Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Kekhawatiran Yang Hilang


__ADS_3

Kai mengambil cermin kecil yang ada di ruangan kerjanya. Ia terduduk dan segera memperhatikan tanda merah yang di bubuhkan oleh istrinya.


"Kau kenapa senyum senyum seperti itu?" Alden memperhatikan Kai yang tengah tersenyum saat melihat lehernya dari pantulan cermin.


"Selama kita menikah, ini pertama kalinya dia bertindak seperti ini," Kai tersenyum senang.


"Kau seperti mendapat lotre saja," Nino terduduk di sofa.


"Sini aku hapus tandanya!" Alden mengambil tisu dan mengelap leher Kai dengan tisu itu.


"Jangan! Kau tidak boleh menghapusnya!" Kai menjauhkan lehernya.


"Kai, walaupun di hapus dengan tisu, itu tidak akan hilang selama beberapa hari," Nino menertawakan kepolosan sahabatnya itu.


"Aku tahu, tapi aku takut saja ini akan menjadi pudar," senyum masih belum hilang dari wajah Kai.


Alden pun menyimpan kembali tisu yang ada di tangannya.


"Kai?" Panggil Alden dengan raut wajah yang serius.


"Hhmmm?" Kai masih tersenyum memperhatikan tanda merah yang sangat banyak di lehernya.

__ADS_1


"Aku ingin meminta maaf padamu untuk kejadian di klub. Aku hanya kesal karena aku pikir kau mengkhianati Alula," Alden menundukan kepalanya. Ia sungguh sangat siap untuk melihat kemarahan Kai padanya.


Kai pun menyimpan kacanya. Lalu ia segera berjalan mendekati Alden dengan raut wajah yang serius. Nino yang melihat gelagat kemarahan Kai segera berdiri dari duduknya untuk melerai perkelahian dua orang sahabatnya itu.


"Kau boleh memukulku!" Alden masih menundukan kepalanya.


"Tidak apa-apa. Aku mengerti maksudmu baik," Kai memukul pelan bahu Alden dengan tangannya sambil tersenyum.


Alden pun langsung menadahkan wajahnya begitu pun dengan Nino yang tampak kaget.


"Terima kasih sudah peduli dengan pernikahanku!" Kai menepuk bahu Alden.


"Apa itu?" Nino merasa heran karena Kai tidak mengamuk kepada Alden.


"Dia memang sudah berubah," Alden menggelengkan kepalanya.


"Aku kira, minimal botol wine akan mendarat di kepalamu Den," Nino menatap Alden dengan serius.


"Kau sepertinya berharap sekali Kai akan melukaiku," Alden menyipitkan matanya.


"Hahaha. Ya kapan lagi menonton adegan smackdown gratis," Nino kembali duduk di sofa.

__ADS_1


****


Hari ini Cleon pergi ke apartemen pribadi miliknya. Sudah lama Cleon tidak mendatangi apartemen miliknya. Terakhir ia datang saat bersama Chelsea dan Alula untuk menjalankan misi dalam rangka mengetes kepercayaan Kai kepada Alula.


Cleon masuk ke dalam kamar apartemennya. Saat ia membersihkan kamar apartemen yang selalu ia pakai untuk mendinginkan kepala dari tekanan pekerjaan, Cleon melihat satu foto Alula masih ada di atas nakas yang ada di dalam kamarnya. Cleon memang sudah membuang foto-foto Alula yang terpajang di dinding, tetapi ternyata tanpa sepengetahuan darinya, masih ada satu foto Alula di atas nakas yang ada di pojokan kamar.


Tangan Cleon mengambil foto wanita yang pernah ia begitu cintai dalam hidupnya. Kemudian Cleon mendudukan dirinya di atas kasur.


"Al, saat dulu aku mencintaimu hatiku begitu tidak tenang. Kadang aku terbangun di malam hari karena teringat padamu. Aku takut waktu tujuh bulan itu mengubah perasaanmu terhadap Kai. Setiap hari, aku selalu was-was. Aku takut Kai menyakitimu, aku takut Kai menyentuhmu, dan yang lebih aku takutkan kau mencintai suamimu. Dan itu semua terjadi," Cleon berbicara sendiri sambil menatap foto Alula.


"Tapi takdir baik datang kepadaku. Dengan mendatangkan wanita sebaik dan sepengertian Chelsea. Dia bahkan rela mau menungguku untuk melupakanmu. Sekarang hidupku tidak pernah di landa kekhawatiran lagi. Aku mempunyai seorang wanita yang sangat mencintaiku dan tidak mencintai pria lain. Dan kini aku pun sudah menerima dan mencintai Chelsea. Aku sudah berhasil menghapusmu dalam hidupku. Kini, kau sudah bahagia dengan suamimu. Aku pun akan mengambil kebahagiaanku sendiri," Cleon segera bangkit dari kasur dan memasukan foto Alula ke dalam kotak yang ada di kamarnya. Kemudian ia segera menaruh foto Chelsea di atas nakas itu.


Setelah dari apartemen, Cleon mengemudikan mobilnya menuju toko perhiasan yang ada di pusat kota. Sesampainya di toko perhiasan itu, Cleon segera mencari cincin untuk diberikan kepada kekasihnya.


"Nona, saya ingin cincin ini!" Cleon menunjuk cincin yang ia sukai.


Staff toko itu segera memberikan cincin yang Cleon inginkan.


"Chel, aku akan segera melamarmu!" Cleon tersenyum menatap cincin yang ada di tangannya.


Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2