Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Permainan Baru Saja Dimulai


__ADS_3

Kai sedang termenung di dalam ruangannya. Ia sedang memikirkan cara bagaimana Alula tersiksa hidup bersamanya. Setiap melihat wajah Alula, Kai selalu mengingat apa yang pernah gadis itu lakukan di masa lalu. Kai ingat saat Alula menyiram wajahnya di kantin, menamparnya ketika saat camping, dan terakhir ia mengingat Alula yang menampar dirinya ketika berada di atas panggung saat malam prom night. Kai mengepalkan tangannya geram saat mengingat perlakuan kasar Alula di masa lalu.


"Aku akan membalas apa yang telah gadis itu lakukan padaku !!!" erang Kai.


Saat ia sedang asik termenung, seseorang masuk ke dalam ruangannya.


"Sayaaang?" seru Arabella manja.


"Kenapa kau kesini?" Kai menatap Arabella yang menyimpan tasnya di atas meja, lalu ia berjalan ke samping kursi yang tengah diduduki oleh Kai.


"Aku merindukanmu," Arabella duduk di pangkuan Kai.


"Jangan seperti ini ! Nanti ada orang yang melihat," Kai menyingkirkan tubuh Arabella dari pangkuannya.


"Kenapa kau menyebalkan sekali," Arabella mengerucutkan bibirnya kesal.


"Sekarang aku sudah menikah, bukannya kita sudah berjanji untuk tidak berhubungan dulu?"


"Tapi aku merindukanmu, lusa adalah anniversary hubungan kita yang ke 3 tahun," Arabella berjalan ke belakang kursi Kai, ia melingkarkan tangannya di bahu laki-laki itu.


"Bell, Aku kan sudah bilang selama tujuh bulan ini kita break terlebih dahulu. Apa kau lupa?" Kai berdecak kesal melihat kelakuan Arabella.


"Iya, aku tahu. Tetapi bisakah kau meluangkan waktu untuk moment anniversary kita?" Arabella melepaskan tangannya.


"Aku tidak bisa, aku takut orang lain tahu apalagi sekarang pernikahanku masih dalam sorotan."


"Kau benar-benar menyebalkan !!" Arabella segera mengambil tasnya di atas meja dan berlalu dari sana.


"Bell?" teriak Kai yang melihat Arabella pergi.


"Shit !! Kepalaku sungguh pusing menghadapi ini semua," Kai memijit keningnya.


Tak lama setelah Arabella keluar, Rachel segera masuk ke ruangan milik Kai.


"Ada apa?" tanya Kai setelah mempersilahkan Rachel masuk.


"Saya hanya ingin melaporkan bahwa saham perusahaan kita sudah menguat, tuan. Semenjak pernikahan anda dilangsungkan, saham kita terus menguat sehingga investor-investor dari perusahaan lain ingin menanamkan sahamnya di perusahaanmu," Rachel melaporkan keadaan perusahaan terbaru kepada Kai.


"Bagus, persiapkan proposal lebih lanjut untuk investor yang akan menanamkan sahamnya di perusahaan kita," seru Kai dengan semangat.

__ADS_1


"Baik, tuan. Kalau begitu, saya persiapkan dulu segala sesuatunya," Rachel segera keluar dari ruangan atasannya itu.


"Ternyata memang ini jalan yang tepat untuk memperbaiki perusahaanku, dengan menikahi gadis bodoh itu," Kai bergumam.


****


Sore harinya....


Alula sedang memainkan ponsel di ruang tengah saat Kai tiba di rumah.


"Enak sekali kau bermain ponsel seharian seperti ini !!" umpat Kai geram melihat Alula yang tengah memegang ponsel.


"Aku sedang mencari lowongan pekerjaan sebagai asisten dosen di internet," jawab Alula santai.


"Sebelum kau menemukan pekerjaan, kau harus mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri," tandas Kai.


"Aku sudah mengepel dan juga membereskan barang-barangku ke kamar utama. Tetapi, aku belum memasak. Bisakah kau memberikanku uang untuk pergi belanja? Karena aku hanya menemukan roti, telur dan susu di dapur," timpal Alula. Kemudian ia memasukan ponselnya ke dalam saku celana.


"Aku akan memberikanmu uang jika kau sudah membereskan semua isi rumah," sahut Kai, kemudian ia bergegas naik ke kamarnya dan segera menelfon seseorang.


"Hallo, mommy? Kai ingin menunda dulu untuk masalah asisten rumah tangga. Kata Alula, dia ingin mengerjakan pekerjaan rumah sendiri terlebih dahulu, agar ia dapat mengurus suaminya sendiri," ucap Kai pada ibunya di sambungan telfon. Sofia pun menuruti perintah anaknya.


"Permainan baru saja dimulai," Kai tersenyum licik saat ia menutup telfonnya.


"Untuk masalah uang, tidak bisakah kau memberikannya sekarang? Karena aku harus belanja esok pagi."


"Tidak bisa, kau bereskan dulu pekerjaanmu," Kai berjalan ke arah lemarinya.


Ia terlihat mengeluarkan semua bajunya dari lemari 4 pintu itu.


"Hey, aku sudah membereskan itu semua. Kenapa kau melemparnya?" tanya Alula geram.


"Baju-bajuku harus di setrika, lihatlah ini semua belum di setrika !! Bi Esther terbiasa memasukan bajuku ke lemari bila sudah di setrika," Kai terus melempar baju miliknya ke lantai.


Alula dengan cepat menangkap baju-baju yang tengah di lempar oleh Kai agar tidak berjatuhan ke lantai.


"Kai berhenti !! Aku setrika sebagian dulu saja ya?" ringis Alula saat ia melihat begitu banyak baju suaminya yang harus ia setrika.


"Tidak bisa, kau harus menyetrika semua bajuku malam ini !! Jangan harap kau akan makan disini cuma-cuma !!" teriak Kai.

__ADS_1


Alula hanya pasrah, karena tak mungkin ia menggunakan tabungannya untuk hidup disini. Alula akan menggunakan uang tabungannya untuk bekal mencari pekerjaan yang baru. Ia segera memungut baju-baju Kai yang tercecer di lantai dan ia masukan ke sebuah keranjang baju besar untuk di setrika.


Alula segera bergegas pergi ke ruang khusus untuk menyetrika. Dengan telaten ia mulai menyetrika baju-baju milik suaminya.


Hampir tengah malam, Alula baru beres dari pekerjaannya untuk menyetrika baju-baju milik Kai. Ia lalu berjalan ke kamar utama untuk segera beristirahat.


"Aku lelah sekali," Alula menggerak gerakan kepalanya ke kanan dan kiri untuk mengusir pegal yang ada di tubuhnya setelah menyetrika ratusan potong baju milik suaminya.


Alula merebahkan tubuhnya di atas kasur berukuran king size yang ada di ruangan itu. Ia segera menyelimuti dirinya agar segera terlelap.


"Hey, lancang sekali kau tidur di kasurku !!" hardik Kai yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Kau bilang kamarku di kamar ini juga," Alula membangunkan dirinya.


"Aku tidak bilang kau bisa sekasur denganku !!"


"Lalu aku tidur dimana?" tanya Alula kebingungan.


"Tidurlah di sofa itu !!" tunjuk Kai pada sebuah sofa yang kecil.


"Kau gila? Bagaimana bisa aku tidur di sebuah sofa kecil seperti itu? Itu hanya sofa untuk duduk," Alula meninggikan suaranya.


"Lebih baik aku tidur di ruang tengah saja," Alula segera berdiri dan hendak pergi dari kamar itu.


Dengan cepat Kai menarik tangan Alula, lalu ia menghimpit tubuh Alula ke tembok dengan tubuhnya.


"Jika kau berani tidur di luar kamar ini, aku tak segan untuk bersikap kasar padamu," Kai menggeram di depan wajah Alula.


Alula nampak ketakutan karena tubuh Kai menempel di tubuhnya.


"Kai, apa yang kau lakukan? Minggir !" Alula berusaha mendorong tubuh Kaivan yang tengah menghimpit tubuhnya.


"Kai?" teriak Alula yang saat ini belum lepas dari cengkraman Kai.


"Baik, aku akan tidur di sofa itu," jawab Alula, matanya berkaca-kaca karena ia takut Kaivan melakukan sesuatu padanya.


Kai segera menjauhkan tubuhnya dari Alula, lalu ia naik ke tempat tidur dan berbaring disana.


"Sepertinya gadis bodoh itu sangat ketakutan saat aku menyentuh tubuhnya," gumam Kai kemudian dia segera menutup matanya untuk tidur.

__ADS_1


Alula segera berjalan ke arah sofa yang ada di kamar itu. Ia mendudukan dirinya, karena sofa itu hanya sebuah sofa kecil dan tidak cukup bila ia berbaring. Alula pun memejamkan mata dan berusaha untuk tidur. Tak lama kemudian ia benar-benar memasuki dunia mimpi.


Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2