Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
The Meadows


__ADS_3

Alula dan Chelsea saat ini tengah berada di dalam mobil. Percakapan tak henti keluar dari bibir mereka karena sudah 1 minggu mereka tidak bertemu. Jadi, banyak sekali hal yang mereka bicarakan. Tak lupa musik pun mengiringi perjalanan mereka.


"Kencangkan musiknya Chel!" Pinta Alula saat lagu A Thousand Years terdengar dari tape mobil milik Chelsea.


"Kau menyukai lagu ini?" Tanya Chelsea seraya menoleh ke arah Alula yang sedang bernyanyi nyanyi kecil mengikuti alunan lagu.


"Iya, ini ost film favoritku," seru Alula.


"Wah indah sekali!" Alula bergumam penuh takjub saat mobil yang mereka tumpangi melewati jembatan besi Queen Elizabeth.


Mobil mereka pun sampai di sebuah gerbang yang menghubungan dengan sebuah padang rumput. Terlihat salju turun dengan jarang sehingga membuat padang rumput itu semakin indah untuk di lihat.


"Sudah kubilang kau tidak akan menyesal datang ke sini!" Chelsea memarkirkan mobilnya di area parkir yang tersedia dan menarik tangan Alula setelah mereka keluar dari dalam mobil.


Mereka berjalan jalan di sekitar sungai Eccleston. Terlihat banyak sekali orang orang yang sedang menghabiskan libur musim dingin tahun ini. Ada yang sedang menikmati pemandangan, ada yang tengah berjalan jalan dengan anjing peliharaanya, dan ada juga yang sedang berselfie ria bersama keluarganya.


"Aku baru pertama kali ke sini," kata Alula seraya tangannya menadah ke atas agar salju salju turun di telapak tangannya yang lentik.


"Aku sudah sering ke sini. Sudah ku bilang ini adalah salah satu tempat terbaik untuk menghabiskan musim dingin. Ada tempat hiking juga di dekat sini. Kapan kapan kita harus mencobanya," ajak Chelsea seraya tersenyum ke arah Alula

__ADS_1


"Ayo kita duduk di sana!" Chelsea menunjuk kursi yang ada di samping sungai.


"Al, Chel??" Teriak seseorang memanggil Alula dan Chelsea.


Kedua gadis itu menolehkan kepalanya untuk melihat siapa yang memanggil mereka. Ternyata itu adalah Beverly dan Kaivan.


Alula dan Chelsea langsung beranjak dari duduknya saat melihat Beverly dan Kai mendatangi mereka.


"Kalian di sini juga?" tanya Beverly sembari tersenyum riang. Sangat terlihat dari raut wajahnya jika gadis itu hari ini sangat bahagia.


"Jadi ini alasan kau menolak ajakan ku untuk berlibur?" Chelsea bertanya ketus.


"Kekasih?" Alula terlihat keheranan.


"Iya kami baru saja jadian. Kai tadi mengungkapkan perasaannya padaku," Beverly menunduk malu.


"Selamat kalau begitu Bev!" Chelsea terlihat tidak antusias begitu pun dengan Alula.


Alula merasa Kai memiliki niat buruk kepada Beverly. Tetapi Alula menepis prasangka buruknya tersebut. Bukankah Kai menyukai Beverly dari dulu? Jadi Alula rasa prasangka buruk nya tidak beralasan.

__ADS_1


Sementara itu mata Kai tengah memandang ke arah Alula. Matanya tak lepas memandangi sejengkal demi sejengkal tubuh gadis yang selalu ia bully. Kai merasa penampilan Alula begitu cantik hari ini, tetapi fikiran dan hatinya menyangkal itu semua.


"Chel, aku lapar. Bisakah kita mencari kedai atau cafe untuk kita makan?" Alula menoleh ke arah Chelsea.


"Iya aku juga sudah lapar Al. Bagaimana jika kita makan ke Meltdown Chester?" Chelsea memberikan saran.


"Baiklah," Alula tersenyum.


"Hey kalian tidak mengajak ku?" Beverly mengerucutkan bibirnya disamping Kai yang sedari tadi tidak berkata sepatah kata pun.


"Bukan begitu, aku rasa kekasihmu tidak akan sudi makan dengan gadis aneh sepertiku," Alula menyindir Kai yang masih menatapnya.


"Kai? Bolehkan bila kita ikut makan bersama mereka?" Beverly menoleh ke arah Kai.


"Terserah," jawab Kai sambil berjalan meninggalkan mereka.


"Baiklah ayo kita ikut kalian!" Beverly tersenyum ke arah Alula dan Chelsea lalu ia berlari untuk mengejar Kai yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—šŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2