" Jawab Kai dengan mendelikan matanya.

__ADS_1


"Oh iya, Chel, Cleon? Terima kasih ya kalian yang telah membawaku ke Rumah Sakit!" Ucap Alula kepada Chelsea dan juga Cleon.


"Iya, Al. Sama-sama," jawab Cleon.


"Oh iya. Kapan pernikahan kalian?" Tanya Ainsley.


"5 bulan lagi tante," jawab Chelsea kemudian.


"Baguslah, Chel. Nanti aku bisa datang ke pernikahanmu, Jasper sudah berusia 5 bulan berarti nanti," jawab Alula dengan lega.


"Iya, Al. Jasper harus dibawa saat aku menikah ya?" Pinta Chelsea.


"Iya," Alula mengangguk.


****


Chelsea, Cleon, Nino dan Alden sudah pulang dari beberapa jam yang lalu. Sementara Ainsley dan Halbert memutuskan untuk menginap agar dapat memantau langsung Alula dan Jasper.


"Sayang, ayo aku lap badanmu! Keburu Jasper sedang tertidur," Kai membawa baskom kecil yang berisi air hangat dan juga handuk kecil.


"Iya, sayang," Alula segera mendudukan dirinya.


Dengan telaten, Kai mengelap seluruh tubuh istrinya sebagai pengganti mandi karena kata Dokter, Alula tidak diperbolehkan untuk mandi selama 10 hari.


"Sayang, terima kasih ya?" Alula merasa terharu akan perhatian Kai kepadanya.


"Iya. Maafkan aku karena saat kau kesakitan di rumah, aku tidak ada," Kai berucap dengan sedih.


"Tidak apa-apa, sayang. Yang penting aku dan Jasper selamat dan baik-baik saja," Alula menggenggam tangan suaminya.


"Apakah setelah ini kau akan tetap mencintaiku?" Kai bertanya dengan raut wajah yang khawatir.


"Tentu saja. Mengapa kau berkata seperti itu?" Alula mengelus pipi suaminya.


"Iya, karena mungkin nanti waktu kita berdua akan sangat sedikit."


"Aku akan selalu memperhatikanmu dan Jasper. Aku tak akan mengacuhkan bayi besarku ini!" Alula mengapit pipi Kai kemudian ia mencium pipi suaminya lembut.


"Terima kasih. Hidupku sangat lengkap sekarang," Kai memeluk tubuh Alula dengan penuh kasih sayang.


Kepada para readers jika ada proses melahirkan yang author jelaskan keliru tolong koreksi ya, karena author belum pernah melahirkan. Author menulis itu pun karena bertanya tanya kepada istri kaka yang pernah mengalami operasi caesar dan sedikit membaca google. hehe. Jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote untuk mendukung author ya 😊😊

__ADS_1


__ADS_2