Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Salah Paham


__ADS_3

Alula sampai ke kampus dan langsung datang ke bagian ruang akademik. Di sana ia menanda tangani sebuah kontrak untuk bekerja sebagai asisten dosen di universitas tersebut. Setelah selesai dengan urusannya, Alula merasa bingung hendak pergi kemana. Ia sungguh tidak ingin bertemu dulu dengan suaminya. Jika pulang ke rumah, orang tuanya pasti khawatir dan tahu Alula tengah memiliki masalah dengan rumah tangganya. Saat Alula bingung harus pergi kemana, ponselnya tiba-tiba berdering.


"Ini nomor siapa?" Tanya Alula saat melihat nomor yang tak terdaftar di daftar kontaknya.


"Hallo, ini siapa?" Tanya Alula saat ia mengangkat panggilan telfon tersebut.


"Sebegitunya kau melupakanku, hingga kau pun menghapus nomor ponselku," terdengar suara pria dari sebrang telfon.


"Cleon?"


"Iya, ini aku. Bisakah kita bertemu hari ini?" Ujar Cleon dengan nada yang dingin.


Alula terlihat menimbang-nimbang. Ia belum siap untuk bertemu Cleon, tetapi Alula juga tidak bisa terus menerus menggantung perasaan Cleon terhadapnya.


"Bisa, kita bertemu di mana?" Akhirnya Alula memutuskan untuk bertemu dengan Cleon. Ia tidak bisa menghindar dari masalah ini.


"Kau di mana? Aku akan menjemputmu."


"Aku sekarang di depan universitas yang dekat dengan perumahan Boston Villages," tutur Alula.


"Baiklah, aku ke sana," Cleon segera memutus sambungan telfonnya.


"Aku harus tegas. Aku tidak bisa menggantung Cleon seperti ini. Aku pernah berjanji akan memulai sebuah hubungan dengannya setelah bercerai dari Kai. Tetapi, saat ini lebih baik aku tidak memberikan sebuah harapan kosong, walaupun nanti aku memang harus benar-benar berpisah dengan Kai. Cleon berhak mencari wanita yang lebih baik dariku. Aku tidak bisa mengikatnya terus dalam sebuah harapan yang tak bertepi," gumam Alula dengan mata yang berkaca-kaca. Ia masih mengingat bagaimana pembicaraan mertua dan suaminya yang ia rasa sangat menyakitkan baginya.


Setelah 20 menit menunggu, akhirnya mobil Cleon berhenti tepat dihadapannya. Cleon keluar dan langsung memakaikan mantelnya kepada Alula. Kebiasaan yang sering ia lakukan saat bertemu Alula di musim dingin. Alula memang hanya memakai sebuah blazzer saat ini.


"Cleon, maafkan aku!" Batin Alula sembari menatap Cleon dengan berkaca-kaca.


"Masuklah!" Cleon membukakan pintu mobilnya untuk Alula. Bahkan ia masih bersikap manis setelah apa yang Alula lakukan padanya.


Tanpa mereka sadari, sepasang mata tengah memperhatikan mereka dari dalam mobil.


"Kai, aku melihat istrimu dengan Cleon di depan universitas. Mereka sepertinya akan pergi berkencan," lapor seseorang yang berada di dalam mobil.


****


"Kau tidak bekerja?" Tanya Alula memecahkan keheningan antara dirinya dan Cleon di dalam mobil.


"Aku mengambil cuti selama tiga hari, karena perasaanku begitu kalut karena dirimu," ungkap Cleon dingin.


Alula langsung terdiam mendengar kata-kata dari Cleon.


"Kita akan pergi ke mana?" Alula berusaha untuk mencairkan suasana yang begitu dingin dan membeku.


"Ke cafe." Jawab Cleon singkat.

__ADS_1


Saat Alula dan Cleon akan melewati kawasan apartemen Bougenville Hills, mendadak Alula sakit perut.


"Cleon, perutku sakit. Apakah kita bisa mencari toilet?" Alula memegangi perutnya yang mendadak mulas.


"Aku kurang tahu jika toilet umum. Bagaimana jika di apartemenku? kebetulan di depan adalah kawasan apartemenku," Tawar Cleon.


"Ah tidak, nanti orang-orang salah paham, jika aku masuk ke dalam apartemenmu," tolak Alula.


"Kalau begitu gunakan saja toilet yang ada di lobby apartemen. Toiletnya sangat bersih dan terawat," Cleon mencari alternatif lain.


"Baiklah, aku setuju."


"Mengapa seperti ada yang mengikutiku? Sepertinya mobil yang dibelakang mengikuti mobilku," Batin Cleon dalam hati sembari melirik kaca spion mobil miliknya. Ia melihat sebuah mobil berwarna silver tengah berada di belakang mobilnya.


"Aku rasa tidak mungkin. Mungkin dia searah denganku."


Mobil Cleon pun masuk ke kawasan apartemen Bougenville Hills. Cleon dan Alula segera turun dari dalam mobil dan bergegas untuk masuk ke dalam apartemen karena Alula tidak bisa menunda keinginannya untuk pergi ke toilet. Alula masuk ke dalam toilet yang ada di lantai 1 apartemen, sedangkan Cleon menunggu di sofa yang berada di lobby apartemen.


30 menit kemudian, Alula dan Cleon meneruskan perjalanan mereka ke sebuah cafe yang terkenal di kota Birmingham.


"Sepertinya mobil yang tadi sudah tidak ada," Cleon melirik kaca spion mobilnya


"Kau mau pesan apa?" Tanya Cleon saat mereka mendudukan dirinya di sebuah cafe.


"Aku pesan cokelat panas saja."


"Apakah akhinya kau memilih suamimu?" Tanya Cleon kepada Alula yang masih menyeruput cokelat panas dalam gelasnya.


Alula hanya memandang Cleon dengan sedih. Ia tak pernah menyangka harus menyakiti orang sebaik Cleon.


"Kau mencintainya?" Tanya Cleon kembali.


"Aku tidak tahu," Alula menggelengkan kepalanya. Air mata terjatuh dari pelupuk matanya. Alula memang tidak mengetahui apa ia mencintai Kai atau tidak. Ia hanya merasa nyaman saat berada di dekat Kai, ia pun tidak suka saat Kai dekat dengan wanita lain.


"Jangan menangis!" Cleon mengusap air mata di pipi Alula. Alula menatap Cleon dengan perasaan bersalah yang begitu dalam.


"Cleon...."


"Aku mohon lupakan aku! Carilah wanita yang lebih baik dari pada aku!" Alula menggenggam lengan Cleon yang tengah menghapus air matanya.


"Aku tidak bisa," Cleon menarik lengannya. Matanya memerah seperti menahan tangis.


"Aku hanya tidak ingin memberikan sebuah harapan palsu kepadamu. Walaupun kelak aku berpisah dengan Kai, aku tak akan mencarimu. Kau pantas mendapatkan wanita yang lebih baik, bukan dengan seorang wanita yang pernah gagal dalam mengarungi bahtera rumah tangganya," Alula menangis sesenggukan.


"Hey, jangan menangis!" Cleon memang tidak bisa melihat Alula menangis. Ia berdiri dari duduknya dan segera merangkul dan mengusap pundak Alula untuk menenangkan.

__ADS_1


"Maafkan aku sudah menyakitimu! Maafkan aku yang memberikan sebuah harapan yang palsu!" Alula semakin terisak.


"Ini bukan salahmu. Hati seseorang memang siapa yang tahu. Dulu Kai sangat membencimu, tetapi sekarang dia sudah jatuh cinta padamu," Cleon mendudukan kembali dirinya di kursi yang berhadapan dengan Alula.


"Tidak, dia tidak mencintaiku," Alula menggelengkan kepalanya.


"Aku mohon. Carilah kebahagianmu sendiri! Jangan mengharapkan perempuan sepertiku! Aku tidak pantas untukmu," Alula memegang lengan Cleon.


"Jika aku tidak mau? Aku masih sangat menginginkan dan mencintaimu. Aku akan menunggumu!" Cleon membalas genggaman lengan Alula.


"Jangan! Jangan menungguku! Aku tidak bisa," Alula menarik lengannya kemudian ia segera pergi meninggalkan Cleon yang masih terduduk di kursinya.


"Aku yakin bekal makanan itu untuk suamimu," Cleon memandang bekal makanan Alula yang ketinggalan di meja cafe.


"Apakah aku harus benar-benar melupakanmu? Aku tidak bisa membuka hatiku untuk orang lain, Al."


Alula segera berlari dari dalam cafe. Ia segera mencegat taksi untuk pulang ke rumahnya. Alula memang harus pulang, karena ia memang tidak tahu harus kemana.


Tepat pukul 8 malam Alula sampai di perumahan Boston Villages. Setelah membayar ongkos taksi, Alula segera berjalan ke arah rumah. Saat Alula sampai pagar rumahnya, ia melihat Kaivan tengah berdiri di depan pintu dengan aura kemarahan yang luar biasa di wajahnya.


****


Kaivan sedang melihat foto Alula di dalam ponsel miliknya. Kai mendapat foto Alula dari media sosial instagram Alula yang sudah tidak aktif. Kai memdownload semua foto Alula dan menjadikan foto istrinya sebagai wallpaper di ponselnya. Kai tersenyum ketika mengingat moment manis yang dilaluinya dengan Alula akhir-akhir ini.


"Aku tidak tahu mengapa aku jatuh cinta padamu. Tetapi aku rasa, aku jatuh cinta padamu karena kau yang berani menentangku, berani melawanku, bahkan beberapa kali kau sudah memukul wajahku," Kai mengusap wajah Alula di layar ponsel miliknya.


Saat ia tengah memperhatikan potret wanita yang telah menggantikan Arabella di hatinya. Terlihat panggilan telfon dari layar ponselnya.


"Ada apa?" Tanya Kai saat ia melihat nama Alden yang menelfonnya.


"Kai, aku melihat istrimu dengan Cleon di depan universitas. Mereka sepertinya akan pergi berkencan," seru Alden saat Kai mengangkat sambungan telfonnya. Kai segera memutus sambungan telfon dari Alden. Ia segera mengambil jas miliknya dan bergegas pergi.


"Aku sudah bilang, aku benci wanita yang mengkhianatiku," geram Kai saat ia masuk ke dalam mobilnya. Kai melacak Alula dari GPS ponselnya. Dengan kecepatan penuh, Kai segera mendatangi lokasi istrinya yang sekarang tengah berada di dalam mobil.


Sinyal GPS Kai berhenti saat ia sudah berada di belakang sebuah mobil.


"Kurasa ini mobil laki-laki berengsek itu!" Rahang Kai mengeras, ia mencoba sekuat tenaga menahan emosinya yang tengah memuncak. Kai ingin sekali menabrak mobil Cleon, tetapi sekuat tenaga ia menahannya karena ada Alula di dalam mobil sport tersebut.


Kaivan membelalakan matanya saat mobil yang dikendarai Alula dan Cleon memasuki sebuah kawasan apartemen elite. Ia melihat Cleon membukakan pintu mobil untuk Alula, dan mereka bergegas masuk ke apartemen dengan terburu-buru.


"Wanita si*lan! Jadi, karena ini kau selalu menolak untuk tidur denganku! Kau takut aku tahu jika tubuh kotormu selalu dinikmati pria berengsek itu. Aku benar-benar tidak akan mengampunimu. Dasar wanita murahan!" Hardik Kai. lava kemarahan seakan sudah tak berbendung lagi. Ia ingin segera masuk ke dalam apartemen dan menangkap basah Alula dan Cleon yang tengah memadu kasih di dalam sebuah kamar. Kai berfikir Alula dan Cleon masuk ke dalam apartemen untuk bercinta.


"Aku tidak bisa melihatnya," Kai menghentikan langkahnya saat ia berusaha mencapai pintu masuk apartemen. Kai memutar balikan tubuhnya lagi dan masuk ke dalam nobil miliknya. Lalu ia segera berlalu meninggalkan apartemen itu.


Kaivan sampai di rumahnya. Jika Alula adalah laki-laki, Kai sungguh ingin menghajarnya habis-habisan. Kai langsung menyuruh bibi May untuk pulang ke rumah Sofia. Kai tidak mau ada yang melindungi Alula malam ini.

__ADS_1


"Lihatlah apa yang akan kulakukan padamu wanita murahan," berang Kai dengan tatapan membunuhnya.


Jangan lupa untuk memberikan like, vote dan rate 5 jika kalian suka novel ini. Terimakasih šŸ¤—


__ADS_2