Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Merepotkan Sekali


__ADS_3

Kai keluar dari mobilnya setelah ia sampai di apartemen miliknya. Kemudian ia memangku tubuh Alula dan berjalan cepat ke arah lift. Apartemen milik Kai berada di lantai 5 apartemen megah ini.


Kai membuka pintu apartemennya dan segera merebahkan tubuh Alula di atas spring bed berukuran king size miliknya.


"Merepotkan sekali gadis ini!!" Umpat Kai dalam hatinya.


Saat ia akan pergi untuk mengambil baju miliknya di dalam lemari, tiba-tiba tangan Alula menghentikannya.


"Jangan pergi Cleon ! Aku takut," Alula masih memejamkan kedua matanya.


"Cleon? Ah benar, dia kan kekasih dari gadis bodoh ini. Sepertinya gadis ini tengah mengigau," gumam Kai. Ia melepaskan tangan Alula yang sedang memegang lengannya. Kemudian Kai berniat kembali meneruskan langkahnya untuk mengambil baju di dalam lemari.


"Aku mohon jangan pergi Cleon! Tolong aku!" Alula menarik kuat lengan Kai sehingga tubuh Kai jatuh tertelungkup di atas spring bed yang tengah di tiduri oleh Alula. Tubuh Kai terlihat menindih tubuh Alula. Kai tampak terkejut menyadari wajahnya dan wajah Alula kini sangat dekat. Alula melingkarkan tangannya di leher Kai sehingga jarak mereka saat ini benar benar dekat.


"Aku takut !" Alula menangis tersedu-sedu sementara matanya masih terpejam.


"Ehem..." suara seseorang mengalihkan perhatian Kai. Ia menoleh dan melihat dokter keluarganya dan seorang asisten yang tak Kai kenali sedang berdiri di pintu. Kai lupa, tadi ia tidak menutup kembali pintunya.

__ADS_1


"Maaf, tuan! Bukan saya tidak sopan, tetapi pintu kamar tuan sudah terbuka," Dokter Thomas tampak canggung melihat pemandangan di depan matanya. Sementara asistennya tengah memegang ponsel miliknya.


"Tidak apa-apa, masuklah !" Perintah Kai. Posisinya kini masih di atas tubuh Alula, karena Alula begitu kuat memeluk lehernya.


Dengan kuat, Kai menarik tubuhnya agar dokter segera memeriksa Alula. Sementara dokter Thomas dan juga asistennya kini tengah melihat Alula yang tengah memakai dress robek.


"Apa tuan Kai tadi berusaha memperkosanya?" batin dokter Thomas.


"Tolong periksa gadis ini, Dok!" Perintah Kai kepada dokter Thomas.


"Baik, tuan," Dokter Thomas membuang rasa penasarannya dan segera menyuruh asistennya untuk mengeluarkan stetoskop, tensimeter dan juga penlight atau senter medis.


"Kenalkan, tuan. Nama saya Patricia!" Asisten itu tersenyum dan menganggukan kepalanya sopan.


"Dia asisten baruku, tuan. Karena asisten yang lama saat ini tengah mengambil cuti melahirkan," jelas dokter Thomas. Kai hanya mengangguk-nganggukan kepalanya.


"Jadi, bagaimana keadaanya?"

__ADS_1


"Diagnosa awal sepertinya nona ini alergi akan obat bius, tuan," Dokter Thomas menyenter mata Alula yang tampak memerah.


"Dugaan saya obat bius itu dipakai melebihi dosis yang digunakan. Emmm," Dokter Thomas tampak ragu untuk mengutarakan sesuatu.


"Ada apa?" Tanya Kai.


"Apa nona ini kekasih anda, tuan?" Tanya dokter Thomas hati hati.


"Bukan, dia bukan kekasihku," sanggah Kai.


"Baiklah, tuan. Nona ini hanya butuh waktu untuk istirahat. Besok pagi keadaannya akan membaik seiring dengan hilangnya pengaruh obat bius itu," Dokter Thomas mengakhiri pemeriksaannya. Patricia pun dengan sigap membereskan kembali alat-alat medis yang dipakai untuk memeriksa tubuh Alula tadi.


"Kalau begitu saya izin pergi, tuan!" Pamit dokter Thomas.


"Iya, terima kasih dok karena sudah bekerja keras!" Kai tersenyum tulus menatap dokter yang sudah belasan tahun menjadi dokter pribadi keluarganya itu.


Dokter Thomas dan Patricia segera berlalu dari apartemen milik Kai.

__ADS_1


Setelah dokter Thomas dan Patricia berlalu, Kai segera menyelimuti tubuh Alula dengan selimut. Lalu Kai memakaikan baju piyama di tubuhnya dan segera merebahkan diri di atas sofa yang ada di ruangan itu.


Sebelum Kai tertidur ia berkata "Jangan lupa like, komen dan vote."


__ADS_2